Hail the King Ch 0727 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 727 : Kamu Harus Mempercayai Raja Chambord

 

Terompet langsung terdengar dari formasi dan tempat perkemahan musuh yang kacau.Musuh-musuh

yang sedang diserang balik oleh kavaleri Zenit memanfaatkan kesempatan ini,dan mereka mendapat

waktu untuk mengatur kembali dan melawan.

 

Apa yang terjadi di langit,serta tawa Gomi yang arogan,melambungkan moral pasukan bersatu

kembali.

 

Di sisi lain,meskipun para prajurit Zenit ganas,mereka tidak dilindungi oleh Master.Tanpa Raja

Chambord yang sombong yang telah menekan energi para Master musuh,mereka mulai menghadapi

lebih banyak hambatan.Juga,kerugian jumlah mereka mulai terlihat kembali,membuat mereka

memiliki waktu yang sulit untuk bergerak.

 

Perlahan-lahan,korban pada kavaleri Zenit meningkat.

 

 

-Di luar menara pengawal di gerbang utama St. Petersburg-

 

“Yang Mulia,situasinya mengerikan sekarang! Raja Chambord tewas dalam pertempuran! Tanpa

penindasannya,para bajingan sialan ini akan mengatur ulang formasi dengan cepat dan menyerang

kavaleri kita secara efektif! Kita berada di ambang kerugian; kita harus memanggil kembali kavaleri!”

 

“Ya,Yang Mulia! Kita harus memanggil mereka kembali sekarang! Kita sudah mendapat kemenangan

kecil.Jika kavaleri terus bertempur,semua prajurit akan terbunuh! ”

 

“Terlalu banyak musuh! Kavaleri kita yang pemberani mungkin tidak dapat menyerbu musuh dan

kembali … ”

 

Para komandan [iron Blood Legion] berkata dengan ekspresi marah namun serius di wajah mereka.

Meskipun mereka merasa hati mereka berdarah,mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Meskipun mereka juga memusuhi Raja Chambord,mereka berdiri bersamanya kali ini dan tidak

menertawakannya sama sekali.

 

Juga,mereka menjaga logika dan alasan mereka,mencoba meyakinkan Dewa Perang Arshavin Zenit

untuk memanggil kembali kavaleri.

 

Dan saat ini,ekspresi ragu-ragu yang jarang muncul di wajah Arshavin.

 

Dia berdiri di depan sebuah benteng dan menatap pusat ledakan yang jauh dari dengan gelombang

energi merahnya yang melesat ke segala arah.Seakan dia sedang berusaha menemukan sesuatu.

 

Saat jari-jarinya menggenggam benteng,garis-garis cahaya melesat dari matanya; jelas bahwa dia

berusaha membuat keputusan yang sulit.

 

Pada akhirnya,dia perlahan menutup matanya dan mengerutkan kening,mencoba menyakinkan

keputusannya.

 

Hanya dalam waktu kurang dari selusin detik,beberapa tetes keringat merah muncul di pelipisnya.

Ini adalah efek samping setelah berpikir terlalu keras.

 

Semua jenderal di sekitar Arshavin adalah pria setia yang telah bersamanya selama bertahun-tahun.

 

Dalam semua perang sebelumnya,Arshavin akan tampak sangat tenang,dan ia dapat menghancurkan

musuh saat ia tersenyum dan mengobrol.Komandan-komandan ini belum pernah melihatnya dalam

keadaan seperti itu,jadi mereka tidak berani mengatakan apa-apa lagi,takut mereka akan memengaruhi

apa yang sedang dipikirkan oleh Putra Mahkota.

 

Satu menit terasa seperti melalui keabadian bagi mereka.

 

Dan akhirnya,Arshavin membuka matanya,dia terlihat sangat tegas dan tenang saat ini.

 

“Kirimkan perintahku! Gunakan tanda bendera untuk memberi tahu kavaleri untuk melanjutkan

pennyerangan; mereka harus mengacaukan dan menghentikan musuh dari pengorganisasian

kembali.Pada saat yang sama,sampaikan pesan kepada [Whip of the Thunder Lord] yang menjaga

gerbang barat,[Gigantic Force Legion] yang menjaga gerbang utara,[Rolling Stone Legion] yang

menjaga gerbang timur,dan [Blizzard Legion] yang menjaga gerbang selatan.Katakan pada mereka

untuk mengirim dua pertiga dari pasukan elit mereka dan menyerang tempat perkemahan musuh

di bawah pimpinan komandan pasukan mereka.Tidak ada penundaan yang dapat diterima,dan

orang-orang yang tidak mematuhi perintah ini akan dipandang sebagai pengkhianat.Seluruh

kekaisaran perlu menyerang! Hasil dari perang ini akan diputuskan dari ini!” Arshavin memberikan

perintahnya kata demi kata dengan sangat jelas.

 

“Apa?” Semua komandannya yang setia di sekelilingnya tertegun; wajah mereka bahkan berubah

warna.

 

Mereka tidak berharap jika Putra Mahkota Arshavin akan mengeluarkan perintah yang gila setelah

periode pemikiran yang intens itu.Jika mereka tidak mendengar Arshavin mengatakannya secara

pribadi,mereka akan berpikir bahwa orang gila-lah yang telah membuat keputusan ini.

 

“Kirimkan perintahku! Semua orang di [Iron Blood Legion],dari komandan hingga koki dan pelayan,

harus bersiap-siap! Sepenuhnya bersenjata dan ikuti aku untuk membunuh musuh di luar dinding

pertahanan!”

 

Jelas bahwa Arshavin telah mengambil keputusan.Dan dia berencana untuk melakukan upaya

terakhir dengan mengerahkan hampir 100% kekuatan militer Zenit ke dalamnya.

 

Biasanya,dia tidak akan pernah menjelaskan keputusannya kepada para komandan di sekitarnya.

Namun,saat ini,ia menepuk pundak seorang komandan muda di sampingnya dan menoleh ke orang

lain sebelum berkata,”Kita perlu percaya pada Raja Chambord”

 

Ini adalah sesuatu yang sangat langka.

 

“Percaya pada Raja Chambord?” Para komandan lainnya bertanya dalam pikiran masing-masing.

 

Jika ini adalah waktu dan lokasi lain,frasa ini akan terdengar konyol dan sangat memalukan untuk

datang dari Putra Mahkota Arshavin.Namun,sekarang,ini terdengar suci dan terhormat di telinga

para komandan di [Iron Blood Legion].

 

Hampir semuanya telah ditentukan oleh takdir.

 

Dan seolah-olah itu merupakan respons terhadap keputusan Arshavin,segera setelah dia berhenti

berbicara,serangkaian suara gemuruh terdengar dari kejauhan.Mereka begitu keras hingga semua

suara lainnya dikalahkan,dan itu menakutkan seolah-olah dunia akan runtuh.

 

Semua orang terkejut,dan mereka mendongak untuk melihat apa yang terjadi.

 

Lebih jauh lagi,keenam Xuan’ge yang tampak megah dan tampak seperti dewa yang melirik dunia

dengan rendah tiba-tiba mulai bergetar.

 

Seolah-olah tangan besar yang tak terlihat meraih mereka,mereka bergetar hebat ketika energi

sihir hijau di sekitar mereka meredup.

 

Kemudian,seolah-olah mereka kehilangan kekuatan,mereka terhuyung-huyung di udara dan mulai

menabrak tanah.

 

“Itu …” Para komandan [Iron Blood Legion] saling memandang dengan ekspresi gembira karena

mereka tidak bisa mempercayai mata mereka.

 

“Itu adalah Alexander! Raja Alexander dari Chambord! Ha ha ha! Itu dia!” Bahkan Arshavin mulai

tertawa,yang mana merupakan hal yang sangat langka untuk dilihat darinya.

 

Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya dia tertawa kegirangan ketika dia menyebut nama

‘Alexander’.

 

Dan seperti yang para Zenitian inginkan,lautan api energi emas mulai membakar lagi.

 

Itu adalah kekuatan [Sky Cover Fist] – Raja Alexander dari Chambord.

 

Raja Chambord tidak mati!

 

Serangkaian sorakan tak terbendung terdengar di dinding pertahanan St. Petersburg.

 

“Ha ha ha! Bagus! Ini bagus! Serang! Kirimkan perintahku! Serang!”

 

Teriakan Arshavin bergema di dinding pertahanan,dan api energi prajurit elemen logam emasnya

juga menyala.

 

Seperti elang besar,dia melompat dari dinding pertahanan.Para prajurit [Iron Blood Legion] yang

telah bersenjata lengkap dan berdiri tepat di belakang dinding pertahanan sudah menyiapkan kuda

perang untuknya.

 

Tink! Dia langsung melompat ke atas kuda dan menghunuskan pedang yang ada di pinggangnya.

 

Dia lalu mengangkat pedangnya.

 

Di depannya,gerbang besi besar sedang dibuka.

 

Di belakangnya,tentara elit [Iron Blood Legion] yang tampak seperti gelombang banjir hitam

sedang bersiap.

 

Angin mengibarkan jubah Dewa Perang Zenit.

 

Itu juga mengibarkan rambut merah panjangnya,membuatnya tampak seperti awan api merah.

 

“Kami tidak percaya pada perang,dan kami membenci bekas luka yang dibawa oleh senjata.Namun,

ketika kita dipaksa untuk mengangkat senjata,para Zenit yang pemberani tidak akan pernah

menyerah! Saat ini,pahlawan Kekaisaran,Raja Chambord yang tak terkalahkan,sudah mengalahkan

para penyerbu sialan! Prajurit pemberani,ikuti aku keluar dari Ibukota dan bunuh semua penyerbu

sialan ini!”

 

Gerbang St. Petersburg perlahan-lahan terbuka,dan sinar matahari menyinari melewatinya.

 

Saat dia mengayunkan pedangnya,Putra Mahkota Arshavin berlari keluar dari kota dan memimpin

serangan.

 

Di belakangnya,semua prajurit berarmor hitam mengikutinya tanpa ragu-ragu.

 

Hampir pada saat yang sama,keempat Xuan’ge kecil di formasi depan kehilangan kekuatan mereka

dan menabrak tanah perlahan-lahan.

 

Sirene yang menusuk telinga berbunyi,dan cahaya peringatan yang menusuk mata menyala di

Xuan’ge.

 

Semua prajurit Ormond berlarian di geladak seperti semut.

 

Tapi,seakan Xuan’ge kehilangan kekuatan bukanlah sesuatu yang baru bagi para prajurit yang

terlatih ini,mereka mencoba untuk memperbaiki keadaan dengan cara yang terorganisir.Semua

jenis perangkat manual dan cadangan digunakan,dan mereka meningkatkan penjagaan mereka.

 

Namun,Ormondian segera menyadari bahwa keempat Xuan’ge benar-benar sudah berada di luar

kendali dan tidak dapat diperbaiki.

 

Kecemasan dan ketakutan langsung menyerbu kepala mereka setelahnya.

 

“Apa yang sedang terjadi?” Berdiri di geladak Xuan’ge pertama,Pangeran Gomi dari Leon tiba-tiba

mengerutkan kening.Naluri prajuritnya mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang salah.

Dan saat dia hendak berbalik dan berlari,tubuhnya membeku.

 

Sebuah suara yang akrab namun menakutkan terdengar di belakangnya,“Maaf membuatmu

menunggu.Sekarang,akhirnya aku punya waktu untuk membunuhmu!”

 

Gomi tidak yakin kapan kapan,tetapi Fei kini sudah berdiri di belakangnya di atas geladak.Dengan

senyum mengejek di wajahnya,raja berbicara secara perlahan,tetapi roh pembunuh sudah keluar

dari matanya.

 

Melihat ini,jantung Pangeran Gomi dari Leon mulai tenggelam,dan dia merasa seperti berada di

dalam lemari es dan mendengar panggilan dari Grim Reaper.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *