Hail the King Chapter 1199 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1199 : Paus? Tawanan?

“Nak, kamu harus menarik pendapat lamamu tentang Gereja Suci dan mengevaluasi kembali gereja. Setelah semua, kamu tetaplah anggota dari Gereja Suci. Sebagai Uskup [Black-Cloth Shrine], apakah kamu akan melihat perwakilan dari para dewa dengan penghakiman dan kebencian selamanya?” Paus mulai mencoba untuk mencari alasan terhadap Human Emperor of the North dengan kesabaran yang langka.

Untuk banyak orang, ini adalah pengakuan Gereja Suci akan kekalahannya terhadap Human Emperor of the North.

Tentu saja, pikiran Fei tidak sederhana itu. Dia jelas merasakan bahwa ada makna tersembunyi dari kata-kata Paus ini.

“Baiklah, cukup bicaranya. Katakan segala sesuatu yang kau sebenarnya ingin katakan” Fei tidak ingin bermain kata-kata lagi, jadi ia yang telah duduk, tiba-tiba berdiri kembali dan menatap Paus dengan mata yang tajam. “Kau mengundangku untuk datang ke sini dan menarik perhatian banyak orang. Kau tidak melakukannya hanya untuk mengatakan hal ini kepadaku, kan?

Melihat mata agresif Fei, Paus mendesah dan berhenti sejenak, kemudian, ia berkata, “Mari kita ikuti kemauanmu. Pertaman, Aku akan mengenalkanmu kepada seseorang”

Kemudian, Paus ringan melambaikan tangannya.

Serangkaian suara lonceng kemudian terdengar di istana terbang Gereja Suci, dan gerbang perunggu dengan terukir diatasnya perlahan membuka. Tiga sosok lalu perlahan berjalan keluar dari dalam.

Dua orang di kedua sisi adalah Godly Knight. Mereka mengenakan baju besi perak dan memiliki jubah salib putih di atas tubuh mereka. Meskipun mereka tampan, mereka tampak bertekad dan gagah berani.

Orang di tengah mengenakan seragam tahanan berwarna putih besar. Dia tidak muda, dan wajahnya tampak cukup tua. Banyak keriput bisa dilihat darinya, dan otot-ototnya sudah longgar, tampak seperti Shar-Pei. Rambut panjang abu-abu nya berantakan seperti sarang burung, dan matanya keruh dan kuning, penuh urat merah. Sekarang, seberkas api samar-perak melingkar di pergelangan tangannya, tampak seperti tali.

[Note: Shar-Pei itu sejenis anjing yang dikenal karena keriput dan lidah biru-hitamnya. Berkembang biak dan berasal dari Cina selatan]

Orang ini tampak seperti orang tua yang lemah dan biasa. Rasanya seperti bahkan angin bisa meniupnya terbang dari tanah.

Namun, ketika orang tua ini berjalan keluar dari istana terbang, itu jelas bahwa semua anggota Gereja Suci menjadi tegang. Seolah-olah mereka menghadapi musuh yang kuat, penjagaan mereka juga naik dan bahkan mereka tidak berani bernapas.

“Siapa orang tua ini?”

“Kenapa rasanya aneh? Kenapa Gereja Suci takut dengan orang tua ini? Kenapa dia begitu penting?”

“Jangan meremehkan dia! Gereja Suci begitu khawatir tentangnya, dan dia sudah dipenjarakan di dalam istana terbang. Dia pasti seorang tokoh penting! Mungkin dia adalah iblis yang menakutkan!”

“Eh, kita tidak boleh tertipu dengan penampilannya … tapi … kenapa orang tua ini membuatku merasa sedikit familiar?”

Master di daerah sekitar berbicara di antara mereka sendiri dan tidak tahu apa yang Gereja Suci sedang lakukan.

“Mengapa mereka mengawal keluar seorang lelaki tua yang ditahan? Apakah dia seorang tokoh kunci?” Beberapa orang menatap pria tua ini dan mulai merenungkan seolah-olah mereka memikirkan sesuatu.

Mata Fei juga mendarat di orang tua dalam seragam tahanan putih itu.

Tapi berbeda dari orang lain, Fei dengan jelas merasakan sejumlah energi menakutkan di dalam orang tua yang tampak lemah dan tak berdaya ini. Orang tua ini setidaknya seorang Godly King!

Jika orang tua ini berada di tempat lain di dunia ini, ia pasti akan menjadi Master yang mendominasi! Tapi sekarang, ia dipenjarakan oleh metode sihir, dan semua kekuatannya disegel. Rentetan api perak di sekitar pergelangan tangannya adalah perangkat pengekang tingkat dewa.

Namun, Fei tidak bisa mengenali siapa orang tua ini.

Pada saat ini, seberkas cahaya terbang naik dari pasukan Kekaisaran Wilayah Utara, langsung tiba di samping Fei. Itu Batistuta, salah satu tetua senior [Black-Cloth Shrine].

Master yang juga telah mencapai tingkat dewa ini tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya, dan ia segera mendekati Fei untuk kemudian membisikkan sesuatu ke telinganya.

“Apa?” Fei telah tenang dan santai saat ini, tapi wajahnya tiba-tiba berubah warna saat ia mendengar apa yang dikatakan Batistuta. Tatapan tajam juga melintas di matanya, dan ia kemudian menatap pria tua berambut putih yang dikawal keluar dari istana terbang itu.

Master di daerah sekitar melihat perubahan mendadak ekspresi Fei, dan mereka menjadi lebih penasaran.

“Apa itu? Apa yang bisa membuat Human Emperor of the North terkejut?”

“Mungkinkah…”

-Saat ini-

“Ah! AKu mengingatnya! Blatter … Itu Paus Blatter! Orang tua ini adalah Paus Blatter!” Pada saat ini, salah satu master yang telah berpikir keras lebih jauh di langit tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berteriak, “Aku ingat sekarang! Aku pernah melihat dia dari jauh. Dia adalah Paus Blatter … apa ini?”

“Apa?”

“Orang tua lemah yang dapat diterpa oleh angin ini adalah Paus Blatter Gereja Suci?”

“Paus sekarang tahanan?”

“Lelucon apa ini?”

“Lalu, siapa orang yang berdiri di depan Human Emperor of the North? Dia mengenakan topeng emas dan memegang tongkat Ragnarok …”

Orang-orang di daerah sekitar tertegun, dan mereka tidak bisa percaya apa yang baru saja mereka dengar.

“Blatter … sudah bertahun-tahun sejak aku terakhir melihatmu. Ha ha ha! Tapi sekarang setelah melihatmu lagi, kenapa kau menjadi tahanan? Jadi, itu berarti bahwa rumor tentang konflik internal di Gereja Suci tidaklah salah? Kau didorong ke bawah oleh seseorang? Aku ingin tahu siapa yang mampu mendorongmu jatuh dari Tahta Paus?”

Continental Martial Saint Maradona, salah satu dari tiga tokoh terkemuka di sini, tiba-tiba membuka mulutnya dan berbicara. Suaranya terdengar seperti guntur, dan tawa heroiknya bergaung di telinga semua orang.

Apa yang Maradona katakan membuktikan pernyataan yang dibuat oleh Master yang entah siapa namanya. Orang tua ini memang Paus Blatter dari Gereja Suci.

Semua orang kemudian mengalihkan mata mereka kepada orang tua yang mengenakan seragam tahanan itu.

Setelah Maradona mengejeknya tanpa belas kasihan, orang tua putus asa ini akhirnya mengangkat kepalanya yang telah diturunkan selama ini, dan rentetan cahaya tajam berkelebat di mata keruh nya. Rasanya seperti naga tidur merilis sedikit napas naganya, membuat semua orang di daerah sekitar mendeteksi sejumlah besar tekanan.

Pada saat ini, orang-orang akhirnya melihat jejak kehadiran mantan Paus Gereja Suci.

Dalam rumor, Gereja Suci hanya bertindak rendah beberapa hari ini karena konflik internal pecah di tubuh mereka. Dan sekarang, sepertinya rumor ini benar. Paus Blatter yang telah memerintah Gereja Suci selama bertahun-tahun telah didorong dari tahta oleh seseorang, dan Platini, terbunuh oleh Fei. Itu benar-benar tak terpikirkan.

Fei tampak sedikit bingung. Dia masih ingat bahwa Platini meninggal di Alam Goblin sekitar setengah tahun lalu karena keanehan yang terjadi pada tongkat Ragnarok. Tongkat itu tiba-tiba terbang sendiri dan membuat Platini dikalahkan.

Pada saat itu, Platini berteriak, “Sialan! Blatter! Kau tua bangka! Kau iblis … kau menjebakku di belakang punggungku! Aku ditipu!”

Ini berarti pada waktu itu, Blatter masih mengendalikan semuanya.

“Jadi, jenis lawan apa yang dia miliki? Dalam hanya sekitar enam bulan, ratusan tahun keunggulan Blatter segera dihapuskan, dan orang misterius ini memperoleh kontrol penuh dari Gereja Suci juga”

Tatapan Fei kemudian berbalik ke arah sosok di hadapannya yang mengenakan topeng emas dan memegang tongkat Ragnarok.

Semua misteri berasal dari orang ini.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *