Hail the King Chapter 1129 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1129 : Homeless Dog

[God’s Son] dari Barcelona sangat kalkulatif dan hati-hati. Dia diam-diam membuat kontak dengan Suku Laut dan merencanakan perangkap untuk membunuh Fei. Perangkapnya seperti singa sedang menggunakan kekuatan penuh untuk membunuh seekor kelinci.

Namun, meskipun ia sudah sangat mempersiapkan diri, Messi masih mengirim doppelganger-nya saja. Hal ini menunjukkan bagaimana hati Messi ketika ia berhadapan dengan Fei. Dia tidak meremehkan raja seperti lawannya yang lain.

Untung bagi Messi, hanya satu dari doppelgangers nya yang disempurnakan menjadi manik energi. Jika tidak, serangan yang datang dari tongkat perak bisa membunuhnya jika ia ada di sana secara pribadi.

Suara Messi terus bergaung di langit.

Fei menghela napas dalam pikirannya, ia tahu bahwa ia tidak bisa mengejar Messi saat ini.

Whoosh!

Tongkat di tangan Fei berkelebat lagi, dan energi pedang emas dan perak lainnya terbang dengan gagah ke arah Ratu Suku Laut yang merupakan sosok paling lemah di antara empat musuh yang tersisa.

“Selamatkan aku!” Ratu Suku Laut ketakutan. Dia merasa jika energi pedang emas dan perak ini tidak cepat, tapi daerah sekelilingnya tampaknya telah dibekukan oleh cahaya keemasan yang bersinar dan dipancarkan dari Fei. Dia tidak bisa bergerak, dan dia hanya bisa menonton energi pedang emas dan perak yang sudah melenyapkan salah satu doppelgangers Messi dengan gagah mendekat ke arahnya. Dia akan berakhir memiliki nasib yang sama seperti doppelganger milik Messi.

Clap!

Tongkat emas di tangan wanita ini tiba-tiba mengeluarkan suara.

Laut di bawah medan perang kemudian tiba-tiba bergejolak, dan air bergegas menjelma menjadi raksasa biru, melindungi Ratu Suku Laut.

“Huh?” Fei terkejut, dan senyum muncul di wajahnya. “Menarik. Tongkat emas ini bukan item biasa. Ini sebenarnya dapat secara otomatis melindungi tuannya. Itu mungkin item tingkat dewa dengan jiwa ilahi di dalamnya”

Bam!

Energi pedang emas dan perak langsung bertabrakan dengan raksasa air.

Garis rantai emas dan perak dengan mudah mengalir keluar dari tubuh raksasa air. Dan sama seperti bagaimana rantai mengunci doppelganger Messi, mereka langsung mengunci raksasa air yang lebih dari 100 meter ini menjadi bola energi biru yang sama dengan ukuran kepalan tangan. Cahaya terang kemudian muncul, dan itu berlari kembali ke tongkat perak di tangan Fei di saat berikutnya.

“Ha ha ha! Mari kita lihat siapa yang sebenarnya tidak dapat melarikan diri?”

Fei tertawa dan melambaikan tongkatnya, dan suara merobek udara terdengar ke segala arah.

Whoosh! Whoosh! Whoosh! Whoosh!

Empat energi pedang baik yang berwarna emas dan perak muncul di empat arah, langsung mengarah Kluivert, Eusebio, Deco, dan Ratu Suku Laut.

“Apakah kau benar-benar berpikir bahwa kau tak terkalahkan? Beraninya kau menyerang kami berempat bersama-sama?” Kluivert bangun dari shock, dan ia berteriak dengan keras.

Karena Messi hanya mengirim doppelganger-nya, Kluivert merasa seperti dia dikhianati dalam hal ini. Namun, Dewa laut yang jahat juga tidak berpikir bahwa ia akan dengan mudah dikalahkan oleh satu serangan dari Fei sama seperti bagaiamana doppelganger Messi alami.

“Selain itu, aku masih memiliki dua dewa iblis yang akan membantuku,” Kluivert berpikir untuk dirinya sendiri.

Sementara tawa iblis dan histeris terdengar, Kluivert melebarkan tangannya di udara tipis, kemudian, senjata hitam yang mengandung kekuatan destruktif yang tak ada habisnya muncul. Itu tampak seperti tombak naga.

Pada saat yang sama, tubuh Kluivert membesar. Dan hanya dalam sekejap, ia berubah menjadi rakasa yang lebih dari 1.000 meter tingginya. Asap hitam menyelimutinya, dan dia menusukkan senjatanya pada energi pedang emas dan perak.

Pada saat yang sama, lonjakan kehadiran jahat yang lain juga muncul.

Deco dan Eusebio juga mulai bergerak.

Eusebio tampak seperti Demon Beast sejenis banteng. Tangannya menarik sepasang tanduk lancip di kepalanya, dan dua tanduknya segera berubah menjadi dua pedang melingkar berbentuk aneh dengan rune merah yang menutupi tubuh mereka.

Lalu, dia berlari ke depan seperti petir dan menyerang Fei.

Di sisi lain, Deco hanya sekitar satu meter tingginya, dan ia membentuk beberapa segel tangan. Tubuhnya kemudian langsung tak terlihat, tapi tawa yang menusuk telinga bergaung di langit. Hantu abu-abu muncul dan kemudian berubah menjadi sinar cahaya hitam sebelum dengan gagah menyerang ke arah Fei.

Ratu Suku Laut juga mencoba usaha terbaiknya. Kekuatan ilahi nya meresap ke udara, membekukan ribuan kilometer persegi permukaan laut. Udara dingin ini bahkan hampir membekukan dan merusak ruang uang, dan gilanya, semua itu terkonsentrasi ke arah Fei.

Keempat master itu bergerak pada saat yang bersamaan.

Tink! Tink! Tink! Tink!

Eusebio adalah orang pertama yang mendekati Fei dan melakukan pertaruang jarak dekat. Dewa Iblis ini ahli dalam pertarungan jarak dekat, sepasang pedang lancip yang mengandung hukum penjara dan hukum pembantaian adalah pasangannya. Kedua hukum alam itu menyelimuti di sekitar pedang.

Dalam sekejap, pedang Eusébio ini bertabrakan dengan tongkat perak Fei berkali-kali.

“Melakukan pertarungan jarak dekat denganku? Kau hanya mencari mati …” Fei tertawa dan melambaikan tangannya.

Lambaian ini tampak santai, tapi Fei mampu memisahkan rantai dan melilit Eusébio dan Combat Weapon tingkat Dewa-nya yang terbuat dari tanduknya sendiri. Eusebio tidak bisa percaya matanya!

Pada detik berikutnya, tinju mendarat di dada Eusébio ini dari sudut yang sangat mustahil tanpa peringatan.

“Puff!” Eusebio membuka mulutnya dan meludahkan seteguk darah berwarna hijau gelap, ia dengan cepat dipukul mundur karena itu.

Pada saat yang sama, Fei berbalik dan menekan keluar, memukul tombak naga gelap milik Kluivert pada ujungnya. Kemudian, tombak raksasa yang lebih dari 1.000 meter panjangnya ini hancur menjadi massa kabut hitam.

“Ha ha ha! Kau jatuh ke dalam perangkap!” Kluivert tertawa senang.

Tombak berubah menjadi kabut hitam dan segera melilit tangan Fei seperti cacing, menggeliat dan mencoba untuk merusak kulit Fei agar bisa masuk ke tubuhnya.

“Ha ha ha! Esensi Iblis Pembunuh Dewa-ku! Bahkan seorang Godly King akan berkarat karenanya! Human Emperor of the North! Matilah!”

Kluivert setinggi seribu meter, dan dia dengan santai membuka tangannya. Kemudian, tak terhitung tombak naga hitam ditembak jatuh seperti panah hujan darinya.

“Benarkah? Ini adalah permainan anak-anak! Apakah kau sedang mencoba untuk membuat dirimu sendiri merasa malu?” Fei mengguncang lengannya, dan kabut yang melilit lengannya benar-benar menghilang setelahnya. Itu tidak bisa menimbulkan ancaman apapun baginya.

“Kau sebenarnya yang sudah jatuh ke dalam perangkap!”

Sebelum Fei bisa menyelesaikan ucapannya, tubuh raksasa Kluivert tiba-tiba berhenti bergerak, dan senyum iblis membeku di wajahnya. Dia lalu menunduk dan terkejut.

Energi pedang emas dan perak ternyata sudah membuat lubang raksasa di dadanya tanpa ia sadari, dan rantai itu tampak seperti banyak naga ilahi yang kuat dan cepat melingkar di sekelilingnya. Hanya sekejap, lebih dari sepersepuluh tubuhnya bahkan sudah ditutupi.

“Tidak …” Kluivert mengeluarkan jeritan dan raungan yang gila dan dipenuhi rasa putus asa.

Kekuatan menakutkan dari energi pedang emas dan perak sudah ditunjukkan kepada doppelganger Messi dan raksasa air. Setelah tubuh mereka ditusuk oleh rantai ini, hanya kematian dan kehancuran yang menunggu.

Sekarang setelah mengalaminya sendiri, Kluivert juga harus merasakan kekuatan menakutkan energi pedang ini. Dan seakan jika kekuatan ilahi adalah bensin dan energi pedang adalah kayu bakar, semakin Kluivert menggunakan kekuatan ilahinya, maka semakin kuat juga rantai mengikatnya. Segera, rantai menjadi begitu kuat hingga bahkan membuat Kluivert tidak bisa bertahan dari mereka.

Hanya sekejap, setengah dari tubuh raksasa jahat yang lebih dari 1.000 meter tingginya sudah dibungkus di dalam rantai.

Setelah energi pedang emas dan perak mulai bergerak, itu tidak mungkin untuk dihentikan.

“Lari!”

Setelah dipukul oleh Fei, Eusebio melarikan diri seperti anjing malang. Meminjam momentum ketika Fei menyerangnya, ia menggabungkan dirinya ke dalam kekosongan dan melarikan diri.

Sekarang, Eusebio bahkan mulai menyesali keputusannya.

“Aku seharusnya tidak mendengarkan kata-kata Kluivert! Setelah aku terbangun dari segel 1.000 tahun, aku malah bertemu dengan lawan yang menakutkan”

“Dewa manusia ini bertittle Human Emperor of the North, yang mana itu sangat mengejutkan dan menakutkan! Bahkan jika aku berada di kondisi primaku, aku mungkin tidak dapat menang darinya, apalagi bila ditambahkan dengan fakta bahwa ia juga memiliki Combat Weapon Tingkat Dewa yang menakutkan!”

Eusebio sudah sangat ketakutan, dan ia tidak lagi khawatir tentang kehidupan Kluivert.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *