Hail the King Chapter 1205 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chaprer 1205 : Metode untuk Membalikkan Keadaan

Gulungan ini sepertinya memiliki sejarah yang mengesankan; itu memancarkan kehadiran yang menakutkan.

“Ini disebut [Lucidity Scroll], ditinggalkan oleh eksitensi tertinggi dari Klan Dewa yang selamat dari perang itu. Dia menggunakan teknik rahasia Klan Dewa untuk menyimpan sebagian dari memorinya ke dalam gulungan ini. Dan ini juga akan memberitahu kalian tentang bagaimana menakutkan Polluters itu”

Sementara Stabila berbicara, ia membuka gulungan untuk kemudian menyuntikkan rentetan kekuatan suci ke dalamnya.

Buzz!

Serangkaian getaran muncul di langit.

Kemudian, gulungan memancarkan kabut merah-samar, menciptakan layar cahaya. Beberapa gambaran dari zaman kuno segera muncul di atasnya. Meskipun gambaran itu tidak terlalu jelas, orang-orang di daerah sekitar bisa mengatakan apa yang sedang terjadi hanya dengan melihatnya.

Ini adalah adegan pertempuran, adegan pertempuran dari Era Mythical.

Banyak Polluters tingkat tinggi yang dalam bentuk berbeda sedang bertarung dengan para dewa dan iblis, dan Polluters tingkat rendah yang tak terhitung jumlahnya mengelilingi medan perang dengan ketat.

Monster kuat itu setinggi ribuan meter, dan beberapa dari mereka bahkan tampak seperti gunung daging, beberapa dari mereka seperti naga, dan beberapa dari mereka tampak seperti laba-laba raksasa.

Satu-satunya kesamaan antara mereka adalah bahwa mereka semua sangat kuat.

Monster ini bisa mengendalikan api, meludahkan petir, atau meniup energi dingin. Di bawah serangan mereka, para dewa dan iblis jatuh dari langit dengan demi satu seperti jika seseorang melemparkan kue ke dalam panci air mendidih. Kemudian, dewa-dewa dan iblis itu dikelilingi oleh Polluters tingkat rendah yang bergegas, monster lemah itu segera melahap para dewa dan iblis yang terluka hidup-hidup, mengisap seluruh energi inti mereka.

Berikutnya, Polluters tingkat rendah mulai merusak cangkangnya dan berkembang menjadi monster yang lebih aneh.

Adegan itu hanya mendefinisikan pembantaian! Para dewa dan iblis tingkat tinggi di bunuh di setiap sudut!

Beberapa dewa mencoba melarikan diri menggunakan mantra spasial, tetapi raksasa yang seperti laba-laba meludahkan banyak benang dan menarik mereka keluar dari kekosongan sebelum memotong mereka menjadi banyak potongan.

Langit berdesir seperti laut dalam badai hebat, dan segala macam Polluters keluar dari terowongan hyperspatial dan bergegas menuju dewa dan iblis seperti banjir.

Juga, banyak bola api raksasa jatuh dari langit dan menciptakan kawah yang dalam di tanah.

Dalam waktu kurang dari empat menit, banyak Polluters tingkat rendah merangkak keluar dari kawah seperti gelombang tsunami dan bergabung ke dalam pertempuran.

Ini adalah pertempuran mengerikan yang bahkan membuat para dewa dan iblis putus asa.

Musuh tidak bisa dihapuskan!

Musuh-musuhnya semakin kuat di setiap detik!

Hukum alam yang para dewa dan iblis banggakan tidak bisa menutup terowongan teleportasi milik Polluters, dan mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain berkecil hati ketika musuh terus bertambah jumlahnya.

Juga, ketika dewa atau iblis terbunuh, musuh menjadi sedikit lebih kuat.

Seakan gulungan ini adalah kamera rusak yang mencatat sebagian adegan ini, gambaran yang ditampilkan memiliki kualitas rendah, dan itu berlangsung selama total sekitar 15 menit. Kemudian, semua kabut merah masuk kembali ke dalam gulungan itu dan menghilang.

Semua orang merasa seperti mereka baru saja memiliki mimpi buruk yang menakutkan. Jantung mereka terpacu, tubuh mereka menggigil, dan mereka berkeringat deras.

Beberapa master bahkan sudah memucat dan ketakutan tertulis di wajah mereka saat mereka terkejut dan takut dengan adegan yang ditampilkan.

Ini memang tampak seperti bencana yang mengakhiri dunia.

Jika yang disebut Polluters muncul di Azeroth hari ini, seluruh benua pasti akan ditaklukkan tanpa diragukan lagi! Manusia tidak akan bisa bertahan lama.

Tentu saja, setelah beberapa orang tenang, mereka juga mulai meragukan validitas gulungan ini.

“Alexander, bagaimana menurutmu?” Continental Martial Saint Maradona bertanya dengan ekspresi serius.

Fei mengangguk dan menjawab, “Sebagian besar informasinya selaras dengan informasi yang telah kuperoleh. Juga, gulungan ini tidak mungkin palsu. Aura waktu yang berasal dari gulungan itu berisi kekuatan ilahi kuno dari seorang Supreme God”

“AKu juga merasa seperti itu” Maradona mengangguk.

Percakapan antara dua orang ini memberikan kekuatan yang meyakinkan dan tak terbantahkan pada keaslian gulungan. Human Emperor of the North dan Continental Martial Saint, keduanya berdiri di puncak dunia. Dan karena keduanya sepakat bahwa gulungan itu asli, maka semua keraguan menguap di benak master manusia lainnya.

Setelah berpikir sejenak, Fei memikirkan sesuatu dan bertanya sambil melihat Paus Stabila, “Menurut isi gulungan ini, Polluters yang menghancurkan Klan Dewa dan Iblis. Sulit untuk percaya bahwa Polluters dikalahkan setelahnya”

Semua orang mengangguk juga.

Melihat bahwa pertempuran hanya bergerak di satu sisi, sulit untuk percaya bahwa Klan Dewa dan Iblis mampu menggunakan metode untuk mengubah situasi putus asa mereka.

Stabila mendesah, “Ini adalah aspek yang menakutkan dari Klan Dewa dan Iblis. Meskipun mereka disudutkan, mereka masih memiliki kartu tersembunyi mereka sendiri. Setelah semua, mereka adalah Penguasa benua dan ruang ini. Pada akhirnya, Lord Klan Dewa dan Lord KLan Iblis membuang dendam mereka dan bekerja bersama-sama. Dengan darah ilahi dan iblis mereka, mereka membangunkan Saint Item Set of Creation yang God of Creation tinggalkan. Kemudian, mereka menyulut energi inti mereka dan mengalahkan Polluters dengan bantuan kekuatan dunia ini”

Sementara mengatakan itu, Stabila mengambil gulungan merah lain.

Kemudian, kabut merah keluar dari gulungan ini juga dan membuat layar cahaya yang kasar dan buram lainnya.

Tapi –

Gambaran yang ditampilkan oleh gulungan ini benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Sementara api energi menusuk-mata dibakar, dua tokoh, satu putih dan satu hitam, berdiri di atas tahta yang tampak samar-samar di langit tinggi. Meskipun layar kabur, orang bisa mengatakan bahwa salah satu dari dua tokoh adalah laki-laki tampan sementara yang lain adalah perempuan yang cantik. Kedua tangan mereka berpegangan dan mengendalikan beberapa senjata yang tidak bisa dilihat dengan jelas.

Api energi menakutkan melonjak seperti gelombang laut dalam badai, dan Polluters terlihat seperti butiran pasir di padang pasir. Ketika musuh-musuh ini menyentuh api energi, mereka langsung kering dan runtuh sebelum berubah menjadi abu dan menghilang.

Situasinya terbalik!

Cahaya suci menyelimuti seluruh benua, dan semua Polluters hancur oleh itu, meninggalkan benua dalam keadaan rusak parah.

Ketika Polluters terakhir menghilang di benua, api energi bergelombang cepat untuk kemudian segera redup.

Sekarang, pria dan wanita di langit bisa terlihat jelas.

Mereka sangat enak dilihat dan tak tertandingi.

Laki-laki itu tampaknya berusia sekitar 20 tahun, dan ia adalah seorang tokoh yang gagah dengan rambut hitam panjang, mencuri cahaya dari matahari. Perempuan di sisinya juga dalam keadaan prima, rambutnya yang panjang hitam kontras dengan kulitnya yang seperti batu giok. Bahkan deskriptor yang paling berlebihan tidak bisa mengugkapkan 0,01% keindahan penampilannya. Dia seperti bulan perak murni di mata orang lain.

Ketika para penonton melihat wajah dua sosok ini, mereka dikejutkan dan merasa rendah diri sementara memuji dalam pikiran mereka.

Kedua tokoh adalah pasangan yang sempurna satu sama lain.

“Kita akhirnya mengalahkan musuh?” Suara lelah penuh dengan kemalangan keluar dari mulut sosok laki-laki.

“Ya, Polluter di benua ini akhirnya musnah” Suara wanita terdengar halus dan lembut, mengandung suatu perasaan tak terlukiskan.

Keduanya lalu mendongak ke langit, dan layar tiba-tiba berkedip dan menjadi kabur.

Setelah beberapa detik, layar kembali normal, dan 4 hingga 5 berkas cahaya terbang keluar dari tubuh keduanya. Beberapa berkas cahaya menghilang ke langit, beberapa dari mereka berlari ke dalam tanah, dan beberapa dari mereka menghilang ke laut.

“Manusia, kami berharap jika kalian … tidak akan membuat kesalahan yang sama …” Sementara kedua tokoh itu mendesah, banyak celah tipis tiba-tiba muncul di tubuh mereka.

Dan seperti kulit telur yang kering, mereka retak, dan fragmen mereka terbang ke langit.

Seakan hanya menyisakan kulit tipis saja; semua organ, tulang, otot, dan darah mereka sudah menghilang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *