Hail the King Ch 0241 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 241 : Kedatangan yang Tiba-tiba

 

Seperti ayam yang menang dalam pertarungan berdarah,Fei tertawa ketika dia pergi setelah

mengalahkan semua lawannya.Tawanya tidak terdengar rendah hati sama sekali; itu tidak cocok

dengan citranya sebagai seorang Raja.Namun,semua orang bisa mendengar kebanggaan dalam

tawanya,dan itu lebih terdengar seperti serangkaian tamparan di hadapan para adikuasa dan

keluarga bangsawan di St. Petersburg.Bagi para bangsawan yang diperlakukan seperti dewa

di ibukota,penghinaan dan cemoohan dalam tawa Fei membuat mereka merasa lebih buruk

daripada mati.Meskipun wajah mereka terlihat jelek,mereka masih tidak bisa melakukan apa pun

pada Fei.

 

Setidaknya untuks saat ini,mereka tidak dapat melakukan apa pun.

 

Setelah melompat dari panggung seperti burung besar,Fei menyapa kerumunan saat dia berjalan

pergi dengan ceria.Dengan pertimbangan dalam pikirannya,dia tidak akan membiarkan

Chambordian lain untuk mengikutinya ke duel.Setelah keluar dari kerumunan,dia lari dan

menghilang.

 

……

 

……

 

Di dalam kamp Chambord.

 

Sejak pagi,Angela dalam keadaan gelisah.

 

Meskipun dia memiliki kepercayaan pada kekasihnya,Tahap Pengujian Pedang adalah tempat

yang kejam; mayat diseret keluar dari panggung setelah teriakan dan suara logam bertabrakan

setiap hari.Dan hari ini,Fei menantang salah satu dari Sepuluh Ksatria Eksekutif yang tak seorang

pun di Kekaisaran Zenit berani menyinggungnya.Dan setelah dia membaca laporan intelijen yang

dibuat oleh Zolasc tua dan Modric tentang Kelud,dia menjadi lebih khawatir.

 

Meskipun khawatir,dia tahu jika Alexander-nya itu bisa lepas dari itu.

 

Dia tersenyum sepanjang waktu dan tidak membiarkan kegelisahannya terlihat.Dia tidak ingin

Fei melihat kekhawatirannya dan terpengaruh olehnya selama duel.Sejak awal,dia berusaha

tampil percaya diri dengan berharap optimismenya akan membawa keberuntungan bagi Fei.

 

Satu jam yang lalu,dia melihat Fei berlari dari kamp dan pergi ke arena duel.

 

Pada saat itu,jantungnya berdegup kencang hingga hampir melompat keluar dari tenggorokannya.

 

Sejak saat itu,dia sama sekali tidak bisa bersantai; itu adalah siksaan baginya setiap detik.Dia

takut,cemas,dan gelisah secara bersamaan.

 

Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan dan lakukan adalah berlutut di depan patung Dewa Perang

dan berdoa untuk keselamatan Fei.

 

“Semua Dewa Perang yang perkasa,aku mohon keajaiban dan biarkan Alexander kembali dengan

selamat ……”

 

Orang lain yang bersama Angela dan berlutut pada saat yang sama adalah Emma.

 

Di luar kamp, ​tidak seorang pun dari Chambord pergi untuk melihat duel karena mereka semua

mendapatkan perintah Fei.Namun,setiap prajurit dari Chambord berdiri di luar dalam diam ketika

mereka melihat ke arah panggung dengan sungguh-sungguh.

 

Di antara mereka,orang-orang seperti Peter-Cech,Torres,dan Warden Oleg yang jauh lebih kuat

daripada orang lain dapat merasakan gelombang kekuatan yang terjadi dari jauh.Dalam semua

gelombang,energi berdarah dan membunuh yang paling asing melonjak.Meskipun mereka cukup

jauh,mereka masih melepaskan energi mereka ketika mereka mencoba untuk melindungi diri

mereka secara tidak sadar.

 

Sensasi ini terlalu kuat.

 

Tapi tidak seperti Angela dan Emma,​​Orang-orang seperti Cech,Torres,dan Oleg tidak mengkhawatirkan

Fei meskipun takut dengan energi ini.

 

Hanya orang-orang yang telah bertarung bersama Fei sebelumnya yang tahu betapa kuatnya raja

mereka ini.Sejak musuh lapis baja hitam menyerang Chambord,sebagian besar dari orang-orang

ini telah bertarung bersama Fei.Setiap kali bencana menghadang Chambord,Raja mereka entah

bagaimana mampu menangani semua itu dengan kekuatan pribadinya.Terutama setelah orang-orang

dari Chambord ini menjadi lebih kuat,mereka merasakan bahwa jarak mereka dengan raja mereka

semakin besar.Setiap kali mereka berpikir bahwa mereka hampir mengejar raja mereka,mereka

akan menyadari bahwa mereka salah.Terutama setelah raja mereka mengalahkan Kesatria

Eksekutif Kesepuluh di Dual-Tower Mountain,saat itu,mereka akhirnya menemukan kenyataan

jika mereka bahkan tidak bisa “melihat” sosok punggung raja mereka di jalan kultivasi.

 

Sejujurnya,mereka memiliki kepercayaan gila pada raja mereka yang mirip dengan bagaimana

orang beragama 100% beriman kepada tuhan mereka.Dan keyakinan ini didasarkan pada gambaran

tak terkalahkan yang dilukis raja mereka.

 

Gambaran ini juga sudah sangat terukir di tulang dan jiwa mereka.

 

Ketika semua orang dari Chambord melihat ke arah panggung meskipun tidak bisa melihatnya,

mereka tiba-tiba mendengar teriakan: “Raja Chambord! Raja Chambord! Raja Chambord! Raja

Chambord! ”

 

Gelombang suara seperti tsunami datang dari arah panggung,dan semua orang dari Chambord

merasa mereka berdiri dalam badai suara.Sorakan keras membuat mereka kesulitan berdiri tegak.

Mereka semua saling memandang,dan mereka semua terlihat tersenyum untuk mengekspresikan

kebahagiaan mereka.

 

“Ini …… Yang Mulia menang?” Oleg yang menguasai seni menyanjung bereaksi terlebih dahulu.

Lemak itu berteriak ketika dia melompat dari tanah dan mencoba untuk melihat panggung dengan

lebih baik.

 

Whoosh! Whoosh! Whoosh!

 

Semua orang bergerak.Di dalam perkemahan Chambord,semua orang mulai mencoba memanjat

sesuatu yang tinggi.Meskipun raja mereka memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan

kamp, ​mereka masih bisa mencapai titik tinggi dan melihat dari jauh.

 

Lagipula,mereka tidak bisa menahan emosi ketika mereka mendengar semua sorakan sebelumnya.

 

Dalam benak mereka,mereka sudah bisa membayangkan raja mereka berdiri di atas panggung

dengan rambut hitam panjang berkibar.Mereka juga membayangkan jika raja mereka dikagumi

oleh puluhan ribu orang dan Ksatria Eksekutif Ketujuh berbaring di tanah berdarah saat ini!

 

Creack!

 

Karena jumlah orang yang naik ke atas tenda untuk mencoba melihat panggung banyak,beberapa

tenda tidak dapat menangani beban ini dan runtuh ……

 

“Yang Mulia ……. Yang Mulia menang?” Angela berlari keluar dari tenda utama ketika dia bertanya

dengan suaranya yang gemetar: “Peter,Torres,katakan padaku … apakah Alexander menang?”

 

Setelah mendengar ini,Cech dan Torres melompat dari atas tenda dan berlutut di depan Angla.

Mereka lalu menjawab dengan penuh hormat: “Yang Mulia,meskipun kami tidak yakin dengan

detailnya,kami dapat memastikan bahwa Yang Mulia menang! Gelombang energi lain tidak bisa

dirasakan lagi,dan kekuatan Yang Mulia adalah satu-satunya kekuatan yang bisa kita rasakan”

 

“Hebat,hebat!” Senyum cerah menyinari wajah gadis itu ketika dia berkata: “Cepat,bersiap-siap

untuk menyambut Yang Mulia kembali! Kita harus melakukan perayaan besar kali ini”

 

“Sesuai keinginan Anda,Yang Mulia!”

 

Setelah mendengar perintah ratu masa depan mereka,semua prajurit semakin bersemangat saat

mereka memulai persiapan.

 

Angela,di sisi lain,memikirkan situasi sedikit lebih banyak lagi dan kemudian kembali ke tenda

utama untuk berterima kasih kepada Dewa Perang karena telah melindungi Alexander-nya.

 

“Aku harus tersenyum dan menyapa Alexander ketika dia kembali!”

 

……

 

……

 

Fei mengenakan jubah cokelat saat dia perlahan berjalan di jalan yang dibentuk oleh tempat

perkemahan.

 

Dia mengabaikan prajurit dan budak yang membicarakan tentang duel yang baru saja terjadi;

dia lalu berpikir kembali dan menciptakan kembali pertempuran yang baru saja dia lalui dalam

benaknya.

 

Dan Fei sadar jika ia tampaknya memiliki kemampuan belajar yang mengerikan – ia akan belajar

dan memahami sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya setelah setiap pertarungan.

Setelah bertarung dengan empat Ksatria Eksekutif,dia merasa seperti kabut di depan jalur kultivasinya

telah banyak menghilang!

 

“Mungkinkah itu efek [Learn]? Salah satu dari tiga skill ajaib yang kudapatkan dari Dunia Diablo?

Meskipun aku pintar sebelumnya,aku tidak segila ini”

 

Fei yang mencintai dan memuji dirinya sendiri sepanjang waktu bahkan merasa aneh dengan

bakatnya sendiri.

 

Dia lalu berpikir untuk mengatur semua ide dan inspirasi baru yang dia dapatkan dari pertarungan,

dan tiba-tiba –

 

“Hah?” Ekspresi Fei berubah.

 

Dia tiba-tiba merasakan sensasi mengerikan seolah-olah dia menjadi sasaran monster.

 

“Seseorang mengikutiku? Prajurit super kuat?”

 

Fei tidak mempertanyakan kepekaan karakter Barbarian level 40-nya.Pada saat itu,dia yakin

jika dia sedang diikuti.Juga,binatang yang tersembunyi ini jauh melampaui levelnya; Fei merasa

seperti dia adalah partikel pasir yang menghadap lautan saat ini.

 

Di atas semua itu,orang ini juga memiliki roh pembunuh yang tidak disembunyikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *