Hail the King Chapter 1099 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1099 : Maaf Aku terlambat

“Siapa kau? Beraninya kau mengganggu tempat eksekusi? Kamu mencari mati?”

Setelah jeda singkat, prajurit Barcelonan yang memimpin tiba-tiba berdiri dan berteriak. Dan api energi prajurit yang kuat menyelimuti dirinya, selanjutnya, ia dan rekan-rekannya langsung berlari ke atas dan mengepung Fei.

Pada saat yang sama, prajurit lain melambaikan tangannya dan menembakkan energi pedang peringatan ke langit.

“Kepung dia! Jangan biarkan dia pergi!” Seorang prajurit boneka Kekaisaran Zenit berteriak, dan ribuan tentara boneka Kekaisaran Zenit kemudian bergegas datang dari segala arah.

Karena pernah terjadi insiden dimana beberapa Zenitians mencoba menyelamatkan orang-orang yang ada di tempat eksekusi sebelumnya, para tentara ini sudah bersiap.

Warga sipil Zenitian yang dipaksa untuk menonton pembantaian rekan-rekan mereka semua memahami itu, dan mereka khawatir kepada anak muda berjubah putih itu. Mereka tidak ingin Zenit muda yang gagah ini ditangkap dan dibunuh oleh para Barcelonans tercela itu.

Namun, anak muda berjubah putih berambut hitam panjang ini bahkan tidak melirik para prajurit Barcelonan yang mengepungnya.

Dan saat pemuda ini hanya mengambil satu langkah maju, sesuatu yang tak terbayangkan terjadi.

Bam! Bam! Bam! Bam! Bam!

Para prajurit Barcelonan yang kuat di mata warga sipil Zenitian semuanya meledak seolah-olah mereka telur yang dihancurkan oleh palu, dan darah merah serta serpihan tulang putih mereka terbang ke segala arah. Mereka meninggal tanpa mayat yang utuh.

Pada saat yang sama, tentara boneka Kekaisaran Zenit yang bergegas untuk menangkap Fei juga mengalami nasib yang sama seperti prajurit Barcelonan. Tubuh mereka semua membesar dan akhirnya meledak seperti balon, darah dan tulang mereka berubah menjadi kabut sebelum menghilang tertiup angin.

Adegan ini tampak seperti ada tangan tak terlihat yang meremas mereka semua mati.

Hanya dalam sekejap, ribuan Barcelonan dan pasukan boneka Kekaisaran Zenitian semuanya menghilang.

Di tempat eksekusi, pemuda putih mengambil langkah maju lain, dan tubuhnya berkelebat dan langsung menghilang ke dalam kota.

Di dan di sekitar tempat eksekusi, hanya mereka para warga sipil Zenitian yang masih utuh seakan apa yang terjadi tidak melibatkan mereka. Bahkan darah dan serpihan tulang tidak terciprat ke arah mereka.Warga sipil ini memandang segala sesuatu yang telah terjadi dengan mata melebar dan mulut terbuka. Mereka tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mata mereka.

Lebih dari 100 tawanan yang berada di ambang kematian juga menatap orang-orang di sekitar tempat eksekusi dengan begitu terkejut.

“Itu Imperial Martial Saint Alexander! Itu Yang Mulia!”

“Raja Alexander dari Chambord! Beliau kembali!”

“Raja Chambord sudah kembali!”

Akhirnya, beberapa orang menyadari siapa pemuda berambut hitam panjang dan berjubah putih itu. Mereka menyadari bahwa pemuda ini adalah Raja Alexander dari Chambord, dan mereka tersentak sadar karena fakta itu juga.

Seiring waktu berlalu, semakin banyak orang mengingat apa yang terjadi dan mengenal siapa pemuda itu.

“Tuan Martial Saint datang untuk membalas dendam!”

“Apakah Chambordians mendapatkan kemenangan besar?”

Kerumunan yang diam tiba-tiba mulai mengaum seperti percikan api mendarat di tumpukan kayu kering yang direndam dalam bensin. Api itu membakar dengan sangat hebat!

Raja Alexander dari Chambord! Nama ini tampaknya menjadi sebuah pemicu sihir! Ini langsung memicu kemarahan yang Zenitians telah tekan untuk lebih dari sebulan. Membuat orang-orang ini merasa seperti darah mereka terbakar di tubuh mereka.

“Mari kita ikuti Tuan Alexander! Mari kita menyerang ke kota dan membunuh musuh! Kita tidak akan menjadi budak untuk musuh-musuh kita!”

Tidak ada yang tahu siapa yang memulai, tapi seseorang berteriak dengan semangat, dan ribuan Zenitians yang berkumpul di sini meraung dan bergegas ke kota dari gerbang utara seperti banjir karenanya.

Setelah mereka bergerak melalui pintu gerbang, mereka kemudian menyadari bahwa Barcelonan dan tentara boneka Kekaisaran Zenit yang seharusnya menjaga jalan-jalan semuanya sudah dibunuh oleh kekuatan yang menakutkan, dan tim eksekusi Barcelona yang seharusnya berpatroli di jalan-jalan juga tewas, dan mereka mayat tergeletak di sepanjang jalan.

Dan seperti virus menakutkan yang menyebar dengan cepat, semakin banyak warga sipil Zenitian yang meraung dan turun ke jalan-jalan juga.

-Black Prison di Imperial Knight Palace-

Setelah Kaptern Ksatria – Akinfeev dan Ksatria Ekseskusi lainnya dari Zenit tewas dalam pertempuran, penjara yang pernah digunakan untuk menangkap dan menahan para pengkhianat, pemberontak, dan mata-mata ini berubah menjadi penjara kejam yang ada hanya untuk mempertahankan kontrol Kaisar Chrystal atas kekaisaran.

Dan dalam 30 hari terakhir, banyak tokoh-tokoh berpengaruh ditahan di sini! Mereka termasuk jenderal di militer, pemimpin pasukan pemberontakan, pedagang kaya, tentara bayaran, dan musuh politik Kaisar Chrystal yang berani menentangnya!

Lebih dari 50.000 orang juga telah tewas dalam penjara ini.

Setiap detik, orang diinterogasi, disiksa, dan dibunuh karena berbagai alasan.

Setiap saat, tangisan, rintihan, kutukan, dan permohonan bisa didengar di dalam penjara yang gelap ini. Suara-suara itu beresonansi di dalam tempat ini dan membuatnya terdengar seperti teriakan hantu dalam Neraka tingkat 18.

Untuk jangka waktu tertentu, Kaisar Chrystal juga akan datang ke penjara ini untuk melihat mantan musuh-musuh dan lawan-lawan politiknya yang disiksa sampai mati dan berubah menjadi potongan-potongan. Setiap orang yang dibenci oleh kaisar baru akan disiksa sampai mereka hanya memiliki satu tarikan napas terakhir hanya untuk dijadikan makanan untuk Demon Beast di saat berikutnya.

Tentu saja, orang yang memiliki nasib yang paling tragis di sini adalah Granello.

Pria yang pernah menjadi bawahan inti Pangeran Dominguez yang berjuang sampai mati untuk Zenit, dan juga mantan pemimpin Imperial Patrol.

Sekarang, empat anggota badan Granello sudah dipenggal, setengah dari lidahnya juga dipotong, dan salah satu matanya ditusuk dan menjadi buta. Setiap hari, ia akan disiksa dengan segala macam metode kejam selama lebih dari sepuluh jam.

Kebencian Kaisar Chrystal terhadap Granello sudah mencapai tingkat memuakkan. Oleh karena itu, ia tidak ingin membiarkan orang ini mati. Dia selalu mengirim mage berbakat dan dokter untuk menyelamatkan dan menyembuhkan Granello sebelum ia meninggal karena siksaan. Dan ketika Granello sadar, ia hanya akan disiksa lagi.

Perawatan yang Granello terima sangat kejam dan tidak manusiawi.

Namun, mantan Bangsawan yang memiliki julukan [Red Beard] ini tidak pernah memohon bahkan sekali!

-Di bagian dalam Black Jail-

Erangan teredam dan tawa gila terdengar pada saat yang sama, membuat suasana tampak menyeramkan seperti itu terletak di alam hantu.

“Ha ha ha! Granello! Kau bekerja keras hari ini juga! Apakah itu menyakitkan? Apa kau ingin mati?” Algojo setengah telanjang tertawa sambil memegang pisau tajam yang setipis sayap lalat. Sementara ia memotong tubuh rusak yang digantung di udara dengan rantai besi, ia mengejek dengan senyum iblis, “AKu hanya memperkosa seorang wanita kotor, tapi kau menendangku keluar dari Imperial Patrol dan mematahkan salah satu kakiku! Hehe, aku masih ingat itu. Sekarang, apakah kau menyesal tidak membunuhku sebelumnya?”

Orang ini perlahan-lahan mengukir daging di sekitar bahu. Dan setelah beberapa saat, semua daging bersih diambil olehnya, menunjuukan tulang putih dibaliknya. Kemudian, ia mengikis tulang putih untuk mendapatkan tumpukan serbuk tulang darinya.

Perlakuan yang kejam ini benar-benar tidak manusiawi.

Dan orang yang sedang disiksa tidak memiliki anggota badan, dan rambutnya berantakan. Dia benar-benar direndam dalam darah, dan tidak satu inci dari kulitnya yang utuh dan bisa dilihat. Luka ada di seluruh tubuhnya, termasuk wajahnya. Hanya menyisakan satu matanya untuk menatap algojo sementara darah terus mengalir keluar dari mata lain yang hancur. Bahkan telinganya dipotong juga.

Adegan itu benar-benar menakutkan.

Dan orang ini adalah [Red Beard] – Granello.

Seakan seperti pria ini sudah kebal terhadap rasa sakit. Dia hanya membiarkan algojo iblis di hadapannya terus memotong tulang bahunya, tapi ia juga tidak mengeluarkan erangan ataupun jeritan. Yang ada, hanya tatapan menakutkan dari matanya yang letih dan lelah.

“Apakah kau tahu apa yang sangat kubenci darimu? Itu adalah ekspresi sialan ini. Itu membuat semuanya seakan kau lah algojonya sementara aku tawananmu. Oleh karena itu, aku akan lebih banyak menyiksamu! Lagipula, ini adalah perintah dari Kaisar Chrystal. Hehe, selama aku tidak membunuhmu … Ahahaha!” Algojo tiba-tiba menikamkan belatinya ke dalam tulang bahu Granello dan tertawa liar.

“Wuuu!”

Granello akhirnya mengeluarkan erangan yang mendalam. Rasa sakit yang jauh melampaui toleransi rasa sakitnya menyerangnya.

Tapi tepat saat Granello hendak pingsan, matanya tiba-tiba melebar saat ia melihat sosok yang tidak seharusnya berada di tempat yang jauh muncul di hadapannya.

Granello tidak yakin kapan sosok ini muncul, tapi orang ini menatapnya dengan ekspresi minta maaf.

“Wuwu! Wu!” Granello mulai berjuang intens.

Sebuah jejak air mata yang jelas juga melayang keluar dari satu matanya yang utuh secara tak terkendali.

“Ha ha ha! Apa? Kau akhirnya merasa takut? Itu sudah terlambat! Ha ha ha! Bahkan jika kau bersujud di hadapanku, aku tidak akan membiarkanmu pergi! Oh aku lupa. Kau bahkan tidak memiliki kaki sekarang. Bagaimana kau bisa berlutut?” Melihat Granello akhirnya bereaksi secara berbeda, algojo tertawa dan cukup merasa bangga dengan dirinya sendiri.

Namun, pria ini segera menemukan bahwa sesuatu berjalan dengan salah, dan tiba-tiba ia berbalik.

Algojo kemudian terkejut saat ia menemukan bahwa seorang pria muda putih berdiri di belakangnya! Dia tidak tahu kapan orang ini muncul.

“Kau …” kata algojo ini beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Semua karena ia tiba-tiba menyadari bahwa prajurit dari Barcelona dan pasukan boneka Kekaisaran Zenit yang ada di terowongan dan ruang bawah tanah semuanya sudah terbunuh, dan mayat-mayat mereka berbaring di tanah.

“Bagaimana mereka mati? Mereka tidak membuat suara apapun! Kekuatan anak muda ini sangat menakutkan!”

Algojo ingin mengatakan sesuatu, tapi dia sangat ketakutan saat menyadari bahwa ia tidak bisa membuka mulutnya atau menggerakkan tubuhnya. Seakan waktu telah dibekukan di sekelilingnya.

Pemuda putih lalu perlahan-lahan berjalan mendekati Granello dan berkata, “Maaf, aku terlambat!”

“Wuuuu …”

Meskipun setengah dari lidah Granello ini terputus, dan dia disiksa selama lebih dari 30 hari, mental pria ini tampaknya terbuat dari besi dan tidak pernah memohon belas kasihan.

Namun, pada saat ini, tubuh pria ini menggigil hebat, dan emosinya yang tertahan akhirnya terlampiaskan. Dia mengeluarkan serangkaian raungan dan teriakan.

Fei lalu melambaikan tangannya, dan rantai baja yang mengikat di sekitar Granello semua hancur. Kemudian, seberkas energi emas menyelimuti tubuh Granello dan membantunya perlahan-lahan turun ke tanah.

Kemudian, raja mengangkat tangannya, dan rentetan kekuasaan ilahi hangat perlahan-lahan mengalir keluar dan disuntikkan ke dalam tubuh Granello ini.

Algojo yang berada di samping terkejut, dan matanya terbuka lebar saat ia mengamati keajaiban yang terjadi tepat di depannya.

Saat energi emas memasuki tubuh Granello, telinganya, matanya yang ditusuk, anggota badannya terputus, dan semua luka lainnya mulai pulih pada kecepatan gila. Daging di tubuh Granello tumbuh entah dari mana, dan mereka memperpanjang keluar dari luka dan tulang untuk kemudian membentuk otot, kulit, dan …

“Bagaimana ini mungkin? Bahkan master tertinggi tidak dapat membuat tubuh orang lain tumbuh kembali! Mungkinkah … pemuda putih ini … seorang dewa?” Pikiran ini terlintas dalam pikiran algojo,dan ia terkejut hingga ke intinya.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *