Hail the King Chapter 1173 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1173 : Siapa Kau? (I)

Fei tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Ia lalu ringan melambaikan tangannya, dan borgol sihir di tangan putri naif dan lucu itu dengan ringan bergetar sebelum berubah menjadi debu dan menghilang.

Kemudian, Fei berbisik sesuatu ke telinga Tanya, dan prajurit perempuan ini segera melesat keluar dari istana dan menghilang.

Hingga saat ini, ribuan tentara dan penjaga di luar istana masih belum menemukan perubahan yang terjadi di dalam istana.

Seperti pemilik istana ini, Fei berjalan ke sekitar dan menikmati mural halus yang mengiasi dinding.

Istana ini didekorasi dengan gaya mewah, dan hampir semuanya terbuat dari emas atau terbuat dari batu giok. Di depan kursi utama, ada meja giok hijau halus dan mengkilap, dan di atasnya semua jenis makanan lezat dan minuman keras di letakkan. Sudah jelas bahwa makanan mewah ini baru disiapkan, dan itu cukup mewah.

Adegan seperti ini tidak sesuai dengan situasi yang mengerikan di sisi Kota Iduna, yang tidak memiliki makanan dan air minum, ini juga dengan jelas mencerminkan status dan prestise dari pemilik istana.

Fei duduk, dan Jean datang mendekat untuk menuangkan secangkir minuman keras.

Fei tidak terlihat cemas atau tidak sabar sama sekali. Dia tampak menunggu sesuatu.

Sementara terus tampak seperti pemilik istana, Fei memejamkan mata dan mulai menikmati semua hal-hal yang di atas meja.

Melihat ini, Victoria tertawa dan duduk di samping Fei tanpa pikir panjang. Kemudian, dia meraih makanan lezat di meja giok dan minum minuman keras, melahap makanan dan mengabaikan citranya.

Sepertinya gadis naif dan lucu ini menjadi lapar setelah berkeliaran di jalan-jalan.

Sekitar sepuluh menit kemudian, serangkaian langkah yang jelas terdengar dari luar istana.

“Ha ha! Elton, kau hebat! Kudengar kau mendapatkan beberapa barang berkualitas? Apakah itu benar?” Serangkaian teriakan keras dan liar terdengar di luar istana.

Kemudian, seorang pria tangguh setengah baya berjalan dari luar ke dalam dengan langkah-langkah besar saat senyum sabar bersinar di wajahnya. Dia berotot, tampak jelek dengan gigi menonjol dan bibir tebal, ia juga memiliki rambut merah pendek yang berantakan.

Di belakang pria ini, adalah Mage Bintang Empat yang bernama Felipe, yang baru saja meninggalkan istana.

“Hah? Elton … apa yang terjadi? Siapa kau?”

Orang jelek, berotot, dan setengah baya itu cukup sadar dengan lingkungannya. Begitu ia melangkahkan kaki ke istana, ia melihat bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Setelah sekilas, ia melihat Elton dan selusin master yang telah jatuh. Kemudian, matanya langsung berkontraksi, dan ia mengeluarkan rentetan kehadiran kuat. Ia melepaskan tekanan kuat dan melanda seluruh istana. Setelah melakukan hal itu, ia menatap Fei dengan tajam, tatapanya seperti pisau.

“Kalian!” Mage Bintang Empat – Felipe, terkejut karena ia langsung mengenali Fei dan dua gadis.

Kemudian, orang ini dengan cepat berjalan mendekati manusia setengah baya berotot sebelum membisikkan sesuatu.

“Katakan padaku, siapa kau?” Setelah memahami apa yang terjadi sebelumnya, pria paruh baya itu sedikit terkejut, tapi dia cepat tenang.

Senyum mengejek muncul di wajah orang ini, dan ia menatap Fei saat ia berkata dengan rasa ingin tahu, “Kau berani untuk memainkan sebuah trik di hadapanku, Horton? Sepertinya kau cukup percaya diri. Anak muda, aku menghargai keberanianmu. Hari ini, aku akan membuat pengecualian dan membiarkanmu berbicara. Ceritakan tentang latar belakangmu”

Horton! pria paruh baya jelek dan berotot ini adalah salah satu master tingkat tinggi Iduna yang berperan penting dalam perang melawan goblin. Dia adalah sosok yang mendominasi di kota, dan bahkan Kepala Komandan Gotze yang merupakan pemimpin dalam nama harus bersikap sopan kepadanya.

Horton berpikir bahwa pemuda ini akan bereaksi setelah mendengar namanya, tapi ia kecewa.

Dari awal sampai akhir, pemuda putih yang duduk di kursi utama di istana hanya dengan anggun meminum minuman keras yang prajurit wanita lucu tuangkan untuknya. Pemuda ini tampaknya begitu mabuk dengan minuman keras hingga ia benar-benar diabaikan Horton.

Dengan sikap ini, Horton merasa seperti anak muda ini adalah Godly King di Surga sedangkan dia setitik debu di tanah.

Tidak hanya itu, bahkan keindahan besar yang duduk di samping pemuda putih dan melahap makanan yang bertindak seolah-olah dia tidak makan dalam sepuluh hari juga tidak bereaksi setelah mendengar namanya.

“Huh! Apa kau ingin bermain trik di hadapanku? Apa kau mencari kematian?”

Kesabaran Horton terbatas, dan ia menjadi marah setelah diabaikan. Dia lalu melambaikan tangannya, dan rentetan energi merah menakutkan kemudian ditembakkan ke arah Fei.

“Aku akan membunuh wajah putih nekat ini … kedua wanita itu cantik. Aku benar-benar akan menikmati mereka. Kemudian, aku dapat menghadiah mereka kepada orang lain dan mendapatkan kekuatan-kekuatan yang masih ragu-ragu. Pada waktu yang kritis, keindahan seperti itu jarang muncul di Kota Iduna” Horton sedang menghitung dalam pikirannya.

Pada kenyataannya, Horton tidak benar-benar mempertimbangkan Fei dan dua gadis sebagai musuh.

Di Kota Iduna, kecuali untuk Gotze, Master No.1 Ormond, tidak ada orang lain yang bisa bertempur dengannya. Juga, Fei hanya tampak seperti orang biasa yang tampaknya sangat lemah dan rapuh.

Dari perspektif Horton, Fei dan Victoria hanya bertaruh pada kekuatan Jean yang merupakan Elit Kelas Bulan tingkat tinggi.

“Hehe, hanya gadis itu yang merupakan ELite Kelas Bulan tingkat tinggi … mereka pasti akan mati!”

Pada saat ini, [Crazy-Wild Boar] – Elton, tiba-tiba terbangun dari pingsannya.

“Tidak …” Melihat kakaknya menyerang Human Emperor of the North, Elton menjadi cemas dan meludahkan seteguk darah sebelum pingsan lagi.

Pada saat yang sama, ekspresi Horton berubah. Dia terkejut saat menemukan bahwa sinar merah yang ia tembakkan, yang langsung bisa membunuh Lord Kelas Matahari, menghilang tanpa jejak sebelum bisa mendekat dalam jarak meter sepuluh dari pemuda putih itu.

Rentetan energi itu hilang kontak dari Horton! Itu aneh sekaligus memberinya peringatan!

“Apa yang terjadi?” Horton akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.

Pada saat ini, pemuda putih yang duduk di kursi utama mendongak. Dia tersenyum, tapi giginya yang putih tampak seperti pisau yang tajam dalam cahaya redup.
Di mata Horton, senyum ini tak terlukiskan menakutkan. Juga, rasa dingin naik ke tulang punggungnya tanpa peringatan, hampir membekukan ia sampai mati.

“Sudah berapa lama sejak aku merasa seperti ini? Tenggorokan yang diancam oleh Grim Reaper?” Pikir Horton saat tanpa sadar menelan ludah.

Kemudian, ia mengambil beberapa langkah mundur dan bertanya dengan hati-hati, “Siapa kau?”

“Tentu saja, aku adalah seseorang yang ditangkap oleh adikmu yang baik” Fei mulai berbicara setelah dia menghabiskan sisa terakhir minuman keras dalam cangkirnya, “Aku berpikir bahwa hanya lemak Elton itu saja yang melakukan perbuatan jahat seperti menculik wanita sipil dan membunuh penduduk di kota. Cukup mengejutkan jika kau, Tuan Horton, master yang mendominasi, ternyata terlibat juga dalam bisnis kotor dan berdarah ini dalam kegelapan”

“Huh! Jadi kenapa jika aku terlibat?” Horton secara bertahap tenang.

Setelah memikirkan tentang kekuatan di belakangnya dan statusnya di Kota Iduna, ia tidak takut lagi meskipun ia tahu bahwa orang ini di depannya lebih kuat.

Horton mengejek tanpa jejak ketakutan, “AKu bertarung dengan goblin siang dan malam, berdarah dan berkeringat. Aku mempertaruhkan nyawaku dan menari bersaa dengan Grim Reaper setiap hari. Setelah memberikan begitu banyak hal, kenapa aku tidak bisa menikmati beberapa wanita cantik? Ini adalah kehormatan besar bagi mereka!”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *