Hail the King Chapter 1104 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1104 : Kehadiran yang Tak terbayangkan

Pada saat ini, pencipta sangat berbakat dan legendaris dari Zenit seakan jatuh ke dunia fana dari Surga; ia berbalik dari seorang dewa menjadi orang biasa yang memiliki emosi yang normal.

Begitu gambarab Kaisar Yassin mengatakan itu, dia berlari kembali ke dalam gulungan emas itu dan menghilang.

Chrystal tetap berdiri di tempatnya dan merasa tidak percaya. Matanya kehilangan fokus, dan ia jatuh ke dalam keadaan kacau.

Kegilaan? Syok? Atau kebencian?

Sekelompok emosi meluap di dalam pikiran Chrystal. Dan dia tidak bisa mengatasi emosinya, membuatnya merasa tercekik.

“Tidak, Ayah … puff!” Chrystal meludahkan seteguk darah dan jatuh ke tanah, kehilangan kesadarannya.

Royal Palace sekarang sangat tenang; atau lebih tepatnya terasa mematikan.

“Yang Mulia! Yang Mulia Alexander! Salam …” Kedua pejabat yang memilih mengganti haluan sebelumnya segera berlutut di tanah dengan ekspresi menyanjung, mereka bahkan bersujud ke arah Fei.

Ekspresi Fei tetap dingin, dan dia berkata, “Apakah orang-orang sepertimu memenuhi syarat untuk membayar penghormatan kepadaku?”

Boom!

Sebelum Fei menyelesaikan kalimatnya, dua pejabat yang berlutut meledak seperti balon pecah. Dan sebelum daging dan tulang mereka bisa jatuh ke atas tanah, mereka semua berubah menjadi kabut merah dan menghilang ke udara.

Puluhan lain dari pejabat bodoh kembali ketakutan, dan mereka semua roboh ke tanah. Mereka semua mengotori celana mereka, dan mereka bahkan tidak berani untuk berdiri tegap atau berlutut. Dengan punggung membungkuk, mereka berdiri diam dalam ketakutan.

Orang yang lebih pengecut di antara mereka bahkan sudah pingsan.

Tapi Fei tidak lagi memperhatikan orang-orang ini.

Sementara terus mengistirahatkan dagunya di atas telapak tangan kanannya, Fei tampak sedikit lelah dengan mata menyipit. Seakan dia sedang menunggu sesuatu.

-Diluar Royal Palace-

Raungan dan teriakan menjadi lebih keras dan lebih keras di setiap waktunya, dan jeritan dan erangan dari penduku Barcelonans dicampur ke dalamnya juga.

Di bawah bantuan para prajurit jiwa kristal perak dan master lainnya dari Chambord, kurang dari 50.000 tentara Barcelonan yang ditempatkan di dalam St Petersburg bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berjuang.

Dan mudah untuk membayangkan bagaimana warga sipil Zenit yang marah akan memperlakukan para iblis yang membakar rumah mereka dan membunuh orang yang mereka cintai ini. Memakan para musuh ini hidup-hidup bahkan mungkin tidak cukup bagi para Zenitians untuk melampiaskan kemarahan mereka.

Setelah memendam kemarahan cukup lama, akan sangat menakutkan ketika semuanya dilepaskan.

Pada kecepatan seperti ini, kontrol dari St Petersburg akan jatuh kembali ke tangan Zenitians sebelum malam tiba.

Waktu perlahan berlalu.

Secara bertahap, raungan dan teriakan di luar Royal Palace Zenit menjadi tenang.

Matahari terbenam yang berwarna merah di langit menyebarkan sinarnya ke seluruh tanah, mengubah tembok kota yang rusak dan patung saleh yang runtuh di St Petersburg menjadi merah.

Pada saat ini, serangkaian ledakan yang terdengar seperti guntur, beresonansi di daerah sekiitar.

Kemudian, lebih dari selusin sosok bergerak cepat melintas di langit merah.

Energi sisa dari pertempuran intens menghancurkan segala sesuatu yang ada di langit.

Dan sekitar sepuluh menit kemudian, sosok-sosok ini perlahan-lahan turun ke tanah, dan mereka mendarat tepat di dalam Royal Palace Zenit mana Fei tinggal.

Sosok ini dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok terdiri dari master Orc Klan Anjing, Dark Demonic Armor – Basturk, dan 20 prajurit kristal jiwa perak, mereka berdiri di tepi luar lingkaran.

Di tengah-tengah lingkaran, ada Busquets, Elves, Pedro, dan Mascherano. Keempat master tertinggi Barcelona itu tampak cemas saat ini, dan pakaian mereka compang-camping sementara napas mereka tidak teratur.

“Kalian akhirnya datang?”

Fei tetap duduk di atas takhta dan menatap empat master tertinggi. Nadanya dingin, dan itu penuh dengan kekuatan yang menakutkan.

Busquets mengambil napas dalam-dalam saat cahaya rumit melintas di matanya. Dia berdiri lalu maju selangkah sedikit ke depan dan perlahan-lahan berkata, “Alexander !!!”

Fei mengangguk dan menjawab, “Ya, itu aku”

“Aku terkejut bahwa aku, Busquets, yang mendominasi di seluruh Wilayah Barat Azeroth, benar-benar jatuh ke dalam situasi yang putus asa di Kekaisaran Zenit yang terpencil di Wilayah Utara”

Busquets kemudian perlahan menjadi tenang dan kemudian melepaskan kekuatannya, berusaha untuk memulihkan diri.

Dan setelah berpikir sedikit, Busquets melanjutkan, “Meskipun kau kuat, dan kau mungkin bisa membunuh kami, kau tidak bisa menyelematkan Zenit. Kau tidak dapat mengalahkan Tuan Messi. Dia sudah …”

“Oh? AKu perlu untuk memperbaiki perkataanmu” Fei masih tetap duduk di atas takhta yang tinggi di istana, dan ia juga tetap menatap empat Master tertinggi Barcelona. Ia lalu berkata sambil menggelengkan kepalanya, “Ini bukan tentang aku mungkin bisa membunuhmu. Yang benar “Aku akan membunuhmu hari ini”. Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu kembali?”

“Kemudian, kau harus membayar harga yang tinggi! Bukanlah hal yang sederhana untuk membunuh empat orang Demi-God!” Sementara membalas, rasa haus akan pertempuran Busquets meroket. Meskipun ia sangat ahli yang berfokus pada strategi, ia tidak lemah dalam pertarungan yang sebenarnya. Ketika ditekan ke sudut, ia masih bisa melepaskan kekuatan yang menakutkan.

“Benarkah?” Fei tiba-tiba berdiri, dan tekanan yang menakutkan dan tak terlukiskan segera meresap ke udara di daerah sekitar.

Busquets dan ekspresi tiga lainnya berubah! Sementara mereka bergoyang sedikit, jilatan api energi prajurit membakar di sekitar mereka.

Kehadiran Fei terus menanjak seakan tidak ada akhir. Kehadirannya bahkan langsung melewati melalui ranah puncak mid-tier Demi-God, dan itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Hanya terus naik lebih cepat dan lebih cepat saja.

Kehadiran energi besar yang bisa bahkan menakut-nakuti Demi-God terpancar ke luar dari tubuh Fei seperti tornado.

Akibatnya, orang-orang seperti Busquets harus melepaskan kekuatan penuh mereka untuk melawan.

Untuk sesaat, Busquets dan Pedro merasa seperti mereka monyet yang terkubur di bawah batu raksasa; mereka akan dihancurkan menjadi potongan-potongan dengan kehadiran menakutkan ini setiap saat.

Dan hal yang paling menakutkan adalah bahwa kehadiran Raja Chambord ini masih tidak berhenti meningkat. Bahkan, kecepatan naiknnya tidak memperlambat!

Hanya dalam beberapa detik, kehadiran Fei mencapai puncak ranah Demi-God.

“Ini … bagaimana … bagaimana mungkin?”

Lutut Busquets mulai menekuk tak terkendali sementara keringat muncul di dahi dan punggungnya.

Empat master tertinggi Barcelona kemudian tidak bisa berdiri tegak lagi. Di bawah tekanan kuat yang meresap di udara, mereka dipaksa untuk menekuk punggung dan lutut mereka. Dan seperti anak-anak yang membawa beban berat, walau mereka berjuang, mereka tetap saja tidak bisa menahan untuk menekuk tubuh mereka.

“Roar! Sial!”

Dari empat master tertinggi Barcelona, Mascherano segera menyerang.

Jika mereka membiarkan Raja Chambord melepaskan kekuatannya tanpa berhenti selama sekitar 30 detik, master tertinggi Barcelona ini bahkan tidak mungkin memiliki kesempatan untuk menyerang, apalagi mengalhkan raja dan melarikan diri.

Energi oranye tebal ditarik keluar dari tanah seolah-olah itu adalah cairan, dan api energi yang menusuk mata membakar di sekitar Mascherano. Gambar beruang kuning raksasa kuno muncul keluar dari tubuhnya sebelum membungkus di sekelilingnya.

Kemudian, serangkaian raungan beruang ilahi terdengar di Royal Palace of Zenit.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *