Hail the King Chapter 1124 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1124 : Perlawanan yang Mengesankan

“Semuanya, kita harus bertahan! Kita perlu bertahan selama 20 menit, setelah itu, bantuan dari Chambord akan datang membantu!”

Buckingham melepaskan energi prajuritnya yang kuat dan berteriak. Kemudian, ia terbang ke udara dan mengeluarkan pedang yang tergantung di ikat pinggangnya.

Dengan satu serangan tunggal, sinar energi menakutkan prajurit miliknya terbang, dan mengubah ratusan prajurit dari Suku Laut menjadi pasta daging.

Suara Buckingham bergaung di daerah sekitar, dan semua Leonians mendengarnya. Akibatnya, moral kelompok segera meroket.

“Ya! Jika Chambordians datang, kita bisa lolos dari kematian!”

Bahkan para Leonians tidak menyadari bahwa sejak beberapa waktu lalu, para Chambordians sudah mewakili kuasa dan kekuatan dalam pikiran mereka.

Segera, serangkaian raungan tajam dan menusuk telinga para anggota Suku Laut bergaung di daerah sekitar.

Kemudian, banyak balok putih tipis bersinar di atas air.

Sirip ikan yang hampir tidak terpapar pada permukaan air membagi ombak, dan anggota Suku Laut berlari keluar seperti anak panah yang melesat keluar dari busur. Samar-samar, tokoh raksasa juga bisa dilihat dari bawah air, dan mereka berkedip dan dengan cepat mendekati kapal perang.

“Tembak! meriam sihir … cepat! Jangan biarkan mereka mendekat! Prajurit Level Bintang, masuk ke dalam air dan bunuh mereka!”

Buckingham terbang sekitar sepuluh meter di udara, dan ia menunduk dan bisa melihat segalanya dengan jelas. Jadi, ketika ia melihat musuh mendekat, ia dengan cepat memberi perintah, ia tidak bisa membiarkan para prajurit dari Suku Laut naik ke atas kapal perang.

Jika tidak, dengan kekuatan tempur yang kuat dari makhluk-makhluk ini, mereka bisa mudah menenggelamkan semua kapal perang Leon. Dan tanpa perlindungan kapal, tidak mungkin bagi Leonians bisa bertahan selama sekitar 20 menit.

Pada saat ini, keinginan untuk hidup dan sifat disiplin mengalahkan rasa ketakutan para Leonians terhadap Suku Laut.

Para prajurit di kapal perang yang telah mencapai Level Bintang segera melompat ke permukaan air dan berlari ke sekitar seolah-olah mereka berjalan di darat. Dengan api energi prajurit membakar di sekitar mereka, mereka bertarung dengan tentara dari Suku Laut yang menyerang mereka.

Raungan dan jeritan langsung meresap ke sekitar daerah.

Darah menodai laut biru, dan kematian bisa ditemukan dimana-mana.

-2000 meter jauhnya-

Boom!

Sebuah kapal perang raksasa dan menakutkan tiba-tiba memecah gelombang dan muncul di permukaan laut seperti binatang yang besar dan ganas.

Air meluncur turun dari tubuh kapal ini, dan itu tampak seperti tirai air.

Juga, lapisan tebal kabut air di udara membiaskan cahaya dan membuat pelangi kecil.

Beberapa karakter manusia jelas terukir di kapal, namun karena lumut hijau dan kotoran, mereka tidak bisa terlihat jelas.

Ketika air di kapal benar-benar jatuh kembali ke laut, api energi sihir melintas. Massa energi sihir muncul, dan kapal raksasa berubah. Platform meriam besar dan senjata sihir secara perlahan-lahan muncul di dek halus, mencerminkan silau logam mematikan di bawah sinar matahari.

Pintu gerbang menuju ke pusat komando juga perlahan-lahan membuka, dan kemudian, seorang wanita cantik yang mengenakan baju besi emas terlihat berjalan keluar.

Kulit wanita ini halus dan bersih seperti batu giok, dan sepertinya tidak ada darah bisa dilihat dalam dirinya. Pupil matanya dua kali lebih besar bila dibandingkan dengan orang biasa, dia memberikan sebuah pesona keindahan yang mematikan.

Pupil hitamnya perlahan bergerak di bawah sinar matahari dan akhirnya berubah menjadi dua titik hitam, membuat matanya terlihat lebih aneh.

Di belakang wanita ini, ada seorang anak yang berusia sekitar 14 tahun. Dia tampak enggan, dan ia berjalan keluar di bawah pengawalan lebih dari selusin prajurit raksasa dari Suku Laut yang memakai baju besi perunggu.

Anak ini adalah Luffy yang memiliki julukan Little Demon King, ia sudah hilang selama hampir setengah tahun. Saat ini, warna kulitnya baik, dan ia bahkan sedikit lebih gemuk dibandingkan dengan sebelumnya.

Sekarang, Luffy mengenakan jubah sihir tingkat tinggi berwrana biru langit yang memiliki pola riak dan sebuah mahkota mewah yang terbuat dari emas murni. Para penjaga raksasa Suku Laut juga memperlakukannya dengan hati-hati dan penuh hormat.

“Sea of ​​Fragrance, kita kembali”

Wanita dingin yang mengenakan baju besi emas membuka mulut merahnya dan meludahkan serangkaian suku kata yang kompleks dan jelas. Dia jelas ingat bahwa dia memiliki rencana besar yang seharusnya sukses setahun lalu disini, tetapi beberapa manusia muncul dan mengacaukan semuanya rencananya itu.

Pada tahun lalu, manusia ini menyebabkan dia harus pergi menjauh dari rumahnya. Selain berusaha menghindari perkelahian, ia juga mencoba untuk menemukan anggota lain dari Suku Laut, dan perjalanannya itu penuh dengan kesulitan.

Dan sekarang, wanita ini akhirnya kembali ke laut yang sama tapi dengan pasukan dan tentara yang lebih kuat.

“Bunuh semua manusia ini! Ini merupakan sinyal untuk perang!”

Wanita dingin yang mengenakan baju besi emas berbicara menggunakan bahasa universal pada Azeroth selama Era Mythical, dan nada suaranya begitu dingin hingga itu sebanding dengan es keras yang telah ada selama 10.000 tahun di dasar lautan. Orang lain yang mendengarnya akan menggigil seketika saat mendengar suaranya.

“Apakah kau sangat menyukai perang?” Luffy bertanya saat senyum mengejek muncul di wajahnya; ia mampu lancar menggunakan bahasa universal pada Azeroth selama Era Mythical.

“Manusia adalah makanan bagi kita. Kami membunuh manusia sama seperti berburu makanan,” wanita dingin yang memakai baju besi emas menjawab tanpa berbalik.

“Oh? Benarkah? Aku manusia; kenapa kau tidak memakanku?” The Little Demon King mengangkat bahu, dan nadanya tidak hormat dan bahkan terdengar provokatif.

Wanita dingin dengan baju besi emas akhirnya menoleh ke belakang, dan dia menatap Luffy dengan kilau menakutkan di mata mistis nya yang biasanya hanya bisa dilihat di mata binatang buas. Setelah beberapa saat, dia mengerutkan kening dan berkata, “Pria kecil, jangan mencoba untuk mengusik kesabaranku. Jika kau berani untuk berbicara kepadaku dengan nada seperti itu lagi, bersiaplah untuk mengemas mayat rekan-rekanmu. Oh tidak. Mungkin mayat mereka tidak akan tetap dan akan menjadi makanan untuk Suku Laut”

“Baiklah, kau selalu menggunakan ini untuk menakut-nakutiku” Luffy cemberut dan berkata, “Lalu, aku akan mengubah nadaku, Empress of the Sea of ​​Fragrance yang agung. Jangan membunuh manusia, ok? Tolong biarkan para Leonians ini hidup” The Little Demon King bertindak seolah-olah ia memohon dengan hidupnya, tapi bahkan anak tiga tahun bisa mengatakan bahwa ia melebih-lebihkan perilakunya itu.

Wanita yang mengenakan baju besi emas membeku sesaat saat ia terus menatap Luffy, setelahnya dia mendengus dan berbalik, tidak memperhatikan Luffy lagi.

Hubungan antara keduanya sangat aneh. Sepertinya mereka adalah musuh namun juga teman di saat yang bersamaan, itu cukup membingungkan.

Keengganan terlukiskan di seluruh wajah Luffy. Ia seperti burung peliharaan di dalam kandang, meskipun ia diurus dengan baik, dia ingin kebebasan dan langit luas.

“Manusia malang ini tidak bisa bertahan lama”

Wanita yang mengenakan baju besi emas terdengar kejam dan ganas, ia seperti sedang menonton sekelompok binatang panik dan berjuang dalam perangkap. Kemudian, ia menambahkan, “Haruskah aku membiarkan beberapa dari mereka bertahan hidup? Jadi mereka bisa menyebarkan berita bahwa Suku Laut yang hebat kembali, membuat semua manusia di Wilayah Utara jatuh ke dalam kekacauan dan ketakutan?”

Sudah jelas bahwa wanita ini berbicara kepada Luffy.

The Little Demon King membantah ucapan wanita itu tanpa ragu-ragu, “Dengan tuanku, Raja Chambord, kalian akan runtuh dan dipaksa untuk melarikan diri seperti terakhir kali”

“Benarkah? Aku benar-benar tidak bisa menunggu dia untuk muncul”

Ketika mendengar nama ‘Alexander’, kebencian dalam suara wanita ini bahkan membuat suhu di daerah sekitarnya turun beberapa puluh derajat.

Setelah mengatakan itu, wanita ini melambaikan tangannya.

Whoosh!

Kumpulan elemen air kemudian terkondensasi menjadi es, dan bergabung ke dalam kekosongan setelah menggigil sesaat.

Di saat berikutnya, es itu muncul dihadapan Buckingham yang berada di udara, menyerangnya dengan kejam. Itu begitu cepat hingga sepertinya es ini berteleport.

Mengerikan!

Teknik yang bisa mengendalikan ruang dan meluncurkan serangan seperti itu bukan sesuatu yang Buckingham, Elite Kelas Bulan, bisa elak.

Raja Buckingham dipukul mundur tanpa diragukan lagi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *