Hail the King Chapter 1192 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1192 : Menggunakan Semua Metode Membunuh

Serangkaian lagu ilahi terdengar dari dalam tubuh Platini.

Lalu, banyak malaikat tempur bersayap delapan berjalan keluar dari gerbang cahaya yang muncul di belakang Platini. Sambil mengayunkan pedang cahaya mereka yang menakutkan, mereka bergegas mengepung Fei seperti banjir.

“Ha ha! Bajingan! Bertarunglah satu lawan satu! Jangan panggil mainan lemah yang hanya akan membuatmu malu sendiri!” Fei tertawa dan lalu melambaikan palu raksasanya, membuat malaikat tempur bersayap delapan yang memiliki kekuatan setara dengan Godly King tingkat rendah jatuh dan hancur seperti boneka porselen.

Namun, lebih banyak malaikat tempur bersayap delapan bergegas muncul menggantikan yang telah jatuh.

Fei melolong dan menembak ke arah Platini.

“Dewa mengatakan bahwa semua kejahatan akan dipenjara, menghilang di bawah pisau dari para prajurit ilahi!” Kalimat ini berisi hukum mistis alam, dan itu mengalir keluar dari mulut Platini.

Di sisi lain, Fei tetap gagah mendekat, tapi kekuatan tak terlihat tiba-tiba muncul di sekelilingnya, dan itu memperlambatnya.

Whoosh! Whoosh! Whoosh! Whoosh!

Pada saat yang sama, banyak pedang cahaya, belati cahaya, dan tombak cahaya menyerang ke arah Fei. Malaikat tempur bersayap delapan menggunakan serangan mereka yang paling kuat dan melepaskan segala macam mantra dan energi berbagai warna ke arah Fei.

Sambi dilahap oleh api energi emas, senyum muncul di wajah Platini.

Boom! Boom! Boom!

Namun, garis-garis api emas muncul dalam ledakan yang terjadi di tengah para malaikat tempur. Seperti pedang yang tajam, api itu menembus malaikat tempur bersayap delapan yang memakai baju besi ilahi. Dan terlepas dari bagaimana mereka melolong dan berjuang, mereka tidak bisa melarikan diri. Segera, lubang raksasa muncul di tubuh mereka saat api yang sangat panas membakar mereka.

Cahaya balok keemasan tak berujung bersinar pada tubuh Fei saat ia perlahan-lahan melayang.

“Ini tidak berguna. Jangan menggunakan trik ini untuk membuat malu dirimu sendiri” Seperti dewa perang, Fei menatap lawannya dan mengejek, “Jika Wakil Paus Gereja Suci hanya memiliki tingkat kekuatan sepeti ini, maka pertempuran hanya akan sampai sini saja!”

Ekspresi Platini membeku untuk sesaat.

Kekuatan Human Emperor of the North jauh melampaui estimasi Platini dan apa yang ditampilkan dalam laporan intelijen. Platini sebelumnya hanya berpikir bahwa Fei seorang karakter kecil yang hanya baru saja melewati Ranah Godly King. Namun, Fei ternyata sudah berada di level 6 Ranah Godly King.

“Anak ini … bagaimana cara dia berlatih?”

Di saat berikutnya, Fei dan Platini kembali ke pertempuran sengit.

Di bawah kekuatan penuh Platini, tongkat Ragnarok berubah menjadi naga tombak mewah dan berwarna emas. Platini menggunakan teknik tombak jarak dekat yang bahkan bisa membunuh seorang Godly King! Meskipun karakter barbarian Fei adalah seorang master pertempuran jarak dekat, ia tidak bisa benar-benar menekan Platini saat ini.

Jenius! Platini memang seorang jenius langka!

Di samping, 12 doppelgangers Maradona terus bertarung melawan 12 [Godly Warriors]. Dan saat ini, Maradona sendiri sedang bersantai duduk di batu hijau yang merupakan jantung seorang Supreme God. Sementara menyilangkan kakinya, ia merokok cerutu dan terus menyaksikan pertempuran.

Terlepas dari bagaimana kuat dan destruktif energi gelombang di ruang ini, mereka tidak bisa mencapai jarak 100 meter dari dirinya.

Di sisi lain, Valkyrie Elena ditutupi lapisan biru api energi sihir, yang mampu menghalangi semua gelombang energi sisa. Dia sedang menonton Fei bertempur dengan sabar. Karena pemahaman yang mendalam antara keduanya, Elena tahu apa yang Fei inginkan, dan ia tidak berpartisipasi dalam pertempuran.

Setelah maju ke ranah Godly King, gaya tempur seseorang pasti akan berubah ke akar mereka dan menjadi sangat sederhana. Teknik mewah dan mantra tidak berguna lagi di level ini.

Saat mengganti posisi di udara dengan kecepatan yang tidak ada manusia bisa pahami, Fei dan Platini menyerang satu sama lain dengan gerakan sederhana satu sama lain.

Palu dan tombak saling bertabrakan berulang kali, menciptakan suara yang memekakkan telinga.

Juga, keduanya meninggalkan banyak bayangan di udara saat mereka bertarung. Rasanya seperti ada ribuan Fei dan Platini pada waktu tertentu.

Serangan yang keduanya gunakan sangat sederhana; bahkan prajurit biasa bisa menggunakannya.

Namun, setiap serangan it mengandung hukum alam yang menakutkan, itu mampu menyerang dan menghancurkan tanah. Jika ruang ini tidak diperkuat oleh hukum residual milik mayat Supreme God itu, tempat ini pasti sudah hancur sejak lama.

“Hei, hati-hati. Kau harus cepat; 12 menit hampir berakhir” Maradona yang santai menonton di samping mengingatkan Fei.

Maradona telah memahami sebagian dari rahasia mengenai jantung Supreme God ini, tapi ia hanya bisa mengontrol penjara cahaya hijau ini selama 12 menit. Setelah waktu itu berlalu, sangat mungkin bahwa Platini akan mampu merebut kembali kontrol atas ruang ini. Bahkan jika dia tidak bisa membalikkan meja, ia pasti bisa melarikan diri.

Dan setelah Platini melarikan diri dan kembali ke markas besar Gereja Suci, akan hampir mustahil untuk membunuhnya lagi saat ia akan dilindungi oleh master yang tak terhitung jumlahnya dari Gereja Suci.

“Baiklah!” Teriak Fei, dan palu raksasa di tangannya segera menembakkan serangkaian rune merah dan mengetuk Platini pergi.

Pada detik berikutnya, cahaya melintas di tangan Fei. [Immortal King’s – Stone Crusher] digantikan oleh tongkat perak yang tampak sederhana.

Boom!

Fei mengayunkan tongkat ini, dan Platini langsung terbang kembali sementara memuntahkan darah emas.

Situasi langsung berbalik saat ini.

“Scepter of Creation? !!” Platini berteriak keras saat ekspresi tak percaya muncul di wajahnya. Situasi buntu benar-benar telah dirusak!

Platini merasakan kekuatan menakutkan yang terkandung di dalam tongkat perak pada tangan Fei! tongkat ini bahkan mampu meninggalkan tanda pada Scepter of Ragnarok miliknya, yang sebuah Combat Weapon tingkat Dewa.

“Itu benar. Sekarang, biarkan semuanya berakhir!” Dengan Scelpter of Creation di tangannya, Fei cepat terbang tinggi ke langit. Setelah menyuntikkan energi ilahih yang tak terhitung jumlahnya ke dalam inti tongkat, kekuatan dan kekuasaan Fei menjadi tak terbayangkan tinggi.

Meskipun Platini adalah seorang Godly King tingkat tinggi, tubuhnya mulai retak dan runtuh ketika ia sedikit menyentuh aura Fei.

“Sial! Kau telah benar-benar memahami rahasia Scepter of Creation?” Platini terkejut hingga ke intinya.

Fei tidak menjawab. Sebaliknya, ia melepaskan kekuatan penuh dan menggunakan Scepter of Creation.

Jumlah besar kekuatan ilahi diperlukan untuk sepenuhnya menggunakan tongkat legendaris dan tak terkalahkan ini. Dan meskipun Fei sudah berada di tingkat 6 Godly King, ia masih kesulitan untuk menanganinya.

Ini juga alasan mengapa Fei terus menyimpan kartu tersembunyi ini untuk saat-saat terakhir.

Jika sesuatu yang tidak beres terjadi, energi Fei akan tersedot hingga kering.

Platini benar-benar ditekan, dan banyak retak berdarah muncul di tubuhnya seolah-olah ia adalah toples kaca yang dijatuhkan ke tanah. Meskipun adegan tampak menakutkan dan mengerikan, Platini tetap Godly King yang memungkinkan dia untuk mempertahankan diri untuk sementara waktu.

“Human Emperor of the North! Kau memaksaku untuk melakukan hal ini!”

Ekspresi Platini tiba-tiba berubah kejam, dan ia tidak lagi tampak dingin dan anggun. Seperti binatang yang terluka parah, dia meraung keras seolah-olah ia telah membuat sebuah keputusan penting.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *