Hail the King Chapter 1250 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1250 : Membunuh dan Sepuluh Hari

“Kemarahan adalah sesuatu yang hanya seorang etinitas lemah akan tunjukkan. Monster besar, kau tidak bisa menyaingiku jika kau tidak benar-benar turun ke sistem bintang ini”

Fei tidak bergerak dan hanya merilis rentetan frekuensi energi spiritualnya yang provokatif. Terlepas dari betapa anehnya api hijau membungkus di sekitar Fei, itu bahkan tidak bisa membakar sehelai rambutnya.

Begitu Fei selesai berbicara, ia membuka mulutnya dan menyedot semua api hijau yang membakar melalui sistem bintang ke dalam perutnya seolah-olah ikan paus menyedot air di laut. Semua api hijau berubah menjadi massa energi murni bagi Fei untuk konsumsi.

Serangan seperti ini tidak bisa mengancam Fei.

Adegan ini memprovokasi serangga raksasa yang sedang teleport melalui lubang cacing besar.

Serangkaian raungan gila dan keras terdengar dari mulut monster raksasa ini.

Makhluk ini berjuang seperti orang gila, dan tubuh raksasanya perlahan keluar dari lubang cacing seperti tikus besar yang merangkak keluar dari gua kecil. Butuh waktu sekitar enam menit untuk ia benar-benar keluar dari lubang cacing dan terbebas dari semua pembatasan spasial.

“Roar!” Serangga ini melihat ke atas dan meraung.

Sekarang seluruh tubuhnya muncul dalam sistem bintang ini, dan dampak visualnya sangat besar.

Api hijau membara di sekitar serangga ini, dan kekuatan serta gelombang energi destruktif bergelombang darinya ke segala arah.

“Mahluk Malang! Mati!” Monster raksasa itu mentrasimikan suaranya kepada Fei.

Mata raksasa merilis titik-titik cahaya hijau, dan mereka menciptakan jaring cahaya, terbang maju ke arah Fei dan mencoba untuk menelan dia seperti undangan dari Malaikat Maut. Ketika jaring menyentuh fragmen bintang di ruang angkasa, fragmen itu diam-diam berubah menjadi potongan-potongan yang memiliki ukuran sebutir pasir.

“Ini tampaknya salah satu serangan pembunuh raksasa yang seperti monster itu”

Fei merasakan kilatan hukum alam bergelombang di dalam serangan yang tampak seperti laser-net ini. Sudah jelas bahwa itu bukan jaring cahaya sederhana yang terbuat dari energi.

“Mungkinkah selama proses evolusi, serangga ini juga sudah bergabung dengan hukum alam ilahi dari benua Azeroth?” Pikir Fei. Ketika jaring hijau cahaya mendekatinya, ia merentahkan tangannya dan dengan mudah merobeknya.

Seolah-olah ia merobek sepotong kain compang-camping, Fei mudah merobek jaring hijau yang langsung bisa membunuh Godly King tingkat rendah menjadi dua. Lalu kilatan cahaya emas keluar dari tangan Fei, membalik warna jaring hijau menjadi emas. Setelah itu, jaring emas terbang kembali ke serangga raksasa.

“Mahluk Malang! Mati!” Monster belalang raksasa merilis kekuatan spiritual seperti tornado, dan mengulangi hal yang sama sebelumnya.

Hal yang mengejutkan adalah bahwa rangkaian frekuensi energi spiritual ini berisi bahasa kuno dari benua Azeroth.

Pada saat berikutnya, Fei bisa menebak alasannya.

Ini pasti serangga dengan tingkat tinggi yang ikut serta dalam Perang Melawan Klan dewa dan Iblis lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Ini seharusnya sudah membunuh banyak master klan Dewa dan Iblis, menyerap kekuatan musuh-musuhnya dan pemahaman hukum alam mereka, membuat mereka berkembang ke jalan ini. Hingga kemudian, membuatnya mendapatkan teknik yang sama dan memahami bahasa kuno benua.

Pertempuran dimulai pada saat ini.

Serangga melihat diri mereka sebagai ras terbesar di alam semesta, dan mereka tidak melihat manusia sebagai lawan yang layak.

Serangga raksasa ini bergerak bebas di ruang angkasa meskipun itu besar seperti gunung, dan enam pasang antenanya berputar-putar, merobek jaring emas cahaya menjadi potongan-potongan.

Kemudian, seperti banteng gila, ia berlari melintasi ruang dan menginjak Fei dengan kaki yang seperti senjata tajam sementara api hijau membara di sekitarnya.

“Hahaha! Kau ingin bersaing denganku dalam hal ukuran?”

Fei tertawa dan melangkah maju. Ukuran tubuhnya langsung meningkat lebih dari 1.000 kali, berubah menjadi raksasa yang lebih dari 3.000 meter. Tangan besar nya diulurkan dan menangkap kaki depan serangga raksasa, dan ia menarik ke atas untuk lalu diputar sebelum akhirnya dilepaskan dan melemparkan belalang raksasa ini-seperti serangga kecil.

Boom!

Serangga belalang raksasa berjuang dengan gila, tapi tak ada gunanya.

Tubuh raksasanya menghantam ke dalam lubang cacing raksasa lebih jauh dan segera menghancurkan stabilitas spasial elemen yang sejak awal sudah tidak kokoh.

Saat lubang cacing meledak, energi mengerikan meninggalkan banyak celah pada tubuh serangga, dan darah hijau keluar dari luka-lukanya.

Serangga raksasa ini terluka oleh Fei dalam satu gerakan.

Fei tidak memberikan serangga raksasa ini waktu untuk bernapas. Dia segera berubah menjadi petir dan mengejar serangga. Seolah-olah tinjunya berubah menjadi meteor, pukulan yang berada diluar kecepatan suara menghantam dada dan perut serangga raksasa itu.

“Mahluk Malang! Mati” serangga raksasa meraung dan melepaskan serangkaian frekuensi energi spiritual lagi.

Perutnya ditutupi dengan cangkang tulang hijau yang keras. Tapi tiba-tiba, cangkannya itu terbuka, dan banyak duri yang bersinar dan dingin keluar. Pada saat yang sama, antena, kaki depan, dan kaki belakang tebal semuanya berbalik seolah-olah sendinya tidak ada, dengan ketat mengunci Fei.

Lebih dari 1.000 tahun yang lalu, serangga ini menggunakan trik ini untuk membunuh banyak dewa dan iblis.

Tapi sayang untuk serangga ini, Musuh ia hari ini adalah Fei.

Fei menyukai pertarungan jarak dekat karena dia sangat akrab dengan gaya tempur Barbarian. Sebagai master tempur jarak dekat, bagaimana ia bisa terluka oleh ini? Kekejaman serangga ini menyulut kemarahan Fei, membuat ia meraung dan langsung mematahkan antena serangga ini dan kaki yang membungkus tubuhnya dengan otot menonjol, benar-benar mengabaikan duri yang mengandung hukum kehancuran yang terbang ke arahnya.

Serangkaian jeritan lalu terdengar di ruang angkasa.

Tulang-terstruktur serangga raksasa dipotong, menyebabkan banjir darah membentuk massa cahaya hijau yang besar di angkasa.

Duri menghilang sebelum mereka bisa mendekati Fei, dan tinju Fei hampir merubah perut serangga raksasa ini menjadi bubur.

Orang ini dan serangga ini berjuang satu sama lain tanpa menahan diri, dan gelombang energi bergelombang di ruang angkasa karenanya.

Pada akhirnya Fei menekan serangga raksasa yang seperti belalang ke meteorit dan hampir membuatnya menjadi tumpukan daging. Membuatnya benar-benar tewas, hingga bahkan membuat meteorit hancur.

Serangga puncak Goldy King mati.

Fei lalu meluncurkan banyak energi emas dan perak dan merubah mayat serangga yang tersisa, mendapatkan sejumlah besar energi.

“Dasar maniak”

Suara Continental Saint Maradona terdengar di telinga Fei saat ini.

Saat cahaya perak berkelebat, Maradona kembali dari perjalanannya.

“Pak tua, kenapa kau tidak menolongku?” Fei melihat lubang cacing yang stabil lagi dan merasakan ratusan kehadiran yang tidak lemah dibandingkan dengan serangga besar menatap ke arahnya. Dengan ekspresi muram, ia berkata, “Ok, sepertinya para serangga ini benar-benar akan datang ke sini. Kita akan sibuk untuk sementara waktu. Pak tua, kau harus berhati-hati. Jika kau dihancurkan oleh serangga, aku tidak akan menyelamatkanmu”

Maradona cemberut dan membuka salah satu tangannya, dan pisau berbentuk aneh kemudian muncul, memancarkan aura yang mengerikan.

Ini adalah Combat Weapon tingkat Dewa.

Sepertinya Martial Saint akan menggunakan kekuatan penuhnya sekarang.

“Orang-orang yang dikenal dengan kemapuab intelijen mereka meminta kita untuk menahan serangga selama sepuluh hari; itu adalah satu-satunya cara agar mereka dapat memiliki cukup waktu untuk mengatur semuanya,” Maradona melanjutkan, “Jika kita tidak bisa bertahan, mereka akan mengirim bala bantuan”

“Sepuluh hari?” Fei berpikir dan menjadi lebih serius.

Meskipun Fei sekarang seorang Supreme God dan Maradona juga gila-gilaan kuat, itu adalah tantangan besar bagi mereka untuk menahan serangga selama sepuluh hari. Hanya satu hari berlalu, dan musuh sudah mengirim serangga level Puncak Godly King.

“Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah serangga Level Supreme God datang dari dunia lain?”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *