Hail the King Chapter 1130 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1130 : Light of Creation! Tidak ada yang Bisa Menahannya!

Namun, melarikan diri sudah menjadi hal yang sangat mewah saat ini.

Ketika tubuh bagian atas Eusebio ini bergabung ke dalam kekosongan, ia tiba-tiba membeku. Tidak yakin kapan, tapi lubang kecil sebesar ibu jari juga sudah muncul di punggungnya.

Kemudian, banyak rantai emas dan perak mulai muncul seperti banyak ular karena mereka merangkak keluar dari lubang kecil itu. Rantai lalu dengan cepat melilit Eusebio dan menarik energi inti ilahinya, membakar tanpa menahan diri.

“Tidak! Aku tidak ingin mati … Tidak! Maafkan aku!” Eusebio berteriak seperti orang yang berada di ambang kematian. Pikirannya dipenuhi dengan keputusasaan.

Thud! Eusebio menjatuhkan martabat dewa iblis tertingginya dan berlutut di langit, memohon belas kasihan pada Fei.

Fei membeku dan berpikir, “Mengejutkan untuk melihat Dewa Iblis dari Suku Laut, keberadaan yang mulia ini ternyata sangat takut akan kematian …”

Senyum mengejek muncul di wajah raja. “Jadi, seperti ini sifat sesungguhnya mereka yang disebut para dewa iblis itu. Mereka tidak jauh berbeda dengan manusia. Kecuali untuk kekuatan yang tak tertandingi, karakter dan keberanian mereka mungkin bahkan tidak setara dengan prajurit fana”

Tiba-tiba, sosok kecil muncul di belakang Fei karena ia terlihat dalam keadaan linglung saat ini.

Seperti hantu, sosok ini muncul di belakang Fei dalam keheningan. Dan dengan senyum iblis di wajahnya, ia mengulurkan tangannya dan memukul ke depan. Wajah menakutkan dan jiwa yang penuh akan kebencian muncul di tengah telapak tangannya, dan taring abu-abu kecil kemudian di arahkan ke punggung Fei yang tak terjaga.

Ini adalah Devil God – Deco, musuh lain yang masih tersisa.

Berbeda dari Eusebio yang mencintai pertarungan jarak dekat, Deco besar di dengan kemampuan serangan tersembunyinya.

Kekuatan Deco sangat kejam. Setiap kali ia menyelinap dan menyerang musuhnya, ia pasti akan langsung menarik jiwa musuh itu keluar dari tubuhnnya. Puluhan juta jiwa pembenci musuh-musuhnya menyelimuti dirinya saat ini. Yang paling lemah di antara mereka adalah seorang Demi-God, dan ada jiwa-jiwa True God juga disana. Jiwa-jiwa ini disiksa setiap siang hingga malam hari oleh Deco, dan kebencian dan dendam merangsang kekuatan jiwa-jiwa ini lebih lanjut.

Bahkan jika seorang Godly King diserang oleh taring jiwa-jiwa yang pembenci itu, ia pasti akan terluka parah.

“Hahahaha!” Deco tertawa dengan bangga; taruhan ternyata menguntungkannya.

Pada kenyataannya, Deco bisa segera melarikan diri.

Setelah melihat Fei menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi dan menendang Eusebio, yang hebat dalam pertarungan jarak dekat, dengan satu pukulan kuat, Deco langsung berpikir tentang melarikan diri. Lagipula, dengan kekuatannya, ia tidak sebanding dengan Fei jika mereka harus bertarung secara terang-terangan. Dia pasti akan dihancurkan dalam pertempuran yang adil tersebut.

Namun, ketika Deco melirik tongkat perak di tangan Fei, dia tidak ingin pergi lagi. Samar-samar ia merasa seperti tongkat perak ini sangat mirip dengan item suci legendaris yang pernah ia lihat sebelumnya.

Meskipun bentuknya sedikit berbeda, kekuatannya hampir identik.

“Jika aku bisa mendapatkan item suci ini …”

Hati Deco terus membuatnya berpikir tentang item itu. Jika dia bisa memahami tongkat perak itu, dia mungkin bisa melompat dari True God tingkat rendah, dan ia bahkan mungkin bisa menjadi seorang Godly King atau Supreme God!

Keserakahan itu akhirnya membuat Deco untuk berhati-hati mengamati di sisi pertempuran, menunggu kesempatan yang sempurna untuk tampil.

Untuk Dewa Iblis, rekan-rekan mereka hanya ada untuk mereka khianati.

Kehidupan Kluivert dan Eusébio tidak ada hubungannya dengan Deco. Dan selama dia bisa menggunakan kehidupan dua rekan-rekannya untuk mendapatkan kesempatan menyerang, Deco tidak akan sedih dan bahkan berpikir bahwa itu adalah hal yang baik.

Kekuatan Deco terpusat pada serangan menyelinap. Teknik siluman dan serangan menyelinapnya berada pada tingkat yang tinggi, dia bahkan pernah membunuh seorang Godly King perempuan dari ras manusia ribuan tahun yang lalu selama Era Mythical dengan memanfaatkan itu.

Karenanya, ketika Fei menatap Eusebio yang berlutut dan memohon belas kasihan, Deco menyadari bahwa apa yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba.

Tanpa ragu-ragu, Deco menggunakan kesempatan ini dan menyerang. Dan seperti yang ia harapkan, ia berhasil memukul sasarannya!

“Hahaha!” Deco tertawa kejam dan berteriak, “Ini adalah milikku! Tongkat kekuasaan adalah milikku! Ahahaha! Hah?”

Tapi sebelum Deco bisa menyelesaikan tawanya, ia tiba-tiba merasa seperti hatinya menjadi dingin. Ketika dia melihat ke bawah, ia melihat sebuah lubang kecil di sisi kiri dadanya. Banyak rantai emas dan perak juga merangkak keluar dari lubang dan melilit tubuhnya.

Fei kemudian perlahan berbalik dengan senyum mengejek muncul di wajahnya.

Lapisan tipis cahaya keemasan samar melintas di tubuh Fei. Meskipun tampak jika taring jiwa marah sedang menahan Fei, lapisan tipis cahaya keemasan itu melindunginya. Pada kenyataannya, Fei bahkan tidak terluka sama sekali.

“Bagaimana … bagaimana mungkin?” Melihat senyum di wajah Fei, Deco tiba-tiba menyadari sesuatu. Lawannya dengan mudah menemukannya, itu hanya berarti jika manusia ini dengan sengaja menunjukkan celah untuk memancingnya.

Dengan mata terbuka lebar, Deco lalu bertanya, “Bagaimana … bagaimana kau melakukannya?”

Kekuatan Deco sangat terpusat pada serangan menyelinap. Oleh karena itu, dia sangat tidak mau menerima kenyataan bahwa lawannya mengalahkan kemampunnya itu.

Fei tertawa dan berpikir, “Apakah kau pikir aku akan memberitahumu bahwa profesi Assassin adalah salah satu kemampuan kedua terbaikku? Di Diablo, karakter Assassin-ku bahkan sudah belajar banyak skill kuat”

Bahkan, dalam hal Skill membunuh, mungkin tidak ada orang yang lebih jago dari Fei di dunia ini.

Deco? Jika bukan untuk kekuatan ilahinya gelapnya, Skill membunuh Deco ini hanya akan lebih lemah daripada Inzagi.

“Aku menyesal …” Deco meraung putus asa, dan ia tiba-tiba teringat sebuah rumor menakutkan saat berada di ambang kematiannya ini. Dan itu adalah tentang kalimat yang membuat semua orang selama Era Mythical ketakutan.

“The Light of Creation, tidak ada yang bisa menahannya! Energi pedang Emas dan perak, tidak pernah meleset!”

Kata-kata ini mewakili rahasia terlarang dari Clan Dewa dan Iblis, dan mereka benar-benar menggambarkan kekuatan item suci yang ada di tangan Fei saat ini. Siapa pun yang bisa memahami dan mengendalikan barang suci ini akan mampu menyadari kekuatan dalam sepenggal kalimat itu.

Sekarang, Deco menyadari betapa bodoh keputusannya.

“Aku pantas untuk mati! Keserakahanku membuatku menjadi bodoh! Sebelum aku diserang, Dewa manusia ini merilis empat garis energi Light of Creation, tapi aku malah mengabaikan mereka dan berpikir bahwa akan baik-baik saja selama aku bisa menghindar …”

“Sial … hebat … legenda itu benar … haha ​​… Aku seharusnya tidak membuatmu menjadi musuh …”

Sebelum Deco bisa menyelesaikan ucapannya, tubuhnya yang hanya satu meter tingginya benar-benar tertutup oleh rantai emas dan perak.

Rantai emas dan perak kemudian berubah menjadi energi pedang yang menakutkan! Mereka menyerap kekuatan kepercayaan di dalam tubuh Deco dan membuat Deco kesakitan. Semakin kuat lawan yang ditangkap oleh energi ini, maka semakin cepat juga mereka akan mati olehnya!

Hanya sekejap, tubuh Deco dan Eusébio dikompresi oleh rantai emas dan perak. Sementara mereka berteriak, mereka berubah menjadi dua bidang abu-abu terang. Kemudian, dua kumpulan cahaya ini terbang melintasi langit dan berlari ke ranah hitam di bagian atas tongkat perak setelah meninggalkan ekor panjang di udara.

Pada saat yang sama, tubuh raksasa Kluivert sedang dikompresi oleh rantai emas dan perak di tempat yang lebih jauh. Sekarang, lebih dari setengah dari tubuhnya sudah dibungkus.

Dibandingkan dengan Deco dan Eusebio, Kluivert sudah bangun 1 tahun sebelumnya, dan kekuatannya telah kembali ke masa jayanya. Oleh karena itu, ia mampu bertahan lebih lama dalam situasi ini. Namun, ia tetap saja kehabisan energinya. Meskipun ia sudah menggunakan semua kemampuannya, dia tetap tidak bisa melawan rantai emas dan perak, dia hampir mati.

“Maafkan aku … maafkan aku! Aku bersedia untuk menjadi bahawan-Mu …” Kluivert memohon belas kasihan. Pada saat ini, ia tidak bisa lagi bertindak arogan.

Kluivert telah memperoleh tubuh iblis ilahi, dan dia tidak mati 1.000 tahun yang lalu. Sebaliknya, ia hanya disegel, dia tidak bisa dibunuh.

Namun, ia malah memusuhi ke Fei, seorang manusia yang sepertinya manusia memperoleh kemampuan menakutkan yang bisa membunuh para dewa dan iblis. Dewa iblis telah bertemu musuh bebuyutan mereka.

Kluivert telah hidup selama ratusan tahun. Semakin lama seseorang hidup, maka semakin besar juga mereka takut akan kematian.

Dan ketakutan akan kematian inilah yang membuat Kluivert membuang kehormatan dewa iblisnya dan memohon belas kasihan, sama seperti Eusebio sebelumnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *