Hail the King Chapter 1167 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1167 : Iduna – Di Ambang Kehancuran

Kedua prajurit wanita tidak tahu bahwa mereka akan bertemu Fei di Kota Iduna, jadi mulut mereka terbuka lebar karena shock saat sukacita muncul di wajah mereka.

Di sisi lain, Valkyrie Elena jelas tahu bahwa Fei akan muncul di sini.

Senyum langka muncul di wajah dingin Elena, dan keindahan yang menakjubkan ini mencuri sorotan dari orang lain. Sambil tersenyum, dia lalu berjalan dan dengan ringan meletakkan tangannya di salah satu lengan Fei, menjadi lembut dan penuh kasih seperti gadis biasa.

Jika master tingkat tinggi seperti Gerard melihat adegan ini, mereka akan sangat terkejut hingga rahang mereka akan terjun jatuh.

Siapa yang bisa membayangkan bahwa Valkyrie yang tak terkalahkan di wilayah selatan dan menewaskan banyak dewa goblin mampu menunjukkan ekspresi yang menawan dan sedikit pemalu seperti itu? Lagipula, citra dirinya adalah seorang Dewa kuat yang dingin.

Prajurit perempuan dari [Rogue Encampment] sangat dekat dengan Elena. Dan karena Elena dan keduanya sedang menyelinap keluar dan berkeliaran, maka dua gadis ini tidak bertindak formal dan segera menaruh tangan mereka di Fei dan memanggilnya ‘kakak ipar’.

“Wow! Kakak ipar! Kenapa kamu ada di sini?” Prajurit perempuan muda dan cantik bernama Jean tertawa dan bertanya.

“Hehe, tentu saja, itu karena aku merindukanmu, jadi aku datang untuk melihatmu,” jawab Fei sambil berjalan ke depan.

Prajurit perempuan lainnya yang bernama Tanya tersenyum dan menggoda, “Kakak ipar, kupikir kamu berbojong. Aku yakin kamu hanya rindu dengan Suster Elena, bukan kami”

Fei tertawa dan berkata, “Hehe, aku merindukan kalian semua”

Mendengar ini, senyum muncul di wajah Valkyrie.

Meskipun Elena hanya menghabiskan beberapa menit dengan Fei, dia tersenyum lebih banyak dibandingkan dengan dua bulan terakhir. Dia tidak terlihat membunuh dan dingin seperti yang dia lakukan di medan perang. Sebaliknya, dia tampak menarik dan indah saat ini.

“Kakak ipar, bagaimana kamu tahu bahwa kami akan pergi ke sisi?” Jean masih berusia 18 tahun, dan dia adalah prajurit perempuan termuda yang bergabung dengan pasukan ekspedisi. Dia berbicara seperti burung kecil.

“Hehe, kakak iparmu sangat kuat! Tidak peduli ke mana kalian pergi; Aku akan tahu di mana kalian berada”

Jarang untuk Fei memiliki beberapa waktu kosong, jadi raja tidak bertindak anggun sama sekali. Dia bercanda dan tertawa bersama dengan para gadis.

Tentu saja, semua orang yang ada di jalanan tidak tahu bahwa anak muda yang memiliki senyum seperti bajingan dan didampingi oleh tiga keindahan adalah Human Emperor of the North.

Saat ini, senyum terang Fei bisa dengan mudah memicu kebencian di dalam hati orang lain saat ia berjalan-jalan dengan keindahan, tampak seperti seorang pemuda kaya dari keluarga yang kuat.

“Wow, Kakak ipar mulai membual lagi! Oh, benar. Sekarang, banyak orang membicarakanmu. Terutama kekuatanmu; banyak orang yang berspekulasi tentang hal itu. Kakak ipar, apa kamu benar-benar seorang Godly King?” Prajurit perempuan yang bernama Tanya juga cukup penasaran, jadi dia mengatakan semua pertanyaan yang ada di dalam benaknya.

Fei tersenyum dan mengangguk.

“Wow! Begitu kuat!” Dua prajurit perempuan yang murni dan baik itu tersentak.

Pada kenyataannya, Fei sudah melampaui Ranah True God sekitar sebulan yang lalu. Dengan mencapai tingkat 25 persen dalam kecocokannya, ia sudah memasuki Ranah Godly King.

Pada periode setelah pasukan ekspedisi dari Kekaisaran Wilayah Utara memasuki wilayah selatan, Valkyrie memang memamerkan kekuatan pasukan di mata publik, tapi Fei selalu mengamati dan bersembunyi dalam gelap. Setiap kali dewa goblin tewas, esensi intinya akan diserap oleh Fei sebelum esensi itu bisa hancur dan menjadi sia-sia. Semua esensi itu digunakan untuk bahan bakar Godly Realm.

Dalam perjalanan, lebih dari 100 dewa goblin dibunuh oleh Elena, yang mana menyediakan rentetan energi terus menerus untuk Fei.

Juga, pada Pertempuran di Westphalia Grassland, Fei menggunakan Scepter of Cretion dan langsung membunuh Godly King Goblin Bordiga lalu menyerap lebih dari setengah dari energinya.

Setelah itu, tingkat kecocokan Fei dengan Godly Realm mencapai 30 persen, setara dengan level 3 Godly King.

Sekarang, Fei bisa dihitung sebagai Master No.1 di Azeroth!

Tentu saja, lebih dari 1.000 tahun telah berlalu sejak akhir Era Mythical, dan banyak fakta-fakta yang hanya tampak jelas di permukaan.

Tidak ada yang tahu jika Gereja Suci, kekuatan yang telah mendominasi benua selama lebih dari 1.000 tahun, mungkin memiliki kartu tersembunyi yang unik dan master tersembunyi. Juga, sulit untuk mengatakan jika Continental Martial Saint Maradona, manusia yang paling kuat di bawah bintang-bintang, hanya masih seorang puncak Demi God hingga saat ini.

Ketika situasi di benua menjadi intensif, dan semakin banyak perang muncul, tidak ada yang tahu jika beberapa master kuno bahkan mungkin akan melompat keluar dari kuburan mereka.

Kecuali untuk bertemu dengan Ratu dan memuaskan rasa haus, Fei juga datang ke Kota Iduna untuk memeriksa situasi di salah satu dari dua kota manusia terakhir yang tersisa di wilayah selatan.

Dari laporan rahasia yang Letter Office berikan, sepertinya Kekaisaran Wilayah Utara dan Gereja Suci akan memiliki pertempuran berat di wilayah selatan. Ada beberapa rahasia yang tersembunyi di wilayah selatan, dan mereka adalah potongan penting dalam teka-teki ekspansi Gereja Suci.

Fei harus membuat beberapa persiapan untuk itu.

Empat orang lalu berkeliaran di jalan-jalan Iduna tanpa tujuan.

Orang lapar ada di mana-mana di jalan.

Setelah sejumlah besar pengungsi bergegas ke kota, goblin benar-benar mengelilingi kota. Akibatnya, ada kekurangan pangan. Sekarang, makanan dikontrol ketat oleh pemerintah daerah, dan para prajurit dan anggota militer memiliki prioritas utama.

Warga biasa dan pengungsi yang berlari kemari untuk melarikan diri dari perang tidak memiliki jaminan apapun. Mereka semua hampir berada di ambang kelaparan sampai mati.

“Tuan, tolong! Tunjukkan belas kasihan! Tolong! Aku belum makan apa-apa dalam dua hari. Tolong beri aku sepotong roti. Bahkan roti yang berjamur juga tak masalah!” Seorang senior yang berambut putih meminta-minta di tanah. Dia begitu kurus hingga kulitnya melilit tulang-tulangnya, ia melihat pejalan kaki dengan keinginan untuk hidup.

“Siapa yang bisa memberikan setengah sepotong roti? Maka wanitaku akan tidur dengannya untuk satu malam. Kau dapat melakukan apapun yang kau inginkan padanya! Lihatlah bagaimana putih kulitnya …”

Seorang pria yang hampir pingsan karena kelaparan berteriak di sisi jalan.

Di samping orang ini adalah seorang wanita muda yang hampir telanjang. Tubuhnya agak memikat, dan kulitnya mhalus dan putih. Hal ini menunjukkan bahwa ia pernah hidup nyaman dengan makanan berlimpah dan pakaian. Tapi sekarang, ia telah jatuh ke situasi yang sangat tragis ini.

Tidak ada yang tahu jika orang ini adalah suaminya atau bukan, tapi ia menarik baju wanita itu dan menunjukkannya ke prajurit dan pejalan kaki seperti sedang menjual barang dan ingin mendapatkan harga yang baik.

Di samping dua orang ini, banyak pengungsi yang kurus dan berkulit kuning karena kelaparan. Ini pasti daerah pengungsian di Iduna.

Semua jenis teriakan terdengar di tempat ini. Ada orang-orang yang menjual barang-barang, dan wanita menjual diri mereka sendiri. Bahkan, ada orang yang menjual anak-anak mereka dan segala macam hal-hal aneh. Apa pun yang bisa menjadi nilai potensial sedang ditampilkan disini.

Perang dan dikepung oleh goblin untuk waktu yang lama membuat sistem mata uang di Iduna runtuh.

Emas dan perak di tempat ini hanya bernilai kurang dari sepotong roti.

Melihat semua ini, Fei secara bertahap mengerutkan kening.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *