Hail the King Chapter 1090 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1090 : Upaya Terakhir

Orang-orang yang muncul di perkemahan dari Barcelona mengenakan jubah ilahi dari Gereja Suci, dan mereka juga tampaknya memiliki status yang tinggi.

“Bahkan Gereja Suci terlibat …” pikir Piazon.

Gereja Suci dan Klan Naga masih dalam perang, dan dikatakan bahwa kedua belah pihak menggunakan kekuatan terlarang. Gereja Suci menggunakan metode rahasia dan berkomunikasi dengan Surga, mengundang malaikat pertempuran untuk turun dari Surga dan bertempur untuk mereka. Mereka telah secara bertahap memperoleh keuntungan karena ini.

Malaikat Pertempuran ini adalah mesin perang. Mereka menakutkan dan memahami energi yang kuat dari elemen cahaya. Mereka semua sama baiknya dengan prajurit dan mage, dan mereka bahkan beberapa kali lebih kuat dari oara master manusia biasa dalam hal menyerang dan bertahan.

“Mungkinkah para pendeta Gereja Suci juga bergabung dalam pertempuran malam ini? Apakah ini alasan Armando menjadi percaya diri? Lalu … apa yang harus kulakukan?” Piazon mulai cemas.

Jika Gereja Suci bisa membuat malaikat pertempuran untuk menyerang Chambord, mungkin pertahanan kerajaan ini tidak akan bisa bertahan lama. Dan jika kota terakhir Zenit ini hancur, maka mantan Kekaisaran Zenit akan hancur selamanya.

Sambil berjalan dan berpikir, Piazon dengan cepat tiba dihadapan tendanya.

“Tanpa perintahku, tidak ada yang diizinkan masuk”

“Ya, Tuan!” Penjaga Piazon mengangkat kepala dan berteriak.

Piazon lalu memasuki tenda.

Sangat hangat dan lembab di dalam tenda, dan dua gadis langsung terbangun dari tidur palsu mereka saat ini; tapi mereka menjadi santai ketika mereka melihat bahwa yang masuk adalah Piazon.

Silver Moon Knight lalu menatap kedua gadis yang tampak tenang dan lalu tersenyum pada mereka.

Kedua gadis itu sekarang memakai jaket katun tebal, dan mereka telah melahap beberapa makanan dan sudah menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan sulit untuk mengatakan bahwa mereka baru saja diserang.

Sebelumnya, Piazon tidak melakukan apa pun kepada mereka. Suara-suara yang para tentara dengar hanyalah bualan semata.

“Tuan, Anda kembali?”

Kedua gadis memandang Piazon sebagai penyelamat mereka, jadi mereka cepat-cepat mendekati Paizon dalam sukacita ketika melihat kedatangannya.

Piazon sudah meminta dua gadis ini beberapa pertanyaan rumit dan tahu latar belakang mereka sekarang.

Orang tua mereka sudah meninggal di bawah pisau pembantaian Barcelonans, dan mereka membenci penjajah ini hingga ke bagian inti mereka. Mereka Zenitians sejati.

Jadi, tanpa membuang-buang waktu, Piazon meminta dua gadis untuk lebih dekat kepadanya, dan dia mengatakan kepada mereka tentang hipotesis rinci nya.

Piazon mengatakan dengan ekspresi serius, “Sejujurnya, masalah ini sangatlah penting, dan aku akan mencoba untuk membuat kalian berdua masuk ke Chambord City. Setelah kalian masuk, kalian harus memberikan pesan ini kepada Raja Chambord, pastikan bahwa Chambordians siap”

“Tuan, jangan khawatir. Bahkan jika kita harus mati, kita akan menyelesaikan permintaan Anda,” kata kedua gadis tegas dengan kebencian berkedip di mata mereka.

Piazon ringan mendesah dalam pikirannya ketika ia mendengar ini.

Dalam dunia yang kacau, nasib rakyat sangat tragis. Pada saat ini, bahkan nasib Zenit seakan berada di pundak kedua gadis lemah.

Dengan senyum lembut, Piazon dengan hati-hati mengusap rambut berantakan kedua gadis dan berkata, “Gadis Kecil. Tidak, kalian tidak akan mati. Kalian akan hidup dan memastikan bahwa kekaisaran sialan itu menebus semua kejahatan mereka”

“Tuan, tetapi Anda …”

“Ya, Tuan! Bagaimana jika Anda pergi bersama kami? Terlalu berbahaya untuk tinggal dengan Barcelonans ini”

Kedua gadis mencoba membujuk Piazon untuk pergi bersama mereka.

Meskipun ketiganya hanya baru bertemu satu sama lain kurang dari satu hari yang lalu, dua gadis ini tidak bisa melupakan pemuda tampan yang menyelamatkan mereka dari bahaya ini. Cinta murni bahkan mulai tumbuh di dalam hati kedua gadis ini tanpa bisa dihentikan.

Tapi, Piazon menggeleng; dia tidak bisa pergi sekarang. Dia akan lebih berguna jika terus tinggal di dalam kekuatan Barcelona.

Dan karena ia sudah membawa reputasi pengkhianat, dia tidak keberatan dengan yang lainnya.

Dia bahkan ingin memberikan gulungan rahasia kepada kedua gadis itu, tapi ia takut bahwa masalah mungkin akan timbul nantinya, dan Raja Chambord tidak akan mendapatkan gulungan itu. Jadi, pada akhirnya, ia memutuskan untuk mencari waktu yang lebih baik untuk bisa memberikan gulungan kepada Raja Chambord sendiri. Lagipula, masalah ini sangat penting, dan dia tidak bisa mengacaukannya.

“Nanti, kalian berdua mungkin harus melalui beberapa penderitaan …” kata Piazon sambil memandang kedua gadis itu.

-20 menit kemudian-

Ketika raungan, jeritan, dan erangan perempuan akhirnya berakhir, Piazon meninggalkan tenda dengan dua ‘mayat’ berdarah di tangannya.

Hanya lengan dan kaki yang ringan berkedut saja yang bisa menunjukkan bahwa kedua gadis itu masih belum mati.

Para penjaga dan tentara di daerah memandang Piazon seolah-olah ia adalah seorang rakasa saat ini. Mereka tidak berharap bahwa Jenderal Kecil yang tampak tampan dan lembut akan begitu ganas dan kejam; mereka bahkan menduga bahwa Piazon memiliki jimat untuk menyiksa orang. Karena itu adalah satu-satunya cara bagaiman bisa kedua gadis itu dipukuli hingga seperti itu.

“Yuck! Dua b*tches yang tidak tahu posisi!” Piazon mengumpat dengan ekspresi kejam.

Ia terus menyeret dua gadis yang setengah mati ke luar perkemahan, meninggalkan jejak darah di tanah di belakangnya.

Dan ketika Piazon mencapai Sungai Zuli, ia memberi isyarat pada dua tentara Barcelonan yang mengantarkan pengungsi Zenitian. Dia lalu memerintahkan, “Lemparkan dua b*tches ini ke dinding pertahanan di seberang sungai! Biarkan Chambordians tahu bahwa ini adalah akhir jika mereka terus menolak dan tidak menyerah. Ingat, jangan membunuh mereka! Hehe, aku ingin melihat apakah Chambordians akan menyelamatkan kedua b*tches ini atau tidak!”

“Ya Tuan! Jangan khawatir!”

Melihat keadaan tragis yang kedua gadis alami, di mana darah dan daging mereka bercampur, tentara menggigil dan hampir memuntahkan setengah makan malam yang baru dicerna. Mereka juga berpikir untuk diri mereka sendiri, “Jenderal KEcil ini sakit dan seperti setan!”

Segera, dua gadis itu dimasukkan ke sebuah gerobak kayu, dan mereka didorong ke arah daerah yang dipenuhi oleh para pengungsi yang mati kelaparan dan cedera di luar dinding pertahanan Chambord City.

Hal-hal seperti ini terjadi setiap hari.

Terutama hari ini, sekelompok besar pengungsi Zenitian didorong ke sisi lain sungai sebagai upaya Barcelonans untuk mengganggu dan melemahkan pertahanan Chambord.

Piazon mengamati di sisi lain sungai. Kemudian, setelah menyindir, ia berbalik, kembali ke perkemahan Barcelona melewati jejak berdarah yang ia buat sebelumnya.

Pada saat ini, suara keras drum tiba-tiba terdengar di berbagai tempat perkemahan, dan banyak pasukan berkumpul.

Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang.

“Hah? Sesuatu terjadi?”

Drum membangunkan Robbin yang sedang tidur sambil memegang senjatanya. Sebagai jenderal yang menjaga dinding pertahanan malam ini, ia tidak berani gegabah. Jadi dia segera bangkit dan naik ke menara pengawas sebelum melihat ke kejauhan.

Lampu menerangi seluruh bagian perkemahan musuh, dan sangat berisik disana.

Hanya dalam beberapa menit, orang-orang seperti Bast, Brook, dan Aryang juga bergegas menuju garis depan setelah mendengar suara drum.

Aryang kemudian berkata setelah beberapa saat pengamatan, “Bersiap untuk bertempur! Formasi tentara Barcelonan yang kompleks sudah terbuat, dan moral mereka juga meningkat. Sepertinya mereka akan melakukan serangan yang sebenarnya. Kita mungkin akan menghadapi pertempuran yang sulit”

“Mungkinkah mereka menemukan cara untuk mengurus boneka perang emas mistis?” Tanya Robbin dengan shock.

Chambordians tidak tahu apa yang Barcelonans andalkan hingga saat terakhir. Dan karena musuh tidak menyerang sebelumnya, mereka pasti sudah merencanakan sesuatu. Sekarang, Chambordians hanya bisa menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.

Aryang terus mengeluarkan serangkaian perintah, dan tentara Chambordians di dinding pertahanan mulai bergerak mengikutinya.

“Haruskah kita mengaktifkan boneka sihir lainnya?” Bast mengerutkan kening saat ia bertanya.

“Tidak sekarang. Kita bisa menunggu dan melihat. Akan lebih baik jika kita bisa bertahan sampai Yang Mulia kembali. Kemudian, kita dapat mencoba untuk menyerang dalam satu serangan dan benar-benar melenyapkan Barcelonans ini. Kita tidak akan memberikan mereka kesempatan untuk bernapas” Aryang masih tampak tenang saat ini. Sepertinya ia juga masih akan memiliki temperamen saat ia melihat gunung raksasa runtuh di hadapannya. Dia orang yang tidak akan tertipu oleh penampilan luar; dia adalah seorang jenderal yang langka dan berbakat.

“Haruskah kita sementara berhenti menerima pengungsi ini?” Bast tiba-tiba bertanya.

“Tetap lanjutkan. Mereka semua adalah warga negara yang berani dan setia pada Zenit. Mereka telah diintimidasi, disiksa, dan hampir dibunuh oleh Barcelonans. Sebagai baris terakhir pertahanan untuk Zenit, kita tidak bisa membiarkan mereka mati dan membuat mereka kehilangan sedikit harapan terakhir mereka. Selain itu, mereka akan sangat terpengaruh setelah pertempuran dimulai,” Aryang sangat tegas tanpa ragu-ragu saat ia berkata.

“Ha ha ha! Ok,TUan Strategist! Aku menghargaimu untuk ini!” Bast tertawa.

Boom!

Setelah beberapa saat, garis-garis api sihir yang mengerikan menembak ke langit dari garis depan Barcelona, ​​dan mereka berlari menuju Chambord seperti tetesan air dalam hujan badai.

Wajah semua orang berubah warna saat ini.

Barcelonans ini sangat kejam dan ganas. Meskipun serangan semacam ini tidak bisa mempengaruhi Chambord, puluhan ribu pengungsi di luar kota akan dibunuh karenanya.

“Tingkatkan cakupan perisai pertahanan kota hingga 50 persen!”

Setelah mendengar suara tenang Aryang, petugas komunikasi di sampingnya melambaikan bendera perintah sihir.

Buzz! Buzz! Buzz!

Sementara suara getaran cahaya terdengar, lingkup oranye yang meliputi kota secara bertahap memperluas hingga 2.000 meter, melindungi para pengungsi yang jatuh putus asa dan kekacauan pada saat ini.

Boom! Boom! Boom!

Coretan tak berujung dari energi sihir yang menghancurkan bertabrakan dengan bidang energi dan meledak seperti kembang api.

Beberapa pengungsi yang telah menutup mata mereka dan menunggu kematian mereka melihat ini, dan mereka melompat dan bersorak tanpa bisa dihentikan.

Lapisan tipis dari bola energi itu seperti benteng yang tak tertembus, memberikan pengungsi rasa keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Chambord tidak akan pernah meninggalkan para Zenitians.

Banyak orang menangis dengan rasa syukur, dan sorak-sorai dan doa juga terdengar di luar kota.

“Semuanya, jangan panik! Dengarkan perintah kami dan masuki kota dalam satu baris!” Beberapa prajurit Chambordian berteriak dari dinding pertahanan.

Segera, api energi sihir melintas di luar kota saat array teleportasi diaktifkan. Beberapa prajurit Level Bintang juga melompat dari dinding pertahanan untuk membantu, dan puluhan ribu pengungsi bahkan membantu satu sama lain dan tidak melawan. Tanpa menyebabkan kekacauan, mereka memasuki array teleportasi dalam satu baris dengan air mata di mata mereka.

Beberapa mata-mata Barcelonan mencoba untuk menghasut para pengungsi dan menyebabkan kekacauan, tapi …

Prajurit wanita dari Dunia Diablo menunjukkan kemampuan mereka; mereka seperti kumpulan Valkyrie Elenas versi kecil. Berdiri di dinding pertahanan, mereka memakai busur dan dengan mudah membunuh orang-orang yang mencoba untuk menimbulkan kekacauan.

Lebih jauh, garis-garis energi kuat kembali bangkit dari tempat perkemahan Barcelona.

Sekitar empat sampai lima dari mereka tampaknya telah mencapai tingkat master tertinggi.

Perang raksasa akan segera dimulai.

“Tuan, dua gadis memaksa untuk menemui Anda, dan mereka berada di bawah dinding pertahanan sekarang. Mereka mengatakan bahwa mereka memiliki informasi penting yang harus disampaikan” Tiba-tiba, seorang prajurit berlari menaiki dinding pertahanan dan melapor kepada Aryang.

“Gadis?” Aryang membeku.

“Ya, dan mereka mengatakan bahwa mereka melarikan diri dari tempat perkemahan dari Barcelona, ​​dan mereka memiliki informasi penting yang harus dilaporkan”

“Bawa mereka kemari,” kata Aryang setelah beberapa saat ragu-ragu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *