Hail the King Chapter 1155 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1155 : Sebuah Adegan yang tak Terlupakan

-Wilayah Selatan-

Perang yang berlangsung lama telah menghancurkan tanah yang kaya dan subur ini. Sekarang, tanah dibakar oleh api perang, dan lubang terlihat di mana-mana.

Banyak pohon ditebang, banyak tambang dieksploitasi, dan padang rumput yang digali.

Degradasi lahan di wilayah ini sangatlah parah, dan goblin juga membuat bendungan, mengubah jalur sungai.

Sebagai konsekuensi dari perang, tanah yang terbakar, mayat manusia, hewan, dan Demon Beast terlihat di mana-mana. Banyak mayat bahkan sudah membusuk.

Bau daging busuk meresap ke udara, dan banyak zeppelin goblin jelek terbang di atas di langit, membuat suara keras dan meninggalkan jejak asap hitam. Semua asap membuat langit yang biru terlihat gelap dan suram.

Ini adalah lokasi berjarak 100.000 meter dari Pulau Bali.

Wilayah yang sudah berada dalam kontrol goblin.

Tim goblin sedang menyisir di atas tanah, mencoba untuk menangkap manusia yang melarikan diri. Juga, jeritan tragis terdengar sangat sering di sini.

Ada kurang dari dua jam tersisa sebelum matahari terbenam, tapi awan gelap sudah memblokir matahari. Suasana cukup gelap, dan tanah abu-abu-kehijauan dan langit gelap tampaknya telah bergabung dengan cakrawala, membuat dunia tampak putus asa dan seakan berada di ambang kehancuran.

Angin sepoi-sepoi bertiup, dan rumput di tanah dengan ringan bergoyang.

Tiga sosok perlahan-lahan merangkak maju dalam rumput dengan panik.

Itu adalah ibu muda dan dua gadis kecil. Mereka bergerak di dalam rumput, berusaha menyembunyikan diri sebisa mungkin. Setelah mengkonfirmasi arah dengan hati-hati, mereka bergerak ke arah Utara.

Ibu muda itu cukup cantik, dan rambutnya yang panjang hitam diikat menjadi ekor kuda. Dia berusia sekitar 25 tahun, dan dengan beberapa lumpur hitam di wajahnya, ia melindungi dua gadis kecil yang berusia enam dan tujuh tahun seperti ayam menjaga terlur-nya.

Kepanikan dan ketakutan tidak bisa disembunyikan di wajah ibu muda ini.

Dia sudah melihat terlalu banyak akhir tragis manusia yang jatuh ke tangan goblin, terutama perempuan; itu lebih buruk daripada kematian sendiri.

Ibu ini tidak bisa membayangkan bagaimana goblin akan memperlakukan mereka jika dia dan dua anak perempuannya ditangkap.

Sementara sepenuhnya menyadari daerah di sekelilingnya, wanita ini terus perlahan-lahan bergerak maju. Setiap gerakan rumput bahkan akan membuat hatinya menggigil!

“Ibu, aku lapar…”

Gadis kecil yang lebih kecil dengan ringan menarik baju ibunya saat dia merangkak di rumput. Mata cerah nya dipenuhi dengan keinginan untuk hidup, dan bibirnya yang kering pecah-pecah. Karena dia belum makan dalam waktu yang lama, kondisinya buruk, dan dia bahkan terkadang berhalusinasi.

Nyeri melintas di mata ibu muda itu, dan dia memeluk gadis kecil ini dengan erat. Kemudian, dia mencium keningnya dan berkata, “Anna, dengarkan Ibu. Bertahanlah sedikit lagi. Kita akan segera menemukan beberapa makanan …”

Pada kenyataannya, wanita ini tidak tahu kapan mereka akan menemukan makanan. Pada saat ini, bahkan seteguk air sudah merupakan suatu keajaiban bagi mereka.

Mereka telah kelaparan selama dua hari.

“Adik kecil, bersabarlah. Kakak akan memberikan ini kepadamu …” gadis kecil yang lebih tua menunjukkan akar tanaman, yang sudah dipenuhi bekas gigitan. Dia lalu menyerahkannya pada gadis kecil muda dan berkata pelan, “Kamu bisa menggigit itu; rasanya seperti jus manis!”

Gadis kecil muda menggigit beberapa kali dan berteriak, “Ini tidak enak. Kakak, Kau pembohong. Ibu, aku lapar. Aku tidak bisa …”

Tangis gadis kecil ini membuat ibunya merasa patah hati.

Sementara melarikan diri, dua anak perempuannya sudah menderita lebih dari yang pernah mereka bayangkan. Ibu muda itu bahkan mulai meragukan apakah ia bisa melarikan diri dari wilayah selatan dengan dua anak perempuannya atau tidak.

“Ah, air! Ada air di sana …”

Gadis kecil muda tiba-tiba menemukan sesuatu, dan ia bersorak dan berlari ke arah depan.

Ada sebuah lahan terbuka di depan mereka, dan suara air mengalir jelas bisa didengar. Sepertinya ada sebuah sungai kecil di hadapan mereka. Mendengar ini, Anna kecil tidak bisa menahan diri dan langsung berdiri sebelum berlari.

“Anna, hati-hati …” Ibu muda itu terkejut, dan dia tidak sempat menghentikan gadis kecil muda.

Di saat berikutnya, serangkaian teriakan bernada tinggi terdengar.

Goblin!

Wajah muda ibu muda memucat, dan dia langsung memeluk gadis kecil yang berlari ke depan. Sebelum mereka bisa bersembunyi lagi, tim goblin hijau dan jelek muncul di arah yang lebih jauh.

Sudah jelas bahwa goblin telah menemukan ibu muda dan dua anak perempuannya. Seperti serigala yang melihat mangsanya, mereka bergegas dalam kegembiraan, mengepung tiga orang yang menggigil ketakutan.

“Oink! Oink! Manusia! Perempuan!”

“Wanita cantik! Oink! Wanita Cantik!”

“Aku suka gadis kecil! Oink! Jangan biarkan mereka lari!”

Goblin menjadi lebih gembira.

“Tidak …” ibu muda menjerit putus asa.

Pada saat ini, dia masih memeluk putrinya dengan erat, mencoba untuk menggunakan tubuhnya yang kurus melindungi mereka seolah-olah ini akan membuat mereka lebih aman.

Pia!

Satu goblin kuat mendekat dan menampar wanita malang itu pergi dengan kekuatannya.

Goblin pendek, tetapi kekuatan mereka tidak lemah. Mereka juga suka menyerang perempuan, terutama gadis-gadis kecil yang berusia sekitar sepuluh tahun. Gadis-gadis kecil seumuran itu memiliki ketinggian yang sama seperti mereka, dan goblin sangat suka menyerang mereka karena itu.

Hanya sekejap, Anna kecil yang terbius oleh rasa takut dikelilingi oleh beberapa goblin, dan pakaian kecilnya dirobek terpisah, mengungkapkan tubuhnya yang kurus.

Anna menggigil di bawah tiupan angin dingin, dan dia begitu ketakutan hingga dia lupa bagaimana untuk melawan.

“Tidak! Lepaskan anak-anakku! Biarkan mereka pergi!”

Ibu muda itu ditahan oleh beberapa goblin yang menyeringai kejam, tapi dia mengabaikan situasi sendiri dan terus mencoba untuk bergerak maju dan menyelamatkan putrinya.

Namun, kekuatan wanita ini tidak bisa dibandingkan dengan prajurit goblin.

“Tidak …” wanita itu menjerit putus asa.

Di saat berikutnya, dia ditekan ke tanah oleh goblin.

Nasib paling tragis sedang menghantui ketiga manusia yang ditekan ke tanah ini.

Whoosh! Whoosh! Whoosh! Whoosh!

Pada saat ini, serangkaian suara cepat terdengar.

Ibu muda tiba-tiba merasa seperti tubuhnya menjadi ringan. Dan semua goblin di sekelilingnya terbang, serangkaian jeritan juga terdengar tanpa henti.

“Anak-anak! Anak-anakku …” Ibu itu mengabaikan fakta bahwa pakaiannya sendiri sudah dirobek terpisah; ia bergegas untuk anak-anaknya.

Dia kemudian terkejut saat mengetahui bahwa meskipun pakaian dua gadis kecil itu robek, situasi yang paling tragis tidak terjadi pada mereka. Hanya ada beberapa tanda goresan di tubuh mereka saja.

“Ibu …” dua gadis kecil sangat ketakutan, dan mereka bergegas ke pelukan ibu mereka saat menggigil.

Wanita itu lalu mendongak. Dia tidak yakin kapan, tapi beberapa prajurit perempuan gagah berani sudah muncul di bukit yang lebih jauh. Mereka memuat busur mereka, dan panah terbang keluar seperti air hujan dalam badai. Setiap panah akan mengambil kehidupan seorang goblin.

“Oink! Lebih banyak perempuan …” Para goblin menjadi gila.

Kelompok wanita yang muncul di bukit semuanya sangat cantik, dan mereka mengenakan seragam militer. Mereka memikat seperti racun manis, membuat para goblin berteriak dan bergegas menuju bukit.

Lolongan tajam dan teriakan segera bergaung di daerah ini.

Banyak goblin datang entah dari mana, dan mereka membentuk gelombang hijau. Hanya sekejap, goblin sudah memenuhi tanah dan bergegas menuju bukit.

“Cepat lari!” Ibu muda menjerit panik saat ia berpikir, “Mereka tidak akan dapat mengalahkan begitu banyak goblin yang menyerang itu”

Hanya dalam beberapa detik, banyak goblin bergegas maju dari tiga arah dan hendak mengelilingi bukit.

Tapi pada saat ini, serangkaian suara terompet militer bergaung di padang gurun terbuka. Debu terbang ke langit, dan banyak tim kavaleri manusia muncul dan bergerak keluar dari balik bukit.

Banyak bendera berkibar di atas bukit, tampak seperti naga yang hebat.

“Pasukan manusia?” Wanita itu tiba-tiba mengerti sesuatu, dan sukacita muncul di wajahnya sementara tubuhnya menggigil dalam kegembiraan.

Kedatangan pasukan manusia ini hanya berarti bahwa ia dan anak-anaknya akan diselamatkan.

“Aku ingin tahu apakah pasukan ini dari Kekaisaran Ormond atau Kekaisaran Munich?” Pikirnya.

Alih-alih mundur, para pemanah perempuan berjalan menuruni bukit seperti petir.

Para prajurit perempuan ini lalu menarik keluar pedang panjang di pinggang mereka. Di mana pun mereka pergi, cahaya pedang berkelebat, dan goblin jatuh ke tanah seperti gandum yang sedang dipanen oleh sabit.

Hanya sekejap, prajurit perempuan sudah sampai ke ibu muda dan dua anak perempuannya.

“Ikutlah bersama kami”

Ketiga orang itu segera dibawa kembali ke bukit.

Saat Ibu muda berada di atas, ia bisa melihat pasukan manusia yang tidak terhitung jumlahnya berkumpul. Para prajurit di pasukan ini mengenakan baju besi hitam, dan mereka memanjang hingga ke cakrawala. Juga, banyak Master manusia terbang di langit, mengawasi daerah sekitar. Kehadiran mengesankan dan mengejutkan melonjak ke langit dan mengisi ruang antara langit dan tanah.

Ini adalah pasukan manusia yang sangat kuat, dan jumlah tentara dan pasukan tempur nya berada di luar imajinasi ketiga perempuan malang itu.

“Kau aman sekarang. Kau harus cepat pergi ke kamp” Seorang pemanah wanita cantik yang berusia sekitar 18 tahun mendekat dan memberi kedua gadis kecil sepotong besar roti, dan dia dengan lembut tersenyum seperti musim semi dan menenangkan dua gadis kecil yang panik itu.

“Kakak, terima kasih untuk menyelamatkanku, ibuku, dan kakakku,” kata Anna kecil sambil melahap roti.

“Kakak, dari pasukan mana kamu berasal? Apakah kamu di sini untuk membunuh goblin yang menakutkan?” Gadis kecil yang lebih tua mengambil keberanian untuk bertanya.

“AKu dari Kekaisaran WIlayah Utara, dan Human Emperor of the North-lah yang mengirim kami ke sini untuk menghilangkan goblin. Adik kecil, cepat pergi ke kamp. Perang akan segera dimulai” Prajurit perempuan tersenyum dan menepuk kepala gadis kecil.

Adegan tragis di wilayah selatan membuat prajurit perempuan ini teringat kembali akan tragedi yang pernah terjadi pada semua orang di Dunia Diablo. Oleh karena itu, mereka benar-benar berempati terhadap dua gadis kecil ini.

“Kakak, aku ingin membunuh goblin juga. Bisakah kamu mengajariku bagaimana untuk memanah dengan menggunakan busur?” Anna kecil mendongak dan bertanya.

“Ketika kamu sudah sedikit lebih besar, Kakak akan mengajarkannya padamu,” jawab prajurit perempuan sebelum ia memerintahkan seorang tentara di sampingnya untuk membawa kedua gadis kecil dan ibu muda mereka ke perkemahan.

Banyak perintah militer segera dikeluarkan dalam pasukan saat ini.

Wanita muda dan dua anak perempuan lalu turun dari bukit dan melihat ke belakang untuk terakhir kalinya, dan mereka melihat pemanah cantik sedang mengelilingi wanita cantik, mulia, dan terlihat seperti dewi dengan rambut merah.

Berdiri di atas bukit, banyak prajurit pemberani bergerak maju atas arahan perempuan ini dan bergegas menuju goblin yang berada lebih jauh.

Adegan ini tak terlupakan di benak ketiganya, dan Tittle ‘Human Emperor of the North’ juga terukir dalam pikiran mereka.

Sepuluh tahun kemudian, Anna kecil dan kakaknya yang lebih tua akan menjadi pemanah ilahi yang terkenal di wilayah selatan. Ketika menyebutkan Human Emperor of the North, mereka akan dipenuhi dengan rasa syukur. Mereka juga akan bergabung dengan legiun Kekaisaran WIlayah Utara dan menjadi pengikut paling setia Human Emperor of the North!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *