Hail the King Chapter 1237 Bahasa Indonesia

A+ A-

CHapter 1237 : Ultimate Kill

“Hahaha! Bagaimana menurutmu? Rasanya tidak enak bukan diserang dan ditekan oleh teman dekatmu?” Dicanio tertawa histeris ketika melihat ini.

Dan juga, dia bernapas lega secara rahasia. Pada kenyataannya, kekuatan dan bakat yang Human Emperor of the North tampilkan membuat Dicanio takut, dan ia merasa seperti batu berat menganjal di pikirannya. Oleh karena itu, ia hanya bisa menggunakan skema busuk untuk menang.

Meskipun ia mengorbankan Blatter, yang adalah bagian pion catur besar, misinya tetap selesai, benar?

Fei diam dan melepaskan seluruh kekuatannya untuk bertahan dari serangan Continental Saint Maradona.

Ini pertama kalinya Fei bertarung dengan Maradona.

Maradona adalah master No 1 di benua ini dalam 1.000 tahun terakhir, dan tidak ada yang bisa membantah ini. Ini menunjukkan kekuatannya. Bahkan jika Fei berada di keadaan puncaknya, ia tidak bisa yakin jika akan menjadi pemenang pertempuran ini, apalagi fakta bahwa ia terluka saat ini, dan ia juga tidak bisa menggunakan kekuatan ofensif nya karena ia ingin membangunkan Maradona.

Tak ada jalan keluar bagi Fei dalam situasi ini. Dia tidak bisa menggunakan serangan pembunuhan karena Maradona dikendalikan oleh Dicanio; dia tidak menyingkirkan sisi kemanusiaannya seperti Blatter, jadi Fei tidak bisa mencoba membunuhnya seperti yang ia lakukan pada Blatter.

Untuk para master di tingkat ini, sedikit keragu-raguan akan mengakibatkan kerugian besar dalam pertempuran.

Boom!

Semua jenis teknik rahasia dan hukum alam saling menghancurkan satu sama lain. Gelombang energi yang mengerikan menyebar ke segala arah seperti tornado, dan segel di sekitar Istana Suci mulai bergetar. Banyak celah hitam terus muncul sebelum segera tertutup kembali. Adegan ini sangat menakutkan.

“Puff!” Fei memuntahkan seteguk darah. Dia sudah berada di level 9 Godly King, yang hanya satu langkah lagi ranah Supreme God. Darah emasnya perlahan berubah kembali menjadi merah. Dan ketika darahnya benar-benar berubah menjadi merah, itu berarti Fei telah menjadi Supreme God.

Dicanio terkejut di samping. Dia tahu jika Human Emperor of the North itu sangat kuat, tapi kekuatan yang Fei tunjukkan masih mengejutkannya. Beruntung dia tidak mencoba melawan Fei sendiri. Jika tidak, ia akan terbunuh dalam satu serangan, dan semua rencananya akan sia-sia.

“Tapi sekarang, sepertinya segala sesuatu dalam kendaliku. Aku tidak perlu khawatir,” Dicanio berpikir untuk dirinya sendiri.

Pertarungan sengit terus berlanjut.

“Hahaha! Manusia yang malang, kalian bertarung satu sama lain. Human Emperor of the North, ini adalah sesuatu yang tidak kau harapkan, kan? Haha! Kau akan dibunuh oleh orang yang ingin kau lindungi!” Dicanio tertawa di samping.

Fei tetap diam, dan ia terus berjuang dan bertahan.

“Haha! Aku lupa memberitahumu jika Martial Saint bukanlah sosok yang sederhana. Bahkan, dia adalah satu-satunya orang di benua yang memiliki keturunan dari dewa-dewa kuno dan iblis! Dia benar-benar anggota klan Dewa! Tapi sayang baginya, walau ia telah melindungi benua selama 1.000 tahun, ia menurunkan kewaspadaannya untuk sesaat dan dikendalikan olehku. Sekarang, dia hanya salah satu alatku! Haha! Ironi sekali!”

Dicanio terus memprovokasi Fei dengan kata-katanya.

Fei tiba-tiba mengerti sesuatu saat ini. Ini pertama kalinya dia belajar tentang latar belakang Maradona.

“Dia keturunan para dewa ? Tidak heran bakatnya sangat hebat, ia tinggal di takhta sebagai yang paling kuat di benua selama 1.000 tahun, bahkan Gereja Suci tidak bisa melakukan apapun kepadanya,” Fei berpikir sendiri, “Maka, dewa kuno dan Iblis meninggalkan dua pasukan penjaga di benua, Gereja Suci adalah kekuatan di permukaan, dan Maradona adalah kekuatan dalam gelap. Tapi mengapa dua kekuatan ini menunjukkan permusuhan satu sama lain selama 1.000 tahun terakhir? Mungkinkah itu semua hanya sandiwara?”

“Setelah Kau Mati, Aku akan mengubah keturunan satu-satunya dari para dewa di benua Azeroth menjadi budak pertempuranku! Serangga akan menggunakannya untuk memperluas wilayah kita dan mencuci tanah ini dengan darah! Ahahaha!” Dicanio tertawa histeris.

Akhir ini pasti sangat kejam bagi Maradona yang telah menjaga benua Azeroth sepanjang hidupnya.

“Begitu kejam…” Fei marah, tapi momen cepat pengalih perhatian ini membuat Maradona bergerak.

Maradona mengambil kesempatan ini dan menyerang punggung Fei, dan tinju yang diselimuti kekuatan mengerikan menembus tubuh Fei dan menembus dadanya.

“Puff …” darah keluar dari mulut Fei seperti air mancur, dan lubang besar muncul di dadanya.

Boom! Boom! Boom! Boom!

Maradona tidak menahan sama sekali, serangkaian serangan lain mendarat pada tubuh Fei. Setiap serangan penuh kekuatan dan berisi hukum kehancuran, hampir mematahkan setiap tulang dalam tubuh Fei.

Segera, Fei berlumuran darah, tampak seperti manusia darah.

Pia!

Fei dikirim terbang dan jatuh di hadapan Dicanio.

Seperti binatang pembunuh, Maradona berlari mendekat dan akan terus menyerang, benar-benar membunuh Fei.

“Berhenti!” Dicanio tiba-tiba bicara, “Mundur”

Maradona langsung berhenti, dan ia perlahan-lahan mundur dan berdiri di belakang Dicanio.

Dengan senyum gembira di wajahnya, Dicanio perlahan-lahan berjalan ke Fei yang sekarang tidak sadar. Dia tertawa jahat, “Hahaha! Si jenius yang tak terbayangkan dari benua Azeroth dalam 1.000 tahun terakhir jatuh di hadapanku! Haha! Sekarang, patuh dan tunjukkan sedikit terakhir rasa hormatmu sebelum jiwamu menghilang. Akan kugali pikiranmu untuk mendapatkan RAHASIA-mu. Hahaha! Aku tahu pasti ada rahasia berharga di kepalamu, dan ada jawaban atas pertanyaanku juga”

Sebuah rentetan cairan yang padat dari energi spiritual perlahan-lahan mendekati Fei, akhirnya memasuki otak Fei melalui lokasi antara alis miliknya.

Bahkan saat ini, Dicanio tetap sangat berhati-hati.

Dicanio perlahan menusukkan energi spiritalnya ke dalam pikiran Fei. Jika sesuatu tampak salah, ia akan langsung mengeluarkan energi spiritualnya.

Akumulasi kekuatan spiritual Fei masih membuat takut Dicanio, meskipun Fei pingsan.

Secara bertahap, senyum muncul di wajah Dicanio, sepertinya ia menemukan beberapa hal yang ia inginkan.

Pada saat itu, ia akhirnya santai.

Tapi pada saat itu juga, Continental Martial Saint Maradona yang berdiri di belakang Dicanio dengan ekspresi kusam entah bagaimana pulih. Matanya yang bingung menjadi jernih, dan tangannya segera ditekan ke belakang Dicanio tanpa ada peringatan.

Boom!

Sebuah kilatan energi yang sangat kuat langsung masuk ke tubuh Dicanio tanpa perlawanan.

“Puff… apa yang kau lakukan?” Dicanio mengangkat kepalanya dengan kesulitan. Segera setelah ia melihat mata Maradona yang jelas, ia tahu bahwa hal – hal telah berubah. Dia mencoba yang terbaik untuk memblokir, tetapi energi yang telah memasuki tubuhnya hampir langsung mengontrol tubuhnya, membuatnya tidak dapat membela diri.

Pada saat yang sama, sebuah kilatan energi spiritual yang kuat mengalir ke lonjakan energi spiritual Dicanio, menyerang pikirannya dengan cara yang menghancurkan.

Garis energi spiritual ini berasal dari orang yang berlumuran darah dan berbaring di tanah di depannya.

Fei!

“Kalian berdua …” Dicanio terkejut, dan dia tampaknya telah menyadari sesuatu. Dia kalah sepenuhnya! Bahkan jika dia ingin meledakkan dirinya sendiri, dia tidak bisa melakukannya. Energi spiritual Fei mengendalikan tubuh dan kekuatannya. Jumlah energi spiritual gila melandanya dan mencari melalui pikirannya dengan cepat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *