Hail the King Chapter 1063 Bahasa Indonesia

A+ A-

CHapter 1063 : Beruang Raksasa dari Utara,Meraunglah!

Saat itu sudah tengah malam.Dan karena saat ini Kekaisaran sedang dalam perang, semua jalan ditutup sebagai pertanda jika jam malam aktif.

Sementara merasa cemas,Granello mencambuk kudanya dengan tegas,berusaha berlari ke Menara Sihir No.1 yang ada di tengah kota bersama dengan ratusan tentara elit secepat yang dia bisa.Dan karena ia terburu-buru,mereka tidak menunjukkan kepedulian untuk kuda-kuda dan hanya ingin mencapai tujuan mereka dengan cepat.

Seperti tornado,kelompok orang ini melintas melalui jalan-jalan,dan suara keras yang dibuat oleh kuku kuda terdengar seperti guntur di malam hari.

Kavaleri di depan mengangkat token emas Kaisar Yassin dan berteriak,“Imperial Patroli bertugas! Kami memiliki tanda emas Yang Mulia! Beri kami jalan!”

Bersama dengan suara keras kuku-kuku kuda yang terdengar di langit,para prajurit yang berada di pos-pos pemeriksaan menyingkir untuk tidak menghalangi jalan.

Teriakan dan suara terus terdengar dari arah keempat dinding pertahanan.

Barcelonans berjuang dengan sangat sengit di malam hari ini.

Dan dalam sekejap,Menara Sihir No.1 akhirnya berada dalam pandangan Granello.

Ini adalah bangunan paling megah di St Petersburg setelah Royal Palace,Martial Saint Mountain,dan Imperial Royal Palace.Coretan cincin oranye-kekuningan energi sihir mengelilingi menara sihir seperti benda-benda nyata,dan mereka perlahan-lahan berputar di sekitar menara hitam seperti tombak raksasa ini.Banyak perangkap sihir didirikan di seluruh wilayah,dan lebih dari 5.000 tentara elit ditempatkan didekatnya.

Melihat bahwa Menara Sihir No.1 masih utuh,Granello menghela napas lega dan mempercepat.

“Berhenti! Jika kau bergerak maju untuk 100 meter lagi,kita akan menembak!” Sebuah benteng yang tingginya sekitar lima meter muncul di bagian depan kelompok,dan para prajurit yang menjaga langsung berteriak ketika mereka mendengar suara derap yang dibuat oleh kuku kuda.Pada saat yang sama,mereka bersiap-siap untuk menyerang.

“Token emas Yang Mulia ada di sini!” Kavaleri dari Imperial Patrol yang memimpin mengangkat tanda emas Kaisar Yassin,dan tim terus bergerak maju.

Granello membawa kudanya ke dalam benteng,dan dia menjadi tenang setelah melihat bahwa mekanisme pertahanan masih utuh,dan tidak terlihat seperti sudah diserang. Dia lalu bertanya dengan santai,“Sebelum kita sampai di sini,apa ada orang lain yang masuk?”

“Tuan,sekitar 15 menit yang lalu,Pangeran Keempat datang ke sini dengan sekitar 50 penjaga,dan ia mengatakan bahwa ia diberi perintah oleh Yang Mulia untuk memasuki Menara Sihir!” Seorang perwira militer yang menjaga pos pemeriksaan pertama menjawab dengan hormat.

“Apa?” Granello terkejut,dan dia berkata,“Pangeran Keempat sudah dilucuti oleh Kaisar Yassin,dan dia tidak akan bisa melakukan apapun.Semua orang di kota tahu itu! Bagaimana dia bisa mengikuti perintah Yang Mulia? Sial! Kenapa kau tidak menghentikannya …”

Boom!

Sebelum Granello bisa menyelesaikan ucapannya dan berlari ke depan,tanah mulai bergetar keras.

Rasanya seperti binatang prasejarah raksasa di bawah tanah sedang meraung,memaksa untuk melarikan diri.

Kuda-kuda pasukan kavaleri ketakutan,mereka meringkik dan mengangkat kaki depan mereka.Mereka menjadi cemas seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan terjadi.

Pada saat ini,orang-orang seperti Granello tidak lagi memiliki waktu untuk fokus pada kuda.

Tanah terus gemetar dengan kuat.

Dan saat suara ledakan terdengar,tanah keras menjadi lembut seperti permukaan danau,membuat sulit bagi orang untuk berdiri di atasnya.

Tapi ada yang lebih menakutkan dari ini,Menara Sihir No.1 yang tingginya sekitar 1.000 meter mulai goyang juga,dan garis-garis cincin oranye-kekuningan cahaya sihir yang mengelilingi menara yang menjulang ke langit mulai pecah dan hancur, menghilang di bawah mata orang-orang.

“Menara sihir … akan runtuh?” Para prajurit yang menjaga juga tampak putus asa.

Semua orang tahu apa artinya bagi Zenitians jika Menara Sihir No.1 runtuh pada saat ini.Ini hanya mewakili kehancuran total dan kematian.

Boom!

Di saat berikutnya,patung Kaisar Yassin yang sedang mengayunkan pedang,yang ditempatkan di bagian atas Menara Sihir No.1,jatuh dari langit.Simbol yang mewakili kekuasaan kekaisaran ini hancur saat mencapai tanah,mengirimkan debu ke udara.

Kemudian,Menara Sihir No.1 yang dikatakan tidak bisa dihancurkan mulai rusak.Retakan hitam terlihat muncul di seluruh tubuhnya,dan api cahaya oranye yang menusuk-mata menembak keluar dari celah-celahnya!

Tiba-tiba,sirene yang memekaan telinga terdengar di langit di atas kota.

Kebisingan ini membuat seluruh jatuh kota ke dalam keadaan teror tak terkendali dan kekacauan.

“Sial! Apa yang terjadi?” Granello merasa dingin.

“Tuan,tolong mundur! Energi di dalam menara sihir dalam keadaan yang terganggu,dan menara ini akan meledak!” Seorang perwira militer berteriak ke telinga Granello.

“Mundur? Mundur ke mana?” Wajah Granello pucat,dan dia tersenyum tragis saat ia berkata,“Kota ini akan hancur,dan Barcelonans mengepung kita dari semua sisi.Kita tidak punya tempat untuk mundur.Aku orang yang harus disalahkan.Aku terlambat! AKu harus bertanggung jawab untuk semua ini!”

Sementara Granello berbicara,cahaya oranye-kekuningan [Goddess of Earth’s Protection] yang menutupi kota dan mewakili keselamatan dan kehangatan mulai rusak.Perisai sihir yang bisa bertahan dari serangan penuh kekuatan Demi-God hancur seperti cangkang telur yang rusak,dan energi sihir oranye-kuning berubah menjadi potongan-potongan dan jatuh dari langit.Sebelum mereka bisa sampai ke tanah,mereka menghilang di udara.

Perisai sihir pecah!

St Petersburg sudah terbuka!

Tanpa [Goddess of Earth’ Protection],St Petersburg sama seperti seorang wanita telanjang dihadapan seorang pria mesum.Barcelonans sekarang bisa melakukan apapun yang mereka inginkan.

“Jika aku bisa mengetahui orang-orang Eindhovenans sialan dan menyadari bahwa mereka adalah mata-mata untuk Barcelonans lebih awal,situasi tidak akan menjadi seperti ini.Sekarang,semuanya sudah terjadi! Aku sudah mengcewakan kepercayaan Yang Mulia,dan aku juga sudah mengecewakan jutaan warga St Petersburg.Aku sudah melakukan semua ini …”

Granello ingin memotong lehernya dan menggunakan kematiannya untuk menghukum dirinya sendiri.Namun,sedikit logika membuatnya mampu mengontrol impuls-nya.

Setelah berpikir sedikit,Granello memberi isyarat pada prajurit di belakangnya.

“Tuan,tolong berhati-hati! Pergilah!” Kavaleri ini mengangguk bersama,dan mereka melompat ke kudanya dan kemudian mencambukkan sebelum dengan gagah pergi dan meninggalkan daerah yang bergetar dengan sangat hebat.

Granello lalu menarik keluar pedang panjang Dari pinggangnya dan melihat saudara-saudaranya yang mengikutinya di sini.Ia lalu berkata,“Prajurit,kehancuran akan tiba.Jika kalian pergi dari sini dan melarikan diri,kalian tidak akan dipanggil pengecut.Namun,jika kalian memilih untuk tinggal,itu menunjukkan kesetiaan kita kepada kekaisaran.Mari kita mengubah ketakutan kita menjadi kemarahan! Ikuti aku dan serang menara! Mari kita bunuh semua mata-mata yang menghancurkan menara! Ini adalah hal terakhir yang bisa kita lakukan untuk kerajaan dan orang yang kita cintai!”

Energi prajurit yang membakar menyelimuti Granello.

Karena tanah bergetar dengan sangat hebat,tidak mungkin untuk naik kuda.

Jadi Granello turun dari kudanya dan berlari menuju menara sihir yang runtuh.

“Tuan,kami akan mengikuti Anda sampai mati!”

Sisa anggota Imperial Patroli tidak menjadi ragu-ragu,mereka semua berlari ke arah menara sihir yang runtuh seperti ngengat mendekati nyala api.

Sekarang,dari sekitar 5.000 tentara elit yang menjaga menara,lebih dari setengah dari mereka sudah mati atau terluka parah.

Namun,tidak satupun dari mereka memilih untuk melarikan diri.Mereka semua menarik keluar pedang mereka dan mengikuti pasukan kavaleri sambil menyanyikan lagu kekaisaran.

“Bahkan kehidupan rendah memiliki martabat.Kemuliaan kita ditulis dalam sejarah kerajaan yang penuh dengan kesulitan.Perang tidak pernah bisa membuat Zenitians mundur! Beruang raksasa dari utara,Meraunglah!”

Lagu tragis bergaung di malam yang berantakan dan kacau.

Comment

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *