Hail the King Chapter 1100 Bahasa Indonesia

A+ A-

CHapter 1100 : Cahaya Menyinari Tanah

“Yang Mulia … Yang Mulia … AKu …” Air mata keluar dari mata Granello yang sudah sepenuhnya pulih. Sekarang lidahnya juga tumbuh, ia mampu berbicara dengan baik lagi.

Pria bermental besi ini bahkan tidak mengeluarkan suara apapun ketika mengalami penyiksaan paling kejam di dunia, tetapi emosi bergegas ke dalam pikirannya saat ini. Granello sendiri tidak yakin apakah itu marah, sedih, benci, gembira, atau emosi lainnya yang sedang ia rasakan saat ini, tetapi yang pasti, sesuatu tersebar di tubuhnya secara tak terkendali.

Granello tidak ingin menangis, tapi air mata hangat terus mengalir di wajahnya seperti sungai.

“Mati, semua mati. Pangeran Dominguez, Nona. Paris, Kaisar Yassin, dan jutaan prajurit yang setia kepada Kekaisaran. Mereka semua mati!”

Tubuh Granello ini menggigil keras karena marah.

“AKu melihat dengan mataku sendiri! Banyak pejuang pemberani dari Zenit disiksa oleh para iblis itu sampai mati di penjara ini! Dan aku mengatakan kepada diriku sendiri jika aku perlu untuk terus hidup! AKu harus hidup! AKu harus hidup karena aku percaya bahwa Yang Mulia akan datang kembali! Anda pasti akan membalaskan dendam para Zenitians yang tewas! Dan aku mengalami penyiksaan paling kejam selama ini hanya untuk menunggu momen itu terjadi! Aku mempertahankan kehidupanku yang dirusak hanya untuk melihat para iblis itu dikirim ke neraka!”

Mungkin karena Granello sudah menekan kebenciannya terlalu lama dan tidak mendapatkan kesempatan untuk melampiaskan kekesalannya, segera setelah lidahnya pulih, ia tidak bisa menahan dan terus meraung.

Dengan senyum di wajahnya, Fei tidak mengganggu Granello dan hanya mendengarkannya dengan sabar.

Sejumlah besar kekuasaan ilahi masih membanjiri tubuh Granello ini seperti sungai yang bergelombang, dan itu membuat semua luka pada tubuh Granello, termasuk anggota badannya yang terpotong, pulih dalam waktu sekitar 15 menit.

Granello akhirnya terlahir kembali!

Juga, karena sebagian tubuh Granello ini diciptakan oleh kekuataan ilahi Fei, tubuhnya ini mampu megeluarkan kekuatan yang menakutkan. Ketika Granello sudah terbiasa dengan tubuh ini, ia pasti mampu melepaskan kekuatan yang sebanding dengan Lord Kelas Matahari.

Kekuatan ilahi Fei ditanamkan sebagai benih di dalam tubuh Granello, membuka jalan bagi pria berjanggut merah ini untuk pergi ke tingkat yang lebih tinggi.

Dan tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Granello juga telah berubah menjadi makhluk lain. Selama dia bekerja keras dan cukup beruntung, bukan hal yang tidak mungkin baginya untuk menjadi seorang True God!

Setelah bertahan dari penyiksaan paling kejam, Granello dilahirkan kembali dan mendapat kesempatan kedua dalam hidupnya.

“Yang Mulia!” Granello berlutut dan berkata dalam kegembiraan, “Hari itu, aku menyaksikan pertempuran terakhir Kaisar Yassin, dan aku memahami yang Yang Mulia adalah Pangeran Ketiga Zenit yang hilang! Aku mendengarnya dengan telingaku sendiri! Kaisar Yassin bahkan memberikan tahtanya kepada Anda …”

Fei membantu Granello bangun dari tanah dan berkata, “Aku sudah tahu segala sesuatu tentang latar belakangku. Sebelum Beliau meninggal, ia meninggalkan gulungan rahasia dan mengungkapkan segala sesuatu di dalamnya. Katakan tentang pertempuran akhir secara rinci padaku”

“Seperti yang Anda inginkan” Rasa sakit muncul di wajah Granello, dan ia dengan hati-hati mengingat segala sesuatu dan mengatakan kepada Fei apa yang terjadi secara rinci di saat berikutnya.

“Jadi, Pangeran Keempat mengkhianati kerajaan dan bekerja sama dengan musuh. Itu adalah bagaimana [Goddess of Earth’s Protection] dihancurkan. Kemudian, Lionel Messi muncul dan mengalahkan Kaisar Yassin …” Fei berpikir sejenak dan tiba-tiba mengerti segalanya. Dia lalu mengangguk dan menjawab, “Setelah mendengar semua ini darimu, semua pertanyaan di pikiranku terjawab. Kemudian, sekarang saatnya untuk membalas dendam! Darah untuk darah, kebencian untuk kebencian, dan membunuh untuk pembunuhan. Suatu hari, aku akan membuat Barcelonans merasakan rasa dari segala sesuatu yang terjadi di St Petersburg!”

“Yang Mulia, apakah Anda akan pergi ke Royal Palace dan menyelesaikan segala sesuatu dengan pengkhianat itu, Chrystal? Dapatkah Anda tunggu aku sebentar?” Granello tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan ia berbicara sambil menggigit giginya.

“Ok, aku akan menunggumu” Fei tahu apa yang akan orang ini lakukan.

“Terima kasih, Yang Mulia” Granello kemudian berjalan mendekati algojo yang menyiksanya.

“Tolong … kasihanilah …” Algojo sudah membatu, dan dia kencing dan buang air besar di celana.

Selama sekitar 30 hari terakhir, algojo ini sudah menggunakan segala macam metode tidak manusiawi untuk menyiksa Granello. Jadi mudah untuk membayangkan bagaimana Granello akan mengurusnya saat ini.

“AKu sebenarnya berencana untuk membunuhmu dengan mengukir setiap inci dagingmu, tapi aku harus mengikuti Yang Mulia Alexander dan menyelamatkan kerajaan yang rusak. Aku tidak bisa membuang-buang waktu berhargaku untuk dendam pribadi dengan menyiksa karakter tak berguna sepertimu. Jadi aku akan memberikan kematian yang cepat” Sementara Granello mengatakan itu, ia menusukkan pedangnya ke dada algojo itu dan mengakhiri hidup orang rusak itu.

“Terima … terima kasih …”

Karena mampu langsung mati tanpa banyak rasa sakit, algojo ini akhirnya bertobat dan mengucapkan kata-kata itu sebelum kehidupannya yang penuh dosa berakhir.

Granello lalu mengambil kumpulan kunci dari sabuk algojo, dan ia dengan cepat berjalan ke beberapa sel dan merilis tahanan yang ada di dalamnya.

“Tuan Martial Saint!”

“Raja Alexander dari Chambord!”

“Yang Mulia!”

Para tahanan ini memperoleh kebebasan mereka, dan mereka semua berlutut di depan sel mereka dan koridor sambil bersorak.

Orang-orang ini adalah prajurit yang paling setia dan paling pantang menyerah dari Zenit, dan itu sebabnya mereka dipenjara di Black Jail.

Dan sebagian besar dari orang-orang ini disiksa begitu banyak hingga mereka berada di ambang sekarat, tapi mereka seakan terlahir kembali saat ini. Dengan harapan berkedip di mata mereka, orang-orang ini menangis dan meraung penuh gairah, tampak sangat bersemangat tinggi.

Pada saat ini, sepertinya penjara suram dan berdarah berubah menjadi gunung berapi yang hendak meletus. “Semuanya, ambil senjata dan serang keluar! Ini adalah waktunya untuk kita membalas dendam!” Granello mengangkat tangannya dan berteriak, dan janggut merahnya tampak seperti api yang membakar.

“Kami bersedia untuk bertarung bersama Yang Mulia Alexander!”

“Zenit tidak akan pernah mati! Hidup kekaisaran!”

Raungan bergaung di seluruh penjara.

Lintasan cahaya keemasan kemudian terpancar dari tubuh Fei, menyingkirkan kegelapan di ruang bawah tanah. Energi hangat dan lembut juga berlari ke dalam tubuh setiap orang, menyembuhkan semua luka dan memberikan para prajurit tersebut keberanian tak terbatas serta kekuatan!

Di saat berikutnya, cahaya keemasan menerobos dinding-dinding batu dari ruang bawah tanah, membumbung tinggi ke langit.

Dalam sekejap, semua orang di St Petersburg bisa melihat pancaran cahaya keemasan menembak ke langit dari Imperial Knight Palace.

Awan gelap di langit juga ditusuk dan dibubarkan oleh sinar emas yang mewakili harapan dan balas dendam ini, dan matahari merah bersinar melalui awan tipis dan menyinari dinding kota yang rusak dan tanah di sekitarnya.

Cahaya akhirnya muncul kembali di St Petersburg!

-St. Petersburg, Royal Palace-

Kaisar baru Chrystal mengenakan jubah sutra emas kerajaan dan sebuah mahkota emas, dan ia memegang tongkat dengan hiasan kristal sihir paling berharga saat ia duduk di atas takhta.

Dengan minuman keras lezat dan makanan lezat di tangan mereka, 16 anak perempuan yang sangat cantik yang mengenakan pakaian tipis dan hampir telanjang juga berlutut di lantai emas di bawah tahta yang dingin, dipaksa hormat dan melayani kaisar baru ini.

Dan meskipun lutut gadis-gadis ini sudah memar, mereka masih harus menunjukkan senyum manis di wajah mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *