Hail the King Chapter 1256 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1256 : Kebalikan

“Siapkan pertahanan! Bersiaplah untuk pertempuran di darat! Master dari berbagai ras, mundur dari medan pertempuran di ruang angkasa”

Hampir pada saat yang bersamaan, banyak komandan paling cerdas di Azeroth membuat keputusan yang sama dan yang paling tepat. Dengan penampilan tiba-tiba dari Human Emperor, pasukan percaya bahwa mereka akan menang dalam hal kekuatan tempur tingkat tinggi. Yang diperlukan selanjutnya hanya menjaga medan pertempuran di ruang angkasa, dan setelahnya, mereka pasti bisa mempertahankan momentum kemenangan dengan memanfaatkan semua pengaturan yang telah dipersiapkan.

Sekarang, Fei dan wanita berambut hijau sedang bertarung.

Palu destruktif Fei menghantam ke bawah, dan wanita berambut hijau mengangkat lengannya secara naluriah untuk mempertahankan diri.

Sebuah kilatan cahaya hijau berkelebat, dan lapisan pelindung yang terlihat seperti kulit ular tampak terlihat pada lengan wanita itu, yang mana halus dan tampak seperti giok. Tangan ramping nya kemudian berubah menjadi cakar hijau besar yang lima meter panjangnya dengan api hijau membakar di sekitar mereka.

Lalu, monster wanita berambut hijau itu tidak menghindar! Dia berencana untuk menerima serangan palu raksasa Fei dengan tangan kosong.

Boom!

Segera setelah palu dan cakar bertabrakan, cincin berwarna merah darah dan api hijau terbang ke mana-mana.

Fei merasa tubuhnya menggigil sedikit sebelum ia ditendang mundur.

Ini cukup luar biasa!

Harus dicatat bahwa Fei sejak awal berjalan dengan kekuatan fisik yang mendominasi! Dia adalah orang yang paling akrab dengan karakter Barbarian yang memiliki kekuatan kasar yang mengejutkan dan juga menguasai pertempuran jarak dekat.

Namun, Fei dipukul mundur! Kekuatan monster wanita berambut hijau ini menakjubkan!

Untungnya, monster wanita berambut hijau itu juga diterbangkan kembali di detik berikutnya, dan dia dalam kondisi yang lebih buruk. Cakarnya hancur berkeping-keping, dan dia terbang mundur seperti bola bisbol yang dipukul oleh tongkat. Dia lalu menabrak lautan seragga tak berujung dan menghancurkan banyak serangga tingkat menengah dan tinggi sampai mati.

Tawa keras Fei kemudian bergema di seluruh medan pertempuran di ruang angkasa.

Tawanya ini mengisi kekuatan kepercayaan tak terhingga ke dalam pasukan bersatu, membuat para prajurit dan Master yang ketakutan merasa jika api menyala di dada mereka.

Pada saat berikutnya, Fei yang terbang mundur langsung berlari kembali ke dalam pertempuran.

Namun, sasarannya kali ini bukan monster wanita berambut hijau, tapi tunggangannya, serangga tingkat-tinggi yang terlihat seperti ular.

Tanpa basa-basi, serangga yang seperti ular ini, yang setara dengan Supreme God tingkat 4 tidak bisa melakukan perkelahian dan langsung hancur menjadi pasta daging seperti semut dihadapan naga.

Instant Kill!

Sejumlah besar kekuatan suci yang halus muncul dan kemudian diserap Fei ke dalam Godly Realmnya.

Tapi Fei tidak mencoba untuk langsung membunuh monster perempuan.

Setelah tes awal, ia sudah tahu bahwa wanita yang tampak seperti Queen Blades ini memiliki kekuatan yang mengejutkan, dan dia tidak lebih lemah darinya. Jadi, akan sulit baginya untuk membunuhnya dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, kunci untuk mengubah meja pertempuran terletak pada kehancuran serangga tingkat tinggi yang bisa menghancurkan pasukan bersatu.

Dan sama seperti yang diharapkan Fei, segera setelah ia membunuh serangga ular berlevel tinggi itu, teriakan marah terdengar dari lautan serangga yang tak berujung.

Kilatan cahaya hijau mencapai Fei seperti petir, itu adalah Monster wanita berambut hijau. Cakar raksasanya sudah pulih saat ini, dan mereka menyerang ke arah dada Fei.

Fei menarik palu raksasa ke hadapan dadanya untuk memblokir, dan cakar kemudian memukulnya.

Lalu sebagian besar kekuatan mengalir melalui palu, dan Fei dipukul mundur kembali.

Seolah-olah dia adalah bayangan Fei, monster berambut hijau terus mengikuti Fei dan menyerang dia tanpa menahan diri. Cakarnya yang sebanding dengan Combat Weapon tingkat Dewa meninggalkan banyak bayangan di udara karena mereka terlalu cepat bagi orang lain untuk melihat, dan mereka terus menyerang pertahanan palu raksasa dan melukai tubuh Fei.

Dalam beberapa detik, Fei penuh dengan cedera seolah-olah dia boneka yang disalahgunakan.

“Semut, mati!” kata-kata dingin terdengar monster itu.

Cakar monster wanita berambut hijau lalu menerobos bayangan palu yang ada di mana-mana di sekitar Fei, tepat mengarah ke dada Fei.

Kemudian, wanita ini merobek tubuh Fei menjadi dua bagian seolah-olah dia merobek sepotong kain dengan lengannya.

Semua orang di medan pertempuran di luar angkasa terkejut.

“Apa yang terjadi?”

“Yang Mulia Human Emperor … benar-benar … terbunuh dalam pertempuran?”

“Bagaimana mungkin?”

Boom! Boom! Boom!

Pada saat ini, serangkaian ledakan terdengar di ruang angkasa.

Semua orang lalu mendongak hanya untuk melihat ratusan lubang cacing di daerah sekitar meledak seperti kembang api dan petasan yang dibakar. Elemen spasial yang kacau karena ledakan bahkan hampir sepenuhnya mempengaruhi sistem bintang. Kekuatan destruktif ledakkan merusak pusat formasi serangga, dan serangga yang tidak mengharapkan ini berubah menjadi kekosongan seakan-akan tsunami menerjang sekelompok patung pasir.

Lalu, banyak riak emas mulai bergerak di dalam sistem bintang ini.

Itu … kehadiran Human Emperor Alexander!

Riak emas seketika muncul di seluruh sistem bintang, dan daerah di mana riak muncul tampak seakan terisolasi dari alam semesta.

Sebuah daerah yang lebih dari 100.000 kilometer kubik akhirnya disegel oleh lapisan dinding emas cahaya.

“Spasial barrier … ini penghalang ruang yang sempurna. Alexander tidak mati! Haha! Sungguh sosok yang licik. Dia menggunakan unsur-unsur ruang dari ledakan lubang cacing untuk menutupi daerah di sekitar medan pertempuran”

Continental Martial Saint Maradona yang perlahan pulih dari lukanya adalah yang pertama bereaksi, dan kebahagian jelas tertulis di seluruh wajahnya.

“Seluruh prajurit, saatnya menyerang balik!” Suara Fei bergema di ruang angkasa ketika sosok gagahnya muncul kembali di atas medan pertempuran.

Dimandikan oleh cahaya emas, membuat ia terlihat seperti Dewa Perang yang terlahir kembali dari abu.

Pada saat ini, semua orang akhirnya sadar jika Human Emperor yang monster berambut hijau bunuh hanyalah bayangan, dan Human Emperor yang sebenarnya secara diam-diam menghancurkan semua lubang cacing di daerah sekitar dan menyegel ruang ini.

Ledakan lubang cacing hampir membunuh lebih dari setengah serangga yang ada.

Membuat Fei terlihat seakan ingin menutup pintu dan mengalahkan musuh yang ada di dalam wilayahnya. Saat ini, tentara bersatu menjadi lebih kuat dan memiliki lebih banyak tentara dibandingkan dengan sisa serangga yang ada di dalam segel.

Jadi jelas, ini adalah waktunya melakukan serangan balasan.

Banyak master dari pasukan bersatu seketika berubah menjadi garis-garis cahaya dan berlari menuju serangga.

Banyak Fist Spiritual Spatial Seal yang tersembunyi di ruang angkasa dan tidak diaktifkan saat ini dilepaskan, dan semua array sihir tingkat Dewa yang terukir di tanah juga merilis nyala api energi yang langsung membunuh banyak serangga tingkat tinggi.

Queen Blades dari serangga masih terikat oleh Fei saat ini.

Garis-garis api energi emas lalu ditembakkan dari tubuh Fei berulang kali, garis-garis api energi ini kemudian seperti menciptakan penjara cahaya yang sekitar satu kubik kilometer luasnya, mengunci Fei dan monster wanita berambut hijau di dalamnya. Ini adalah ruang penjara, yang akan membekukan energi pertempuran agar orang lain di luar segel tidak akan terpengaruh.

Waktu dengan cepat berlalu.

Akhirnya, ketika semua serangga di dalam ruang tertutup terbunuh, semua orang mengalihkan perhatian mereka ke duel yang terjadi di dalam penjara emas.

Fei harus mengakui bahwa Queen Blades sangat kuat, dia bisa bertahan lama ketika menghadapi serangan Fei yang ganas. Namun, dia sekarang dalam keadaan lemah, dan Fei berencana menangkapnya hidup-hidup untuk mencari tahu lebih banyak rahasia tentang serangga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *