Hail the King Chapter 1102 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1102 : Raungan dan Pemberontakan

Seakan puluhan juta orang meraung bersama, suaranya begitu keras hingga berubah menjadi sebuah suara yang belum pernah terdengar di St Petersburg sebelumnya.

Seakan seluruh kota sedang melampiaskan rasa frustrasi nya.

“Apa yang sedang terjadi? Pasukan? Pasukan dari mana?” Teriak seorang pejabat dengan panik.

“Pasukan? Tentu saja, mereka berdiri bersama orang-orang! Apakah kau pernah berpikir bahwa tentara benar-benar setia kepada penguasa tidak berbakat dan sekejam iblis seperti dia? Tidak! Mereka dipaksa dan tidak punya pilihan! Dan sekarang, seseorang yang seperti anjing tak tahu malu, hina, dan miskin dari Barcelona sepertimu? Apakah kau berpikir bahwa kau sudah mengendalikan segala sesuatu dengan tinggal di istana ini? Serangga malang! Kau adalah sekelompok badut yang membodohi diri sendiri! Kehormatan sejati milik prajurit kekaisaran dan Zenitians yang berani akan selalu melawan dan menolak penjajah Barcelonan! Tidak seperti serangga serakah dan korup sepertimu!”

Suara Granello ini bergaung di istana seperti lonceng.

“Tangkap mereka! Tangkap mereka untukku! Bunuh mereka!”

Chrystal berteriak dengan panik dan ketakutan.

“Serang!”

Para Master dari Barcelona yang bertugas melindungi Chrystal kemudian segera bergerak.

Barcelona memerlukan Chrystal sebagai boneka untuk mengontrol Zenit. Ini adalah strategi yang Lionel Messi buat sebelum ia berangkat. Oleh karena itu, para Master dari Barcelona harus melindungi kaisar yang lemah dan tidak berguna ini; mereka tidak bisa membiarkannnya mati begitu saja.

Api energi prajurit dan kekuatan besar langsung memenuhi Royal Palace.

Aura yang kuat juga meledak ke daerah sekitar seperti tornado.

Sebanyak empat master dari Barcelona muncul, dan mereka semua adalah puncak Elites Bulan Purnama.

Dengan kekuatan mereka, mereka bisa dihitung sebagai makhluk yang paling kuat di Kekaisaran Boneka Zenit saat ini.

Namun, Fei setelah dengan ringan melambaikan tangannya.

Boom! Boom! Boom! Boom!

Keempat puncak Elit Bulan Purnama yang memiliki aura menakutkan langsung meledak seperti semangka yang diserang oleh panah cepat, energi prajurit mereka benar-benar menghilang.

Darah merah dan tulang putih yang terkelupas meledak dan menembak ke segala arah, dan empat orang tersebut berubah menjadi tumpukan daging.

Instan Kill!

Chrystal sangat terkejut hingga ia jatuh kembali ke atas takhta.

Dan karena para pejabat di Royal Palace hanyalah orang-orang yang tahu bagaimana menyanjung seseorang, dan mereka tidak pernah melihat adegan berdarah seperti ini sebelumnya. Ketika darah yang panas dan basah serta daging jatuh di wajah mereka, mereka terkejut dan bersembunyi di bawah meja batu sambil menggigil. Pada saat yang sama, mereka berteriak dengan keras seolah-olah mereka adalah babi yang sedang disembelih oleh penjagal.

“Pergi! Pergi! Pergi dan bunuh mereka!”

Chrystal terbangun dari shock, dan dia segera meraung dan memerintahkan para penjaga untuk menyerang.

Tapi tentara elit berzirah hitam menjadi ragu-ragu; mereka terkejut dengan kekuatan yang tak terbayangkan dari Fei!

“Saudara-saudara, apa kalian akan mendengarkan perintah pengkhianat hina yang membunuh ayahnya sendiri ini? Dalam 40 hari terakhir, apa yang pengkhianat ini lakukan? Bukankah kalian sudah melihatnya? Setiap Zenitian yang masih memiliki jejak kehormatan di dalamnya harus sudah membuat keputusan! Apakah kalian semua bersedia untuk melayani kaisar baru ini? Apakah kalian ingin melihat wilayah Zenit yang berbakat jatuh ke tangan Barcelona? Apakah kalian ingin melihat orang tua, istri, anak, dan teman-teman kalian hidup seperti budak menyedihkan selama sisa hidup mereka?”

Granello tidak takut dengan tentara yang memegang senjata di hadapanya, dia malah berjalan mendekati mereka dengan gagah berani. Dia membusungkan dadanya dan menyentuh titik lemah para tentara, mengandalkan pidato yang keras yang hingga bergaung di istana dan memekakkan telinga.

Para prajurit berzirah hitam yang sudah tampak ragu mendengarkan apa yang dikatakan Granello dengan seksama, dan beberapa dari mereka mulai menundukkan kepala mereka karena malu sementara yang lain mulai melonggarkan pegangan pada senjata mereka.

“Saudara-saudara, aku tahu bahwa kalian sedang dipaksa. Sekarang, jika kalian mengubah arah senjata kalian dan menunjukkannya kepada mereka para pengkhianat, kalian masihlah akan terhitung sebagai orang-orang besar dan pahlawan Zenit!” Granello mengangkat tangannya dan berteriak.

“Mungkin kalian tidak tahu, tapi Raja Alexander dari Chambord adalah Pangeran Ketiga Zenit yang hilang! Sebelum Kaisar Yassin meninggal, ia mengeluarkan dekrit rahasia dan menyerahkan tahtanya kepada Yang Mulia Alexander. Raja Alexander dari Chambord adalah Kaisar Zenit yang sah!”

Granello kemudian menunjuk Chrystal yang sudah runtuh ke takhtanya dan meraung, “Dia! Dia, di sisi lain, hanya pengkhianat keji! Seorang pengkhianat yang harus digantung! Sekarang, Saudara, ggunakan senjata kalian untuk membuat pilihan! Menerima kaisar baru atau membunuh para pengkhianat!”

Akhirnya, seorang tentara mendongak dan meraung untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

“Sial! AKu sudah cukup dengan semua ini! Chrystal hanyalah seorang pengkhianat yang mengkhianati ayahnya dan saudara-saudaranya, dan ia melemparkan ratusan juta Zenitians ke dalam neraka! Aku mendukung Raja Alexander dari Chambord! Aku ingin dia menjadi kaisar baru!”

“Aku sudah cukup juga …”

“Kami melindungi pengkhianat ini siang dan malam di dalam Royal Palace, tapi orang yang kita cintai sedang diganggu dan dibunuh oleh Barcelonans di luar istana …”

“Mengapa kita bahkan memilih melindungi bajingan ini sebelumnya?”

“Aku mendukung Yang Mulia Alexander!”

Kemarahan dibakar di setiap dada para prajurit berzirah hitam.

Kekejaman dan keserakahan Chrystal sudah membuat para penjaga yang melindungi Royal Palace mengeluh secara rahasia, sehingga kata-kata merangsang yang Granello katakan dikombinasikan dengan prestise tertinggi yang Fei simpan dalam Zenit membuat para prajurit ini dengan cepat membuat keputusan mereka. Mereka langsung beralih sisi dan berdiri dengan Granello.

Tink! Tink! Tink! Tink!

Senjata tajam yang mencerminkan cahaya dingin semua berbalik dan mengarah ke Chrystal yang membatu saat ini.

“Kau … beraninya kau? Kau para pengkhianat berani mengarahkan senjata padaku? AKu kaisar baru Zenit! Penguasa negeri ini! Beraninya kau!” Chrystal berpura-pura menjadi kuat dan berteriak kepada para penjaga.

Namun, ia juga masih tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, dan ia berbalik dengan wajah pucat untuk kemudian menyeret lebih dari dua gadis lemah dalam balutan kain tipis, dan menempatkan mereka di depannya.

“Kau adalah kaisar baru? Kau tidak memenuhi syarat!”

Granello melesat ke depan dan muncul di hadapan Chrystal. Kemudian, ia memukul dan mematahkan lengannya.

“Ah!” Chrystal menjerit kesakitan, dan air mata mengalir di wajahnya.

Granello membenci pengkhianat yang mengkhianati seluruh Zenit ini. Pria ini merusak pertahanan Zenit dan menyebabkan kematian Kaisar Yassin, Pangeran Dominguez, dan ratusan juta Zenitians. Dalam hal dendam pribadi dan dendam publik, Granello merasa seperti dia tidak mungkin bisa melampiaskan semua amarahnya dengan jelas kepada pria ini. Dan jika hidup Chrystal tidak berguna ini masih diselamatkan, Granello akan lebih memilih terus mencoba membunuh bajingan ini hingga mati.

Setelah menyerang Chrystal, Granello melambai pada gadis-gadis yang panik dan mengisyaratkan mereka untuk mundur, dan ia berlutut di samping tahta dan melihat Fei sambil berteriak dengan hormat, “Yang Mulia Alexander, mohon duduklah di atas takhta!”

“Yang Mulia Alexander! Silahkan ambil kembali tahta yang seharusnya Anda miliki!” Ribuan tentara berzirah hitam berlutut serentak dan berteriak.

Fei menunduk dan berpikir sejenak sebelum berjalan ke depan.

Kemudian, tanpa ragu-ragu, Fei berjalan melalui tentara yang memegang senjata, melewati jalan yang mereka secara otomatis buat untuknya dengan pindah ke kedua belah sisi. Lalu, dia berjalan ke atas tangga emas dan tiba di hadapan tahta yang mewakili tingkat tertinggi kekuasaan di kekaisaran Zenit.

Di saat berikutnya, Fei berbalik dan dengan ringan duduk di atas takhta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *