Hail the King Ch 0391 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 391 : Memanggil Prajurit Barbarian

 

Para komandan selain Fei,semuanya terpesona.

 

Kekuatan Fei berada di luar imajinasi mereka! Dan dari penampilannya,mereka merasa seperti

Komandan No.1 ini bernilai lebih dari puluhan ribu tentara! Selama raja Chambord ada di sini,

Dual-Flags City tidak akan berada dalam bahaya.

 

Whoosh!

 

Whoosh!

 

Whoosh!

 

Whoosh!

 

Fei telah menembakkan empat panah dalam sekejap,dan mereka semua mencapai target mereka

dengan cepat.Dan ketika suara-suara yang menembus udara terdengar,keempat ketapel di kejauhan

meledak seperti balon-balon yang diletuskan oleh jarum.

 

“Terima kasih,Pangeran Fairenton untuk busurnya! Ini sangat kuat,dan aku sangat menyukainya!”

 

Fei berhenti setelah dia menembakkan lima panah.Dia mengambil napas dalam-dalam dan berteriak

keras saat dia tertawa.Semua orang di medan perang mendengarnya,dan beberapa prajurit Zenit

bahkan mengulanginya dan bersorak,”Terima kasih Pangeran Fairenton untuk busurnya!”

 

Crack!

 

Fairenton berdiri dan memukul kursi yang didudukinya; wajahnya sangat suram.

 

Para penjaga di sampingnya semua menggigil ketakutan.Pangeran ini dikenal karena sifatnya yang

pemarah! Belum lama berselang,seorang bangsawan muda menyinggung perasaannya.Dan akibatnya,

bangsawan muda itu dihancurkan menjadi pasta daging,dan keluarganya dihancurkan.

 

Dan jelas jika pangeran ini sangat marah sekarang; semua penjaga saat ini hanya bisa berharap

bahwa dia tidak akan mengarahkan kemarahannya pada mereka.

 

Untungnya bagi para penjaga ini,mereka aman.

 

Mereka secara mengejutkan menemukan bahwa Pangeran Fairenton benar-benar berusaha keras

menekan amarahnya

 

……

 

Setelah lima ketapel dihancurkan,para komandan Jax memutuskan untuk meninggalkan mesin

pengepungan ini,dan mereka memindahkan sisa ketapel kembali ke kamp mereka.Kedengarannya

mustahil bagi seseorang yang benar-benar mengalahkan 20 ketapel hanya menggunakan panah,

tetapi itu terjadi di medan perang ini.Dan para prajurit Jax disadarkan kembali akan kekuatan raja

Chambord lagi.

 

Namun,pengepungan ini masih jauh dari selesai.

 

Para prajurit Jax memulai metode pengepungan yang paling langsung.Mereka bergegas mendekati

dinding pertahanan seperti gelombang air,dan mereka semua menggunakan tangga pengepungan

yang panjangnya ratusan meter untuk memanjat.Setelah ratusan tangga ini terhubung ke benteng,

apa yang terjadi dua jam yang lalu diputar ulang lagi; pertempuran kejam segera dimulai.

 

Namun,Fei jelas merasakan perbedaannya.

 

Meskipun ada puluhan ribu musuh yang menyerang kota,mereka lebih tersebar.Mereka tidak

menggunakan mesin pengepungan yang mahal dan besar seperti [Siege Dragon Birds]; mereka

hanya menggunakan tangga dan tali pengepungan ringan yang lebih mudah dibawa.Juga,mereka

tidak menargetkan gerbang kota kali ini; sepertinya tidak ada penekanan disana,karena mereka

hanya mencoba memanjat dinding pertahanan.

 

“Hah? Sepertinya mereka tidak benar-benar ingin menaklukkan kota.Mungkinkah mereka ingin

memperpanjang perang juga?”

 

Secara umum,dalam pengepungan,para penyerang akan mencoba untuk mendapatkan titik

menerobos.Selama mereka bisa masuk ke kota,kota itu pasti akan ditaklukkan.Oleh karena itu,

strategi yang digunakan Jax saat ini terlihat menjadi aneh; ini seperti mereka sudah berkomitmen

untuk sesuatu.Seolah-olah mereka hanya ingin menggoda Dual-Flags City,rasanya seperti mereka

bisa menembus pertahanan Dual-Flags City tetapi tidak akan melakukannya.

 

Dalam situasi ini,kekuatan panah Fei berkurang secara signifikan.

 

Setelah musuh tersebar,panah Fei tidak bisa membunuh 30 musuh sekaligus.Saat ini,ia hanya bisa

membunuh satu dua musuh saja,dan ancaman yang ia berikan pada pengepungan telah diminimalkan.

 

Setelah memikirkannya,Fei tidak lagi menggunakan skill Karakter Amazon seperti [Multiple Shot]

dan [Exploding Arrow].Sebagai gantinya,dia menyingkirkan [Eagle Dessert] dan beralih kembali ke

Mode Barbarian.Kemudian,dia menggunakan skill ajaibnya – [Summon].

 

Setelah cahaya merah berdarah melintas,15 prajurit besar muncul di samping Fei.

 

Prajurit-prajurit ini hampir sepenuhnya telanjang; hanya perut dan paha mereka yang dilindungi

oleh pelindung kulit yang berlumuran darah.Mereka memegang dua pedang atau kapak di tangan

mereka,dan tato binatang hijau dan tato totem hijau ada di seluruh tubuh berotot mereka termasuk

leher dan wajah mereka.

 

Dengan aura liar dan mengamuk di sekitar mereka,mereka tampak seperti 15 Demon Beast.

 

Ini adalah 15 Prajurit Barbarian yang didapat Fei setelah menyelesaikan quest [Rescue on Mount

Arreat].

 

Munculnya 15 prajurit ini mengejutkan para komandan dan Saint Seiyas yang ada di samping Fei.

 

“Kami berada di bawah perintahmu!” 15 Prajurit Barbarian membungkuk pada Fei dan berteriak

ketika kekaguman gila muncul di mata mereka.

 

Adegan ini membuat para komandan dan Saint Seiyas bersantai.

 

“Mereka adalah bawahan Komandan No.1; terima kasih Dewa mereka bukan musuh,” pikir mereka.

 

Ini adalah pertama kalinya Fei memanggil para Prajurit Barbarian ini,dan dia tidak berharap

penampilan mereka akan sedemikian ganasnya.Dia terpesona,tapi dia menyerahkan serangkaian

perintah.

 

15 Prajurit Barbarian ini segera meraung,menggunakan skill [Leap],mereka melompat turun dari

dinding pertahanan.

 

“Roar!”

 

“Roar!”

 

Hampir pada saat bersamaan,15 raungan terdengar.Para orajurit Barbarian semuanya menggunakan

Barbarian Warcries dan menempatkan musuh yang terorganisir ke dalam kekacauan dan ketakutan.

Bagaimana mungkin prajurit biasa melawan keterampilan yang Prajurit Barbarian pelajari dari

bertarung dengan monster dan iblis? Mereka semua merasa sangat ketakutan,dan mereka bahkan

membuang senjata mereka dan mulai melarikan diri.

 

Boom! Boom! Boom!

 

Prajurit Barbarian cukup gesit.Dengan senjata di tangan mereka,mereka telah menghancurkan lebih

dari 20 tangga pengepungan,dan lebih dari 200 musuh yang berada di tangga tinggi ini jatuh dan

mati.

 

Setelah bertarung dengan iblis selama berabad-abad,Barbarian diberkahi dengan kemampuan dan

teknik pertempuran seperti dewa.Masing-masing Prajurit Barbarian ini seperti mesin pembunuh

tanpa ampun.Melihat dari atas,15 Prajurit Barbarian itu seperti 15 hiu besar di lautan yang terbuat

dari musuh.

 

Skill seperti [Howl], [Shout], dan [Taunt] digunakan secara berurutan,dan mereka kadang-kadang

bahkan menggunakan skill [Find Potion] untuk menjarah ramuan yang dapat memulihkan HP dan

mana mereka dari mayat.15 Prajurit Barbarian ini berkoordinasi dengan sempurna,dan mereka

tampak seperti tim Ace yang terlatih dengan baik di mata Fei.

 

Fei mengamati mereka dengan cermat.

 

Dan dia menyadari jika para Prajurit Barbarian ini berada di sekitar level 15 dan level 16,dan

mereka tidak belajar banyak skill; dari penampilannya,sepertinya mereka hanya belajar sekitar

sepuluh skill saja.Di dunia ini,mereka akan dianggap sebagai Prajurit Bintang Dua atau Bintang

Tiga.

 

Namun,sepertinya Prajurit Barbarian ini tidak memiliki kecerdasan juga.Meskipun mereka lebih

fleksibel daripada kebanyakan NPC yang membosankan di Dunia Diablo,rasanya seperti mereka

hanya memiliki naluri dan semangat membunuh para pejuang.Meskipun mereka tidak akan

dianggap sebagai “manusia” nyata,Fei melihat bahwa mereka akan berdarah setelah mereka

terluka,tidak seperti NPCs ……

 

Juga,yang mengejutkan Fei adalah bahwa ketika Prajurit Barbarian ini menggunakan [Find Potion],

mereka menemukan [Mana Potion] dan [Health Potion] bukan ramuan Mutasi [Hulk Potion] dan

[False Death Potion].

 

Akhirnya,setelah Prajurit Barbarian menghancurkan sekitar 40 tangga pengepungan,mereka menarik

perhatian para komandan Jax.

 

“Sungguh sekelompok prajurit yang ganas! Kapan Dual-Flags City mendapatkan prajurit ini? Akan

lebih bagus jika mereka berada di bawah perintahku!” Pangeran Fairenton dengan angkuh

mengamati pertempuran dan menyatakan.Semua jenderal dan ahli strategi tahu bahwa

penghargaannya terhadap bakat muncul lagi,tetapi mereka tidak tahu bagaimana merespons.

 

“Kalian tahu dari mana asalnya?” Sang pangeran berbalik dan bertanya.

 

“Mereka pasti pengiring raja Chambord.Sebelum bala bantuan datang,tidak ada prajurit seperti itu

di Dual-Flags City,” seseorang dengan jubah mewah menjawab dengan santai.

 

Orang ini berusia 40-an,dan dia tidak mengenakan baju besi dan tidak memiliki senjata meskipun

dia berada di medan perang.Dia tenang saat dia mengamati pertempuran.

 

Dia mengenakan jubah biru muda yang populer di kalangan bangsawan Zenit,dan dia tidak memiliki

janggut besar atau rambut keriting panjang seperti yang dimiliki orang-orang Jax.Dari penampilannya,

sepertinya dia memang seorang bangsawan Zenit.

 

Tidak yakin bagaimana dia sampai ke sisi Jax,tetapi jelas bahwa dia bawahan Pangeran Fairenton.

 

Selama ini,dia memiliki senyum tenang dan misterius di wajahnya,dan dia mengabaikan semua

tatapan meremehkan yang diberikan komandan Jax kepadanya.

 

“Sepertinya raja Chambord benar-benar menjadi penghalang kita! Untuk pergi lebih jauh ke timur,

kita harus membunuhnya dulu!”

 

Pangeran Fairenton menempatkan Fei pada level yang sama dengannya,dan dia semakin peduli

pada Fei saat ini.

 

“Kirimkan perintahku! Beritahu Skuad Heaven-Killing untuk menyerang! Katakan Clark untuk

membunuh 15 prajurit itu!”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *