Oh no After Ch 030 Bahasa Indonesia

A+ A-

Volume 02 Chapter 030

 

 

Luna yang mengikutiku ke lantai atas diam-diam berkata :

“Nona Gilliante belum kembali hari ini …”

 

Aku diam-diam menarik-narik pakaianku yang tidak dapat ditembus oleh pisau dan dengan lembut

dan berkata :

“Aku menyuruhnya untuk tidak mengikutiku.Dia mungkin tidak akan pernah datang lagi”

 

“Saya mengerti”

 

Luna merasa canggung dan menundukkan kepalanya saat dia perlahan berjalan di belakangku.

Dia mengenakan seragam pelayan hitam dan putihnya.Dia menggunakan kain untuk menutupi

telinga Elf-nya.Dia biasanya menyibukkan diri di pelataran luar,dan kemudian dia tidur saat malam

dengan Nier di kamar kecilnya.Aku tidak tahu apa yang mereka berdua bicarakan di sana,tetapi

menilai dari kepribadian Nier,aku tidak berpikir dia akan mengatakan apa-apa.

 

“Jadi,bagaimana dengan keselamatan Anda,Your Majesty?”

 

“Aku tidak akan berada dalam bahaya”

 

Dia menundukkan kepalanya dan dengan lembut bergumam :

“Tidak,saya … Tidak,maksud saya … Saya,pelayan Anda yang rendah hati tidak berpikir itu akan

terjadi”

Elf tidak menggunakan banyak formalitas dalam ucapan mereka,sehingga sebagai elf,dia tidak

terbiasa dengan cara formal manusia berbicara.Castell dan yang lain yang termasuk keluarga

bangsawan dapat menyebut diri mereka sebagai “Aku”.Namun,pelayan seperti Luna harus

menyebut diri mereka sebagai “pelayan Anda yang rendah hati”.

 

Valkyrie mungkin memiliki latar belakang yang tragis,tetapi sebagai pengawal penguasa,mereka

diizinkan untuk menyebut diri mereka sebagai “Saya”. Kapten dapat menggunakan versi yang

kurang resmi dari “Aku”.

 

Aku berbalik,menggosok kepalanya,tersenyum dan berkata :

“Tidak apa-apa.Kau tidak perlu khawatir tentangku ”

 

“Kau tidak perlu repot dengan formalitas saat berbicara denganku.Aku juga elf … Maksudku,

darah campuran.Anggap saja aku seperti dirimu sebagai elf”

 

Dia menundukkan kepalanya untuk berterima kasih kepadaku dan berkata :

“Dimengerti.Terima kasih,Your Majesty”

 

Setelah membuat beberapa percakapan kami akhirnya tiba di depan kamarku.Seseorang yang

berpakaian putih berlutut di depan pintu.Dia menundukkan kepalanya saat dia melihat ke arah

ruangan.Dia meletakkan pedangnya di satu sisi dan kedua tangannya di lututnya.Dia membungkuk

dalam posisi minta maaf yang sangat khas dari budaya Asia sambil menghadap ke kamarku.

Aku menggosok mataku.

 

Mataku tidak mempermainkanku,kan? Itu seharusnya Nier,kan?

 

“Nier?”

 

Aku tidak begitu paham apa yang sedang terjadi tetapi berjalan ke arahnya.Aku menyentuh

bahunya dan dia mengangkat kepalanya untuk melihatku.Aku perhatikan bahwa sisi kiri wajahnya

bengkak serta ada bekas-bekas darah di bawah hidung dan bibirnya.Aku membeku sejenak,dan

kemudian meraih tanganku untuk menyeka darah dari wajahnya dengan lembut.Aku menarik

napas panjang dan bertanya : “Ada apa? Siapa yang memukulmu? ”

 

“Saya dengan tulus meminta maaf,Your Majesty.Saya membuatmu marah siang ini.Saya akan

menerima hukuman apa pun yang Anda inginkan untuk saya,tetapi tolong jangan singkirkan

saya”

 

Nier bersujud dan menundukkan kepalanya ke lantai di depan kakiku.Nier,seseorang yang tidak

mengenal rasa takut yang kukenal gemetar di depanku.Suaranya gemetar ketakutan.Dia terus

gemetar saat dia memohon padaku :

“Saya mohon… saya mohon… Jangan mengusirku…. Her Majesty … Her Majesty berkata bahwa

dia akan mengusirku dari tim Valkyrie jika Anda mengusir saya … saya … saya … saya tidak

ingin meninggalkan Her Majesty …. Saya … saya tidak punya tempat yang bisa saya datangi jika

saya meninggalkan skuad Valkyrie…. Jadi … Jadi saya mohon,tolong jangan usir saya…. ”

 

Aku membantu Nier.Air mata Nier mengalir keluar tak terkendali dari mata zamrudnya.Air matanya

mengalir di sisi kiri wajahnya yang bengkak.Tubuhnya gemetar ketakutan.Dia mencengkeram

kakiku erat-erat saat dia memohon padaku.Aku tidak pernah melihatnya begitu takut sebelumnya,

tetapi aku tahu alasannya mengapa.

 

Aku berbalik dan mengambil jubah musim dingin yang dipegang Luna di tangannya.Aku

menghela nafas dan berkata : “Bangunlah,Nier.Ikutlah bersamaku”

 

“Dimengerti … Ke mana Anda ingin pergi?”

 

“Pelataran bagian dalam.Datanglah melihat Her Majesty bersamaku”

 

Sepuluh menit kemudian di pelataran bagian dalam.

 

Sang Empress dengan gelisah menggerakkan pulpennya.Dia menggambar sesuatu yang tidak

dapat dibedakan pada selembar kertas.Dia memijat pelipisnya dan bertanya pada Valkyrie yang

berada di dalam ruangan.

 

Valkyrie menjawab dengan ekspresi canggung di wajahnya : “Umm … Umm …”

 

“Berhentilah gagap,dan katakan saja.Jika ada orang yang masuk ke pelataran dalam,bunuh saja

mereka dan selesaikan dengan itu.Kekacauan seperti ini sangat tidak pantas untuk dilihat! ”

 

Empress itu melambaikan tangannya,berdiri,berjalan ke tempat tidur dan secara agresif menarik

tirai terbuka.

 

“Umm… Itu…. Ini adalah His Majesty … Kami memiliki sedikit bermasalah dengan itu …. Beliau

tampak sangat marah dan meminta untuk masuk …. Kami memberitahunya jika Anda sudah

beristirahat tetapi dia bersikeras untuk masuk.Dia bahkan menyerang Valkyrie … ”

 

“APA?!”

 

Sang Empress melemparkan penanya ke wajah Valkyrie itu,berjalan dengan langkah besar,

meraih kerah bajunya dan berteriak :

“Darimana kau mendapatkan keberanian seperti itu?! Apa kamu mau memberontak melawan aku?!

Pangeran adalah anakku.Seorang anak sedang berhenti di depan pintu dan tidak bisa melihat

ibunya?! Biarkan pangeran datang dan pergi sesuka hatinya mulai sekarang.Tidak perlu

melaporkannya kepadaku.Apakah kalian semua buta?! Aku penasaran mengapa pangeran tidak

pernah datang ke pelataran dalam.Ternyata itu semua karena kaliank! Jika kalian berani menyakiti

pangeran,aku akan secara pribadi membunuh kalian satu per satu! Biarkan pangeran masuk!

Kalian semua datang kesini dan berlutut! ”

 

“Segera!!”

 

Valkyrie itu berlari ke luar dengan gemetar.Dia menyeka keringat di dahinya dan berlari ke luar

meskipun kakinya sangat lemah sehingga dia berjuang untuk bergeak.Kapanpun Her Majesty marah,

itu seperti seluruh ruangan sedang dibakar.Kemarahan seorang penguasa benar-benar dapat

membunuh semua orang dalam radius seribu mil.Dia mungkin tanpa kepala sekarang jika dia

melakukan sesuatu pada pangeran.

 

Aku memandang Valkyrie sebelum aku dengan dingin dan mengembalikan pistol di tanganku ke

ikat pinggangku.Valkyrie memperhatikanku dengan waspada dan menempatkan pedang mereka

di leherku.Aku melotot pada mereka dan bertanya :

“Her Majesty pasti mendengar suara tembakan sebelumnya.Maukah kalian mempercayaiku

jika aku memberi tahu kalian jika kalian semua akan dikutuk jika pedang kalian menggoresku?”

 

“Pelataran bagian dalam …”

 

“Tentu saja aku tahu itu adalah tempat peristirahatannya Her Majesty.Itu sebabnya aku datang

ke sini! ”

 

Aku maju dua langkah dan pedang di leherku mengikutiku.Aku benar-benar harus memuji

keterampilan Valkyrie.Mereka dapat menjaga pedang mereka di leherku dan tetap bergerak beriringan

dengan setiap langkah yang kuambil.AKu tidak merasakan apapun di leherku.Mereka saling

memandang dan tidak satu pun dari mereka berani bergerak.

 

Nier menundukkan kepala saat dia mengikuti di belakangku.Dia tidak mengeluarkan pedangnya

seperti biasa.Dia lebih seperti pengamat saat dia berdiri di belakangku.

 

“Her Majesty memberi perintah! His Majesty dapat masuk dan keluar di pelataran dalam semaunya

mulai dari sekarang.Tidak perlu melaporkannya! Tarik pedangmu! Her Majesty memanggil kita

semua!! ”

 

Aku menarik nafas dalam-dalam dan menyaksikan bilah-bilah pedang menarik diri dari leherku

dalam waktu yang singkat.Terakhir kali aku hampir menangis karena takut,tetapi ada hal yang

lebih penting saat ini.Aku takut jika Her Majesty akan membunuhku,tetapi aku tidak ingin melihat

air mata Nier.

 

Sang Empress berjalan keluar dengan perlengkapan militer yang sama seperti yang dikenakannya

sepanjang hari.Dia menepuk wajahnya dan kemudian melambaikan tangannya.Semua Valkyrie

berlutut karena gerakannya.Empress menatapku dan bertanya sambil tersenyum :

“Kau tidak perlu mendekat lagi.Apa yang kau inginkan bicarakan denganku di larut malam,Nak?”

 

Aku memandang Empress dan merasakan tanganku bergetar.Aku takut,tapi sekarang … Tidak,

ketika aku melihat air mata Nier,aku tidak bisa menahan amarahku.Mungkin itu ada hubungannya

dengan aku yang meminum tiga gelas anggur merah.Tetapi aku merasa marah seolah-olah

seseorang telah menghancurkan barang miliku.

 

Tetapi ketika aku berhadapan dengan Empress,aku menjadi takut lagi.Aku merasa seakan seluruh

tubuhku gemetar.Aku juga tidak tahu mengapa.Sang Empress jelas tersenyum lembut,tapi mengapa

aku gemetar secara naluriah? Apakah itu karena aku ingin melarikan diri? Apakah ini … Apakah ini

reaksi dari ingatan pemilik sebenarnya tubuh ini?

 

“Aku tahu.Aku mengerti kesalahan dari para Valkyrie.Mereka semua adalah gadis yang baik.

Hanya saja mereka terlalu kaku.Unit pengawal membuatmu cukup merepotkan,bukan?

Jadi … Elisa,bunuh dirimu”

 

“Dimengerti!”

 

“Tunggu…”

 

Tepat ketika aku berbicara,dan sebelum aku dapat meraih tanganku,seorang gadis muda yang berada

di sisi kiri Empress dengan tegas menarik pedangnya dan menikam jantungnya.

 

Aku menyaksikan darah mengalir keluar dihadapan Empress.Pedang itu menembus tubuhnya.

Tubuh gadis muda itu tersentak beberapa kali.Hal terakhir yang dia lakukan adalah melihat darah

di depan Empress,menjulurkan tangannya yang bergetar dan jatuh di hadapan Empress,menutupi

noda darah dengan tubuhnya …

 

“Apakah kamu melihat itu,Nak?”

 

Empress menatapku dan tersenyum lembut.Dia membalik mayat gadis muda itu dengan kakinya.

Gadis itu tersenyum puas di wajahnya.Sang Empress menoleh ke belakangku dan dengan tenang

berkata :

“Kau adalah kaisar masa depan.Kau adalah tuan mereka.Kau adalah kaisar.Jika seseorang tidak

mematuhimu,perintahkan saja mereka untuk bunuh diri dan itu akan selesai.Hal yang sama

berlaku untuk Nier.Nier tidak menaatimu hari ini,jadi kau memiliki hak untuk membuatnya bunuh

diri.Nier,sudahkah kamu meminta maaf kepada pangeran? ”

 

Aku bergetar ketika aku menjawab : “Ya … Nier sudah meminta maaf …”

 

“Apakah kamu memiliki permintaan lain,Nak?”

 

Sang Empress menjulurkan tangannya saat dia menatapku dengan senyuman.

 

“Aku … aku … aku ingin … Tidak, tidak ada …” Note : Come on man,juts tell her!!!!!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *