Hail the King Chapter 1234 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1234 : Waktu

Cahaya bisa menghilangkan kegelapan, tapi juga bisa menyembunyikan kegelapan.

Cahaya brilian di sekitar Istana Suci di Pulau Sisilia sangat suci dan terang, dan cahaya suci yang menyilaukan mata ini seakan menelan Stabila, Fei, dan Maradona. Itu tampak seperti cahaya melahap kegelapan, tapi juga tampak seperti kegelapan menyerap cahaya.

Orang – orang di luar Istana Suci berdiri di dua sisi tangga dalam diam, dan beberapa orang tampak terkejut. Jelas, menurut apa yang ada berada di pikiran mereka, ini seharusnya tidak terjadi. Sebagai Paus baru dari gereja suci, Alexander seharusnya berdiri di depan gerbang istana Suci dan menerima ucapan selamat dari semua anggota Gereja Suci dan dari master di seluruh benua.

Begitu ia melangkah ke dalam Istana Suci, penglihatan Fei menjadi kabur, dan ia merasa seperti ia melakukan perjalanan melalui terowongan spasial.

Lalu, apa yang muncul di visinya bukanlah interior istana batu di mana banyak pilar batu berdiri dan banyak bendera-bendera dengan salib pada mereka menggantung. Sebaliknya, ini adalah ruang putih murni. Dinding-dindingnya tampak terukir dari giok yang paling indah dan sempurna, memancarkan kehadiran murni. Kecuali untuk dinding ini, tidak ada yang lain! Tempat luas ini sangat kosong!

“Apakah ini interior istana Suci?” Fei sedikit penasaran.

“Nak, dari matamu, aku bisa melihat keinginan yang tak diinginkan untuk kekuasaan dan ambisi yang bergelombang. Apakah kau berpikir bahwa kau benar-benar dapat menanggung posisi Paus?” Stabila berbalik dan bertanya pada Fei dengan ekspresi aneh di wajahnya.

“Benarkah ? Kenapa aku malah merasa seperti kau yang ambisius dan serakah akan kekuasaan disini? Tuan Stabila?” Fei menjawab dengan santai ketika ia melihat ke sekitar interior istana Suci.

“Sepertinya kau sudah melihat melalui segala sesuatu” Stabila berbalik dan berjalan ke kedalaman Istana Suci.

Fei terus mengikuti Stabila dengan tempo yang baik dan mengangguk sambil berkata, “Tentu saja. Kau mungkin tidak percaya dengan apa yang kukatakan. Tapi aku baru saja pergi ke tempat yang indah, sayanganya aku terkejut menemukan bahwa itu diserang oleh Polluters. Ini membuatku bingung. Menurut apa yang kau katakan dan buktimu, Polluters seharusnya sudah dihapuskan oleh Lord Klan Dewa dan Iblis. Jadi, bagaimana mereka bisa muncul disana?”

“Oh, jadi kau adalah sosok misterius yang menghancurkan rencana [Mother Empress] dan menyapu bersih prajurit dari klan di galaksi Scorpius. Aku sebelumnya penasaran siapa yang bisa menghapus seluruh klan berukuran sedang dari ras Ilahi,” Stabila mengatakan dengan kejutan.

“Ras Ilahi?” Fei penasaran.

“Eh, serangga mendapatkan dan dijuluki seperti itu” Stabila berbalik dan tersenyum pada Fei.

Percakapan antara kedua orang ini tampak seperti pembicaraan ramah antara teman lama, dan mereka berdua tersenyum di wajah mereka.

Namun, pertukaran pendek antara mereka benar-benar mengubah hubungan antara mereka! Perubahan itu begitu mengejutkan hingga jika salah satu master dan pendeta di luar Istana Suci mendengar percakapan ini, mereka pasti akan pingsan karena takut. Informasi yang diungkapkan melalui percakapan ini terlalu banyak dan terlalu menakutkan!

Perubahan yang paling penting adalah bahwa Stabila juga mulai berubah.

Tetua yang tampak seperti dia akan meledak ke tanah oleh angin tidak lagi tampak tua. Pada saat ini, dengan setiap langkah yang dia ambil, sepertinya vitalitasnya pulih dengan stabil. Setelah sekitar sepuluh langkah, punggungnya kembali lurus.

“Menyebut diri sendiri sebagai ras Ilahi ? Lucu sekali. Bagaimana sesuatu yang ilahi bisaterlihat begitu jelek?” Fei tertawa.

Dengan mahkota di kepalanya, tongkat di tangannya, dan jubah suci di tubuhnya, Fei tertawa keras, dan tawanya yang dipenuhi dengan penghinaan dan rasa jijik bergaung di dalam Istana Suci.

Stabila yang menjadi kuat berhenti berjalan. Dia berbalik dan mendengus, “Kekuatan adalah satu-satunya hal yang indah di dunia. Hanya ras yang lemah dan malang yang akan menilai ras lain dengan penampilan mereka”

“Benarkah ? Lalu, bagaimana denganmu? Apa kau manusia atau serangga di dalam kulit manusia?” Tatapan Fei tiba-tiba menjadi dingin juga.

Stabila tertawa, “Tentu saja, aku bukan manusia malang”

Mata Stabila tiba-tiba berubah menjadi emas dan dingin, dan kelopaknya membesar. Sepasang mata ini tidak akan pernah muncul pada manusia. Banyak jarum yang tipis dan padat seperti paku menusuk keluar dari kulitnya dan berdiri lurus, dan kukunya menjadi tajam seperti pedang panjang.

Fei mendesah dan berkata, “Kemudian, sepertinya Stabila yang sebenarnya sudah lama meninggal?”

‘Stabila’ mengangguk dan berkata, “Apakah kau benar-benar berpikir bahwa mudah untuk keluar dari ruang bawah tanah di dasar Kepulauan Sisilia di mana lava dan energi dingin muncul? Lebih dari 400 tahun yang lalu, setelah aku tahu semua informasi yang kubutuhkan, aku membunuhnya dan mengubahnya menjadi pakaian manusia ini. Dia menjadi identitas terbaik yang bisa kuambil, dan aku menjadi Stabila lainnya!”

“Maka, hilangnya dia disebabkan olehmu, kan? Serangga, perkenalkan dirimu kepadaku. Siapa namamu?” Fei tertawa.

“Dicanio! Salah satu ketua dari 72 klan ras Ilahi!”

Fei mengangguk dan bertanya dengan anehnya, “Aku mengerti. Tapi aku masih bingung tentang beberapa hal. Selama pertemuan di kota San Siro, gulungan yang kau ambil diisi dengan kekuatan dewa dan inlis dari era mitos. Mereka tak mungkin palsu. Bagaimana bisa mereka menunjukkan adegan tentang serangga yang dihancurkan?”

Dicanio tertawa dan berkata, “Ini karena adegan yang kau lihat tidak lengkap! Baiklah, aku akan membiarkanmu mati dalam damai dengan pemahaman yang baik”

Setelah mengatakan itu, Dicanio mengambil satu gulungan dan membukanya, kabut merah muncul dan menciptakan layar lebar terang dalam ruang kosong ini.

Fei tiba-tiba mengerti segalanya saat ini.

Tidak heran ketika gulungan ini ditampilkan pada pertemuan di kota San Siro, ada saat di mana adegan menjadi sangat tidak jelas dan terputus. Fei berpikir bahwa itu karena kehilangan beberapa kekuatan karena gulungan itu dari zaman kuno, tapi sekarang jelas bahwa adegan diambil dengan sengaja.

Berikut adalah adegan yang diambil oleh Dicanio.

Penguasa klan dewa yang berpakaian putih menatap lubang cacing biru yang secara bertahap menghilang di langit. Walau melihat Polluters yang bergegas ke lubang cacing untuk melarikan diri, sosok ini tidak lagi memiliki energi untuk mengejar. Sementara erat memegang tangan Lord dari klan Iblis, ia melihat benua Azeroth yang luas dengan cinta dan mendesah, “Kami membakar energi kehidupan kami, tapi kami hanya memenangkan sekitar 1.000 tahun jeda waktu untuk benua. Serangga-serangga itu terluka parah. Mungkin akan jatuh ke dalam tidur yang dalam, tetapi tidak akan mati. Misi kita berakhir di sini. Rencana 1.000 tahun dewa dan iblis dimulai sekarang. Sekitar 1.000 tahun kemudian, Polluters akan kembali dan mencoba membyara kekalahan ini. Pada saat itu, pahlawan baru akan bangkit di benua dan menyelamatkan semua makhluk!”

Kemudian, peringatan yang kedua eksistensi utama berikan pada manusia pada saat-saat terakhir kehidupan mereka ditunjukkan.

Setelah melihat ini, Fei mengangguk dan berkata, “Aku mengerti, metode seperti itu. Kau mengambil adegan ini dan menipu seluruh benua”

Dicanio menjawab, “Aku hanya butuh waktu. Kau terlalu kuat, dan aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkanmu beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengandalkan metode ini untuk menunda beberapa waktu”

Fei lalu bertanya dengan sabar, “Waktu ? Untuk apa waktu yang kau butuhkan itu?”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *