Hail the King Chapter 1257 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1257 : Perubahan yang Mengejutkan

Akhir pertempuran tidak terlalu mengejutkan.

Untuk pasukan bersatu dari benua Azeroth, terutama yang mengikuti Fei sejak ia masih raja Chamberord, Human Emperor selalu mewakili kekuatan dan keajaiban. Terlepas dari betapa sulitnya situasi yang mereka hadapi, selama orang ini muncul, situasi pasti akan berubah.

Cahaya penjara emas berangsur-angsur memudar, dan Fei perlahan mendarat di medan pertempuran di ruang angkasa dengan monster wanita berambut hijau di tangannya.

Wanita ini berjuang seperti orang gila dan ingin melarikan diri, tapi puluhan ribu benang emas tipis dengan ketat menahan di sekitar tubuhnya. Ini adalah materialisasi dari hukum ruang.

Pemahaman Fei tentang hukum Ruang telah mencapai tingkat yang tidak terbayangkan, dan ia bisa mengubah kekuatan misterius ini menjadi benang lembut dan menciptakan penjara terkuat. Itu adalah bagaimana ia bisa mengurung pemimpin serangga ini.

“Rendah … semut … mati …” wanita ini meludahkan banyak kata-kata kuno saat berjuang melepaskan diri.

Bam!

Fei melemparnya ke tanah untuk kemudian melihat ke sekitar. Ada mayat dimana-mana di daratan, dan sungai darah bahkan sudah terbentuk. Seperti bencana dunia telah melanda tempat ini.

Banyak prajurit yang terluka berdiri di posisi mereka sementara erat memegang senjata mereka. Tekad kuat bisa dilihat di mata mereka, dan mayat rekan-rekan mereka berbaring di samping mereka.

“Lebih dari 20% tentara biasa tewas atau terluka parah… ” Mourinho melaporkan jumlah korban pada Fei, “Kabar baiknya adalah bahwa kita masih memiliki lebih dari 2.000 dewa Demi-God serta 4650 prajurit kristal perak. Markas di benua Azeroth telah menciptakan lebih dan lebih banyak mesin perang saat ini. Dengan kekuatan yang kita miliki sekarang, kita seharusnya dapat terus melindungi tempat ini”

“Jika kita dapat menyeret perang ini dan bertahan di sini untuk waktu yang lama, mungkin itu akan lebih bermanfaat bagi kita” [Scholarly General] Wenger berpendapat dan berkata, “Kita dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi perang infrastruktur dan mengandalkan sisanya pada Azeroth”

“Itu tidak mungkin” Arshavin tidak terlihat ragu-ragu saat berdiri di hadapan komandan benua ini. Dia lalu berkata: “Mereka hanya pasukan pelopor Polluters. Karena mereka memilih benua Azeroth sebagai medan pertempuran, mereka pasti akan berusaha secepat mungkin mencapai tempat itu. Mereka tidak akan membiarkan perang ini berlangsung lebih dari sebulan, mereka akan menggunakan segalanya untuk mengakhiri ini dalam waktu singkat”

“Hahaha, anak muda, itu adalah keajaiban jika kita dapat mengubah sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan. Jika kita ingin memenangkan perang ini, kita harus menciptakan keajaiban. Ini mungkin cara yang baik” Ferguson, seorang jenderal tua, menjawab.

Pada saat ini, semua orang mengalihkan perhatiannya pada Fei. Sebelumnya, tokoh-tokoh berpengaruh ini mendikte nasib benua ini dengan kata-kata dan tindakan mereka, mengubah hidup banyak orang. Tapi sekarang, mereka harus mendengarkan orang yang jauh lebih muda dari mereka ini.

Tepat seperti Fei akan mengatakan sesuatu, ia tiba-tiba merasakan perubahan, dan ia melihat ke arah lokasi di alam semesta yang tak berujung.

Beberapa garis cahaya lalu berlari ke arah Fei dan bergabung ke dalam tubuhnya seperti burung yang kembali ke sarang mereka.

Mereka adalah saint item.

Throne of Creation, Scelpetr of Creation, dan Armor of Creation, semuanya terbang kembali ke tubuh Fei dari sistem bintang lainnya.

“Apa ini berarti… segel yang aku tempatkan jutaan kilometer jauhnya sudah dibuka? Doppelganger-ku dan pemimpin pasukan bersatu sudah tewas dalam pertempuran?” Fei terkejut oleh insiden ini, dan ia juga terlihat sedih dengan terbunuhnya para master yang pemberani.

Ketiga barang suci ini memiliki kualitas tertinggi dan memiliki divinitas independen mereka. Hanya seseorang yang diterima oleh mereka yang bisa menggunakannya, dan yang lainnya tidak bisa menggunakannya sama sekali. Satu-satunya penjelasan untuk kembalinya mereka dari sistem bintang lainnya adalah bahwa serangga telah menghancurkan segel yang Fei tempatkan dan membunuh doppelgangernya bersama para master dari pasukan bersatu.

Ini adalah kabar terburuk yang bisa didapatkan Fei saat ini!

“Apa yang terjadi? Bagaimana bisa ini terjadi begitu cepat?” pikir Fei. Kekuatan yang dia tinggalkan dalam sistem bintang itu sangat kuat. Meski serangan serangga meningkat sepuluh lipatan, pertahanannya tak bisa ditembus dalam waktu singkat.

Melihat Fei jatuh ke keadaan sedih saat wajahnya berubah warna, semua komandan cerdas di sampingnya seketika menebak apa yang terjadi.

Sistem bintang di mana serangga berencana untuk gunakan sebagai titik melompat pasti sudah ditaklukkan, dan itu hanya berarti bahwa serangga sudah mendapatkan kontrol atas daerah tersebut. Mereka hanya perlu melakukan satu teleportasi lagi melalui lubang cacing, dan mereka akan langsung turun di benua Azeroth, menghancurkan rencana yang penduduk Azeroth telah buat.

Ini adalah sesuatu yang tidak ada seorangpun ingin bayangkan.

“Penjarakan dia sementara, aku akan pergi dan memancing musuh sesuai rencana kita sebelumnya” Fei langsung memutuskan dan menempatkan beberapa segel dalam wanita berambut hijau, mencegah dia dari melarikan diri. Kemudian, ia berubah menjadi cahaya dan berlari menuju sistem bintang yang sudah ditaklukkan.

Meskipun situasi saat ini mengerikan, masih ada hal-hal yang bisa Fei lakukan.

Sebelum perang ini dimulai, makhluk yang paling cerdas di benua Azeroth harus menciptakan banyak rencana pertempuran dalam berbagai situasi, ini adalah salah satu kasus yang pernah diramalkan.

Menurut rencana pasukan saat ini, Fei, sosok yang paling kuat di sisi benua Azeroth, diperlukan untuk membunuh banyak serangga dan memprovokasi mereka, memikat mereka menuju medan pertempuran di ruang angkasa.

Tentu saja, eksekusi rencana ini tidak semudah kelihatannya.

Setelah Fei pergi, semua orang di medan pertempuran menjadi sibuk.

Mereka yang selamat sejauh ini tidak punya waktu untuk mengurus mayat para pahlawan yang tewas dalam pertempuran. Sebaliknya, para mage memanggil api yang berkobar dan membiarkan mayat-mayat pahlawan ini kembali ke pelukan bintang.

“Sialan. Apa yang terjadi?”

Sebelum Fei bisa mencapai sistem bintang lain, ia bertemu dengan serangga yang tak terhitung jumlahnya dan sedang bergerak menuju medan pertempuran di ruang.

Sudah jelas bahwa serangga tidak melompat ke benua Azeroth seperti yang diharapkan semua orang. Sebaliknya, mereka semua bergerak menuju medan pertempuran di ruang angkasa saat ini.

Situasi yang tak terduga kembali terjadi, tapi ini juga berita baik; karena pasukan bersatu benar-benar tidak ingin para serangga mencapai Azeroth.

Untuk memastikan bahwa semua serangga memang bergerak menuju medan pertempuran di ruang angkasa, Fei melawan arus serangga dan bergegas menuju sistem bintang untuk melihat apa yang terjadi.

Dan apa yang dilihatnya selanjutnya sangatlah mengejutkan!

Puluhan ribu lubang cacing muncul di sistem bintang ini, semua serangga yang keluar kemudian bergegas menuju medan pertempuran segera setelah mereka tiba, itu seolah-olah mereka kehilangan pikiran mereka. Para serangga ini bahkan tidak berencana untuk membuat lubang cacing yang langsung mengarah ke benua Azeroth.

Saat ini, sebuah lubang cacing besar sedang terbentuk.

Dan sudah jelas jika ada seekor serangga yang mengerikan mencoba keluar dari sana.

“Apa yang terjadi? Mengapa semua serangga bergegas menuju medan pertempuran di ruang angkasa?”

Fei menyadari jika segala sesuatu yang terjadi sudah berada di luar imajinasinya, dan kemudian kilatan petir muncul dalam pikirannya.

Wanita berambut hijau sebelumnya perlahan muncul dalam pikiran Fei, dan tiba-tiba dia menyadari sesuatu.

“Mungkinkah … para serangga ini menjadi gila karena Queens Blades mereka ditangkap olehku?”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *