Hail the King Ch 0374 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 374 : Biarkan Master Sejati Keluar

 

Menurut buku-buku sejarah,Bandit Gurun Jax sering melecehkan wilayah barat Zenit setelah

Kaisar Yassin mendirikan kekaisaran.

 

Alhasil,Kaisar Yassin yang jenius yang berada di masa jayanya membawa pasukannya ke barat

dan menaklukkan Ibukota Jax,Amsterdam,tanpa kalah dalam satu pertempuran pun.Penguasa Zenit

membunuh lebih dari 100 penguasa Jax,mengalahkan kaisar Jax,dan menangkap lebih dari 1.000

bangsawan Jax; itu adalah kemenangan yang epik.

 

Kekaisaran Jax hampir musnah,dan itu tidak sepenuhnya pulih sampai sepuluh tahun setelahnya.

 

Dalam sepuluh tahun itu,Kekaisaran Jax mendapat kaisar baru yang sangat cerdas,dan ia dikenal

sebagai Kaisar Fuji.Keagungan Keluarga Kerajaan dipulihkan,dan Jax pulih dengan cepat di bawah

kepemimpinannya.

 

Saat ini,Kaisar Yassin yang jenius yang merupakan mimpi buruk bagi banyak orang Jax berada di

ambang kematian,dan Kaisar Fuji dari Jax masih muda dan berada di masa jayanya.Seiring

berlalunya waktu,Kekaisaran Jax yang tidak pernah melupakan rasa malu yang dibawa Kaisar

Yassin kepada mereka sangat mendambakan balas dendam.

 

Selama Pertempuran Martial Saint,Swordsman No.1 Jax,Huntelaar,menyelinap menyerang Krasic

dan menunjukkan perlawanan Jax.

 

Fei samar-samar tahu tentang bagian sejarah ini,tetapi itu tidak sejelas dan serinci seperti yang

dicatat dalam [Chronicle of Azeroth].

 

Fei mengikuti salah satu dari banyak nasihat dari Sun Tzu – “Jika kamu tahu musuh dan mengenal

diri sendiri,kamu tidak perlu takut dengan hasil dari seratus pertempuran” Untuk sementara waktu,

Fei akan membaca buku ini kapan pun ia punya waktu.Jadi,sebelum pasukannya bahkan mencapai

perbatasan dan melihat musuh,dia sudah tahu banyak tentang Kekaisaran Jax.Pada titik ini,dia

tahu lebih banyak tentang musuh-musuhnya daripada orang-orang di sekitarnya.

 

Tenda pusat masih menyala,dan susuh dingin semakin memburuk saat malam berlanjut.

 

……

 

“Waktu telah habis! Semuanya siap! Serang!”

 

Kerman yang berada di atas bukit tersenyum dengan kejam ketika dia melihat perkemahan yang

tenang dan memberi tanda kepada Kavaleri Sand Tiger untuk menyerang.Tepat setelah dia

melakukan itu,dia menendang Sand Tiger untuk memimpin serangan pertama.

 

Bam! Bam! Bam! Bam!

 

Semua Sand Tiger lain mengikuti di belakangnya dengan erat.

 

Seperti semburan hitam,mereka semua menyerang perkemahan Zenit yang berjarak 500 meter

dalam keheningan seperti sekelompok binatang buas pembunuh.

 

Ini adalah pertama kalinya tentara formal Jax dan tentara formal Zenit saling bertarung dalam

waktu yang lama.

 

Bagi para pejuang ganas yang hidup di lingkungan yang sulit seperti padang pasir,ini adalah awal

dari perjalanan penebusan mereka.

 

404 pedang tajam melotot di bawah sinar rembulan,dan cahaya yang memantul darinya bahkan

akan melukai kulit seseorang; pedang-pedang ini haus akan darah musuh.

 

Ketika mereka berada sekitar 20 meter dari perkemahan Zenit,mereka akhirnya terlihat oleh prajurit

Zenit dalam kegelapan.

 

“Ingat! Jangan terlalu termakan dalam pertempuran! Kita harus pergi ke tenda pusat dan membunuh

komandan mereka sesegera mungkin!” Kerman mengeluarkan pedang besar berbentuk aneh dari

punggungnya yang mana pedang itu memiliki tinggi sekitar dua meter dan berteriak; suaranya

sekeras petir.

 

“Serang! Serang! Serang! Serang! Serang! Serang!” 403 prajurit di atas Sand Tiger di belakangnya

tidak lagi diam; mereka semua berteriak bersama Kerman.

 

Pada saat itu,keheningan segera berubah menjadi ganas seolah-olah tornado berhembus melintasi

danau yang tenang.

 

Boom!

 

Kerman menebaskan pedangnya,dan energi prajurit putihnya langsung berlari keluar dari pedangnya

dan menghancurkan pagar yang menghalangi jalan mereka.

 

“Ahahahah …… Kita diserang! Bangun! Musuh datang!”

 

“Ya Dewa! Kavaleri Sand Tiger dari Jax! …… Sentries! Di mana sialan kalian? Kapan musuh muncul?”

 

“Bangun! Ambil senjatamu! Sial!”

 

Para prajurit Zenit di dalam perkemahan langsung jatuh ke dalam kekacauan setelah mereka

menyadari apa yang sedang terjadi.

 

Teriakan terdengar disekitar,dan tentara berlarian di mana-mana seperti semut yang sarangnya

kebanjiran; bahkan ada tentara berlarian telanjang bulat dengan pedang di tangan mereka.

 

Semua Kavaleri Sand Tiger memandangi para prajurit ini,dan mereka dengan mudah masuk ke

perkemahan Zenit setelah Kerman membuat pintu masuk; mereka hampir tidak menghadapi

perlawanan apa pun,dan seluruh proses semudah menempelkan besi panas ke mentega.

 

404 prajurit Sand Tiger ini terlatih dan terkoordinasi dengan baik satu sama lain.Formasi mereka

sempurna,dan tunggangan mereka menciptakan suara keras yang membuat orang merasa mual.

 

Dalam sekejap mata,tenda pusat hanya berjarak sekitar 100 meter dari mereka.

 

“Itu dia! Serang dan bunuh komandan mereka!”

 

Di bawah pimpinan Kerman,kavaleri berubah menjadi formasi berbentuk V dan berlari ke tenda

pusat.

 

“Bunuh komandan mereka!”

 

“Bunuh dia!”

 

“Kehormatan dari kemenangan pertama dalam perang ini adalah milik Jax yang pemberani!”

 

Saat Kavaleri Sand Tiger memikirkan hal itu,mereka akhirnya menemukan beberapa perlawanan.

Namun,pertahanan ini rapuh seolah-olah seseorang berusaha menghentikan sungai yang mengalir

deras dengan menggunakan beberapa batu bata.Kavaleri Sand Tiger sama sekali tidak melambat;

pada kenyataannya,mereka bahkan tidak menderita cedera apa pun.

 

Itu sangat mulus.

 

“Tunggu …… ada sesuatu yang salah!”

 

Ari dari Kavaleri Sand Tiger yang berada tepat di belakang Kerman memiliki perasaan tidak

menyenangkan.Dia merasa seolah-olah para prajurit Zenit berpura-pura berperang melawan

mereka; tidak ada yang menyerang mereka secara nyata,dan para prajurit yang ada di belakang

mereka bahkan tidak mengejar mereka.Dia merasa seolah-olah para prajurit Zenit kacau tetapi

tidak cemas; ini seperti para prajurit ini dengan sengaja membiarkan mereka masuk.

 

Namun,dia tidak bisa berpikir banyak karena waktu yang sempit.

 

“Bunuh!”

 

Tenda pusat tepat di depan mereka,dan Kerman berteriak ketika dia melompat ke udara.Di udara,

dia mengayunkan pedangnya,dan energi bilah pedang menyambar ke arah tenda.

 

Boom!

 

Tanah bergetar berat saat energi meledak.

 

Namun,apa yang diharapkan Kavaleri Sand Tiger ini tidak terjadi.

 

Sebelum energi itu mendarat di tenda,itu ditahan oleh perisai transparan.Energi pedang yang cukup

untuk menghancurkan bukit kecil tidak mempengaruhi perisai itu sama sekali.Seolah-olah Kerman

baru saja menocba memecahkan sebutir berlian,energi pedangnya menghilang.

 

Semuanya tidak berhenti sampai disitu saja.Setelah itu,kekuatan besar keluar dari perisai dan

menabrak Kerman.

 

Kerman terlempar ke belakang,dan wajahnya langsung memucat.

 

“Mereka memiliki prajurit utama!” Kerman mendarat kembali ke Sand Tiger-nya ketika dia terkejut.

 

Pada saat ini,perubahan mendadak terjadi lagi.

 

Serangkaian teriakan terdengar saat banyak obor menyala.Prajurit elit Zenit yang bersenjata

lengkap sudah mengelilingi 404 prajurit seperti laut di sekitar pulau kecil.

 

“Kita ditipu! Mereka sudah siap untuk ini!”

 

Pada titik ini,bahkan para idiot tahu bahwa tentara Zenit telah menyiapkan perangkap dan sedang

menunggu mereka untuk jatuh ke dalamnya.

 

“Tuan Kerman! Kita harus mundur! Kita bisa melarikan diri jika kita semua berlari ke satu arah”

Ari adalah pemikir yang cepat,dan dia dengan cepat menyarankan kepada komandannya.Pada saat

ini,kedua kapten yang meyakinkan Kerman untuk menyerbu perkemahan Zenit semua diam.

 

“Oke,mari kita semua menyerang ke barat!”

 

Kerman adalah orang yang menentukan.Setelah mengetahui bahwa ada pejuang ulung yang

melindungi tenda pusat menggunakan kekuatannya,Kerman tahu bahwa ia tidak bisa mendapatkan

kemenangan malam ini.Oleh karena itu,dia dengan cepat mengambil keputusan dan memimpin

pasukannya ke arah barat.

 

Dia sangat percaya diri dengan kemampuan penetrasi Kavaleri Sand Tiger; meskipun mereka gagal

dalam penyerbuan,mundur dengan aman seharusnya tidak menjadi masalah.

 

Tapi,pada saat ini,raungan aneh terdengar.

 

“Wooooo …… Bark! Bark! Bark!!!”

 

Kedengarannya seperti anjing,tetapi Kerman tidak bisa percaya bahwa seekor anjing bisa berteriak

seperti itu.Ada begitu banyak tekanan dalam gelombang suaranya hingga Sand Tiger merasa pusing,

dan entah bagaimana juga,mereka mencium bau belerang saat ini.

 

Puff……

 

Sand Tiger yang mendapat nama seperti [Boats in the Dessert] semua menggigil setelah mereka

mendengar suara itu.Seolah-olah mereka adalah anjing yang melihat Naga Suci,tunggangan ini,

yang membuat tentara Jax bangga,buang air besar tidak terkendali dan jatuh ke tanah ketika

mereka merengek.

 

“Demon Beasts Tingkat Tinggi?”

 

“Ada Demon Beasts Tingkat Tinggi di perkemahan ini?”

 

Hanya tekanan yang berasal dari Demon Beasts Tingkat Tinggi yang bisa menakuti Sand Tiger

tingkat 2.Dari ini,Kerman tahu bahwa dia sangat sial karena Demon Beast di perkemahan Zenit

adalah Demon Beast tingkat 7 atau 8.

 

Setelah Sand Tiger menyerah,para prajurit Jax kehilangan mobilitas yang mereka banggakan.

Tidak mungkin bagi mereka untuk melarikan diri ketika 6.000 prajurit yang lengkap mengelilingi

mereka.

 

Mereka membentuk formasi pertahanan melingkar dalam waktu singkat; mereka meninggalkan

tunggangan dan berhadapan dengan tentara Zenit.

 

“Aku Kerman,murid ketiga dari Martial Saint of Jax! Komandan Zenit,apa kau berani berjalan keluar

dan menghadapiku?” Dengan pedangnya di tangannya,Kerman bertanya dengan keras.Meskipun

dia berada dalam situasi yang mengerikan,dia tidak terlihat kalah sama sekali.

 

Whoosh!

 

Sekelompok tentara Zenit yang memiliki perisai dan senjata besar bergerak,dan mereka

mengungkapkan tenda pusat yang mereka lindungi.Pintu gerbang tenda lalu terbuka,dan enam

pejuang besar yang bersenjata lengkap berjalan keluar darinya; mereka adalah Shevchenko,Cech,

Drogba,Pierce,Kanort,dan Huerk.

 

“Aku komandan brigade ini,Andrew Shevchenko,” dengan tangannya di atas pedang besarnya,

Shevchenko menjawab dengan tenang ketika aura yang kuat muncul darinya.

 

“Kau? …… Kau kuat,tapi kau tidak bisa bertahan melawan seranganku semudah itu,” kata Kerman

ketika dia berjalan keluar dari formasi dan menggelengkan kepalanya,”Biarkan prajurit ksatria yang

sebenarnya keluar.Kalau tidak,kalian berenam tidak bisa menanganiku,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *