Hail the King Chapter 1160 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1160 : Tekanan dan Resisten

Situasi tragis membuat semua jenderal dan prajurit dari berbagai Kekaisaran yang memutuskan untuk mengikuti Gereja Suci merasakan nuansa dingin di dalam hati mereka.

Tanpa diragukan lagi, mereka sudah diperlakukan sebagai umpan serta alat, dan mereka digunakan untuk memperlambat serangan tak berujung dari militer goblin. Di sisi lain, pasukan Gereja Suci, Barcelona, ​​dan Juventus bisa tinggal di pusat perkemahan dan terus menjaga kekuatan mereka.

Pertempuran menjadi lebih dan lebih intens.

Semakin banyak goblin muncul, dan mereka tidak bisa semuanya terbunuh.

Perang ini membuat banyak orang merasakan rasa putus asa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rasanya seperti bahkan jika semua orang terbunuh, perang ini tetap tidak akan berakhir.

Di langit, lebih banyak goblin yang lebih kuat dan diselimuti oleh api energi hijau muncul.

“Ah!” Sementara jeritan bergaung di langit, master manusia tewas dan jatuh ke tanah, mereka dirobek menjadi potongan-potongan. Daging mereka bahkan dimakan oleh para master goblin.

Melihat ini, banyak tentara manusia menjadi marah, dan mata mereka terbuka begitu lebar hingga sudut mata mereka seakan robek.

“Tidak! Goblin menerobos perkemahan di barat laut!”

Sementara jeritan panik terdengar, perisai energi yang diciptakan oleh array sihir di perkemahan Kekaisaran Sunderland yang berada di barat laut sudah hancur seperti cermin. Kemudian, sejumlah besar goblin bergegas masuk seperti banjir hijau yang tak berujung.

Para prajurit dari Sunderland yang memakai zirah putih biru tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti perahu nelayan kecil dalam badai di laut, mereka segera dilahap.

“Pertempuran ini tidak bisa diperjuangkan lagi! Mundur! Mundur!” Komandan Johnson dari Sunderland berteriak, dan hatinya berdarah.

Di antara semua tentara dari Sunderland yang dikuburkan oleh para goblin, 10.000 dari mereka adalah elit, dan kekaisaran sudah menuangkan banyak sumber daya ke mereka untuk bisa mengangkat mereka ke tingkat ini. Namun, mereka malah meninggal di sini tanpa membuat dampak yang besar untuk benua.

“Mundur! Cepat mundur! Jangan melawan!” Johnson meraung, dan ia memerintahkan kurang dari 1.000 tentara Sunderland untuk mundur ke arah perkemahan Juventus.

Dalam sekejap, kelompok besar goblin sudah melahap perkemahan dari Sunderland.

Teriakan dan raungan dari goblin terus bergaung di langit.

“Beraninya kau? Siapa yang mengizinkanmu untuk mundur?” Teriakan terdengar dari perkemahan dari Juventus.

Seorang pria berotot dengan zirah hitam dan putih kemudian keluar dari perkemahan Juventus. Sementara ia meraung, dia mengeluarkan pedang dari pinggangnya dan langsung mencincang puluhan prajurit dari Sunderland, yang berjalan di bagian depan, menjadi potongan-potongan.

“Bajingan! Apa kau masih memiliki sisi kemanusiaan di dalam dirimu? Kau tidak melawan goblin, dan sekarang kau malah membunuh sekutumu?” Johnson sangat marah hingga ia menggigil tanpa henti, dia lalu berubah menjadi seberkas cahaya dengan pedangnya, menyerang pria berotot ini.

Tink! Tink! Tink!

Serangkaian bunga api muncul di langit.

“Sembrono! Kau hanya seorang komandan tingkat rendah dari Kekaisaran tingkat 8! Beraninya kau menyerangku, Iaquinta?” Pria berotot dari Juventus itu meraung.

“Kau bajingan! Kau membunuh prajuritku, maka aku akan membunuhmu!” Johnson sangat marah dan matanya sudah berubah merah.

“Huh! Sekelompok tentara yang dikalahkan! Bagaimana bisa kau berani melarikan diri dari pertempuran? Kalian semua harus dibunuh sebagai contoh!” Iaquinta mengejek dan bahkan memprovokasi sambil memerintahkan tentara dari Juventus, “Pasukan dari Juventus, buka array sihir dan tutup pintu masuk perkemahan. Bunuh semua pengecut dari Sunderland yang melarikan diri dari pertempuran ini!”

“Kau …” Johnson sangat marah.

Hanya dalam beberapa detik, beberapa ratus tentara terakhir dari Sunderland tewas di tangan rekan-rekan mereka, tentara dari Juventus.

“Juventus … tindakanmu sudah melewati garis!”

Tindakan gila itu langsung membuat marah Kekaisaran lain juga.

Master tingkat tinggi seperti Fellaini dari Kekaisaran Everton, Denuo dari Spanyol, dan Milosevic dari Kekaisaran Osasuna terbang ke udara dan berdiri dengan Johnson, menatap Iaquinta dengan marah.

“Huh! Apa yang salah dengan aku membunuh para pengecut yang melarikan diri dari medan perang?” Ejek Iaquinta.

“Yuck! Dimana wajahmu?” Johnson hampir meledak karena marah. “Tentaraku dari Sunderland sudah berjuang melawan goblin selama satu hari, dan kami menewaskan lebih dari 200.000 musuh. Dari 40.000 tentara, hampir dari 30.000 meninggal di medan pertempuran dengan penuh hormat. Selama ini, apa yang bajingan sepertimu lakukan? Kalian hanya tinggal di pusat perkemahan seperti kura-kura, dan kau tidak melakukan apa pun untuk pertempuran. Dari mana kau mendapatkan keberanian untuk menuduh kita? Yuck! Kekaisaran Inter Milan dan AC Milan seharusnya membunuh bajingan sepertimu ketika mereka memiliki kesempatan!”

“Ya! Kami semua di sini untuk memperkuat manusia di wilayah selatan. Mengapa kau tidak berjuang bersama kami?”

“Kami memerlukan alasan yang tepat!”

“Huh! Ingin memperlakukan kami seperti umpan? Kami buta! Untuk benar-benar memutuskan bersekutu dengan bajingan sepertimu!”

“Semuanya sudah salah! Sampaikan perintahku! Mundur! Kita akan kembali ke Kekaisaran kita!”

“Ya! Jika kau akan menempatkan minatmu sebelum semua orang dan tetap tidak berpartisipasi dalam pertempuran, kita hanya akan keluar dari wilayah selatan”

Semakin banyak master dari Kekaisaran lain marah, dan mereka terbang ke langit dan berdiri melawan Iaquinta.

Pada titik ini, tujuh pasukan yang terdiri dari tujuh Kekaisaran sudah dimangsa oleh goblin. Pasukan Gereja Suci, Juventus, dan Barcelona yang seharusnya menjadi kekuatan inti dalam memerangi goblin, tidak membantu sama sekali. Sebaliknya, mereka hanya menggunakan orang lain sebagai umpan dan bahkan menuduh pasukan membuat kesalahan. Itu keterlaluan.

“Kau … sembrono! Apakah kau ingin memberontak?” Iaquinta sedikit takut dengan situasi.

Pada saat ini, garis-garis kehadiran kuat bangkit dari tempat perkemahan Juventus, Barcelona, ​​dan Gereja Suci. Master dari tiga kekuatan ini terbang ke udara.

“Apa yang terjadi?” Uskup jubah merah Rosario bertanya dengan nada sombong.

Iaquinta cepat menjawab, menghasut situasi dan mengatakan bahwa orang-orang seperti Johnson ingin memberontak.

Tapi Master seperti Fellaini berpendapat kembali, dan master lainnya juga langsung menyatakan ketidaksenangan mereka dengan Gereja SUci.

“Ok, aku mengerti semuanya sekarang” Rosario mengangguk.

Uskup bergengsi dan angkuh ini lalu melirik wajah semua orang dengan mata yang tajam dan merilis sebuah aura mendominasi. Tekanan menakutkan membuat semua orang merasa keberadaan Dewa, dan mereka menjadi takut. Perbedaan kekuatannya sangat besar! Akibatnya, para master dari berbagai Kekaisaran ini tidak berani untuk melihat kembali Rosario.

Melihat ini, Rosario mengangguk puas dan berkata pelan, “Kita tidak berjuang sekarang. Itu bukan karena kita takut akan pertempuran, dan juga bukan karena kita ingin menggunakan kalian dan menguras kekuatan kalian. Sebaliknya, gelombang pertama serangan ini hanya tes dari Kekaisaran Goblin. Segera, kelompok goblin yang lebih kuat akan menyerang kita. Gereja SUci dan dua Kekaisaran besar perlu beristirahat dengan baik untuk menghadapi pertempuran yang sebenarnya”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *