Hail the King Chapter 1141 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1141 : Seperti Ngengat di Hadapan Api

Dalam pertempuran mengejutkan itu, Shaarawy, Cassano, Milito, dan Palacio berperang melawan malaikat pertempuran dengan kekuatan penuh mereka, dan mereka terluka semua parah karenanya.

Meskipun pasukan sudah merancang jalur pelarian sejak jauh hari, dan mereka menghindari pasukan Gereja Suci dan Juventus yang mengejar, ada lebih dari 400.000 tentara dalam kelompok. Tidak mungkin untuk sepenuhnya menghindari semua deteksi musuh.

Pasukan kemudian bertemu dengan lebih dari sepuluh penyergapan dari berbagai ukuran, dan kondisi Shaarawy dan lainnya semakin memburuk. Sekarang, mereka sedang tidak sadarkan diri.

“Apa kita sudah sampai?”

Sementara para perwira militer tidak tahu apa yang harus dilakukan, Cassano yang berada di tandu tampaknya telah dirangsang oleh roh pembunuh yang datang dari Kassai di langit, dan ia perlahan-lahan terbangun dan membuka matanya. Sementara berbicara, ia menyandarkan diri dan mencoba untuk berdiri.

“Tuan, tidak!”

“Tuan, karena kita berada dalam situasi ini, kita harus melindungi Anda dan melarikan diri. Kita dapat membiarkan saudara-saudara kita menahan musuh sebentar. Wilayah Utara sudah berada tepat di depan kita. Setelah kita menyeberang ke dalamnya …”

“Ya, Tuan! Kalian adalah Master tingkat tinggi yang mungkin bisa menjadi dewa! Anda harus bertahan hidup sampai Anda mencapai Wilayah Utara. Setelah Anda menjadi dewa, Anda dapat kembali dan membalaskan dendam Kekaisaran kita”

“Tuan, jangan khawatir. Ada 400.000 dari kami di sini! Bahkan jika kita semua harus mati di sini, kita akan menahan iblis ini untuk sementara waktu …”

Para perwira militer dengan cepat menahan Cassano; mereka takut jika Young Lords keras kepala yang memegang harapan kekaisaran ini mungkin akan melepaskan kekuatannya dengan gila. Di bawah kondisinya saat ini, jika Cassano terbang ke langit dan mencoba untuk bertarung, itu tidak berbeda dari mencari kematian.

“Jangan katakan apa-apa lagi!” Wajah Cassano pucat, dan tubuhnya menggigil saat ia melambaikan tangannya; ia tidak bertindak impulsif.

Young Lords yang suka bergurau dengan bawahannya saat ini sedang dibungkus seperti mumi. Ketika ia menggerakkan tubuhnya, lukanya terbuka lagi, dan darah mengalir keluar seperti air mancur. Berbagai energi musuh berlari cepat di dalam tubuhnya, dan rasanya seperti ada kumpulan pedang yang sedang memotongnya.

Cassano lalu berbalik dan menatap Milito dan rekan-rekan lainnya yang masih tak sadarkan diri. Kemudian, dia melihat para prajurit di sekelilingnya dan Kassai yang arogan di langit. Sebuah ekspresi serius yang jarang kemudian muncul di wajahnya, dan ia menghela napas berat.

“Aku seperti naga raksasa yang terjebak dalam sebuah kolam kecil. Aku sedang digoda dan diganggu oleh ikan kecil dan udang. Ketika aku berada di kondisiku primaku, aku bisa dengan mudah membunuh lebih dari sepuluh master di tingkat nya. Tapi sekarang, dia berani begitu sembrono di hadapanku. Terserah! Semakin kita terus melarikan diri, semakin arogan bajingan ini! Karena kita tidak dapat melarikan diri, aku tidak akan pergi! Aku, Cassano, tidak pernah begitu tak tak malu hingga membuat saudara-saudaraku mempertaruhkan hidup mereka agar aku bisa melarikan diri! Aku masih bisa berarung!” Kata-kata Cassano yang heroik terdengar menyedihkan. Rasanya seperti saat terakhir seorang pahlawan.

Para perwira militer di sekitar Cassano memperketat genggaman mereka pada senjata mereka, dan mereka semua merasa keberanian dan kekuatan mengalir ke dalam tubuh mereka.

Pada saat ini, serangkaian raungan terdengar di pasukan. Lebih dari selusin cahaya yang sangat terang menembak ke langit. Ini adalah prajurit yang belum mencapai Kelas Bulan. Tapi untuk melindungi rekan-rekan mereka, mereka menggunakan serangan bunuh diri.

Adegan tragis seperti itu ditampilkan di antara langit dan tanah.

“Semut! Beraninya kau tidak mematuhi Amanat Surga?” Ejek Kassai, dan dia melambaikan tangan gemuk kejam lagi. Kemudian, lintasan cahaya perak bergegas keluar seperti gelombang.

Bam! Bam! Bam! Bam!

Lebih dari selusin prajurit pemberani memiliki keinginan untuk membunuh musuh mereka, tetapi kekuatan mereka tidak memungkinkan mereka untuk melakukannya. Mereka meledak di udara, dan daging dan tulang mereka berubah menjadi kabut. Mereka mengorbankan diri dan mati tanpa mayat utuh untuk kebaikan yang lebih besar.

Namun, adegan tragis ini tidak mengganggu prajurit lainnya yang ada di tanah sedikitpun.

Seperti banyak ngengat, mereka tahu bahwa mereka akan mati ketika terbang mendekati api, tapi mereka tetap melakukannya tanpa penyesalan. Di saat-saat terakhir hidup mereka, mereka merilis energi yang paling brilian dari jiwa mereka, memicu energi kehidupan mereka dan dengan gagah terbang ke langit.

Semua yang prajurit ini inginkan adalah untuk memperlambat lima iblis di udara selama satu detik, memberi waktu untuk saudara-saudara dan rekan-rekan mereka untuk melarikan diri dari bahaya.

Kobaran api melesat ke langit dari tanah seperti banyak anak panah, dan kecemerlangan dan kehadiran tragis menciptakan sebuah lukisan hidup antara langit dan tanah. Itu perjuangan yang lemah dan kemarahan para pejuang.

Di tanah, para perwira militer yang tidak cukup kuat dengan keras memerintahkan rekan-rekan mereka dan bergegas menuju Selat Naples.

Selat Naples sudah seperti garis hidup dan mati di mata semua orang.

Selama mereka melewati garis ini, mereka akan berada di dalam Wilayah Utara, daerah milik Human Emperor of the North.

“Apakah para pendeta dari Gereja Suci berani melangkah ke daerah milik Human Emperor of the North?”

Para prajurit yang ada di tanah memiliki ekspresi sedih di wajah mereka.

Pasukan ini telah selamat dari ujian darah dan api, dan mereka adalah keturunan terakhir dari Kekaisaran Inter Milan dan AC Milan, dua mantan Kekaisaran adidaya manusia. Orang-orang ini tidak takut mati, tapi mereka logis. Melihat bahwa beberapa rekan-rekan mereka memutuskan untuk mengorbankan diri mereka, lebih banyak orang mempercepat dan bergegas menuju perbatasan Daerah Utara.

Mereka berjalan bukan karena mereka takut. Mereka melarikan diri untuk menggapai hari dimana mereka bisa kembali ke daerah asal mereka dengan kepala terangkat.

Pada saat yang sama, ketukan drum perang yang bergemuruh terdengar dari selatan. Suara-suara derap-nya begitu keras dan gemuruhnya bahkan membuat tanah mulai gemetar. Di bawah sinar matahari, gelombang menyilaukan cahaya putih muncul di cakrawala seperti banjir, bergegas menuju pasukan ini.

Musuh-musuh lain akhirnya tiba juga di sini.

Itu adalah Godly Execution Knight Legion Gereja Suci.

Itu legiun yang menakutkan, dan semua ksatria-nya mengenakan baju besi perak dan pakaian putih. Mereka semua setidaknya prajurit Bintang Lima, dan mereka kejam dan tanpa ampun. Ke mana pun mereka pergi, tidak ada rumput bisa dilihat sesudahnya. Mereka adalah cakar tajam dari Gereja Suci, dan mereka telah meng-eksekusi banyak misi pembantaian. Mereka dijuluki Pedang Tajam Dewa.

Dalam perang pertahanan sebelumnya di Milan, legiun mengerikan inilah yang muncul dan mengubah kedudukan, membunuh jutaan tentara dari kedua Kekaisaran.

Dan sekarang, legiun ini muncul kembali di tempat ini.

Ini berarti bahwa pasukan akhir yang mewakili kekuatan terakhir dari harapan kedua Kekaisaran sudah benar-benar diratakan.

Dan sesuai dengan yang para prajurit harapkan, setelah Godly Execution Knight Legion muncul, kavaleri dari Juventus muncul di belakang mereka seperti banjir hitam. Dalam-bentuk kerucut, mereka muncul dan melilit pasukan terakhir. Di bawah sinar matahari, cahaya pedang dan tombak mereka memantulkan hawa dingin dan membunuh.

Pertempuran terakhir akhirnya tiba.

Pasukan terakhir dari dua Kekaisaran sudah didorong ke situasi putus asa.

Jika itu sebelumnya, bahkan jika itu hanya sepuluh hari yang lalu, pasukan yang terdiri dari 400.000 tentara ini tidak akan merasa begitu putus asa.

Sekitar sepuluh hari yang lalu, pasukan ini masih utuh dan memiliki kekuatan tempur teratas. Juga, master seperti Shaarawy dan Milito juga masih bisa bertempur. Bahkan jika mereka menghadapi pasukan eksekusi Gereja Suci, mereka masih bisa melawan mereka head-to-head dan mungkin menang.

Tapi sekarang, mereka berada dalam situasi putus asa.

Master-tingkat tinggi seperti Shaarawy sedang pingsan, dan tidak ada yang bisa melawan Kassai dan master lainnya dari Gereja Suci.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *