Hail the King Chapter 1251 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1251 : Darah Pertama

Kenyataannya, tebakan Fei tidak salah.

Setelah serangga ditahan di depan lubang cacing selama tiga hari, mereka akhirnya mengirim keluar serangga tingkat Supreme God. Serangga ini tidak mirip dengan serangga raksasa seperti binatang yang berada di ranah puncak Godly King. Itu adalah serangga yang seperti ular yang beberapa ratus meter panjangnya. Tubuhnya kuat seperti Combat Weapon tingkat Dewa, dan bisa mengendalikan petir.

Dalam pertempuran ini, Maradona terluka parah, dan Fei terluka juga.

Fei hanya bisa mengurus serangga level tinggi ini setelah menghabiskan setengah hari dan membayar harga yang besar.

Meskipun Fei memiliki akses ke sejumlah besar energi murni untuk mengisi penipisan energinya, dia tidak bisa menelannya dalam waktu singkat.

Setelah berjuang dengan serangga selama beberapa hari non-stop, kekuatan Fei benar-benar berkurang. Di sisi lain, Continental Martial Saint Maradona menerima perawatan medis dari Fei tapi tidak bisa lagi bertarung. Luka-luka yang parah dari serangga tingkat Supreme God memaksa dia untuk mundur ke medan pertempuran jauh di ruang angkasa, untuk bersitirahat.

Ini adalah berita buruk bagi manusia.

Serangga hanya baru diblokir di sini empat hari secara total, namun mereka sudah mengirimkan sebuah keberadaan tingkat Supreme God. Sulit membayangkan jenis kekuatan apa yang akan serangga kirim berikutnya. Situasi tampaknya menunjukkan bahwa serangga tidak kekurangan entitas tingkat Supreme God.

Hal yang paling mengkhawatirkan bagi Fei adalah bahwa [Mother Empress] dalam legenda yang mengendalikan serangga bahkan belum muncul.

Menurut informasi yang diperoleh Fei, dia menggunakan sedikit ekstrapolasi dan menebak bahwa kekuatannya berada di luar ranah Supreme God. Sulit untuk membayangkan apa yang manusia bisa andalkan untuk memenangkan perang ini sekali [Mother Empress] tiba.

Sebagai manusia terkuat, Fei senidri belum punya kekuatan untuk menyaingi Supreme God tingkat tinggi.

Pertempuran berlanjut.

Setelah Maradona mundur ke medan pertempuran di ruang angkasa, bala bantuan manusia datang untuk membantu Fei.

Ada lebih dari selusin ksatria naga tingkat-Dewa dan berbagai master kelas atas yang berasal dari Kekaisaran super yang berbeda. Ada juga Ronaldo dari Madrid dan Messi dari Barcelona.

Rival ini tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan berjuang bersama satu sama lain suatu hari.

Fei telah menggunakan satu ton kekuatannya. Sebagai manusia yang paling kuat, dia harus beristirahat. Dengan cara ini, jika situasi yang mengerikan terjadi, manusia bisa memiliki kekuatan untuk mengubah meja dan berpotensi mencegah bencana.

Serangga tingkat tinggi dan rendah terus menembak keluar dari lubang cacing secara terus-menerus seperti air terjun dari pipa, dan bala bantuan manusia akhirnya bergabung ke dalam pertempuran.

Fei, akhirnya punya kesempatan untuk bernapas. Dia berdiam di pusat sistem bintang, dan dia akan membantu keluar setiap master manusia yang telah jatuh ke dalam situasi berbahaya, mencegah banyak korban sebanyak mungkin. Setelah empat hari pertempuran intensitas tinggi, Fei mengkonsumsi banyak kekuatan ilahi, dan ia membutuhkan waktu untuk mencerna dan menjadi lebih kuat, karena ada jumlah besar energi murni di alam Godly Realm, ia jelas membutuhkan waktu yang cukup banyak.

Beruntung kekuatan manusia secara keseluruhan meningkat drastis.

Sekitar sebulan yang lalu, teknik yang bisa memecahkan penghalang antara alam Demi-God dan alam True God dibagikan oleh Kekaisaran Wilayah Utara dan Gereja Suci, dan itu dengan cepat menyebar di seluruh benua. Selain itu, hukum alam telah berubah di benua Azeroth, memungkinkan banyak Demi-God yang terjebak dalam dunia mereka untuk maju dan menjadi True God.

Untuk mempersiapkan perang, bahkan banyak master diizinkan untuk ber-kultivasi dalam ruang unik milik Kekaisaran Wilayah Utara, di mana waktu mengalir lebih cepat dibandingkan dengan dunia luar. Sekarang, banyak True God dan bahkan Godly King di pihak manusia.

Contohnya, Messi dan Ronaldo, keduanya sudah menjadi Godly King saat ini.

Perang tragis berlanjut.

Serangga berjuang untuk mengontrol ruang dalam 1,000 kilometer dari lubang cacing. Jika mereka dapat memperoleh kontrol, mereka bisa mengirim pasukan ke sistem bintang ini terus tanpa hambatan, dan pasukan ini bisa bergerak dan membuat lubang cacing yang lebih besar untuk men-teleport kekuatan utama dan serangga yang lebih kuat.

Melalui pengamatan, Fei melihat bahwa semakin tinggi tingkatan serangga, maka semakin sulit untuk membuat lubang cacing. Untuk itu serangga tingkat tertinggi harus datang ke sini, dan mereka harus membakar energi mereka dan mengorbankan diri untuk membuat lubang cacing super besar untuk para serangga tingkat tinggi lain lewat.

Sudah jelas bahwa untuk membuat lubang cacing super besar, proses yang diperlukan juga cukup lama.

Sepertinya jalur evolusi serangga condong ke arah teknologi. Dalam perang di benua Azeroth lebih dari 1.000 tahun yang lalu, mereka tidak bisa melahap banyak dewa dan iblis yang menguasai hukum ruang angkasa. Oleh karena itu, mereka hanya bisa mengkontrol hukum ruang yang lemah, dan ini jelas kelemahan serangga yang bisa dieksploitasi oleh manusia.

Selama master manusia bisa mengontrol wilayah dekat lubang cacing, serangga tidak akan mampu bergerak maju cepat dan men-teleport kekuatan utama mereka.

Waktu berlalu.

Bahkan dengan Fei di pusat sistem bintang dan mengawasi pertempuran, korban tidak dapat dihindari.

Boom!

Suara ledakan bergema dalam sistem bintang gelap. Ksatria naga manusia bernama Pires, yang berasal dari Distrik Militer Di Wilayah Timur Azeroth, dikelilingi oleh banyak serangga kuat. Dalam situasi ini, dia memilih meledakkan diri sendiri. Kekuatan hukum alam menyebar di daerah sekitar dan membalik serangga yang berada dalam radius 100 kilometer dari dirinya menjadi debu. Namun, harga yang ia bayar adalah jiwanya secara keseluruhan.

Semua master manusia yang berada dalam pertempuran diam-diam melihat arah ledakan, menghormati rekan mereka yang pertama kali mati dalam perang ini.

Ini adalah darah pertama yang ditumpahkan manusia, tapi itu mungkin bukan yang terakhir.

Namun, master manusia yang berjuang tidak merasa takut.

Sebaliknya, pengorbanan para rekan ini merangsang keberanian mereka.

Messi dan Ronaldo bahkan langsung terjun ke lautan serangga dengan rekan-rekan mereka di belakangnya.

“Balas dendam!” semua orang berteriak dalam pikiran mereka.

Dibandingkan dengan serangga, master manusia jauh lebih cerdas, dapat berkoordinasi dengan baik, dan memiliki koordinasi yang berpengalaman. 30-atau-lebih master manusia menciptakan dua formasi berbentuk kerucut, dan mereka bergerak masuk ke dalam lautan serangga secara non-stop, menghindari terikat oleh serangga. Setiap kali mereka bergerak, mereka mencoba menghancurkan satu lubang cacing untuk memperlambat kecepatan teleportasi serangga.

Fei hanya bisa membantu ketika kedua tim ini menghadapi bahaya yagn mematikan.

Sementara itu, Fei terus berusaha untuk memulihkan kekuatan ilahinya dan menyerap energi murni di dalam Godly Realm-nya.

Bagi manusia, kabar baiknya adalah setelah serangga level tinggi pertama terbunuh, tak ada serangga level tertinggi kedua yang bisa berteleportasi. Ini satu-satunya alasan Messi dan yang lainnya bisa memberikan waktu untuk Fei.

– Medan pertempuran dalam ruang-

Saat ini, pasukan manusia yang sibuk bekerja melihat peristiwa tragis terakhir dari ledakan seorang prajurit dan naganya melalui proyeksi layar kristal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *