Hail the King Chapter 1236 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1236 : Hukuman Mati

“Kau bekerja sama dengan serangga? Mungkinkah kau juga seekor serangga?” Tubuh Fei yang terbang ke depan berhenti di udara, dan ia akhirnya mendapat kesempatan untuk memblokir serangan Blatter. Pada saat itu, ia menatap Blatter dan bertanya dengan ekspresi suram.

Blatter tampak gila, dan dia tertawa, “Siapa yang mengatakan bahwa hanya serangga yang dapat membunuhmu? Aku membunuhmu hanya karena kau melawanku! Selain itu, Tuan Dicanio sudah berjanji bahwa sekali serangga datang ke benua, dia akan memohon pada [Mother Empress] untuk menunjukkan belas kasihan padaku dan memberikan fisik serangga padaku, menjadikanku anggota ras Ilahi! Haha!”

“Kau manusia, tapi kau malah ingin menjadi serangga? Bodoh!” Fei melepaskan kekuatannya dan memblokir pukulan Blatter yang menakutkan.

“Haha! Apa yang kau tahu? Selama aku bisa memperoleh kehidupan abadi, kenapa aku tidak bisa menjadi serangga?” Blatter tertawa, “Jika aku bisa mendapatkan kehidupan abadi, itu layak dengan seluruh benua Azeroth dihancurkan!”

“Hidup abadi? Biarkan aku memberikan kematian abadi!” Fei meninju keluar saat api energi emas membakar disekelilingnya.

Boom!

Rasanya seperti ruang akan pecah. Beruntung ruang internal Istana Suci diperkuat oleh runes tingkat Dewa. Jika tidak, ruangan ini sudah hancur di bawah serangan Fei.

Blatter muntah darah dan panik. Dia hanya di level 6 Godly King, dan ada celah besar antara dia dan Fei. Dia hanya memiliki keuntungan karena ia melakukan serangan menyelinap. Kini karena Fei sudah bereaksi, meja telah diubah.

“Sampah sepertimu layak untuk mati!” Roh pembunuh Fei keluar dari tubuhnya, dan perisai energi spiritual tebal di sekelilingnya memblokir Dicanio.

Fei lalu mendekati Blatter satu langkah pada satu waktu, tapi Blatter tidak menunjukkan rasa takut di wajahnya.

Blatter batuk darah, tapi dia tersenyum dengan sukacita. Dia perlahan-lahan berkata, “Puff… Cough … Kau sudah diserang olehku dengan [Lightning of Gods Destruction]. Kekuatanku sudah ada di dalam organ dan jiwamu. Cough … dengan pikiran, aku dapat memicu energi petir di dalam dirimu dan langsung membunuhmu. Human Emperor of the North, terlepas dari seberapa kuat kau, kau pasti akan mati di tanganku! Hahaha!”

“Benarkah ?” Fei memandang aneh dengan kasihan dan berkata, “Maka lakukanlah sesuatu yang kau katakan itu”

Wajah Blatter berubah warna, dan ia berteriak dengan kejam, “Mati! Meledak!”

Tidak ada yang terjadi!

Adegan yang ia antisipasi di mana Fei akan meledak menjadi potongan-potongan tidak terjadi.

“Meledak! Meledak untukku sekarang! Meledak! Meledak! Meledak!”

Masih tak ada reaksi.

Pada saat ini, bahkan orang bodoh akan tahu bahwa “Serangan utama” ini tidak berguna.

Blatter lalu menyadari bahwa sesuatu berjalan secara salah, jadi dia meraung-raung ketika mundur seperti kilat.

“Blatter, kau memilih melawan benua ! Jadi aku akan menghukum mati kau” Fei mengambil langkah maju dan seketika sampai ke Blatter. Dia mengabaikan perjuangan lawannya yang gila dan meraih lehernya, menarik dia atas

Pada saat ini, Blatter benar-benar ketakutan.

“Tidak! Jangan bunuh aku! Aku menyerah!” Seperti hewan yang dihasut, ia berteriak, “Aku akan berdiri bersamamu. Akan kulawan serangga itu bersamamu. Aku bersedia untuk memberikan segala sesuatu yang ada di Gereja Sui…”

“Gereja Suci sudah menjadi milikku” Fei tidak peduli, dan ia memutar pergelangan tangannya untuk mematahkan leher Blatter.

Sekarang Fei berada di ranah Godly King, ia tidak lagi dibatasi dengan langkah khusus dan teknik tempur. Setiap gerakan kasual-nya berisi kekuatan tak berhingga dan bisa menarik hukum alam.

Ini juga sudah diterapkan pada pertempuran antara Fei dan Blatter. Saat Kaisar mematahkan leher Blatter, hukum alam menghancurkan semua energi kehidupan di dalam dirinya.

Bam!

Fei, dengan malas melemparkan mayat Blatter ke samping.

Kaisar langsung menarik energi inti ilahi dari mayat, dan massa dari perak murni kekuasaan Suci masuk ke dalam tubuh Fei.

Kemudian, Fei menatap Dicanio dengan roh pembunuh di matanya ketika ia mendekat.

“Kau berikutnya” Pedang sihir Fei seperti terkunci ke Dicanio.

Senyum licik muncul di wajah Dicanio seolah rencananya berhasil saat ini. “Kau memang kuat, dan Blatter tidak cocok denganmu meskipun ia melakukan serangan menyelinap. Dengan memanfaatkanmu, aku sudah menghilangkan beban. Manusia kotor ini ingin menjadi serangga yang hebat? Blatter pantas untuk mati! Haha! Human Emperor of the North! Aku harus mengakui bahwa keberadaanmu menimbulkan ancaman bagi serangga, tetapi tidak mungkin bagimu untuk tidak terluka setelah disambar oleh petir tadi, KAN?”

Fei tiba-tiba berhenti bergerak.

“Haha! Apa aku benar?” Dicanio mencemooh dan berkata, “Kau benar-benar terluka! Sekarang, berapa banyak kekuatanmu yang tersisa?”

Fei mengangkat kepalanya dan berkata dengan yakin, “Bahkan jika aku hanya memiliki sepuluh persen dari kekuatanku, kau tidak cocok untukku! Hari ini, kau harus mati!”

Dicanio tertawa, “Memang. Kekuatanku yang berfokus dalam serangan energi spiritual dan menipu orang lain. Kedua metode ini tidak akan bekerja padamu. Aku tak bisa mengalahkanmu. Namun, seseorang dapat membunuhmu untukku”

Sebelum Dicanio selesai, sosok gemuk perlahan-lahan muncul di sampingnya dari dalam kekosongan.

Continental Martial Saint Maradona.

Fei berhenti bergerak lagi.

Maradona tidak terlihat seperti dia yang biasa. Meskipun tampak seperti matanya bergerak-gerak sesuka hatinya, ekspresinya tumpul, dan rentetan energi spiritual aneh mengalir dalam dirinya. Energi ini bergerak di saluran energinya dan mengendalikan tubuhnya.

Maradona dikendalikan oleh energi spiritual Dicanio!

“Maradona ! Bunuh orang ini! Dia adalah musuhmu! Cepat bunuh dia dengan segenap kekuatanmu,” Suara Dicanio terdengar. Kedengarannya aneh dan menghipnotis. Juga, ekspresi Dicanio menjadi serius saat mengatakan itu.

Jelas, mengendalikan Godly King tingkat tinggi seperti Maradona bukan tugas sederhana untuk Dicanio yang menguasai teknik energi spiritual.

Whoosh!

Maradona langsung muncul di hadapan Fei seperti petir.

Pada saat berikutnya, pertempuran dimulai.

Maradona yang berada di bawah kendali Dicanio melepaskan semua kekuatannya, dan serangan tanpa ampunnya diarahkan ke semua titik vital Fei. Hukum alam yang tersebit di setiap serangannya terlihat seperti banyak rantai tak terlihat dan hantu transparan di udara. Akibatnya, alam elemen langsung menjadi tebal.

Fei dipaksa untuk menyerang balik. Baginya, situasi langsung berubah pasif. Karena dia mencoba membangunkan Maradona yang berada di bawah kendali Dicanio, jadi dia menahan kekuatan dalam serangannya. Namun, lawannya tidak menahan diri, dan setiap serangannya jelas mematikan. Dalam waktu singkat, Fei mengalami kerugian.

Boom! Boom! Boom!

Hukum alam dan rantai kekuatan bertabrakan saat Fei dan Maradona berjuang satu sama lain.

“Puff!” Fei mengangkat kepalanya dan muntah seteguk darah samar-emas.

Luka-luka yang ditinggalkan di tubuhnya tidak bisa ditekan lagi ketika ia berjuang dengan Maradona, master utama yang sama kuat seperti dia.

Energi petir tersembunyi juga secara mengejutkan melukai organ dan meridian Fei, menyebabkan darahnya tumpah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *