Hail the King Chapter 1258 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1258 : Mayat Hidup

Serangga benar-benar sudah gila.

Seperti gelombang laut, mereka bergerak menuju medan pertempuran di ruang angkasa hingga bahkan mengabaikan Fei yang merupakan musuh bebuyutan mereka. Kedua pihak terbang ke arah yang berbeda, dan mereka terpisah kurang dari 100 meter, namun pertempuran tidak terjadi.

Fei tetap diam di sistem bintang dan dengan hati-hati mengamati gerakan serangga.

Sekarang, Fei yakin bahwa wanita berambut hijau bukan [Mother Empress] yang legendaris, tapi statusnya juga tidaklah rendah. Jika tidak, mana mungkin para serangga akan berperilaku gila seperti ini.

Dan karena Fei menyegel ruang di arena pertempuran luar angkasa, para serangga tidak bisa membuka lubang cacing satu arah untuk teleport ke sana. Mereka hanya bisa terbang ke sana dengan bepergian di antara dua sistem bintang.

Untuk benua Azeroth, ini adalah berita besar. Karena, sebagian kecil serangga tingkat rendah pasti akan tersesat di ruang angkasa dan mati, dan hanya serangga tingkat rendah yang beruntung dan berpasangan dengan serangga tingkat tinggi yang bisa mencapai tujuan.

Tentu saja, serangga tingkat menengah dan tingkat tinggi tidak akan menghadapi nasib seperti itu.

Fei merasa senang melihat musuhnya akan menderita korban bahkan sebelum memulai pertempuran baru.

Sistem bintang saat ini berjarak lebih dari satu juta kilometer jauhnya dari sistem bintang di mana medan pertempuran ruang angkasa berada, dan itu akan mengambil waktu lebih dari setengah hari untuk para serangga sampai ke sana. Pada saat itu, pasukan bersatu seharusnya sudah mempersiapkan segalanya.

Fei memfokuskan matanya ke arah lubang cacing raksasa yang seukuran planet dalam sistem bintang ini.

Seperti cincin debu di sekitar bintang raksasa, cincin cahaya memancar keluar dari lubang cacing besar itu.

Pada saat yang sama, aura menakutkan dan dingin juga bergelombang keluar darinya. Ini adalah kehadiran milik serangga paling menakutkan yang Fei rasakan sejauh ini. Itu penuh dengan roh membunuh, bahkan garis energinya bisa langsung bisa mengubah seorag Godly King menjadi debu.

Sekarang, lebih dari 20 serangga Supreme God sedang dengan hati-hati menjaga daerah di sekitar lubang cacing besar ini, mencegah kecelakaan terjadi.

[Mother Empress] pasti sedang mencoba untuk keluar melalui lubang cacing ini.

Saat ini, Fei tiba-tiba mendapatkan ide dan lalu bersembunyi menggunakan hukum ruang, hati-hati mendekati lubang cacing ini.

Dia tidak bisa membiarkan [Mother Empress] muncul. Yang terburuk datang ke yang terburuk, bahkan jika ia tidak bisa menghentikannya, ia setidaknya harus menundanya untuk beberapa waktu.

Meskipun usulan [Scholary General] Wenger, tentang memperpanjang perang sulit dipahami, bagian dari rekomendasinya selaras dengan pikiran Fei. Semakin lama perang berlangsung, terutama waktu yang dihabiskan di ruang angkasa, maka semakin baik itu untuk benua Azeroth.

Setelah menyempurnakan dan menyerap energi inti dari beberapa serangga tingkat tinggi, kekuatan Fei telah meroket dan mencapai puncak tertinggi ranah Supreme God. Pemahamannya tentang hukum ruang juga sudah mencapai tingkat tertinggi, jadi tidak sulit baginya untuk menyelinap melewati 20 atau lebih serangga Supreme God tingkat rendah dan tingkat tinggi.

Tak lama kemudian, Fei melewati wilayah pertahanan yang serangga pasang dan sampai ke tepi lubang cacing besar.

Lubang cacing ini sangat besar! Bahkan serangga yang tampak seperti meteorit kecil hanya tampak seperti bintik-bintik debu di bumi ketika dibandingkan dengannya.

Energi spasial yang tidak stabil keluar dari lubang cacing, membuat jantung Fei sedikit terpacu.

“Sangat kuat. Bahkan walau belum muncul, kehadiran yang dipancarkannya sudah seperti itu … jika dia benar-benar tiba, mungkin aku sendiri bahkan tidak bisa menghentikannya. Apa ini kekuatan dari pemimpin para serangga itu?” pikir Fei dalam keadaan shock.

Untungnya, hukum alam adil terhadap semua orang. Semakin kuat seseorang, maka semakin besar kekuatan keseimbangan dunia menahannya dari perjalanan melalui ruang dan waktu.

Dan sudah jelas juga jika penguasa Agung dari para serangga ini tidak memahami hukum ruang dengan sempurna seperti Fei, jadi ia membutuhkan satu ton energi dan waktu untuk membuat lubang cacing yang cukup besar untuk ia melakuan perjalanan.

Fei tidak langsung menghancurkan lubang cacing ini. Sebaliknya, ia menunggu di samping dengan sabar, menanti kesempatan yang sempurna untuk menyerang.

Waktu perlahan-lahan berlalu.

Kehadiran yang datang dari lubang cacing tumbuh mejnadi lebih kuat dan lebih kuat. Bahkan kehadirannya tidak lagi mampu ditahan oleh 20 serangga Supreme God, membaut mereka terpaksa bergerak menjauh lebih dari 10.000 meter.

Tiba-tiba, garis cahaya perak berlari keluar dari lubang cacing besar saat ini.

Kemudian, sesuatu yang seperti bagian dari cakar hijau raksasa muncul dalam cahaya itu, yang nampak identik dengan tentakel Dewa Kehancuran.

Fei samar-samar merasakan jika ia pernah melihat cakar ini.

Namun, tidak ada cukup banyak waktu baginya untuk berpikir.

Dengan pikirannya, 20 massa cahaya berwarna merah terbang keluar dari tubuh Fei, dan ia langsung mengirim mereka ke dalam lubang cacing besar itu menggunakan teknik yang ia pamahami setelah menguasai hukum ruang.

Seketika, garis energi jahat tak tertandingi mengalir di dalam lubang cacing, mengacaukan unsur-unsur spasial yang mulai tenang dan membuat struktur spasial lubang cacing ini menjadi rapuh kembali.

Serangkaian raungan lalu terdengar.

20 lebih serangga Supreme God yang lebih dari 10.000 meter jauhnya menemukan Fei dan bergegas kepadanya saat ini.

“Hahaha!” Fei tertawa dan meledakkan lubang cacing besar menggunakan kekuatan hukum ruangnya.

Pada saat berikutnya, elemen spasial mengerikan menjadi agresif dan mengirimkan gelombang energi di seluruh sistem bintang. Rasanya seperti sebuah planet kuno telah runtuh, dan seluruh sistem bintang terpengaruh. Beberapa meteorit raksasa yang berada dekat dengan lubang cacing seketika berubah menjadi debu di bawah kejutan tersebut.

Ratusan juta serangga tingkat rendah juga terbunuh, dan bahkan mereka para serangga Supreme God yang menyerang juga tersingkir oleh energi ledakan.

Ini bencana bagi para serangga.

Karena ledakan ini juga menghancurkan lebih dari setengah dari puluhan ribu lubang cacing yang stabil yang men-teleport serangga.

Hanya serangga tingkat tinggi yang lebih jauh dari lubang cacing besar yang bisa bertahan, meskipun mereka tetap harus menderita luka parah.

Dengan pemahaman hukum ruang, Fei mengelak dari semua gelombang energi seolah-olah ia sedang berselancar di lautan, mencegah semua cedera muncul di tubuhnya.

Pada saat berikutnya, Fei muncul di hadapan serangga level Supreme God, dan kilatan cahaya muncul pada Scelpter of Creation. Energi mengejutkan kemudian keluar dan menembus serangga ini sebelum energi di dalam tubuhnya disempurnakan dan ditarik ke dalam tubuh Fei.

Fei melakukan ini beberapa kali.

Dalam beberapa saat, Fei telah membunuh tiga serangga Supreme God saat kekacauan terjadi.

Sekarang, serangga tingkat tinggi lainnya akhirnya bereaksi, dan mereka meraung dan mengepung Fei. Karena serangga ini cerdas, mereka tertegun oleh kekuatan Fei, dan mereka tidak berani melawannya sendirian dan lebih memilih membentuk tim taktis.

Fei tertawa keras dan merapal saat ini.

Kemudian, mayat dari tiga serangga Supreme God yang dibunuh olehnya tiba-tiba mulai bergerak. Api merah muncul di mata mereka yang redup, dan silau metalik abu-abu menyebar di mayat mereka. Sementara tulang mereka membuat suara mencicit, mereka meyerang mantan rekan-rekan mereka seperti seorang maniak.

Ini sihir Undead!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *