Hail the King Chapter 1115 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1115 : Hadiah

Jalan-jalan di zona kota utama sudah cukup makmur.

Para pengungsi Zenitian yang bergegas ke Chambord semua diteleport ke tempat ini melalui array teleportasi super-jarak jauh, dan mereka kemudian menetap di sini.

Ketika orang-orang ini pertama kali muncul di sini, mereka ketakutan oleh zombie dan Demon Beast yang bermutasi di sisi luar kota.

Namun, orang-orang ini segera menyadari bahwa seluruh kota dilindungi oleh array sihir cahaya yang sangat kuat, yang bahkan membuat zombie tingkat kaisar tidak bisa menerobosnya. Sejak saat itu, hati mereka akhirnya turun kembali ke dada mereka.

Ada banyak bangunan perumahan dapat digunakan di kota dan begitu pula dengan sumber air bersih. Bahkan, masih ada barang-barang berharga yang ditinggalkan oleh para Anjians.

Dengan pasokan makanan yang dikirim dari Chambord, hampir dari sepuluh juta pengungsi bisa terus hidup di kota ini dengan nyaman.

Dan ketika Fei melepaskan kekuatannya untuk memurnikan energi Undead dan para zombie, semua orang yang tinggal di kota ini merasakan jika keajaiban yang tak terbayangkan sedang terjadi, jadi mereka berlutut dan mulai berdoa.

Ketika Fei perlahan-lahan turun dari langit, semua orang di kota itu jatuh segera ke dalam keadaan fanatik dan bersorak.

Berita tentang kemenangan besar Chambord dan perlawanan Zenit bahkan sudah mencapai tempat ini.

Setelah mengalami tragedi perang, para pengungsi ini sudah melihat Fei sebagai penyelamat Zenit dan menyembah dia sebagai dewa.

Karena itu, ketika Fei muncul di sini, sorak-sorai dan nyanyian meletus di kota seperti gunung berapi yang meledak, mereka gemuruh dan bergaung di langit.

Setelah menghibur para pengungsi yang bersemangat, Fei segera pergi ke Royal Palace di pusat kota.

Ini adalah pusat kedua Chambord dan juga markas dari beberapa organisasi rahasia.

Setelah sekitar setengah tahun pembangunan, semuanya sudah cukup bagus dan terorganisir.

Berbeda dari zona luar, tempat ini dijaga ketat. Ada menara setiap lima meter dan pos pemeriksaan setiap sepuluh meter. Di setiap jalan di dalam Royal Palace, tentara Chambordian elit berjalan ke sekitar dan berpatroli, dan segala macam perangkap sihir, array ilusi, dan mekanisme membunuh didirikan. Bahkan lalat tidak bisa menjelajah jauh ke dalam Royal Palace hidup-hidup.

Dan Akara dan Cain bertanggung jawab untuk semua hal tentang ini.

Namun, sebagian besar waktu, dua ilmuwan tua gila yang mendapatkan manfaat yang tak terhitung jumlahnya ini hanya menyibukkan diri dengan percobaan sihir dan perkembangan barang sihir yang tampak membosankan untuk orang lain.

Oleh karena itu, murid-murid kedua ilmuwan gila ini dan Gold Saint Aries – Dessler lah yang harus merawat pengelolaan dan perlindungan tempat ini.

Segera, [Little Mad Scientist] – Oscar dan Dessler keluar untuk menyambut Fei.

Dan setelah cepat memeriksa bangunan di tanah dan pabrik-pabrik rahasia yang dimodifikasi dari ruang penyimpanan harta rahasia Kekaisaran Anji, Fei cepat pergi ke ruangan yang disegel di bawah tanah.

Tempat ini masih misterius dan luas seperti sebelumnya.

Telur raksasa yang disegel juga masih terkunci oleh rantai darah ilahi dan melayang di kekosongan.

Sekitar setengah tahun telah berlalu, dan sepertinya tidak ada yang berubah disini.

Namun, karena Fei sekarang seorang dewa, ia bisa lebih baik mendeteksi kehadiran jahat yang bergelombang di dalam telur batu yang belum rusak. Kehadiran jahat mereka begitu kuat hingga itu memberi perasaan mencekik.

Energi jahat itut terus terjalin dan bertarung dengan rantai darah ilahi di sekitar permukaan telur batu tersebut.

Hanya dewa yang bisa merasakan pertempuran gila antara dua kekuatan yang berlawanan tersebut.

Terutama telur batu raksasa yang setengah terang dan gelap di tengah ruangan. Kehadiran telur ini begitu luas hingga itu tak terbayangkan. Bahkan dengan kekuatan Fei saat ini, ia masih terkejut dan sedikit ketakutan karenanya.

Setelah menatap telur raksasa yang disegel ini untuk sementara waktu, Fei membuat keputusan dan menghilang dari tempatnya berdiri.

Di saat berikutnya, raja muncul di dalam telur batu raksasa yang telah dimodifikasi oleh Chambord. Ini adalah ruang independen dan fasilitas baru dari Laboratorium Ilmuwan Gila. Sisa dari 4.000 boneka perang emas mistis sedang dimodifikasi di sini, dan proyek ini mendekati penyelesaian.

Di pantai putih tak berujung, ada banyak kawah raksasa dan komponen barang sihir yang tersebar di sekitar mereka. Ini adalah buntut dari percobaan sihir yang gagal.

Lebih jauh, gelombang yang bergelombang di laut biru, dan gelembung putih digulung.

Hampir dari 1.000 mahasiswa yang memiliki keturunan Chambordian paling primitif juga sibuk bekerja di sini.

Hanya sekitar setengah tahun berlalu di dunia luar, namun kecepatan waktu berbeda di tempat ini. Untuk siswa yang bekerja keras ini, sudah lebih dari sepuluh tahun berlalu. Wajah mereka yang tampak naif dan muda sekarang tampak matang dan mantap.

Untuk kebangkitan Chambord, orang-orang ini tinggal di dalam dunia yang membosankan dan monoton ini, dan mereka mengorbankan diri dalam keheningan. Beberapa tahun hanya seperti beberapa hari bagi mereka.

Orang-orang ini jelas para pahlawan yang tidak disebutkan namanya dari Chambord.

Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah wajah-wajah lama Cain dan Akara, yang mana itu membuat mereka tampak seperti monster tua.

Meskipun lebih dari tahun sepuluh telah berlalu dalam dimensi ini, sepertinya tidak ada yang terjadi kepada kedua ilmuwan gila ini. Bahkan tidak ada tambahan kerutan yang bisa dilihat di wajah mereka.

Dan ketika Fei muncul di depan mereka, keduanya hanya membeku untuk sepersekian detik sebelum menurunkan kepala mereka dan melanjutkan pekerjaan mereka. Mereka bahkan tidak tampak terkejut atau gembira.

Fei tersenyum.

Raja jelas melihat bahwa tangan Cain menggigil saat menempatkan komponen unsur-bumi ke sebuah panah sihir unsur-air, dan Akara langsung merubah cetak biru array sihir yang 99 persen dari selesai menjadi sesuatu seperti lukisan abstrak Picasso.

“Kedua orang tua ini masih mencoba untuk bertindak kerena,” pikir Fei untuk dirinya sendiri saat ia berjalan dan memberi mereka masing-masing pelukan.

Untuk dua ilmuwan gila ini, ini adalah pelukan yang mereka terima setelah bertahun-tahun tidak melihat Fei.

“Kau …” Cain akhirnya tidak bisa bergaya lagi, dan senyum cerah muncul di wajahnya yang berkerut.

Akara juga tersenyum dan menunjukkan giginya yang potong.

Ini adalah pertama kalinya bahwa Fei melihat Akara tersenyum begitu cerah.

“Hah? gigimu …” Fei langsung mulai tertawa ‘tanpa perasaan’.

Sebelum dia bahkan bisa menyelesaikan ucapannya, senyum terang Akara sudah berubah suram, dan dia juga bergegas dan mendaratkan banyak pukulan ke tubuh Fei.

Raja hanya bisa mengepalkan gigi dan menahan ‘seragan’ ini. Dia bahkan tidak berani menggunakan kekuatannya untuk melindungi dirinya sendiri, takut bahwa impulsif kekuatan akan membuat Akara cedera.

Para prajurit di luar tenda merasakan gangguan, dan mereka bergegas masuk untuk memeriksa.

Tapi setelah melihat adegan itu, para prajurit semua menundukkan kepala mereka dan keluar dari tenda dalam diam seolah-olah mereka tidak melihat apa-apa.

Setelah keluar, para prajurit saling memandang, menutup mulut mereka, dan tertawa. Sangat langka untuk melihat raja dalam situasi yang memalukan seperti itu.

Ini juga alasan mengapa raja begitu menyenangkan dan memperoleh loyalitas dari semua Chambordians. Meskipun ia bermartabat di depan umum, dia akan menjadi ramah dan menyenangkan dalam kondisi pribadi.

“Ini adalah raja kami!” Semua tentara berpikir untuk diri mereka sendiri dengan bangga.

Sekitar satu jam kemudian, semua orang di dunia kecil ini, yang jarang berhenti bekerja, bersiap-siap untuk berpartisipasi dalam perjamuan yang raja siapkan untuk mereka.

Fei mengeluarkan minuman keras terbaik dan daging lezat yang ia panen di [Swamp Vicious] pada [Banished Land] untuk menjamu para siswa dan tentara ini, dan kemudian bergabung untuk menikmati pesta.

Untuk menambah suasana, raja bahkan menggunakan kekuatan ilahinya dan menutupi langit dunia kecil ini, menciptakan pemandangan indah dari langit malam yang menunjukkan banyak bintang yang cemerlang.

Cahaya api unggun menerangi wajah semua orang, dan banyak orang mabuk.

Untuk semua orang-orang ini, malam ini tak terlupakan dalam hidup mereka.

Tentu saja, Cain dan Akara adalah pengecualian.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *