Hail the King Chapter 1094 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1094 : Kekuatan yang Mendominasi (1)

“Panjang umur! Panjang umur raja!”

“Hail the King!”

Banyak tentara Chambord yang sepenuhnya bersenjata yang telah diam di dinding pertahanan Chambord bereaksi terhadap adegan ini. Mereka kemudian mengangkat senjata mereka dan bersorak. Dan seperti letusan gunung berapi, raungan dari hampir 6.000 orang jauh melampaui suara-suara yang dibuat oleh Barcelonans yang jumlahnya beberapa kali lebih banyak di luar kota.

Untuk setiap Chambordian, Raja Alexander adalah dewa tak terkalahkan dalam pikiran mereka.

Selama raja semacam itu bersama dengan mereka, terlepas dari musuh apa yang mereka hadapi, para Chambordians berani ini tidak akan mundur sedikit pun. Bahkan jika mereka menghadapi iblis dari neraka, mereka tidak akan mundur dalam ketakutan.

Mereka bersedia mati untuk seorang raja mereka.

Ini adalah tingkat fanatisme yang mirip dengan agama.

“Raja Chambord!” Kata Busquets secara perlahan dan penuh dengan penekanan, dan wajahnya berubah serius seketika. Teman-teman di sekelilingnya juga merasa tekanan yang sama, dan ekspresi mereka menjadi suram.

Hanya nama ‘Alexander’ saja sudah memberikan orang-orang ini tekanan yang tak ada habisnya.

Pedro juga masih ingat dengan jelas akan Fist Spiritual Spatial Seal Array yang ditempatkan di Teluk Bizantium. Array energi pedang emas di langit itu membawa korban yang menghancurkan untuk [Sea God’s Spear], dan Pedro masih ingat berapa banyak usahanya hanya untuk memecahkan kode dan merusak array.

Namun, itu hanya kekuatan yang Raja Chambord tinggalkan setahun sebelumnya.

“Sekarang menghadapi pria menakutkan ini, apakah kita masih punya kesempatan untuk menang?”

Untuk orang-orang seperti Busquets dan Elves, setelah menaklukkan St Petersburg, mereka selalu mendengar satu kalimat hingga seakan kapalan tumbuh di telinga mereka.

Dan itu adalah –

“Raja Alexander dari Chambord akan membalas kalian!”

Kalimat ini berasal dari [Red Beard] – Granello yang setengah mati dan masih disiksa hingga sekarang, Pangeran Dominguez yang meninggal secara heroik untuk kekaisaran, banyak warga sipil, tentara, jenderal, dan bangsawan dari Zenit yang meninggal dalam pertempuran, dan bahkan Kaisar Yassin yang tidak bisa dikalahkan oleh empat orang Demi-God Barcelona juga mengatakan ini.Sepertinya setiap satu dari Zenitian percaya bahwa Raja Chambord memiliki kemampuan untuk membalaskan dendam mereka.

Dan sekarang, pria yang memegang harapan semua Zenitians itu akhirnya muncul, dan cara ia membuka pintu untuk masuk juga sangat mengejutkan.

Dengan sedikit dorongan tangannya, ia dapat dengan mudah mengalahkan malaikat pertempuran bersayap empat yang kekuatannya sebanding dengan Dewa.

“Seberapa kuat Raja Chambord?”

“Ha ha ha! Kau datang tepat pada waktunya! Aku takut jika kau mungkin lari, tapi aku senang melihatmu tidak menjadi kura-kura pemalu hari ini. Aku akan benar-benar membunuhmu, pengkhianat Gereja Suci! Aku akan membiarkan orang-orang yang percaya padamu melihat bagaimana kau terkoyak oleh malaikat pertempuran bersayap empat, seorang prajurit ilahi!”

Pendeta berjubah perak – Infantino, tampak pucat setelah dia terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatannya, tapi dia tertawa tanpa rasa takut saat ini.

Berbeda dari orang lain, ia tidak melihat Fei sebagai ancaman.

Setelah kalah selama beberapa kali ketika melawan Fei, Infantino berpikir bahwa Gereja Suci sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang kekuatan Fei yang sebenarnya.

“Oh? Benarkah?” Senyum mengejek muncul di wajah Fei, dan ia bertanya,“Aku sangat menantikan adegan semacam ini juga. Namun, siapa yang pengkhianat sebenarnya? Kau tidak dapat membuat keputusan seperti itu, dan begitu juga dengan Platini dan Blatter, dua anjing tua sialan itu”

“Sombong!” Infantino berteriak dengan ekspresi iblis, “Jika kata-kata Yang Mulia Paus bahkan tidak berguna, maka siapa yang bisa melakukannya?”

Fei tersenyum dan menjawab, “Tentu saja … kata-kataku!”

Bam!

Sebelum ia selesai berbicara, raja mengulurkan tangannya dan ringan melambai.

Meskipun tidak ada energi yang mengejutkan melesat keluar, orang merasa seperti visi mereka kabur untuk sesaat.

Dan ketika mereka kembali mendapatkan fokus mereka, mereka melihat bahwa pendeta yang sombong dan bangga – Infantino, sudah hancur. Fei mencekik leher pendeta ini, dan itu terlihat seakan Raja Chambord sedang menyeret mayat.

“Tuan …” para pendeta Demi-God lainnya terkejut.

Dengan kekuatan mereka, mereka tidak melihat bagaimana Infantino ditangkap, dan mereka tidak mampu menawarkan bantuan juga.

Orang-orang seperti Busquets juga terkejut, dan wajah mereka berubah warna. Mulut mereka terbuka lebar, dan mereka tidak tahu harus berkata apa.

“Terlalu menakutkan! Jenis kekuatan apa ini? Dari lebih 1.000 meter, ia mengangkat lengannya dan langsung menangkap master yang berada di puncak mid-tier Demi-God … mungkinkah dia sudah mencapai ranah True God?”

Hampir dalam sepersekian detik berikutnya, para Master tertinggi Barcelona merasakan bahaya intens, dan mereka semua menjauh segera sejauh lebih dari 2.000 meter untuk mengantisipasi jika Fei akan tiba-tiba menyerang lagi.

“Kau …” Wajah Infantino merah terang karena malu.

Sementara ratusan ribu tentara di kedua sisi terus menyaksikan, Fei meraih lehernya seolah-olah ia adalah mayat di udara. Rasa malu yang Infantino rasakan terlalu tinggi, membuat pendeta berjubah perak ini memuntahkan sesuap darah.

Tapi segera, rasa malu dan kemarahannya berubah menjadi ketakutan.

Infantino menyadari bahwa tangan Fei itu seperti penjara ilahi. Terlepas dari seberapa kuat Infantino mencoba untuk membebaskan diri, ia tidak bisa melarikan diri sama sekali!

Buzz…

Tiba-tiba, ratusan ribu tentara di kedua sisi tersentak.

Dan lebih jauh lagi, fenomena lain terjadi.

Malaikat bersayap empat yang Fei tendang jauh akhirnya secara perlahan menstailkan dirinya di udara. Dan alih-alih benar-benar hancurkan dan menghilang, ia mulai perlahan-lahan memperbaiki diri.

Energi cahaya di wilayah sekitar lalu bergegas menuju malaikat bersayap empat seolah-olah dia adalah penyedot debu.Malaikat bersayap dua yang jatuh selama pertempuran dengan boneka sihir yang telah berubah menjadi massa dari energi cahaya juga bergegas menuju malaikat bersayap empat ini.

Dan itu bukan akhirnya. Sisa dari lebih selusin malaikat bersayap dua juga tersedot ke arah malaikat bersayap empat, dan tubuh mereka pecah dan berubah menjadi garis-garis energi perak sebelum benar-benar terserap.

Hanya sekejap, tiga pasang sayap perak lain muncul di belakang malaikat bersayap empat.

“Ini … purification? Kemampuan untuk menyerap energi dari rekan-rekannya dan memurnikan entitas pada tingkat yang sama?”

Mesin pertempuran dari langit ini memiliki kemampuan yang unik dan menakutkan.

“Jahat! Aku merasakan bau kejahatan!”

Malaikat bersayap enam diselimuti lapisan cahaya menusuk mata saat mengatakan itu.

Api energinya seharusnya suci dan damai. Namun, karena suhu yang tinggi dan radiasi, itu malah tampak ganas dan menakutkan.

Suara malaikta pertempuran ini juga tidak lagi terdengar mekanik; itu penuh dengan semangat pembunuhan dan kekerasan pada saat ini.

“Dewa sesat, lepaskan orang kepercayaan Godly King of Light! Jika tidak, kau akan dihukum oleh cahaya”

Kehadiran malaikat bersayap enam tampak seperti dewa sebenarnya yang sedang turun ke dunia.

Dan perubahan mendadak ini ternyata membalikkan meja lagi.

Di tanah,prajurit Barcelonans yang moralnya jatuh telah bangkit kembali, dan kegembiraan muncul di wajah orang-orang seperti Busquets.

Sedangkan di dinding pertahanan Chambord, orang-orang seperti Aryang, Brook, dan Bast semuanya menahan napas mereka, dan jantung mereka berlari, merasa gugup untuk raja.

Dan orang yang lebih gelisah daripada Chambordians ini adalah Piazon yang menyusup di dalam prajurit Barcelonans. Ia berpikir, “Raja Chambord, kau harus bertahan! Jangan kalah! Hanya kau yang dapat membalaskan dendam Kekaisaran Zenit yang kalah melalui banyak tragedi berdarah!”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *