Hail the King Chapter 1218 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1218 : Awal Kerjasama

Orang-orang seperti Jenderal Liu, yang ada di ruang monitoring tertegun hingga ke inti mereka.

Adegan yang ditampilkan di layar benar-benar melampaui hukum fisika dari dunia ini, dan ini juga tak terbayangkan untuk semua orang. Mungkin orang hanya bisa melihat adegan tersebut dalam novel fiksi saja.

Orc yang memiliki tubuh raksasa tampak seperti monster dalama cerita Journey to The West, dan para prajurit yang mengenakan baju besi emas mewah, mereka tampak seperti ksatria abad pertengahan. Senjata-senjata logam raksasa yang asing milik mereka membuat orang-orang di ruang monitoring untuk sementara kehilangan kemampuan untuk berpikir.

Para pejabat tingkat tinggi yang mengatakan bahwa mereka akan memberi perintah dan menguasai kekuatan Fei untuk melayani mereka, semua menutup mulut mereka saat ini.

Orang-orang itu tidak bodoh. Melihat prajurit aneh dan ‘monster’ itu berlutut di hadapan Fei, mereka langsung menyadari bahwa Fei bukanlah sosok yang sederhana, dan mungkin ia memiliki status yang bergengsi. Orang seperti dengan kekuatan super dan status superior tidak akan mau diperintah oleh mereka.

Hal yang baik adalah bahwa saraf orang-orang ini sekarang sudah cukup terbebani.

Kedatangan tiba-tiba serangga melalui lubang cacing spasial menempatkan dunia dalam bencana. Dan itu sudah cukup untuk menantang imajinasi orang. Tapi sekarang, orang-orang ini, melihat penampilan dari seorang Immortal dan monster yang mana tidak benar-benar dapat diterima.

Dunia ini benar-benar berubah; bergerak menuju ke kekacauan.

“Sepertinya kita perlu menyesuaikan kembali proses berpikir kita,” Jenderal Liu menghela napas.

Setiap orang memiliki perasaan aneh tentang hal ini. Mereka merasa seperti mereka adalah katak yang berada di bawah sumur. Ketika mereka melihat ke langit, hanya ada wilayah lingkaran kecil, dan mereka tidak mengetahui banyak hal.

Tepat saat mereka merasa bangga dengan diri mereka sendiri, mereka tiba-tiba menyadari bahwa mereka berada di bawah alam semesta. Senjata, meriam, pesawat, dan rudal yang mereka banggakan tidak bisa membela mereka dari ‘teknik Immortal’.

Orang-orang di ruang monitoring cepat membuat keputusan.

Kemudian, sekitar selusin orang yang dipimpin oleh Jenderal Liu keluar dari struktur bawah tanah dan datang ke ruang pertemuan.

Ini adalah pertemuan pertama tatap muka antara kedua belah pihak.

“Semuanya …” Meskipun Jenderal Liu telah mengalami semua jenis situasi sebelumnya, dia tidak tahu bagaimana untuk mengatasi sosok-sosok aneh yang ada di hadapannya. Jadi dia menatap Fei dan tersenyum sebelum merentangkan tangannya. “Adik laki-laki…”
[Note : Ini cara yang paling sopan untuk seorang orang tua memanggil seseorang yang lebih muda dalam budaya Cina]

Sebelum Jenderal Liu bisa menyelesaikan ucapannya, Torres yang merupakan penjaga Fei berteriak, “Semboron! Kau berdiri di depan kaisar kami! Beraninya kau tidak berlutut dan menyapanya?”

Melihat orang-orang yang lemah begitu sembrono hingga mereka mencoba untuk menjabat tangan Yang Mulia-nya, Torres langsung berteriak dan melepaskan sedikit kekuatannya.

Torres adalah salah satu dari 12 Gold Saint, dan ia telah mencapai Ranah Demi-God. Namun, dia masih setia bertindak sebagai penjaga Fei.

Jenderal Liu dan pejabat tinggi lainnya berubah pucat; mereka merasa seperti sebuah gunung raksasa menabrak ke arah mereka dan membuat bangunan goyang.

Teriakan Torres membuat mereka merasa seperti guntur meledak di samping telinga mereka, dan ketakutan yang tak terlukiskan langsung menelan mereka.

Rasanya seperti semut menghadapi naga suci yang marah.

“Jangan kasar.” Fei cepat melambaikan tangannya, dan rentetan energi kemudian bergegas keluar dan membatalkan kehadiran Torres sebelum itu bisa mencapai Jenderal Liu dan lainnya.

“Orang-orang ini di sini adalah teman-temanku. Jangan kasar kepada mereka” Fei meminta pengawalnya yang bersiaga untuk mundur. Kemudian, dia tersenyum dan menjabat tangan Jenderal Liu sambil menjelaskan, “Bawahanku terlalu gugup dan sedikit kasar. Jenderal tua, jangan pikiran mereka”

Jenderal tua bernama Liu Yun cepat terbangun dari shock dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Pada saat itu, dia sebenarnya sangat takut.

Liu Yun adalah seorang veteran yang selamat melalui banyak perang di abad ke-20. Dia telah berjuang saat peluru terbang melewatinya, dan ia hampir jatuh ke tangan Grim Reaper beberapa kali. Dia berpikir bahwa tidak ada yang bisa menakutinya dalam hidupnya ini, namun teriakan pria berambut pirang ini membuat nya pucat.

“Orang-orang ini memang menakutkan!” Pikirnya.

“Un … biarkan aku melakukan perkenalan. Kami berasal dari dunia di luar Bumi, dan bawahanku tidak tahu etika di Bumi. Maaf untuk menakut-nakutimu, jenderal tua. Tolong maafka mereka” Kata Fei seperti itu, lalu, seberkas cahaya keemasan muncul di telapak tangannya dan berlari ke dalam tubuh Jenderal Liu sebelum berubah menjadi seberkas energi panas.

Hanya sekitar lima tahun berlalu sejak Fei pertama kali melakukan perjalanan melalui ruang. Dan kini ia berdiri di hadapan jenderal tua yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini, ia adalah idola bagi banyak orang muda yang bergairah.

Dan karena Fei adalah penggemar militer sebelumnya, jadi ia jelas mengagumi jenderal tua ini. Sebelumnya, ia hanya bisa melihat orang ini di TV. Tapi sekarang, dia mampu bertemu dan bahkan menjabat tangannya. Mungkin bumi telah memicu kenangan jauh di dalam pikiran Fei; membuat kaisar terlalu bersemangat untuk berinteraksi dengan Jenderal Liu.

Di sisi lain, Jenderal Liu Yun merasakan rentetan energi panas mengalir dari tubuh anak muda ini ke lengannya sebelum menyebar ke dalam tubuhnya. Dia terkejut pada awalnya, tetapi kemudian menjadi gembira.

Dia terkejut saat menemukan bahwa cedera tersembunyi di tubuhnya yang merupakan hasil dari perang telah benar-benar menghilang saat ini. Luka tersembunyi itu menyebabkan rasa sakit, tapi ia tidak bisa mendeteksi mereka lagi. Lutut dan tulang belakangnya yang sakit karena hyperostosis, yang merupakan pertumbuhan berlebihan dari tulang, juga kembali normal.

Jenderal Liu langsung merasa seperti staminanya meroket dan ia telah kembali ke masa jayanya di usia tiga puluhan.

“Kamu … mungkinkah kamu benar-benar Immortal?” Mengalami ini secara langsung lebih meyakinkan dari apa pun. Setelah berjabat tangan Fei, Jenderal Liu tiba-tiba percaya apa yang dikatakan Wang Jian dan Jian Jie sepenuhnya.

Fei tersenyum dan menjawab, “Aku bukan Immortal. Aku hanya orang biasa yang beruntung. Tentu saja, semua ini tidak penting. Yang penting adalah bahwa aku di sini untuk menyelamatkan manusia”

Jenderal Liu Yun mengerti apa arti perkataan Fei.

“Aku akan mengirim orang dan cepat menghapus semua serangga di negara ini.” Apa yang Fei katakan setelahnya menenangkan semua orang, seolah-olah mereka telah mengambil obat saat sedang sakit keras.

“Haruskah kita mengirim orang untuk membantu?” Jenderal Liu Yun gembira.
Manusia di Bumi berada di ambang kematian, dan serangga yang semakin agresif terus berkembang lebih cepat. Pasukan biasa tidak bisa memblokir musuh. Beberapa orang bahkan mulai mempertimbangkan penggunaan bom atom.

Tapi sekarang, sepertinya semuanya diselesaikan.

Jenderal Liu telah berinteraksi dengan banyak orang dalam hidupnya. Meskipun matanya tidak sejelas seperti sebelumnya, ia jarang melakukan kesalahan dalam menilai orang. Dia tahu bahwa pemuda misterius ini tidak memegang niat buruk. Terutama senyum cerahnya; senyum cerahnya itu bisa langsung membuat orang lain merasa seperti dia bisa dipercaya.

“Tentu saja,” kata Fei sambil tersenyum, “Kami membutuhkan bantuan di banyak daerah. Orangku tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Mereka bisa bertempur, tapi mereka membutuhkan panduan dan orang-orang yang dapat melakukan logistik”

“Tidak masalah,” Jenderal Liu Yun dengan cepat setuju.

“Maka, mari kita tidak buang lebih banyak waktu. Mari melakukan serangan secepat yang kita bisa. Mungkin kita bisa menyelamatkan lebih banyak orang” Fei sangat tahu betapa pentingnya waktu saat ini.

“Mereka …” Jenderal Liu lalu memandang master di belakang Fei dan bertanya, “Ada satu pertanyaan. Bisakah mereka mengerti apa yang kita katakan?”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *