Hail the King Chapter 1209 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1209 : Perubahan yang Mengejutkan

Hampir di detik berikutnya, Fei muncul di permukaan bumi. Dan ekspresinya berubah muram.

Saat ini, ia sedang berdiri di kota Beijing, Ibukota China, dalam ingatannya.

Namun, hutan beton, kerumunan orang, dan mobil yang tak terhitung jumlahnya tidak muncul seperti yang Fei harapkan. Sebaliknya, Fei hanya melihat bangunan runtuh, mobil rusak dan terbengkalai, toko-toko rusak dan, kantong plastik putih yang mengambang karena angin, juga, banyak mayat manusia serta kawanan raksasa lalat hitam di atasnya.

Ini adalah adegan yang Fei hanya bisa lihat di film sci-fi, ketika akhir dunia terjadi.

Darah yang sudah kering di tanah, menjadi bekas luka berwarna coklat gelap .

Dari ini, jelas jika manusia tidak siap, dan mereka tiba-tiba bertemu dengan musuh yang menakutkan. Kemudian, mereka melarikan diri.

Tapi sayang untuk mereka, musuh terlalu menakutkan. Lebih dari 90 persen orang terbunuh ketika melarikan diri, berubah menjadi mayat yang sekarang Fei lihat.

Ada mayat di mobil yang menabrak satu sama lain …

Ada mayat di samping bangunan runtuh …

Ada mayat di pintu gerbang toko-toko yang rusak …

Ada mayat di mana-mana. Ibu dan anak yang saling berpelukan sebelum mereka meninggal, orang tua, wanita, pria, anak-anak …

Ekspresi beku pada setiap mayat menunjukkan ketakutan ekstrim dan kepanikan mereka sebelum kematiannya.

Fei menghela napas dan berjongkok saat ini, mulai dengan hati-hati mengamati situasi.

“Mereka meninggal setelah benda tajam menusuk tubuh mereka. Hah? Beberapa orang bahkan kehilangan cairan otak mereka … Dilihat dari bagaimana busuknya mayat ini, sepertinya bencana ini terjadi sekitar selusin hari yang lalu …”

Fei menangkap beberapa potongan informasi saat dia berjalan di jalanan yang penuh dengan mayat.

Pada saat ini, serangkaian suara tepukan terdengar, seolah-olah banyak binatang sedang berlari. Kemudian, tanah mulai goyang.

Fei berbalik, dan wajahnya berubah warna.

Serangga! Serangga raksasa yang tampak seperti laba-laba bermutasi!

“Apa? Serangga? Polluters?” Banyak nama melintas dalam pikiran Fei seperti peluru petir saat melihat serangga ini.

Makhluk yang merangkak keluar dari bangunan runtuh dan selokan adalah kawanan besar serangga, dan itu spesies yang sangat asing. Mungkin mereka bisa juga disebut Polluters. Serangga yang muncul saat ini berada di tingkat terendah, dan mereka tampak seperti laba-laba raksasa dengan tulang besi. Kaki panjang mereka penuh duri, dan mereka bisa menembus plat besi yang lebih dari sepuluh sentimeter tebalnya seperti tombak tajam berlian.

Serangga menyadari Fei.

Keinginan untuk daging dan naluri mereka dari pembunuhan kemudian membuat mereka mengelilingi Fei dari semua sisi.

Sekarang, Fei tiba-tiba mengerti mengapa Beijing berubah menjadi reruntuhan.

“Serangga sialan ini; dari mana mereka berasal? Paus Stabila bilang jika semua Polluters sudah tewas. Bagaimana bisa makhluk-makhluk ini muncul di Bumi? Apakah mereka yang tersisa berhasil lolos? Atau Paus Stabila berbohong?”

Fei tiba-tiba merasa seperti dia tampaknya telah melewatkan sesuatu saat ini.

Sementara Fei berpikir, dia tidak membayar banyak perhatian ke serangga yang merangkak ke arahnya dengan gila. Bahkan jika dia tidak bereaksi, Polluters pada tingkat ini tidak bisa mendekat dalam jarak 1.000 meter dari dirinya.

Serangga menyerang ke arah Fei secara nonstop. Dalam rangka untuk mengepung di sekitar bola pelindung Fei, mereka bahkan naik ke atas satu sama lain dan menumpuk tinggi. Sementara raungan mereka terdengar serak, mereka mencoba menggunakan kaki mereka yang seperti Combat Weapon Tingkat Dewa untuk menembus melalui perisai tak terlihat Fei.

“Sekelompok semut … mati” Fei ringan menghembuskan dan melepaskan sedikit kekuatannya, dan semua serangga yang terkena meraung dan menjadi debu, menghilang di udara.

Dunia langsung menjadi tenang.

Tiba-tiba, Fei mengangkat kepalanya dan melihat ke arah gedung pencakar langit yang pernah memiliki lebih dari 100 lantai tapi sekarang setengah runtuh. Ia menemukan sesuatu.

“Dewa! Apa yang aku baru lihat?” Lebih jauh, pria berotot yang mengenakan tank top militer berbaring di tepi atap Times Tower, gedung pencakar langit yang pernah memiliki lebih dari 100 lantai tapi setengah runtuh sekarang. Dia melihat keluar dengan teropong.

Di sampingnya, ada sekitar lima orang Cina yang cemas, takut, dan putus asa.

“Wang Jian, kenapa kau berteriak? Tenanglah! Kau mungkin menarik perhatian serangga yang berada di bawah kita,” seseorang mengeluh.

“Jian Jie, Da Shi, kalian tidak akan percaya dengan apa yang baru saja kulihat!” Wang Jian meletakkan teropong dengan mata terbuka lebar. Dan dia segera merenspon perkataan rekan-rekannya, “Lihat, lihat itu? Ada seseorang di persimpangan sekitar 500 meter …”

“Hah? Seseorang yang masih hidup? Teman malang ini. Apakah ia sudah ditemukan oleh serangga? Ah! Ia dikepung! Sayang sekali. Dia tidak bisa hidup lama,” seseorang mendesah dengan penuh simpati.

“Tidak, kalian harus menonton dengan lebih hati-hati. Serangga itu tidak bisa mendekatinya. Mereka tidak bisa menjadi lebih dekat setelah mereka berjarak sekitar 1.000 meter darinya …” seseorang menyadari penyimpangan tersebut.

“Dia mengenakan jubah putih panjang. Itu terlihat seperti pakaian kuno. Rambutnya sangat panjang. Sial! Apakah orang ini seorang aktor?”

“Hah? Ya, kau benar. Ya Tuhan…”

“Tuan!”

“Tuhan!”

“Budha!”

Orang-orang di atap Times Tower sedang melihat Fei dengan kasihan dan bercanda untuk meringankan tekanan. Tetapi ketika mereka melihat puluhan ribu serangga yang berubah menjadi debu tanpa peringatan, mereka merasa seperti hati mereka secara paksa mengepalkan tangan mereka dengan kuat. Pikiran mereka berbalik kosong, dan mereka bahkan lupa untuk bernapas sejenak.

“Itu … senjata apa itu?”

“Seketika membunuh ribuan serangga?”

Sebagai kelompok yang selamat dan langka di kota, orang-orang ini tahu bagaimana menakutkan serangga itu.

Bahkan senapan kaliber kecil normal tidak bisa menembus tulang besi serangga dari 200 meter. Hanya meriam ripper berat yang bisa menjadi musuh serangga ini, tetapi mereka juga tidak bisa mencapai hasil yang tampaknya berlebihan ini.

-Saat ini-

“Sial! Ia menyadari kita!” Wang Jian melihat bahwa manusia aneh di persimpangan berbalik dan melihat ke atas. Dua garis dingin cahaya tampak ditembakkan keluar dari mata tokoh ini, itu terlihat seperti pisau tajam.

“Siapa dia?”

“Apakah dia Immortal yang turun ke dunia kita?”

Pada saat ini, semua orang terkejut.

“Apakah kalian membicarakanku? Aku bukan Immortal,” suara renyah tiba-tiba terdengar dari belakang kelompok yang ada di atap Times Tower.

Wang Jian dan lainnya merasa ngeri.

Ketika mereka berbalik, mereka begitu terkejut hingga mulut mereka terbuka lebar.

Pria aneh yang berdiri di persimpangan lalu sudah muncul di belakang mereka dalam sesaat.

“Ini … bagaimana dia melakukannya?”

Seseorang berbalik kembali untuk melihat persimpangan; tapi tidak ada yang bisa dilihat lagi disana.

“Kau … siapa kau ini?”

Wang Jian dan lainnya langsung meningkatkan penjagaan mereka, dan jatung mereka berlari. Meskipun mereka lolos dari kematian berkali-kali dan telah terbiasa dengan semua jenis kegiatan yang tak terbayangkan, mereka masih terkejut hingga ke inti mereka ketika mereka menghadapi orang ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *