Hail the King Ch 0175 Bahasa Indonesia

A+ A-

Chapter 175 : Peralatan Two Tier 7

 

“Yang Mulia,ini adalah elang raksasa yang digunakan untuk mengintai dan untuk komunikasi jarak

jauh,yang disebut Wind Speaker Eagle.Ini sangat pintar,dan banyak dari kerajaan pembantu Kekaisaran

memekihara mereka di militer.Namun,binatang ini memiliki sifat yang kurang baik,yaitu agresif

dan brutal.Jadi,itulah alasan ia menyerang burung raksasa Yang Mulia … ” Setelah melihat mayat

elang raksasa bersayap putih,Zolasc tua dengan cepat memberikan pendapatnya.

 

Burung raksasa Yang Mulia …

 

Fei sekali lagi mulai berkeringat dengan kata-kata “burung raksasa”.Sangat mudah bagi orang

untuk memikirkan bagian tubuh yang tidak pantas setelah mendengar dua kata itu.

 

Tetapi sekali lagi,Zolasc ditangkap pada usia muda dan dibawa ke Kerajaan Blackstone untuk

menjadi penambang,dan ia mengalami belasan tahun menjadi budak penambangan seperti di

neraka untuk bertahan hidup sampai hari ini.Itu benar-benar sebuah mukjizat,tetapi pengalaman

inilah yang memberinya pengetahuan dan kemauan kuat yang tidak dimiliki orang normal.Dia

seperti ensiklopedia berjalan yang ditutupi dengan tanda pisau dan direndam dengan darah di

pegunungan yang panas,sehingga kata-katanya sangat bisa dipercaya.

 

“Seekor burung raksasa yang digunakan untuk komunikasi?” Fei menggaruk dagunya,dan dia

segera menemukan alasan yang sangat bagus,”Yang satu ini mungkin dilatih oleh Raja Blackstone,

kalau tidak mengapa dia menjadi se-agresif ini? Haha,oh ya,ini kelihatannya sangat enak,mari kita

bakar saja”

 

Dengan segera,Wind Speaker Eagle yang ganas ini ditarik bulunya tanpa ampun dan diletakkan di

atas rak.Dan lalu dipanggang menjadi warna kuning keemasan,aroma menggoda melayang di

udara.Saint Seiya,Oleg,dan yang lainnya mulai meneteskan liur karena ini,dan mendekati rak

dengan mata berair …

 

Dalam waktu kurang dari 10 menit,yang tersisa dari elang hanyalah tumpukan tulang di tanah.

 

Segera,malam yang gelap akhirnya menyelimuti Benteng Blackstone pasca-pertempuran.

 

Mungkin karena pertumpahan darah yang baru saja terjadi pada siang hari,cahaya bulan seakan

sedikit menunjukkan warna kemerahannya.

 

Di dekat pilar pilar batu,didirikan banyak tenda besar dan kecil.Beberapa bahkan membersihkan

benteng-benteng kecil yang rusak dan menyalakan api unggun yang hangat di dalamnya.Di atas

jerami di atas aspal,para penambang Chambord pergi ke mimpi indah sambil menunjukkan senyum

manis untuk pertama kalinya,semua orang tidur nyenyak.

 

Fei juga memberikan perhatian yang besar.Dia memberikan tenda Raja kepada beberapa penambang

yang terluka parah dan menempatkan mereka di bawah perawatan khusus.Ini tentu saja merupakan

cara untuk memenangkan hati,dan pada saat ini memainkan peran penting yang sekali lagi berakhir

dengan Fei yang mendapatkan rasa terima kasih dan rasa hormat dari warga negaranya.

 

Di malam hari,Fei duduk bersila di atas menara tertinggi Benteng Blackstone,menghadap ke empat sisi.

 

Cahaya bulan yang dingin menyiram tubuhnya seolah-olah mengubahnya menjadi dewa berlapis

perak.

 

Setelah mengamati semua lingkungan,Fei duduk di sana dengan tenang untuk beberapa saat,

mengingat kembali kenangan pertempuran hari ini.Kemudian,dia berganti ke [mode Assassin] dan

mengatur beberapa jebakan sihir di sekitar perkemahan mereka.Dia menggunakan kekuatan zen

Assassin untuk mulai merintis beberapa saluran koneksi energi dan memodifikasi gulungan energi.

 

Sampai sekarang,selain Thunder Lightning Fist,Corpse-Piling Shock Wave dan gulungan skill hebat

lainnya yang Fei salin dari Anime Saint Seiya,dia juga memelopori beberapa saluran koneksi energi

baru yang memiliki kekuatan berbeda.Untuk saat ini,dia baru melatih keterampilan ini sendiri untuk

membuat beberapa perubahan kecil.

 

Waktu berlalu dengan cepat,dan suara-suara binatang buas mengaum terus-menerus terdengar

dari pegunungan sekitar.

 

Di tengah malam,Fei membuka matanya.

 

Dia akhirnya menyelesaikan revisi dan menyempurnakan 2 gulungan energi tingkat bintang 3.

 

Jika melihat waktu,Fei bisa memasuki dunia Diablo lagi untuk membunuh monster dan naik level

sekarang.

 

Buzz ~

 

Portal biru langit muncul di sampingnya,dan Fei pergi ke dunia Diablo.

 

Kali ini,ia memilih [mode Barbarian].Karakter Barbarian adalah akun utama Fei,dan selalu

menjadi karakter dengan level tertinggi.Pada saat ini,karakter Barbarian telah mencapai level 36,

dan setelah melewati hari-hari yang keras,hanya ada satu dari enam misi yang tersisa di Map

kedua,[Lut Gholein],dan itu adalah untuk pergi ke Tal Rasha Tomb dan bunuh [Lord of Pain,Duriel].

 

Di [Rogue Encampment],Fei menemui Akara yang baru saja kembali dari dunia nyata ke dunia

Diablo,dan ia terus belajar beberapa teknik pembuatan gulungan dan ramuan.Kemudian,dia

memanggil kembali tentara bayaran Elena yang baru saja datang dari kota Chambord dan

bertanya tentang keadaan kota.Mendengar bahwa semuanya berjalan dengan lancar di bawah

komando menteri Bast dan pejabat militer Brook,Fei senang.Mereka berdua kemudian pergi

ke Pearl Desert [Lut Gholein],dan melewati susunan teleportasi untuk masuk ke dalam Tal Rasha

Tomb yang masih belum dijelajahi.Setelah membunuh iblis dan monster yang tak terhitung

jumlahnya,mereka berdua akhirnya tiba di altar bulat raksasa.

 

Altar itu sepenuhnya diukir dengan prasasti rune yang misterius dan mistis.Rune-rune ini berasala

dari zaman kuno.Semua prasasti berkilau dengan cahaya merah tua,dan banyak raungan serta siulan

dari iblis yang datang dan pergi dari kedalaman altar dari waktu ke waktu,seolah-olah itu sedang

mengumpulkan semacam kekuatan yang menakutkan.Energi yang mengerikan itu melonjak seperti

lautan yang mengamuk,dan mengisi seluruh aula makam.

 

Fei dengan ringan berjalan ke tengah altar,dan di atas altar,ada batu biru langit setinggi 20 meter,

diatasnya ada lubang seukuran pergelangan tangan.Fei mengeluarkan Staf Hodraic yang akhirnya

ia berhasil tempa setelah menyelesaikan 5 misi sebelumnya dan menempatkannya di dalam lubang.

 

Rumble ~

 

Seluruh makam mulai bergetar hebat,dengan batu-batu besar bergetar di atasnya,tanah dan bebatuan

kecil mulai jatuh seolah-olah seluruh gua akan runtuh.Suara ledakan keras datang dari dinding

batu kuno di depan altar,seolah-olah ada monster yang menakutkan sedang memukul dinding.

Segera,dinding batu itu retak,dan lubang selebar dua meter muncul.

 

Fei telah melihat seluruh proses ini dalam kehidupan sebelumnya berkali-kali,jadi dia tidak terkejut,

dan dia bahkan tersenyum saat melihat tentara bayaran yang cantik tampak sedikit gugup.

 

Sekarang,apa yang akan mereka lakukan adalah masuk ke dalam lorong gelap ini,dan membunuh

BOSS terakhir yang menunggu di sana – bos yang tampak seperti serangga bernama [Lord of Pain,

Duriel].Setelah menyelesaikan misi terakhir di [Lut Gholein],Fei bisa pergi ke Map ke-3 [Kurast Dock].

 

Berdasarkan ingatan Fei dari kehidupan sebelumnya,Duriel sangat sulit untuk ditangani,dan ia

dijuluki sebagai Noob Killer.Serangan fisiknya sangat kuat,dan dia juga memiliki Skill tipe es.Jika

seorang player tidak hati-hati dan membeku atau tercengang,dia tidak akan punya pilihan selain

hanya menonton serangga raksasa yang gemuk itu menikammu sampai mati dengan anggota

tubuhnya yang tajam.Mereka bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melawan dan hanya bisa

menunggu untuk respawned.

 

Tapi Fei sudah siap.Sebelum kemari,dia sudah menyiapkan armor dengan pertahanan yang tinggi,

dan juga banyak peralatan sihir yang bisa mengurangi efek pengendalian kerumunan dan meningkatkan

ketangkasan untuknya dan Elena.Fei lalu memejamkan mata dan mengingatkan dirinya sendiri

tentang semua yang harus diwaspadai,lalu dia mengangguk ke arah Elena,berkata “hati-hati”,

dan kemudian melangkah ke lorong hitam pekat.

 

Pemandangan di depan matanya kemudian berubah.

 

Kegelapan dan raungan marah langsung mengarah Fei.

 

Hal pertama yang Fei lakukan setelah memasuki dimensi ini adalah bukan untuk mencari

[Lord of Pain] dan mulai menyerang,tetapi untuk menggunakan gulungan teleportasi dan

membuka portal yang menuju ke [Lut Golein].Meskipun dia tidak tahu apakah dia bisa dihidupkan

kembali jika dia mati,tetapi itu setidaknya meninggalkan kesempatan bagi Elena untuk lari.

 

Sesosok melintas di samping Fei,Elena juga memasuki dimensi ini.

 

“Roar! Manusia bodoh yang konyol,apa kau mencari Baal? ”

 

Dengan gelombang bau yang bergulir ke arah Fei,suara yang keras terdengar.

 

Berbalik,Fei melihat monster raksasa seperti serangga yang tingginya lebih dari 20 meter muncul

di hadapannya.Tungkai depannya bahkan bisa menyamai tinggi Fei.Benda ini seluruhnya berwarna

merah kecoklatan,ditutupi dengan jus lengket yang menjijikkan.Ada empat taji seputih salju di atas

kepalanya,dan penampilan gemuknya mengingatkan Fei tentang ratu serangga raksasa dari film

“Starship Troopers”.Meski raksasa,itu memang terlihat sedikit lucu.

 

Tidak tahu mengapa,pada saat itu,perasaan gugup yang Fei rasakan sebelumnya telah menghilang

tanpa jejak.

 

Dia bersiul,tersenyum dan menjawab,”Tidak,aku mencarimu,tolol!”

 

Seketika,[Lord of Pain],yang merasa dihina,mulai mengaum dan menyerang.Namun,hari ini bukanlah

hari keberuntungannya,dalam waktu hanya sepuluh menit,serangga gemuk seperti gunung ini

melolong dengan rasa sakit dan mengeluarkan cairan tubuh yang lengket saat jatuh ke tanah.

Kemudian,dengan serangkaian suara,banyak peralatan muncul di tanah.

 

“Uhh … mati begitu cepat?” Kekalahan Duriel sedikit sulit dipercaya Fei.Kinerja itu seharusnya

bukan milik bos terakhir dari Map … Bahkan belum satu putaran dan sudah runtuh? Bagaimana

bisa Boss selemah ini?

 

“Mungkinkah karena pedang ini?”

 

Fei memandangi pedang hitam raksasa ditangannya,dan ia seakan mendapatkan sedikit pencerahan

di benaknya.

 

Karena ingatan video-game dari kehidupan masa lalunya,Fei sudah tahu bahwa [Lord of Pain]

memiliki daya tahan yang kuat terhadap petir,api,es,racun.Jika seseorang ingin mengalahkannya,

ia harus mengandalkan kekuatan fisik.Jadi,ketika memilih senjata,Fei mengambil pedang raksasa

hitam setinggi 2 meter yang dibuat oleh pandai besi Charsi dengan “Demon’s Remains”.Namun,

begitu pedang ini dibawa ke dunia Diablo,ia kehilangan semua sifat sihirnya.Tepatnya,peralatan

ini hanya bisa dikelompokkan ke dalam kategori senjata tingkat 3 – [Superior Items],tetapi jika

hanya mengevaluasi damage dan ketajamannya,itu bahkan lebih baik daripada perlatan tingkat 4

[Magic Items].Mempertimbangkan resistensi kuat Duriel terhadap sihir,Fei memutuskan untuk

menggunakan pedang “Demon’s Remain” ini untuk pertempuran,dan efeknya ternyata sangat bagus.

 

Meskipun ketika berhadapan dengan monster kecil dan iblis normal,senjata “Demon’s Remain”

tidak terlalu efektif selain untuk ketajamannya,sepertinya ini sangat efektif terhadap bos.Apakah

itu berarti,ketika dihadapkan dengan bos seperti ini,nanti,semua senjata yang dibuat dengan

bahan semacam ini akan dapat membunuh mereka seperti mengiris sayuran?

 

Fei berfantasi sebentar,dan kemudian dia mulai mengumpulkan peralatan yang jatuh ke tanah.

 

Segera,dia tertegun.

 

Karena dia terkejut.

 

“Apa aku berhalusinasi? Ini … sebenarnya ada dua [Set Item] tingkat 7?” Fei hampir tidak bisa

mempercayai apa yang dilihatnya.Dua peralatan berbentuk pedang berwarna hijau tergeletak di

sana,di samping tubuh Duriel,dan memancarkan godaan yang tak ada habisnya.

 

Meskipun pengetahuan game Fei dari kehidupan masa lalu tanpa ampun mengingatkan Fei lagi

dan lagi bahwa adalah mungkin untuk mendapatkan item dari tingkat ini di [Lut Gholein] dengan

“kesulitan normal”,tetapi ia mendapat dua! Setelah sedikit ragu,Fei akhirnya mempercayai matanya,

dan kemudian seperti anjing gila yang melompat ke arah makanannya.Dia memeluk kedua pedang

hijau itu,dan mulai dengan cermat dan rakus mengamati mereka berdua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *