Hail the King Chapter 1268 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1268 : Akhir yang Tragis

“Gao Shang! Dalam pertempuran puluhan ribu tahun yang lalu, Kau membuang tubuh manusia dan memutuskan untuk menjadi serangga rendahan untuk mencapai keabadian. Apa? Kau masih dibutakan oleh diri sendiri?” Suara bayangan Dewa Kuno Klan Naga terdengar seperti gemuruh guntur, dan kehadiran naganya yang unik perlahan-lahan menyebar di ruang angkasa.

“Huh! Kau hanya tunggangan Gao De! Kualifikasi apa yang kau miliki untuk berbicara kepadaku?” serangga hijau berwajah aneh tertawa.

“Sepertinya kau benar-benar buta. Setelah pertempuran itu, Yang Mulia Gao De membiarkanmu pergi karena kau adiknya. Sangat disayangkan bahwa setelah puluhan ribu tahun berlalu, pikiranmu masih tidak berubah. Untungnya, Yang Mulia Gao De sudah membuat rencana. Semuanya akan berakhir di sini, hari ini!” Bayangan Dewa Kuno Suku Orc berbicara. Suaranya keras juga, dan dia tampak seperti raksasa yang terselimuti dalam cahaya keemasan.

“Ha ha ha! Era apa ini? Kau hanya anjing Gao De; beraninya kau berteriak padaku?” serangga hijau berwajah aneh tertawa mengejek, “Gao De penuh kepalsuan! Dia munafik. Dia tidak ingin keabadian, dan ia ingin aku mati bersamanya! Yuck! Sekarang, ia telah mati selama bertahun-tahun, dan kau anjingnya, hanya jiwa yang rusak. Bagaimana kau bisa bertarung denganku?”

“Tuanku baik dan tidak ingin melahap jiwa makhluk lain untuk mencapai keabadian. Ia rela mati dan menggabungkan tubuhnya dengan alam semesta untuk melindungi semua makhluk. Namun, di sisi lain, kau menginginkan keabadian dan berjalan pada jalur yang jahat” Leluhur Klan Elf tampan dan memiliki 12 pasang sayap emas transparan, dia melanjutkan, “Meskipun kami hanya jiwa yang rusak, kami dapat membantu [Son of Fortune] untuk mengakhiri konflik yang terjadi selama puluhan ribuan tahun ini”

“Ha ha! Bagus! Aku ingin melihat setelah puluhan ribu tahun, apakah alam semesta masih mendukung Gao De? Dapatkah rencana munafiknya itu mengalahkanku?” serangga berwajah aneh terus tertawa, dan kemudian, gelombang energi menakutkan berwarna hijau di sekelilingnya bergelombang seperti laut tak berujung.

Tiba-tiba, tawanya berhenti, dan hanya satu kata yang dikatakan, “MATI!”

Seketika, semua serangga Supreme God yang tersisa berubah menjadi balok cahaya dan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok terbang menuju medan perang dalam ruang, dan kelompok lainnya mengelilingi bayangan para dewa kuno dari berbagai klan.

Pertempuran dilanjutkan setelah jeda singkat.

Di medan pertempuran dalam ruang, moral pasukan bersatu yang terdiri dari master dan tentara dari berbagai ras meningkat lagi. Terutama master tingkat tinggi; mata mereka berkaca-kaca! Dewa-dewa leluhur yang klan ini sembah secara setia tidak hanya sosok yang mencapai tingkat dewa; mereka juga pilar spiritual yang mampu menyatukan klan.

Jadi jelas, penampilan para dewa kuno ini memberikan kekuatan yang tak ada habisnya pada seluruh klan.

Boom!

Sebuah balok energi ditembakkan keluar dari Sky City, dan dua serangga Supreme God terkena dan langsung meninggal.

Meskipun pertempuran dilanjutkan, Fei dan Gao Shang tidak mulai bertarung lagi. Keduanya masih tetap berdiam di langit yang tinggi.

Setelah pertarungan jarak dekat sebelumnya, mereka menyadari bahwa mereka berada di tingkat yang sama, dan mereka tidak bisa berbuat banyak untuk satu sama lain. Namun, Fei berada di Throne of Creation, jadi ia memiliki keuntungan tempat. Oleh karena itu, ini hanya berarti bahwa serangga bernama Gao Shang sedikit lebih kuat dari Fei dalam kenyataan.

Sebagai tokoh yang paling berpengaruh di sisi mereka, Fei dan Gao Shang memilih untuk berhati-hati pada saat ini karena mereka tidak percaya diri dalam memenangkan pertempuran. Mereka dengan hati-hati memindahkan kekuatan dunia yang mereka bisa kendalikan dan meng-akumulasikan kekuatan, mempersiapkan serangan paling kuat mereka.

Dengan melakukan ini, mereka juga bisa memeriksa lawan mereka.

“Apa kau pikir kau dapat mengalahkanku dengan mengandalkan 30 jiwa-jiwa rusak dari yang tak terhitung jumlahnya tahun ini?” serangga berwajah aneh mengejek.

Fei tersenyum dan menjawab, “Jika aku tidak salah, serangga yang tak terhitung jumlahnya di bawah perintahmu sudah menghilang, dan hanya tersisa kurang dari 100 serangga yang tersisa, kan? Kau terlalu terburu-buru, jadi menyuruh serangga untuk melahap satu sama lain dan mempercepat evolusi. Meskipun kau menciptakan ratusan entitas kuat dalam waktu singkat, kau mengorbankan seluruh umat!”

“Huh, kau cerdas,” serangga berwajah aneh mengejek lagi, “Apa yang dapat kau lakukan sekarang setelah mengetahuinya? Ratusan Supreme God dapat dengan mudah menaklukkan semua galaksi di alam semesta. Jika aku ingin, aku bisa dengan cepat membuat ratusan miliar bawahan. Setelah aku mengalahkanmu dan menaklukkan Azeroth, alam semesta ini akan menjadi milik serangga! Aku akan mencapai keabadian yang sebenarnya!”

“Tidak ada yang bisa mencapai keabadian.” Fei menggeleng dan berkata, “Gao Shang di masa lalu telah meninggal, dan kau hanya monster yang bertahan sampai sekarang dengan mengandalkan kemampuan melahap serangga. Sangat disayangkan. Meskipun Yang Mulia Gao De meninggal, dia akan selalu diingat. Warisannya bersih dan cemerlang seperti bintang. Namun, kau kehilangan tubuhmu, teman, dan kemuliaanmu juga. Kau hidup seperti binatang dalam gelapnya alam semesta ini. Apakah ini keabadian yang kau inginkan?”

“Kau …” Gao Shang akhirnya marah dengan kata-kata Fei, dan dia berlari ke arah Fei seperti sambaran petir.

Pertempuran antara keduanya dilanjutkan.

Boom!

Tiga dewa kuno menyerang pada saat yang sama dan menewaskan dua serangga Supreme God yang ada di hadapan mereka.

Pada saat yang sama, tubuh mereka yang dirobek menjadi potongan-potongan oleh serangga yang ada di sekitar mereka.

Untungnya, dewa kuno berada dalam bentuk jiwa mereka, dan mereka bukan makhluk nyata. Setelah tubuh mereka hancur, fragmen yang terpisah cepat bergabung kembali, dan mereka terus berperang.

Jiwa-jiwa dari sekitar 30 dewa kuno ini bertarung sekitar 50 serangga Supreme God. Secara teoritis, dewa kuno inni lebih kuat dari Surpreme God tingkat rendah, tetapi karena mereka telah meninggal bertahun-tahun lalu, dan jiwa mereka diselamatkan di medan perang ini oleh Gao De, God of Creation, menggunakan teknik rahasia. Sekarang setelah mereka muncul, kekuatan mereka berkurang drastis. Itulah mengapa dewa kuno dan serangga Supreme God tampak memiliki kekuatan yang sama.

Banyak teknik rahasia dan keterampilan yang telah lama hilang muncul kembali saat dewa-dewa kuno menggunakan kekuatan mereka.

Energi dari pertempuran menciptakan banyak jaring retak hitam di ruang angkasa; mereka dengan cepat muncul dan kemudian menghilang.

Saat pertempuran berlanjut, bayangan para dewa kuno secara bertahap menjadi redup. Lagipula, mereka hanya jiwa yang rusak, dan mereka tidak bisa mengolah dan menyerap energi dari lingkungan mereka. Mereka hanya menggunakan kekuatan mereka yang disimpan dari puluhan ribu tahun yang lalu, dan kekuatan mereka berkurang dengan masing-masing serangan yang mereka gunakan. Saat pertempuran terus berlanjut, tubuh mereka terus menjadi redup, dan kekuatan mereka jatuh banyak tingkat.

Kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar serangga Supreme God telah tewas. Hanya tersisa sekitar enam serangga, dan mereka terluka parah.

Pada saat yang sama, pertempuran di medan pertempuran dalam ruang juga akan segera berakhir.

Dari sekitar 30 serangga Supreme God, hanya sepuluh tersisa.

Tapi pasukan bersatu harus menderita kerugian yang sangat parah.

Pahlawan seperti Gerard, Owen, Palacio, Milito, Xavi, Guardiola, Ronaldo, Messi, Vidal, Van Persie, Johnson, Vlad, Vidic, dan Ferdinand semua meninggal dalam pertempuran.

Prajurit dan mage paling berbakat yang telah Azeroth hasilkan dalam 1.000 tahun terakhir semua meninggal dalam pertempuran tragis ini!

Meskipun pahlawan ini meninggal, mereka memilih untuk diri meledakkan dan meninggal bersama dengan musuh.

Tubuh mereka berubah menjadi debu, dan tidak ada mayat tetap.

Untuk melindungi ras mereka dan orang yang mereka cintai, pahlawan ini menyerahkan segala sesuatu yang mereka miliki!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *