Hail the King Chapter 1143 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1143 : Pertempuran Antara Dua Kekuatan

Tanpa diketahui oleh Godly Knight, sudah ada banyak sosok tinggi dan megah muncul di belakangnya di bagian perbatasan antara Wilayah Utara dan Wilayah Tengah.

Sosok-sosok ini ditelan oleh energi gelombang, dan ruang di sekitar mereka terpelintir dan terdistorsi. Sulit untuk melihat mereka, tetapi garis-garis dari berkas cahaya berwarna merah darah yang terlihat jelas, menembak dari mata para sosok ini.

Adegan itu sangat menakutkan! Dan itu membuat sosok yang baru muncul itu tampak seperti iblis yang keluar dari dasar neraka.

Membuat Goldy Knight itu merasa seperti dia berada di dalam freezer.

Apa yang lebih mengejutkannya adalah tentang kekuatan yang dimiliki para sosok ini, ia bahkan tidak menyadari jika para sosok raksasa ini muncul di belakangnya sebelum mereka berbicara kepadanya. Lebih mengejutkan, ketika ia melihat ke arah utara sekitar sepuluh detik yang lalu, tidak satu jiwapun bisa dilihat disana.

“Siapa … siapa kau?”

Godly Knight ini menelan air liur di mulutnya, dan bibirnya terasa kering.

Tapi hanya tinju tertutup emas gelap terang yang menjawabnya. Tinju ini bahkan melahap hukum alam dan terus menekan maju seperti gunung yang jatuh.

Boom!

Darah dan fragmen tulang putih kemudian terbang ke segala arah seperti kembang api yang meledak.

Saat masih syok, Godly Knight ini telah berubah menjadi kabut darah. Dia adalah puncak kelas Matahari, tetapi kekuatan rata-rata prajurit jiwa kristal perak dari Chambord berada di Ranah Demi-God. Meskipun hanya ada perbedaan kecil dalam ranah di antara mereka, itu sebenarnya kesenjangan yang besar. Satu masih seorang manusia, tapi yang lain sudah melangkah menuju ranah ilahi. Mereka bahkan tidak bisa disamakan.

Membunuh Godly Knigt semudah membunuh ayam untuk kristal perak.

Bam! Bam! Bam!

Hampir pada saat yang sama, tiga prajurit jiwa kristal perak lain juga menekan keluar dari jauh.

Api energi gelap-emas kemudian merobek langit. Dicampur dengan rantai rusak, tiga Godly Knight lainnya yang sedang membunuh para prajurit dengan arogan ribuan meter jauhnya juga berubah menjadi potongan-potongan.

Pasukan kuat ini langsung menarik perhatian semua orang di medan perang.

Dan yang pertama bereaksi adalah Kassai yang semakin sangat tidak sabar di langit. Dia hampir melihat seluruh proses. Dari penampilan 300 prajurit jiwa kristal perak di perbatasan Daerah Utara hingga pembunuhan ke-empat bawahanya, Kassai bahkan tidak punya waktu untuk membantu.

“Chambord! ! Boneka Sihir” kata Kassai dengan ekspresi jelek; kata-kata ini adalah kata-kata terakhir yang ingin ia katakan.

Dia tahu bahwa dengan intervensi Chambordians, situasi pasti akan berbalik.

Dan tidak mungkin lagi baginya untuk bisa membunuh Shaarawy, Milito, Cassano, dan Palacio, keempat Young Lords yang merupakan musuh utama dari Gereja Suci.

Meninggalkan faktor lain, hanya dengan 300 prajurit jiwa saja sudah merupakan hambatan raksasa. Masing-masing dari mereka memancarkan kehadiran yang tidak kalah dengan Kassai, wakil komandan Godly Execution Knight Legion.

“Jika boneka sihir bergerak bersama-sama, aku mungkin tidak dapat kembali hidup-hidup,” Kassai berpikir untuk dirinya sendiri, dan ia mulai memiliki pikiran unuk mundur dan melarikan diri.

Di sisi lain, pasukan terakhir dari Kekaisaran Inter Milan dan AC Milan merasakan perasaan yang benar-benar ber-kebalikan dari Kassai.

400.000 tentara elit ini sebelumnya merasa putus asa, tapi kemudian mereka tiba-tiba melihat sekelompok dewa pertempuran berzirah emas muncul di perbatasan setelah merobek kekosongan.

Setelah itu, empat Godly Knight yang kejam dilenyapkan seperti semut.

Karenanya, sorak-sorai dan raungan yang memekakkan telinga terdengar setelah beberapa saat singkat keheningan.

“Chambordians benar-benar datang!”

“Pasukan tak terkalahkan dari Human Emperor of the North sudah menunggu kita di perbatasan!”

“Kita terselamatkan!”

Pada saat yang paling putus asa, para prajurit melihat harapan yang jelas. Tingkat tak terlukiskan dari kejutan visual dan mental ini membuat semua prajurit ingin menangis keras-keras.

Pada saat ini, beberapa boneka sihir emas mengambil komponen sihir dari ruang penyimpanan mereka dan dengan cepat menciptakan banyak portal sihir yang memunculkan cahaya mistis.

Kemudian, tim tentara Chambordian yang sepenuhnya tertutupi baju besi berjalan keluar berbarengan dan muncul di perbatasan seperti prajurit ilahi yang melakukan perjalanan melalui ruang dan waktu.

Sebuah pasukan disiplin dan membunuh segera muncul di hadapan semua orang.

Situasi telah berubah!

Pembantaian besar-besaran yang akan terjadi 20 kilometer jauhnya dihentikan tiba-tiba.

Godly Execution Knight Legion Gereja Suci yang dibalut warna perak dan menyerang maju seperti banjir dari bendungan runtuh seketika berhenti bergerak.

Walau sebelumnya mereka bergerak dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba berhenti, formasi legiun ksatria perak dan putih ini tidak kacau. Lebih dari 10.000 ksatria dan kuda mereka serempak berhenti seakan hanya ada satu orang dan tunggangannya bergerak. Adegan itu menyilaukan.

Ini adalah pasukan yang menakutkan; tentara yang kejam, gila, dan tanpa ampun, tapi mereka juga kuat, perkasa, dan lapar akan pertempuran.

Dibandingkan dengan banjir perak ini, legiun kavaleri dari Kekaisaran Juventus terlalu bersemangat.

Dan karena pasukan Gereja Suci tiba-tiba berhenti di depan mereka, Juventusians harus menarik tali kekang untuk menghentikan kuda mereka. Seketika, kekacauan muncul. Banyak kuda jatuh, dan banyak pasukan kavaleri terbang ke udara, bertabrakan dengan rekan-rekan mereka.

Meskipun pasukan Juventus memiliki lebih banyak anggota dan tampak lebih menakutkan, mereka berantakan dalam waktu singkat.

Dengan debu terbang ke udara, orang-orang meraung, dan kuda meringkik.

Betapa bencana yang menakutkan!

Di depan Godly Execution Knight Legion, seorang Godly Knight yang sangat berotot mengangkat topeng perak di helmnya, memperlihatkan wajah tampan dengan mata seperti bintang dan ali seperti pedangnya.

Namun, pria ini tidak memiliki iris atau pupil; matanya benar-benar abu-abu tanpa emosi.

Sepasang mata yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang manusia.

Mereka seperti mata Grim Reaper. Siapa pun yang melihat mereka akan merasa seperti hidup mereka dibawa pergi.

Orang ini tidak melihat 100.000 tentara dari dua Kekaisaran yang memutuskan untuk bunuh diri dengan menghalangi pasukan Gereja Suci meskipun mereka hanya kurang dari 200 meter jauhnya. Sebaliknya, ia melihat lokasi di langit beberapa ribu meter jauhnya.

Riak mengkristal muncul di sana, dan seorang pria duduk di singgasana perak perlahan muncul.

Orang ini memiliki rambut hitam seperti air terjun dan mengenakan jubah putih.

Seperti tuan yang melirik rakyatnya, pria ini menatap tanah. Dan sepertinya setelah orang ini memandang mereka, para prajurit yang berjalan keluar dari portal tersulut, mereka segera mendapatkan kekuatan tak terbatas untuk menghancurkan musuh-musuh mereka.

Begitu orang yang duduk di atas takhta perak ini muncul, dia mencuri sorotan dari semua orang.

“Human – Emperor – of – the – North – Alexander !!!”

Godly Knight pada kuda putih masih tidak punya emosi di mata abu-abu-nya, tapi ketika ia mengatakan nama pria yang sedang duduk di atas takhta perak di langit, jejak emosi dapat dideteksi pada suaranya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *