Hail the King Ch 0319 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 319: Suasana Yang Tegang

 

“Raja Alexander,akhirnya kita bertemu” Suara magnetik Kaka terdengar.Dicampur dengan

penampilannya yang tampan,ia menunjukkan pesona yang sangat istimewa.

 

“Yang Mulia,itu suatu kehormatan untuk akhirnya bertemu dengan Anda …” Fei dengan cepat

berjalan dan mulai mengobrol dengan Kaka yang tampan ini.Dengan senyum tulus di wajahnya,

Fei meminta maaf karena tidak dapat mengunjungi Kaka sebelumnya.Dalam kata-katanya,Fei

beralasan sedang benar-benar sibuk dengan tugas administrasi.

 

Ketika dia menjelaskan itu,dia mencoba memeriksa seberapa kuat Kaka ini.Namun,Fei tidak dapat

mendeteksi apa pun.Rasanya pemuda ini seperti warga sipil biasa,tetapi Fei tahu bahwa itu karena

[Anak Favorit Dewa] ini terlalu kuat untuk ia lihat.

 

Meskipun identitas Kaka benar-benar mulia,ia memperlakukan orang dengan adil dan lembut;

sepertinya dia tidak keberatan dengan tindakan Fei atas undangannya.Setelah semua orang duduk

dengan nyaman,Kaka tersenyum dan berkata,“Aku selalu mendengar bahwa raja Chambord adalah

pahlawan dan dermawan.Anda telah membentuk struktur Enam-Departemen Tiga-Sektor serta

Hukum Dua Belas Tabel.Anda berhasil mengubah Chambord yang lemah dan sekarat menjadi

kerajaan level 1 yang makmur; ini adalah keajaiban! Selain itu,Anda telah menunjukkan kekuatan

Anda yang tak tertandingi dalam kompetisi ini dan mendapatkan banyak penggemar.Aku selalu ingin

bertemu Anda secara langsung,dan itulah sebabnya aku mencoba mengundang Anda beberapa kali.

Namun,aku lupa bahwa Yang Mulia sibuk mengoordinasikan semua pertandingan.Itu salahku,dan

aku minta maaf karena membuat masalah untuk Anda”

 

Tidak masalah apakah dia bersungguh-sungguh atau tidak,apa yang dikatakan Kaka membuat Fei

merasa sangat nyaman.

 

Dari apa yang Kaka katakan,sepertinya [Anak Favorit Dewa] ini telah melakukan penelitian tentangnya.

Dia tahu persis apa yang terjadi di Chambord dengan detail.

 

Segera,Kaka melanjutkan dengan senyum: “Besok adalah hari yang sangat penting dalam kompetisi,

dan aku seharusnya tidak di sini mengganggumu.Namun,aku akan meninggalkan St. Petersburg

malam ini,dan aku benar-benar ingin mengobrol denganmu sebelum aku pergi.Itu sebabnya aku

datang ke sini saat ini,dan kuharap Anda tidak marah kepadaku”

 

“Anda terlalu rendah hati,Yang Mulia.Merupakan kehormatan bagiku untuk melihat Anda datang

kemari” Gambaran Kaka menjadi lebih baik dan lebih baik dalam pikiran Fei.

 

Dalam desas-desus,Fei mendengar dari para bangsawan lain di St, Petersburg,jika Kaka [Anak

Favorit Dewa] yang berasal dari Gunung Suci ini sangat misterius dan tidak pernah menunjukkan

dirinya di depan umum.Dalam dua minggu terakhir,hanya Kaisar Yassin dan Uskup Gereja Suci

yang memerintah Wilayah Zenit yang bisa menemuinya.Orang lain bahkan tidak mendapatkan

kesempatan untuk melihatnya dari jauh apalagi bertemu dengannya …….. “Jadi,mengapa orang

seperti itu begitu rendah hati dan sopan di depanku?” Pikir Fei.

 

Meskipun Fei memiliki banyak pertanyaan,kesannya tentang [Anak Favorit Dewa] ini sangat bagus.

Kaka sangat rendah hati dan lembut seperti batu giok yang hangat.”Master seperti giok,” Fei

teringat pepatah lama dan berpikir bahwa itu menggambarkan Kaka dengan sempurna.

 

Untuk sesaat,Fei dan Kaka mengobrol.Dan semua orang lain termasuk Pendeta Balesi hanya

mendengarkan dan tidak menyela.

 

Anehnya,Fei menemukan bahwa pikiran dan kepercayaan Kaka sangat mirip dengannya.Dia merasa

seperti dia menemukan orang sempurna yang bisa ia percaya.

 

Sejak Fei tiba di Benua Azeroth ini,dia dipaksa untuk berubah dan beradaptasi dengan pandangan

duniawi dan moral dunia ini.Namun,karena tradisi di sini sangat berbeda dari tradisi di kehidupan

sebelumnya,Fei tidak dapat benar-benar berbicara tentang kepercayaan dan ideologi yang ia miliki

dengan orang-orang di Benua Azeroth atau orang-orang di Dunia Diablo.Tetapi hari ini,banyak hal

yang dibicarakan Kaka mencerminkan kepercayaan yang sangat mirip dengan Fei.Mendekati akhir

pembicaraan mereka,mereka bersenang-senang hingga kegembiraan terlihat di wajah mereka.

 

Fei sangat senang,dia lalu melambaikan tangannya,memindahkan meja batu yang berat,dan

menempatkannya di depannya dan Kaka.Seperti dua teman baik,mereka mulai minum dan

mengobrol lebih banyak lagi.Karena waktu berlalu ketika mereka bersenang-senang,mereka telah

menenggak empat botol besar anggur berkualitas tinggi yang diberikan Putri kepada Fei sebagai

hadiah.

 

Adegan ini murni menunjukkan apa yang dimaksud dengan “Minum ribuan cangkir anggur terlalu

sedikit ketika kau memiliki orang yang benar-benar percayai” (Pepatah Tiongkok Kuno)

 

Para prajurit Chambord saling memandang dengan terkejut.Mereka belum pernah melihat raja

bertindak seperti ini sebelumnya.Ini adalah pertama kalinya raja bersenang-senang saat mengobrol

dengan orang luar.Pendeta Balesi,juga para pastor dan kavaleri lainnya,juga terkejut.Jika mereka

tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri,mereka tidak akan percaya bahwa Tuan Kaka yang

rendah hati,lembut dan angkuh akan menunjukkan sisi dirinya kepada seseorang yang baru saja ia

temui; terutama ketika identitas orang itu hanya seorang raja kecil dari kerajaan yang berafiliasi –

tentu saja,di antara orang-orang dari Gereja Suci,Balesi tahu sedikit tentang identitas Fei.

 

“Aku dengar kamu juga sudah menguasai Kekuatan Suci Gereja Suci? Apakah itu benar?” Kaka

bertanya pada Fei pertanyaan ini menjelang akhir; sulit untuk mengatakan apakah Kaka sengaja

menanyakan pertanyaan ini atau tidak.

 

“Aku benar-benar memahaminya,” kata Fei sambil beralih ke Mode Paladin.Aura emas lalu mengalir

di sekelilingnya,dan dia tampak baik,murah hati,mulia,dan lembut.Energi ini persis sama dengan

Kekuatan Suci yang berusaha dikembangkan oleh orang-orang di Gereja Suci.Namun,sepertinya

kekuatan Fei lebih murni,dan seluruh ruang di dalam tenda menjadi lebih cerah dan lebih ceria

karenanya.

 

Gereja Suci tidak melarang orang untuk mempraktikkan Kekuatan Suci; sebaliknya,mereka

benar-benar mendorong orang dan menyebut mereka subjek para dewa.Karenanya,Fei tidak

menyembunyikan Kekuatan Paladinnya.Selain itu,Fei telah menggunakan keterampilan Paladinnya

sebelumnya dan banyak orang menyaksikannya; akan sulit baginya untuk menyembunyikannya.

 

“Dewa! Aku tidak berharap Anda memiliki pemahaman yang begitu maju tentang Kekuatan Suci”

Reaksi Kaka sangat nyata.Seolah-olah dia telah mengkonfirmasi sesuatu,matanya bersinar ketika

dia bertepuk tangan dan tertawa: “Aku berencana mengundang Anda untuk bergabung dengan

Gereja Suci,tetapi sepertinya aku merencanakan pekerjaan yang tidak perlu! Ha ha! Itu tidak

dibutuhkan!”

 

Fei tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.

 

Raja tahu apa yang dimaksud Kaka.

 

Warna “Kekuatan Suci” -nya pasti membuat [Anak Favorit Dewa] ini salah paham.Sama seperti

Pendeta Zola di Chambord,Kaka berpikir bahwa Fei juga [Anak Favorit Dewa].Setelah hari-hari

pembelajaran ini,Fei mengerti betapa pentingnya warna Kekuatan Suci bagi Gereja Suci.Belum

pernah ada “Anak Favorit liar” sebelumnya.Semua karena sebelum [Anak-anak Favorit Dewa] lahir,

alat dewa di Gunung Suci akan mendeteksi mereka,dan pasukan Gereja Suci akan berusaha

menemukan mereka dan merekrut mereka ke dalam Gereja untuk pengembangan di masa depan.

 

Identitas [Anak Favorit Dewa] benar-benar mulia.Dikatakan bahwa mereka adalah perwakilan para

dewa,dan mereka semua memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin tertinggi Gereja Suci –

Paus.[Anak-anak Favorit Dewa] ini memiliki satu karakteristik khusus dan jelas – Kekuatan Suci

mereka akan menjadi emas dibandingkan dengan warna perak seperti orang lain.

 

Fei adalah “Anak Liar” liar pertama Dewa dalam sejarah Azeroth ini.

 

Kecuali jika dia bertemu dengan Paus yang tahu persis berapa banyak [Anak-anak Favorit Dewa]

yang ada dan nama-nama mereka,Fei akan dapat membodohi semua orang dengan “Kekuatan Suci”

Emasnya.

 

Itu sudah jelas! Karena Kaka yang merupakan [Anak Favorit Dewa] bahkan mempercayai identitas

Fei yang lain.

 

Di samping Kaka yang tersenyum gembira,Pendeta Balesi menyipitkan matanya.

 

Seolah-olah dia bertemu raja untuk pertama kalinya,dia dengan cermat mengamatinya; dia bahkan

tidak berusaha menyembunyikan inspeksi kasarnya.Apa yang membuat Fei penasaran adalah

bahwa niat membunuh dan permusuhan yang tersembunyi dapat dirasakan dari mata Balesi yang

tenang beberapa saat yang lalu.Jika Fei tidak kembali ke Mode Barbarian yang sangat sensitif

terhadap permusuhan,ia akan dibodohi oleh orang tua ini dan tidak akan bisa mendeteksinya.

 

Di belakang Balesi,beberapa kavaleri lapis baja dikejutkan oleh apa yang mereka lihat.Ekspresi

mereka paling berubah ketika rasa hormat dan permusuhan muncul di wajah mereka.Permusuhan

ini sangat jelas,hingga bahkan orang-orang seperti Drogba,Pierce,dan Robbin merasakannya.

 

Suasana di tenda menjadi tegang karena orang-orang dari kedua belah pihak menjadi sedikit gugup.

 

Saat angin utara yang dingin bertiup melalui tirai,suhu di dalam tenda turun drastis; itu mengerikan

untuk tulang.

 

Hanya dua orang yang tampaknya tidak terpengaruh oleh semua ini,itu adalah Fei dan Kaka.

Seolah tidak ada yang terjadi,mereka saling memandang dan tersenyum ketika mereka menenggak

anggur mereka.

 

Pada saat ini,sebuah aroma muncul ketika serangkaian langkah kaki terdengar di luar tenda.

Setelah pintu tirai dibuka,seseorang masuk dan mencerahkan tenda.

 

Itu adalah calon ratu Chambord,Angela.

 

Kaka merasa dunianya menyala,dan dia merasakan musim semi meskipun faktanya masih musim

dingin.

 

Sebagai [Anak Favorit Dewa] yang mulia,Kaka yang telah meninggalkan Gunung Suci dan telah

melakukan perjalanan melalui benua selama lima tahun,diundang ke semua jenis pesta sebagai

tamu terhormat.Dia telah mengunjungi banyak makan malam kelas atas,dan dia telah bertemu

banyak wanita cantik.Namun,tidak satupun dari mereka yang menggerakkannya sebanyak gadis

di depannya ini.Gadis berbaju putih ini istimewa.Rambut hitam panjangnya diikat di belakang

kepalanya,dan dia mengenakan ban lengan berbentuk ular emas.Dia jernih dan segar seperti mata

air di dalam lembah alami.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *