Hail the King Ch 1017 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 1017 : Bersihkan Lehermu dan Tunggu

Constantine berada dalam situasi yang tragis.

Kaki yang berada di bagian bawah lututnya telah lepas,dan tulang-tulang putih terlihat di samping daging yang lembek itu.Lengan kanannya terputus dari siku,dan itu tampak mengerikan.Juga,tubuhnya hangus,ia tampak seperti sepotong batu bara yang baru saja dikeluarkan dari tungku saat ini.

Raja ini menjadi seperti itu setelah melawan Pedro.

Mengingat pertempuran sebelumnya,Pedro tampak jelas tidak bisa menenangkan diri. Meskipun kekuatan raja kecil ini jauh lebih rendah dibandingkan dengannya,keberanian yang ditunjukkan pemuda ini dalam pertempuran membuat Pedro merasa lawannya tidak terkalahkan dalam beberapa saat.Dan jika Pedro tidak melukai Constantine sampai tingkat ini,orang-orang Barcelonans mungkin tidak akan dapat menangkap raja ini.

Dan untuk pertama kalinya juga,Pedro menjadi tidak yakin apakah kekaisarannya bisa menaklukkan Zenit atau tidak.

Beberapa tentara lalu menjemput Constantine yang masih pingsan di tanah,dan mereka membawanya ke geladak.

Tapi pada saat ini,pemuda tampan ini tiba-tiba terbangun dari pingsannya.Mungkin rasa sakit yang luar biasa mengejutkannya,atau mungkin ini adalah kejernihan,tapi yang pasti,Raja Bizantium membuka matanya dan memandang Pedro,dan senyum aneh dipenuhi rasa iba muncul di wajahnya.

Senyum ini tampaknya memberi tahu Pedro bahwa dia sudah selesai,dan itu membuat sosok berpengaruh Barcelona ini menggigil karena alasan tertentu.

Kemudian,raja muda ini dibawa pergi dan menghilang setelah para prajurit yang membawanya berbelok di sebuah sudut.

Setelah hening sejenak,Pedro berubah menjadi seberkas cahaya dan berlari menuju dua raksasa Xuan’ge di udara.

Boom! Boom! Boom!

Dua sinar sihir yang kuat dari meriam sihir yang saleh menyambut kedatangan Pedro.

Pedro lalu meninju dengan kedua tinjunya,dan dua naga api menderu berlari keluar.

Sinar dan naga api berbenturan,dan gelombang kejut melesat keluar dan menciptakan gelombang raksasa satu demi satu.

Boom! Boom! Boom! Boom!

Detik berikutnya,Pedro sudah muncul di depan perisai sihir [Black Pearl].

Dalam sekejap,pria ini meninju berkali-kali,dan serangan tinjunya yang kuat menciptakan banyak riak yang berkedip cepat pada bola sihir perak.Raksasa Xuan’ge kemudian bergetar dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk karenanya.

“Serang! Serang! Jatuhkan bajingan sialan ini untukku!”

Kapten Sparrow berteriak dengan marah.Matanya merah semua,dan dia tampak seperti seekor sapi jantan yang pasangannya diambil.Dia memerintahkan para prajurit untuk mengendalikan dua meriam sihir yang saleh di bagian depan tongkang dan banyak meriam sihir biasa di sisi kapal,dan semua meriam ini diarahkan untuk menembaki Petro seolah-olah semua pasokan sihir itu gratis.

Suara ledakan keras yang diciptakan oleh meriam sihir lalu bergema di langit.

Namun,kecepatan Pedro terlalu cepat.

Pria ini berlari terus menerus,dan dia berulang kali memukul [Black Pearl] dengan tinju api raksasa di sudut yang berbeda.Sepertinya dia sedang mencari kelemahan dari perisai sihir,dan dia ingin menghancurkan bola pelindung di sekitar Xuan’ge ini sebelum berlari ke dalam tongkang dan mengurus keseluruhan situasi.

Para prajurit di Xuan’ge tidak dapat menangkap lokasi Pedro dan menguncinya.

Setiap kali meriam sihir ditembakkan,mereka hanya mengenai bayangan yang ditinggalkan Pedro dengan kecepatan tinggi.

Kapten Sparrow melompat-lompat dan mengutuk,tetapi itu sia-sia.

[BlackPearl] dan [Cyclops] berpatroli di dalam Kekaisaran Zenit sebagai bagian dari misi harian mereka.Dan ketika mereka menerima sinyal untuk bala bantuan dari Reverse Whale Battleship dimana Luffy berada,mereka langsung bergerak menuju Kerajaan Bizantium.Namun,pertempuran sudah hampir berakhir ketika mereka tiba.

Dan orang-orang seperti Sparrow dan Barbossa hanya bisa melihat Raja Bizantium terluka parah dan ditangkap; mereka tidak tahu apakah dia sudah mati atau masih hidup saat ini.

Juga,mereka menyaksikan bagaimana Pedro yang marah benar-benar menghancurkan armada kapal perang Bizantium yang diciptakan oleh Bizantium dan Chambord.Masih ada sekitar 7.000 tentara Byzantin di kapal,dan ada instruktur dan Master bela diri yang dikirim Chambord ke armada ini untuk membantu mereka menjadi lebih kuat. Tapi,semua orang ini mati di bawah serangan Pedro.

Pembantaian sepihak ini jeas membuat semua orang Chambordian di kedua Xuan’ge membuka mata lebar-lebar karena marah.

Tapi sial bagi Zenit,musuh terlalu kuat.Meskipun [Black Pearl] dan [Cyclops] menyerang secara agresif dalam balas dendam dan menenggelamkan lebih dari 60 kapal perang kelas-bulan Barcelona,​​mereka tidak dapat membalikkan pertempuran.

Lagi pula,kedua Xuan’ge datang dengan tergesa-gesa,dan tidak ada Master kelas atas Chambord yang bersama mereka.

Di bawah kekuatan Pedro yang mendominasi,kecuali menyelamatkan hampir beberapa ratus orang yang selamat,kedua Xuan’ge tidak bisa berbuat banyak.Bahkan [Raja Alexander],Reverse Whale Battleship,rusak parah setelah Pedro menghancurkan perisai sihir dengan tinjunya,dan itu tenggelam ke laut.Tidak ada yang tahu apakah murid kedua Raja Chambord,Luffy,dan 500 prajurit Chambordian di sana masih hidup atau tidak.

“Sparrow,kita tidak bisa membiarkan ini berlanjut.Pasokan sihir di kapal akan habis cepat atau lambat”

Di [Cyclops],Barbossa tua dan licik nyaris tidak bisa tenang.Setelah mengamati situasi,dia tahu bahwa jika mereka tinggal di sini lebih lama lagi,itu hanya akan lebih berbahaya bagi mereka.Jadi dia berteriak,”Mundur! Kita harus melindungi kedua Xuan’ge raksasa ini dan tidak membiarkan mereka jatuh ke tangan musuh! Ayo kembali dan temui Yang Mulia Alexander! Lalu,kita bisa kembali dan melawan bajingan ini!”

“Sialan!” Sparrow memukul dek [Black Pearl] dengan telapak tangannya.Meskipun dia tidak mau menerima ini,logikanya memenangkan kemarahannya,dan dia menoleh untuk lalu berteriak,”Kirimkan perintahku! Balikkan kapal dan keluar dari medan perang! ”

Dan seperti hiu harimau yang tak terkalahkan yang sedang berenang di langit,Xuan’Ge dengan gesit berbalik dan melaju di sepanjang garis pantai,keluar dari medan perang dengan anggun.

Sparrow dan Barbossa semuanya adalah tokoh yang licik,dan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat mundur dengan terbang menuju Chambord dalam garis lurus.Jika Pedro mengejar mereka,dia mungkin menemukan warga sipil Bizantium yang melarikan diri, dan dia mungkin membunuh mereka semua.

Pedro masih meninju berkali-kali,tetapi ia menemukan dalam kekecewaan bahwa perisai sihir dari kedua Xuan’ge hanya sedikit meredup oleh serangan itu,mereka masih kuat dan tangguh.Setelah dia menggunakan kekuatan penuhnya,perisai sihir bahkan tidak terlihat seperti mereka akan runtuh dan hancur dalam waktu singkat. Juga,perisai sihir ini dirancang dengan sempurna,tidak ada kelemahan atau kekurangan.

“Ha ha ha! Apa? Kau tidak berani melawanku? Jadi,ada pengecut di antara Zenitians yang hanya tahu cara melarikan diri ?!”

Karena Pedro tidak bisa memaksa kedua Xuan’ge untuk tinggal,ia tertawa histeris dan mencoba taktik psikologis.

“Yuck! Kau bajingan bodoh.Jangan membanggakan diri sendiri hanya dengan kemampuanmu yang sedikit”

Kapten Sparrow berdiri di geladak dan berteriak sambil melompat-lompat karena marah.Dia lalu mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke Pedro.Kemudian,dia meludah dan berkata dengan jijik,”Jika itu bukan karena serangan menyelinapmu yang tak tahu malu,prajurit kami dari Chambord akan siap,dan kalian,para sialan sudah akan berubah menjadi pasta daging”

Pedro tertawa dan menjawab,“Jadi,kau orang Chambordian? Ha ha! Terus? Bahkan jika semua orang di Chambord keluar,apa yang bisa kau lakukan? Kau hanya kerajaan kecil yang berafiliasi.Jika kalian semua datang,kalian hanya akan berubah menjadi hantu di bawah kepalan tanganku!”

“Bajingan! Apa kau berani memberi tahu kami namamu?” Sparrow tidak mau mengatakan lebih banyak hal,jadi dia hanya menanyakan pertanyaan ini dengan suaranya yang dingin.

“Aku Komandan Kepala [Sea God’s Spear] Barcelona,​​Rodríguez Pedro”

“Matilah Kau.Human Emperor of the North akan membunuhmu.Bersihkan lehermu dan persiapkan untuk itu!” Jawab Sparrow sambil memandang Pedro seolah-olah pria dihapadannya ini adalah orang mati.

——-

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *