Oh no After Ch 001 Bahasa Indonesia

A+ A-

Volume 03 Chapter 01

 

 

Knock.Knock.Knock…

 

Wanita berambut merah itu membelai rambutnya dan berteriak ke pintu :

“Masuk.Kamu tidak perlu mengetuk setiap saat,Elizabeth.Kau satu-satunya orang yang akan

mengetuk pintu tokoku yang rusak”

 

Sang Empress memasuki bengkel,melihat barang-barang yang diletakkan di kedua sisi,

lalu tersenyum,membungkuk untuk memberi hormat dan berkata :

“Formalitas dasar perlu dipertahankan,Master.Aku di sini untuk melihatmu”

 

Wanita berambut merah itu mengetuk pipanya,lalu menghadap Elizabeth,melambaikan tangannya

dan berkata,

“Jangan lakukan itu.Kau adalah Empress umat manusia sekarang.Hanya para dewa yang ada di

atasmu.Jika orang-orang melihatmu membungkuk kepadaku,mereka mungkin akan menghancurkan

bengkelku”

 

“Kamu bercanda,Master.Aku bahkan tidak percaya jika kedua regu Valkyrieku yang bergerak

bersama-sama akan bisa meletakkan jari padamu.Jadi siapa yang berani meruntuhkan bengkelmu?”

 

Sang Empress tertawa,lalu mengangkat kepalanya dan berkata,

“Aku ingin mengucapkan terima kasih.Anakku telah mengganggumu.Terima kasih telah merawat

anakku begitu lama”

 

“Berhentilah bercanda.Dia tidak menggangguku.Troy membuatku merasa sangat senang.

Seandainya aku tahu jika anak itu sangat cerdas,mungkin tidak melaporkan kejadian itu akan

menjadi langkah yang baik.Tetapi ketika aku menimbang rasio biaya-manfaat dari dilaporkan

dan kemudian dihukum oleh penguasa,aku memutuskan lebih baik untuk melaporkannya”

Pipa yang dipegang wanita berambut merah itu melepaskan tembakau.Dia mengambil klip dan

membakar timah di dalamnya,lalu menggulungnya menjadi peluru dan akhirnya melemparkannya

ke sebuah kotak kecil di sampingnya.

 

“Selama kamu tidak merasa terganggu.”

Empress memandangi wanita berambut merah itu dan berkata,

“Jika tidak terlalu merepotkan,bisakah kamu memberitahuku apa yang diambil putraku dari

tokomu?”

 

“Sebuah senjata.”

 

Wanita berambut merah itu mengisap pipanya,menyipitkan matanya dan berkata, “Pistol”

 

“Apakah begitu…? Terima kasih telah membuatkan anakku senjata.Kau harus dibayar terlepas

dari apa pun yang dikatakan”

 

Sang Empress mengeluarkan sebuah tas kecil dan meletakkannya di atas meja.Tas kain terbalik

dan beberapa koin emas mengkilap meluncur dari dalamnya.Itu adalah tas kecil,tapi setidaknya

ada seratus koin emas di sana.Seratus koin emas cukup untuk lima puluh senapan.Sang Empress

membungkuk dan dengan sopan berkata, “Walau ini tidak terlalu banyak”

 

Wanita berambut merah itu melirik koin emas di meja,mengulurkan tangannya untuk meraihnya

dan meletakkannya di samping.Dia kemudian menghela nafas dan berkata :

“Koin emas,koin emas,koin emas.Barang-barang ini tidak memberikan manfaat apa pun,namun

ini adalah sesuatu yang kubutuhkan.Tidak,itu sesuatu yang dibutuhkan wargamu.Kita tidak

membutuhkan barang semacam ini di gunung dan hutan”

 

“Ya,dunia bergantung pada hal-hal seperti ini untuk berputar sekarang.Bahkan aku sendiri agak

takut.Saat itu,aku akan lebih dari bersedia untuk menyerahkan tahktaku,tetapi sekarang ketika

aku melihat perbendaharaan nasional sedikit berubah,aku menjadi khawatir”

 

“Kamu mencintai uang seperti kamu mencintai putramu”

 

“Keuangan dan anak-anak perlu dirawat”

 

Sang Empress tertawa,lalu membungkuk dan berkata,

“Aku akan pergi sekarang,Master.Aku akan datang mengunjungimu jika aku punya waktu luang lagi”

 

“Baiklah.Tapi,Elizabeth,aku punya sesuatu yang harus kukatakan padamu.Anakmu bukan orang

normal.Namun,dia terlalu baik,seperti kau pada awalnya.Jika kau ingin dia memberinya tahkta,

kau sebaiknya melatihnya terlebih dahulu”

 

“Kamu benar sekali.”

 

Sang Empress berbalik,menatap wanita berambut merah,tersenyum dan bertanya,

“Master,menurutmu dengan siapa yang dia lebih mirip?”

 

Wanita berambut merah berhenti sejenak.Dia mengangkat kepalanya dan mempertimbangkan

pertanyaan itu.Dia kemudian tertawa dan menjawab,

“Dia paling menyerupai Inard.Dia tidak gila seperti Vivian,dan dia juga tidak tegas sepertimu”

Note : Siapa dia?????? Bapakkke kah?????

 

Elizabeth berdeham,tanpa daya tersenyum dan kemudian berkata : “Uhm …”

 

 

 

Saat ini aku sudah memasuki hutan dengan kudaku.Sejujurnya,aku sedikit takut ketika pertama

kali melihat hutan … Karena hutan itu jujur ​​tampak seperti tidak ada jalan keluar darinya,tapi aku

tidak merasa seperti itu ketika aku keluar dari hutan.Sebuah jalan telah dibuat untuk kenyamanan

para pedagang,sehingga kereta kuda dan kelompok pedagang dapat melakukan perjalanan di

jalannan batu.

 

Menurut pendapatku,pedagang adalah pekerjaan yang paling sulit di dunia ini.Jika ada peluang

bisnis,mereka akan pergi ke wilayah elf atau bahkan neraka sendiri untuk menegosiasikan

kesepakatan.Aku bepergian dengan pelan menggunakan kuda bersama sekelompok pedagang.

 

Nier tidak mengatakan apa pun kepadaku ketika aku pergi.Faktanya,aku merasa seperti dia

mengatakan “Saya sangat senang pengecut ini akhirnya pergi”, yang membuatku sedikit merasa

sedih.

 

Luna tidak ikut denganku.Dia menolak permintaanku untuk kembali ke negara Ef bersamaku.

Dia menatapku sambil tersenyum dan berkata,

“Aku hanya akan diperlakukan sebagai serangga menyedihkan yang ditinggalkan setelah

orang-orang bosan denganku.Aku hanya bisa menjaga Anda saat aku di sini,jadi aku telah

memilih untuk tinggal di sini”

 

Aku tersentuh,tetapi aku tidak lagi di sana !! AKu sudah kembali ke negara Elf,jadi siapa yang

akan kau rawat ?!

 

Di depan kita ada pos pemeriksaan elf.Prajurit elf berlapis baja di sana memeriksa bagasi semua

orang.Aku mengantri di atas kudaku dan setelah beberapa saat,akhirnya tiba untuk giliranku.

 

“Your Highness!”

 

Prajurit itu tiba-tiba berlutut dengan satu kaki dan menatapku.Aku segera memeriksa untuk

memastikan bahwa telingaku tertutup dengan benar.Setelah menghabiskan waktu yang lama

dengan manusia,aku lupa beberapa hal yang tabu bagi elf.Aku memandangi dua prajurit itu,

melambaikan tangan dan berkata,

“Kalian tidak perlu memberi hormat kepadaku.Lakukan saja apa yang harus kalian lakukan …

Oh … Tapi izinkan aku membawa senjata ini.Jangan khawatir,tidak ada bubuk mesiu di dalamnya,

dan aku juga tidak membawa apapun lagi.Lebih tepat jika menyebutnya sebagai barang koleksi

daripada senjata”

 

AKu menyerahkan pistol kepada mereka tanpa ragu-ragu.Mereka saling bertukar pandang,

lalu cepat-cepat mundur beberapa langkah dan berkata,

“Tidak,tidak,tidak.Bagaimana kami bisa memeriksa Anda,Your Highness …? Tidak,tidak,Tidak.

Itu baik-baik saja.Itu baik-baik saja.Silakan lanjutkan perjalanan Anda,Your Highness.Her Highness

memerintahkan kami untuk membiarkan Anda lewat jika kami melihat Anda,jadi silakan lanjutkan”

 

“Terima kasih.”

 

Nah,itu lebih baik jika aku tidak harus melalui inspeksi.Aku menepuk kudaku dengan kakiku dan

tepat saat aku akan terus maju,sepasang tangan tiba-tiba memeluk pinggangku dari belakang.

Kuda itu meringkuk karena pertambahan bobot yang tiba-tiba.Tidak ada gunanya bahkan jika

kau meringkik,bro! Aku ingin memanggil berteriak setelah dipeluk dari belakang dengan

tiba-tiba!

 

Aroma yang familiar menjalar ke hidungku dari belakang.Aku tersenyum tak berdaya dan bertanya :

“Lucia?”

 

“Ya”

 

Suara malas yang tak asing terdengar dari belakang.Lucia menyandarkan seluruh tubuhnya ke

tubuhku dan memelukku erat-erat,yang hampir merampas semua oksigenku.Lucia tidak tertawa

riang atau menangis.Dia tiba-tiba muncul di belakangku seperti itu dan memelukku.

 

Aku menepuk kudaku dengan kakiku dan bertanya kepada kepala yang bersandar di pundakku,

“Bukankah kau seharusnya berada di ibukota kekaisaran? Kenapa kamu di perbatasan?”

 

“Aku tetap di pos ini setelah kamu pergi dan tidak kembali”

 

Lucia memelukku,lalu menoleh dan menggigit telingaku.Sambil masih memegangi telingaku di

antara giginya,dia dengan jengkel berkata,

“Aku mencium aroma wanita lain,dan itu adalah aroma Elf.Your Highness,jangan bilang Anda

mengkhianatiku saat tinggal di sana”

 

“Tidak,aku tidak melakukannya!”

 

Napasnya di telingaku membuatku mati rasa.Aku dengan cepat memohon pengampunan,dengan

mengatakan :

“Tidak,aku tidak melakukannya.Jujur.Percayalah padaku! Dan bagaimana caramu tahu jika aku

memeluk seorang elf …? ”

 

“Kamu baru saja mengaku memeluk orang lain !!”

 

“Itu kesalahanku,kesalahanku !!”

 

“Aku tidak peduli! Kau berbohong,Your Highness! Aku sangat,sangat marah.Aku ingin memelukmu

sampai kita tiba di ibukota kekaisaran! Dan kamu juga harus mentraktirku makan!”

 

Aku tersenyum tak berdaya dan melakukan yang terbaik untuk menyandarkan tubuhku ke depan

sehingga Lucia yang marah bisa bersandar di punggungku.Lucia memelukku erat-erat dan

mmenampilkan wajah cemberut.Aku menghela nafas tanpa daya.Tapi selain senyum Lucia,

bisa melihat orang yang kucintai menungguku ketika aku kembali benar-benar adalah perasaan bahagia.

 

Kuda itu melangkah keluar dari jalan batu elf.Aku tertawa terbahak-bahak ketika melihat hutan

hijau yang rimbun.

 

Benar.AKu sekarang adalah pangeran elf lagi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *