Hail the King Chapter 1103 Bahasa Indonesia

A+ A-

CHapter 1103 : Siapa Kau ini Sialan?

“Hidup Yang Mulia!” Granello meraung dalam kegembiraan.

“Hidup Yang Mulia Alexander!” Ribuan tentara mengikuti Granello dan meraung dengan penuh semangat, kemamuan besi mereka seperti melambung ke langit saat ini.

Chrystal, yang ditangkap dan di tahan di samping, meraung seperti orang gila, “Itu adalah milikku! Tahta itu milikku! Itu adalah milikku! Alexander! Kau bajingan! Kau pencuri! Kau permberontak …”

Sayang untuk Chrystal, suaranya bahkan tidak bisa didengar jika dibandingkan dengan teriakan ribuan tentara.

“Semuanya tolong bangun” Fei sudah tenang dari awal; dia juga tidak terlihat bersemangat hanya karena ia duduk di atas takhta. Dia lalu memandang Granello dan berkata, “Granello, pimpin semua penjaga dan tentara di Royal Palace dan segera bantu warga sipil di kota. Sampaikan juga perintahku! Kerahkan seluruh aset militer di St Petersburg dan kalahkan pasukan Barcelona! Para Master dari Chambord akan membantumu. Sebelum malam, aku ingin St Petersburg dikendalikan oleh Zenitians lagi”

“Sesuai keinginan ANda! Yang Mulia!” Granello begitu gembira hingga ia menggigil tak terkendali. Dia sudah menunggu hari ini bahkan dalam mimpinya!

“Yang Mulia, bagaimana dengan mereka …” Granello bangkit dan mengerutkan dahi sambil menunjuk para pejabat yang menggigil ketakutan.

“Jangan pedulikan mereka. Tinggalkan segala sesuatu di dalam istana kerajaan kepadaku” Fei bersandar pada takhta dan melambaikan tangannya. Kemudian, ia menunjuk Chrystal dan berkata, “Biarkan dia di sini juga. Kau juga tidak perlu meninggalkan penjaga di dalam istana. Bawa semua kekuatan militer bersamamu”

“Sesuai keinginan ANda! Yang Mulia!” Granello segera berbalik dan meninggalkan Royal Palace dengan ribuan tentara berzirah hitam.

Dalam sekejap, hanya beberapa orang yang tetap berada di dalam Royal Palace. Ada Fei, Chrystal, dan sekelompok pejabat yang begitu membatu hingga mereka merasa seperti hari ini adalah akhir dunia.

Tapi, meskipun jumlah orang di istana menurun, rasa takut dan tekanan yang orang-orang rasakan bahkan tidak berkurang sedikitpun.

Dan segala sesuatu yang orang-orang ini rasakan berasal dari orang yang sedang duduk di atas takhta saat ini. Orang ini sudah menjadi master tertinggi tahun lalu, dan kekuatan yang ia tunjukkan ketika langsung membunuh empat puncak Elites Bulan Purnama sudah jelas sangat mengejutkan. Orang ini bisa mengendalikan segala sesuatu di Royal Palace sendiri.

“Yang Mulia! Kita semua mendukung Anda! Yang Mulia Alexander!”

“Benar, benar, benar! Raja Chambord adalah kaisar sejati Zenit!”

Dua pejabat memutar mata mereka dan memikirkan sesuatu, dan mereka lalu merangkak di bawah meja mereka dan berkata, ke arah sosok yang heroik dan gagah berani.

Senyum mengejek lalu muncul di wajah Fei saat ia berbalik untuk melihat Chrystal.

“Kau … pengkhianat … kalian berdua pengkhianat keji. Kau pembohong…” Chrystal memucat. Dia duduk di tangga emas sambil berkeringat deras karena tulang lengannya patah, dan ia marah oleh para pejabat pengkhianat itu.

“Hehe, bagaimana menurutmu? Dikhianati itu tidak enak, kan?” Fei tersenyum saat mengistirahatkan dagunya di atas telapak tangannya.

Kemarahan di wajah Chrystal membeku, dan ia kemudian menyeringai dan berteriak, “Aku anak sebenarnya Kaisar Yassin, dan aku memiliki garis keturunan bangsawan dari keluarga kerajaan. Sedangkan kau? Siapa kau? Kau hanya orang desa dari Chambord, dan kau memiliki garis keturunan yang kotor. Beraninya kau berpura-pura menjadi Pangeran Ketiga? Kau konspirator! Apakah kau pikir skemamu akan bekerja? Ratusan tahun dari sekarang, sejarah hanya akan mengingat Raja Alexander dari Chambord sebagai orang licik yang mencuri tahta menggunakan trik kotor. Prestisemu akan turun menjadi orang tercela!”

“Oh?” Fei tersenyum dan berkata, “Namun, sejarah selalu ditulis oleh pemenang. Mungkin ratusan tahun dari sekarang, sejarah akan mengingatku sebagai pahlawan yang muncul saat Zenit berada dalam krisis, dan aku akan menjadi kaisar yang memimpin Zenit ke ketinggian baru. Pada saat yang sama, aku juga akan memberitahu semua orang bahwa Pangeran Keempat – Chrystal membunuh ayahnya, mengkhianati kerajaan, membantai bangsawan, dan membuang warga sipil. Kau akan selalu menjadi serangga malang yang akan dipaku ke tiang kayu. Hehe, jika aku ingin, aku bahkan akan membuat keberadaanmu menghilang selamanya. Kau tidak akan ada dalam buku sejarah, kau hanya akan menjadi hantu yang tidak dikenal sama sekali”

“Kau … tercela!” Chrystal begitu marah hingga ia meludahkan seteguk darah.

“Ha, aku hanya bercanda. Kenapa kau sangat serius? Huh?” Fei menguap tapi tiba-tiba ia juga menjadi serius. Dia lalu perlahan-lahan berkata sementara menekankan setiap katanya, “Sejujurnya, kau seperti orang yang idiot. Aku bahkan tidak memiliki kesabaran untuk bercanda denganmu. Apakah kau ingin bertarung denganku? Apakah kau memenuhi syarat? Kemampuan administrasi? Kekuatan tempur? Di daerah mana yang kau miliki yang kau pikir itu lebih baik dariku? Kau ingin takhta, dan kau melakukan segalanya untuk itu. Kau bahkan mengkhianati ayahmu dan membuang seluruh kerajaan. Namun, aku dapat memiliki semua ini hanya dengan pikiran saja”

“Kau … kau iblis!” Chrystal berteriak sambil meludahkan seteguk darah lain. Ia mencoba berdiri, tapi ia harus berjuang seolah-olah ia kehilangan semua kekuatan dalam tubuhnya.

“Kau bahkan tidak bisa berdiri sekarang. Sangat menyedihkan, tetapi kau bahkan lebih bodoh” Fei menggeleng sambil menatap Chrystal. Matanya dipenuhi dengan rasa jijik dan simpati.

“Dunia ini didominasi oleh oara master tertinggi. Hanya master sebenarnnya yang bisa menjadi penguasa besar. Bahkan takhta dari berbagai kerajaan hanya potongan dekoratif dihadapan kekuatan. Sangat menyedihkan bahwa kau belum mengerti ini. Mengapa kau pikir kau dapat menjaga takhta? Dengan kekuatan lemahmu? Kau bahkan belum menjadi Mage Bintang Lima. Atau, apakah kau pikir para orang bodoh itu bisa membantumu?”

“Diam! Berhenti berbicara! Aku tidak mengizinkanmu untuk berbicara!” Dada Chrystal bergerak ke atas dan ke bawah saat ia menatap Fei. Dia sangat marah hingga hampir tidak bisa bernapas.

Kata-kata Fei lebih menyakitkan daripada disayat 100 kali.

Setiap kalimat Fei dengan jelas dan kejam memotong jiwanya, membuatnya merasa frustrasi. Ini tampak seperti penyiksaan paling kejam di dunia.

“Baiklah, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. Apakah kau pikir aku juga ingin terus berbicara dengan orang sepertimu?” Ekspresi Fei tiba-tiba berubah aneh, dan dia lalu mengambil sebuah gulungan samar-emas dari cincin penyimpanan nya. Dia mengatakan, “Jika Kaisar Yassin tidak memintaku untuk membuatmu hidup di saat-saat terakhir, jika yang disebut garis keturunan bangsawan tidak mengalir di tubuhku, dan jika orang yang lemah dan menyedihkan sepertimu bukan adikku, apakah kau pikir akhirmu tidak akan berbeda dari orang-orang Barcelonans?”

Fei membuka gulungan itu saat ia berbicara.

Sebuah rentetan api emas ditembak, membentuk sosok Kaisar Yassin.

Suara akrab namun megah kemudian terdengar dari gambaran ini, dan dia mencerotakan sebuah kisah kuno dengan jelas. Latar belakang Fei juga diungkapkan oleh gulungan ini, dan klaim yang tepat atas tahta itu akhirnya diselesaikan juga dalam gulungan ini.

“Alexander, kau adalah penguasa masa depan dan kaisar tertinggi Zenit. Anakku, kau harus ingat untuk menghujani saudaramu dengan kebaikan. Aku tidak khawatir tentang orang-orang seperti Arshavin, Tanasha, dan Dominguez. Aku hanya khawatir tentang Chrystal. Dia mungkin dibutakan oleh keserakahan dan kemarahannya. Jadi, jika dia benar-benar melakukan sesuatu yang tak termaafkan, Nak, tolong ampuni nyawanya. Lagipula, dia tetaplah adikmu!”

Gulungan ini menunjukkan sisi lain dari Kaisar Yassin yang mulia dan megah; ia tidak berbeda dari orang tua biasa saat ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *