Hail the King Chapter 1186 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1186 : Penampilan Dalang di Dibalik Semua Ini

Fei dan Elena berada di sisi yang sangat dirugikan.

Setiap kali mereka berada dalam bahaya kritis, Fei harus melepaskan kekuatan [Scepter of Creation] dan menggunakan sejumlah besar kekuasaan ilahi. Hanya energi pedang emas dan perak yang bisa membantu mereka bertahan hidup di saat-saat berbahaya ini.

Waktu secara bertahap berlalu.

Untuk Fei dan Elena, situasi ini membuat mereka merasa seperti mereka kembali ke Dunia Diablo. Setiap kali mereka menantang bos di setiap Map, mereka akan berada dalam bahaya, namun itu sangat mendebarkan hingga membuat mereka gembira karena darah mereka mendidih.

Pertempuran intens terus terjadi.

Satu-satunya keuntungan yang Fei miliki adalah bahwa ia telah mempelajari [Demon King’s Sword], dan dia adalah seorang grandmaster dalam memahami teknik koordinasi. Setelah mengamati bagaimana goblin lemah berkoordinasi satu sama lain saat menyerang puluhan kali sebelumnya, Fei segera menyadari apa yang dilakukan keempat goblin Godly King itu dan perlahan tahu rahasia dalam teknik koordinasi yang sedang digunakan oleh mereka ini.

“Kesempatan! Sekarang …” Fei mengarah ke celah yang terbuka dalam sepersekian detik, dan tiba-tiba ia melompat dan menyerang.

Boom!

Tinju energi menakutkan muncul dan berlari ke depan. Seperti sinar laser, tinju energi ini langsung menghancurkan kepala salah satu goblin Godly King.

Pada saat yang bersamaan, serangan dari tiga goblin Godly King lainnya tiba.

Tubuh Fei menggigil saat ia bergerak dalam kecepatan tinggi di lokasi yang sama. Meskipun sepertinya dia tidak bergerak, entah bagaimana ia bisa mengelak dari dua goblin Godly King.

Tapi –

Bam! Cakar tajam dari goblin terakhir memukul Fei.

“Puff!” Fei di tendang mundur, dan dia menabrak batu hijau raksasa di tanah.

Sementara dikirim terbang, Fei tetap tertawa dan menembakkan energi pedang emas dan perak, mengubah goblin Godly King yang kehilangan kepalanya menjadi massa energi murni guna memulihkan diri. Kemudian, massa energi murni ini terbang ke tangan Fei seperti burung kecil yang patuh.

Pada saat ini, sepertinya suara terkesiap terdengar dari ruang ini, dan itu penuh dengan belas kasihan.

Salah satu dari empat goblin Goblin King dibunuh, dan teknik koordinasi mereka langsung dirusak juga.

Walau Fei terkena cakar Goblin, itu hanya meninggalkan luka eksternal. Kaisar bahkan langsung berubah menjadi sinar keemasan dan terbang kembali, melindungi Valkyrie Elena yang berada di sisi.

Setelah Fei membunuh salah satu musuh, meja telah dibalik! Fei dan Elena akhirnya mulai mendapatkan keuntungan.

Seiring waktu berlalu, Fei akhirnya mampu membunuh goblin Godly King lain dan menyerap energi murninya. Namun, itu tidak datang dengan mudah. Salah satu lengan Fei hampir diubah menjadi potongan-potongan sebagai bayarannya.

Ini adalah pertempuran paling tragis yang pernah Fei lalui sejak ia menjadi Godly King. Dia harus menghadapi empat musuh yang berada di tingkat yang sama, dengan keadaan kekuatannya ditekan.

Jadi jelas, tidak mungkin Fei bisa tetap tak terluka dalam pertempuran ini. Darah emasnya mengalir keluar dan menetes ke bawah langit dan meresap ke tanah.

Elena juga cukup terluka.

Goblin Godly King memang licik. Mereka tahu bahwa Elena adalah titik lemah Fei,jadi mereka selalu berfokus menyerangnya. Melihat ini, membuat Fei tidak berani menggunakan semua kemampuan dan kekuatannya, takut bahwa ia mungkin terlalu jauh dari Elena dan menyebabkannya terluka.

Boom!

Setelah melihat celah lain, Fei memikat musuh-musuhnya dan dengan sengaja menunjukkan kelemahannya. Kemudian, ia menukar satu cedera pada tubuhnya dengan kehidupan goblin Godly KIng lain.

“Puff …” Fei membuka mulutnya dan meludahkan seteguk darah emas.

Goblin Godly King ini nyaris merobek perut Fei terbuka dan meninggalkan lubang raksasa di sana.

Untungnya, pertempuran sudah berakhir.

Goblin Godly King terakhir itu tidak bisa lagi menimbulkan ancaman pada Fei, dia bahkan sudah tewas. Tapi karena marah, Fei menggunakan serangannya yang kuat, menghancurkan tubuh hijau jelek goblin untuk kemdudian menyerap energinya.

“Ini akhirnya berakhir!” Fei terengah-engah berat.

Ini adalah pertempuran yang tragis! Baik Fei dan Elena cukup terluka karenanya.

Tapi tepat saat Fei hendak menggunakan kekuatan suci emasnya untuk menyembuhkan luka-luka, sesuatu yang tak bisa dipercaya terjadi.

Batu raksasa yang seperti giok di tengah ruangan membuat serangkaian suara hentakan tanpa peringatan, dan itu terdengar seperti jantung yang sedang berdetak.

Suara ini juga mengandung kekuatan yang tak terbayangkan!

Fei dan Elena merasakan tekanan yang menyesakkan. Kekuatan penekan di ruang ini sedang diintensifkan! Membuat keduanya merasa seperti hati mereka digenggam oleh tangan raksasa tak terlihat yang hendak menghancurkan mereka.

“Huh?” Fei tiba-tiba menyadari bahwa kekuatan suci-nya melambat dan tidak dapat terkontrol. Kecepatan penyembuhannya turun begitu banyak tingkat hingga itu sebanding dengan pergerakan siput.

Pada saat yang sama, serangkaian tawa bangga dan sembrono terdengar.

“Ha ha ha! Hari ini akhirnya datang? Ada jalan ke Surga, tetapi kau tidak mengambilnya. Tidak ada gerbang ke neraka, tetapi kau malah masuk ke dalamnya. Human Emperor of the North – Alexander, hahaha! Ini sudah berakhir! Semua legenda dan kemuliaanmu akan segera berakhir segera setelah kau melangkah ke ruang ini! Ha ha!”

Suara ini mengandung kekuatan magis; itu rumit seperti cahaya dan kegelapan yang saling terkait dan berbaur.

Yang membuatnya semakin mengejutkan adalah tentang fakta bahwa suara ini tidak berasal dari goblin; itu dari master manusia!

“Apa yang sedang terjadi?”

Massa api berwarna hijau yang menusuk mata langsung ditembak keluar dari batu hijau di tengah, mengisi ruangan. Dan banyak balok cahaya hijau ditembak jatuh dari batu raksasa yang seperti gunung, dan banyak sosok besar kemudian bisa dilihat di balik berkas cahaya.

Mereka semua memiliki figur tubuh manusia.

Ketika balok cahaya menghilang, sosok-sosok besar menjadi lebih jelas. Mereka semua ternyata master manusia.

Orang-orang ini mengenakan baju besi perak; gaya baju besi itu mistis. Seperti gelombang cahaya, baju besi itu benar-benar melindungi para master manusia ini seperti logam perak cair telah dituangkan kepada mereka. Bahkan tidak ada lubang di lokasi mata, hidung, dan mulut berada.

Ada 12 sosok besar, dan mereka berdiri dalam diam seperti patung perak yang tak bernyawa.

Namun, Fei dan Elena jelas bisa merasakan aura menakutkan dari sosok ini; mereka tidak lebih lemah bila dibandingkan dengan empat goblin Godly King.

Tapi 12 master manusia ini bukan hal yang terlalu menarik di ruangan ini.

Pada puncak batu hijau raksasa yang masih memancarkan gelombang energi yang kuat, ada manusia lain disana. Dia mengenakan jubah ilahi berwarna putih dan masker emas, memegang tongkat emas, dan memiliki rambut panjang pirang yang berkibar karena angin.

Fei tidak tahu kapan orang ini muncul, tetapi ia sudah berdiri di puncak dan menatap Fei dan Elena seperti tuan yang sombong saat ini.

Tapi mata Fei lebih difokuskan ke tongkat yang manusia ini pegang.

Ini adalah tongkat emas yang memiliki ketebalan mirip dengan lengan seorang anak. Meskipun itu lebih pendek dari dua meter, semua jenis gambar dewa dalam pertempuran terukir di atasnya; setidaknya ada 1.000 dewa yang terukir di tongkat ini.

Di bagian atas tongkat ini, ada dewa patung yang relatif besar dengan tangannya terbuka, patung ini memegang busur yang memiliki diameter sekitar 30 sentimeter. Api emas menakutkan mengambang di busur, dan itu menyinari semua ukiran dewa seperti matahari.

“The Scepter of Ragnarok? The Twilight of the Gods?”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *